3+ Kisah Abu Lahab dan Istrinya Singkat [Lengkap]

Abu Lahab adalah salah seorang paman Nabi Muhammad yang paling menentang dakwah Nabi Muhammad. Abu Lahab bahkan menjadi tokoh orang-orang kafir yang namanya tercantum di dalam Alquran karena melakukan segala cara demi merintangi upaya Nabi Muhammad menyebarkan Islam. Berikut adalah kisah Abu Lahab singkat yang bisa anda simak.

Abu Lahab


Abu Lahab bukanlah nama sebenarnya. Nama Abu Lahab adalah nama julukan karena saat Abu Lahab marah, rona wajahnya berubah merah selayak api. Kata Lahab sendiri berarti api. Lantas, julukan Abu Lahab disematkan menjadi nama panggilan Abu Lahab yang lebih banyak dikenal dalam sejarah.

Alquran sendiri juga menyebut Abu Lahab, bukan nama aslinya. Dalam kajian tafsir yang dikemukakan oleh Imam al Qurthubi, kedudukan nama asli lebih mulia daripada nama julukan. Sehingga tujuan Alquran menyebut nama julukan adalah menunjukkan posisi Abu Lahab yang jauh dari kata mulia.

Lalu siapa nama aslinya? Nama asli Abu Lahab adalah Abdul Uzza. Uzza adalah nama salah satu berhala yang disembah oleh kaum kafir Makkah. Abdul Uzza artinya adalah hamba berhala Uzza. Namun begitu, orang Makkah pada masa itu sering menyebut Abu Lahab dengan panggilan Abu Utbah. Utbah adalah nama anaknya. Abu Utbah berarti adalah ayah dari Utbah.

Abu Lahab merupakan tokoh kaum Quraisy yang banyak disegani. Perawakan Abu Lahab gagah dengan wajah yang putih bersih, serta cerah. Abu Lahab dikenal tampan dan memiliki kecerdasan yang patut diunggulkan di antara orang-orang jahiliyyah. Hanya sayang, Abu Lahab tidak mendapat cahaya iman, sehingga dia menjadi tokoh paling menentang dakwah Nabi Muhammad yang masih keponakannya sendiri. Selengkapnya, baca; Kisah Nabi Muhammad dan Mukjizatnya

Penentangan Abu Lahab Terhadap Dakwah Nabi Muhammad

Sejak Nabi Muhammad mulai mensyiarkan ajaran Islam, Abu Lahab menjadi orang paling depan yang menentang apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Abu Lahab tidak sudi, Nabi Muhammad melarang mereka menyembah sesembahan nenek moyang mereka. Mereka ingin Nabi Muhammad juga menghormati berhala-berhala yang mereka puja sama seperti mereka menghormatinya.

Melengkapi kisah Abu Lahab, satu ketika Nabi Muhammad mengumpulkan orang Quraisy di Bukit Shofa. Pertama-tama, Nabi Muhammad menanyakan apakah mereka menaruh kepercayaan kepada Nabi Muhammad.

Saat itu Nabi Muhammad menanyakan, jika Nabi Muhammad mengatakan pasukan musuh akan menyerang pada pagi dan sore, apakah mereka akan percaya. Mereka menjawab percaya. Maka Nabi Muhammad pun mengatakan bahwa, Nabi orang Quraisy dikumpulkan di Bukit Shofa karena Nabi Muhammad akan menyampaikan risalah kenabian. Nabi Muhammad menyampaikan peringatan atas orang yang menyembah berhala dan berbuat mungkar. Sebab siapa yang berbuat mungkar, pastilah adzab Allah akan datang.

Mendengar itu, Abu Lahab langsung naik pitam. Abu Lahab menyumpahi Nabi Muhammad dengan perkataan yang kasar. Kekasaran sikap Abu Lahab juga tidak berhenti sampai di situ. Berbagai cara dilakukan Abu Lahab untuk menghalangi dakwah Nabi Muhammad. Kecerdasan, pengaruh, serta harta benda Abu Lahab dicurahkan seluruhnya untuk membuat Nabi Muhammad berhenti menyebarkan ajaran Islam.

Usaha Istri Abu Lahab Menghalangi Dakwah Nabi Muhammad

Jika Abu Lahab bermain dengan pengaruh dan kecerdasannya dalam menghalangi dakwah Nabi Muhammad, maka istri Abu Lahab menebar duri di halaman rumah Nabi Muhammad. Hal itu seperti yang diceritakan dalam hadits-hadits yang mutawattir.

Selain itu, istri Abu Lahab yang bernama Ummu Jamil juga menyebar fitnah dan mengadu domba kaum Quraisy dengan Nabi Muhammad. Itu sebabnya, di dalam Alquran, Ummu Jamil disebut sebagai wanita yang membawa kayu bakar. Ungkapan itu adalah ungkapan untuk orang yang suka menebar fitnah.

Ummu Jamil bahkan merelakan kalung permata miliknya diberikan untuk melakukan keburukan kepada Nabi Muhammad. Di dalam Alquran, Allah menjanjikan kalung Ummu Jamil diganti dengan kalung api yang akan membelenggu lehernya.

Ummu Jamil pernah mendatangi Nabi Muhammad dengan sebongkah batu tajam di Masjidil Haram. Surat Al Masad baru saja turun saat itu. Ummu Jamil marah dan mengutuk Nabi Muhammad karena sudah mengejek suami dan dirinya dengan surat itu. Tetapi, Allah sudah membuat mata Ummu Jamil buta. Ummu Jamil tidak bisa melihat keberadaan Nabi Muhammad selain hanya Abu Bakar yang berada di dekat nabi.

Kisah Abu Lahab memberi banyak pelajaran. Bahwa hidayah tidak selalu berkaitan dengan nasab atau keluarga siapa. Abu Lahab adalah keluarga Nabi Muhammad. Namun justru Abu Lahab orang yang gencar melakukan penentangan terhadap dakwah Nabi Muhammad. 

Demikianlah serangakain tulisan mengenai Kisah Abu Lahab dan Istrinya. Semoga dengan adanya pembagikan kisah inilah bisa mejadi wawasan dan juga inspirasi pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih, 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "3+ Kisah Abu Lahab dan Istrinya Singkat [Lengkap]"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel