5+ Kisah Nabi Harun dan Mukjizatnya [Awal-Akhir] Lengkap

Nabi Harun dikenal sebagai teman dakwah Nabi Musa. Nabi Harun juga masih saudara Nabi Musa, tepatnya adalah kakak kandung. Jarak kelahiran antara Nabi Musa dan Nabi Harun sekitar 4 tahun. Ayah mereka bernama Imran bin Qahats, sedang ibu mereka bernama Ayariha. Ada pula yang menyebutnya Yukabad. Kisah nabi Nabi Harun dan mukjizatnya bisa Anda baca pada artikel ini.

Nabi Harun


Nabi Harun dalam kisahnya memiliki usia hidup 123 tahun dari tahun 1531 hingga 1408 SM. Usianya lebih pendek daripada usia Nabi Musa, adiknya. Fokus sasaran dakwah mereka adalah Raja Firaun serta orang-orang Bani Israil. Beliau wafat dan dikebumikan di Gunung Nebu atau Bukit Nebu, 11 bulan sebelum Nabi Musa wafat. Gunung tersebut berada di negara yang kini disebut dengan Jordania.

Nabi Harun Memiliki Lidah yang Fasih

Nabi Harun merupakan sosok yang pandai berdiplomasi dan memiliki tutur kata yang lembut. Tutur kata yang lembut ini juga diperindah dengan pelafalan yang fasih. Itu sebabnya, ketika Nabi Musa diperintah Allah agar menemui Firaun dan mengajaknya menyembah Allah, Nabi Musa meminta Nabi Harun untuk menemaninya.

Hal ini seperti perkataan Nabi Musa yang disebutkan dalam Alquran pada Surat al Qashash ayat ke 34. Di sana Nabi Musa berkata, lisan Nabi Harun lebih fasih daripada lisan Nabi Musa. Karena itu, Nabi Musa memohon kepada Allah agar menjadikan Nabi Harun sebagai pembantu yang membenarkan perkataan Nabi Musa. Selengkapnya, baca; Kisah Nabi Musa dan Mukjizatnya

Nabi Harun Diutus Menemani Nabi Musa Menemui Firaun

Allah mengabulkan permintaan Nabi Musa agar menjadikan Nabi Harun sebagai nabi yang akan menemaninya menemui Firaun. Dan benar, mereka berdua menemui Firaun, menyampaikan risalah, serta mengajak Firaun untuk menyembah Allah. Terjadilah perdebatan antara Nabi Musa dan Firaun.

Nabi Musa melemparkan tongkat dan menunjukkan tangannya yang mengeluarkan cahaya. Firaun menuduhnya sebagai tukang sihir dan menangkap Nabi Musa serta Nabi Harun. Keesokan harinya, Nabi Musa dan Nabi Harun dipertemukan dengan para tukang sihir yang sudah dikumpulkan oleh Firaun.

Selanjutnya, kisah Nabi Harun dan mukjizatnya diwarnai oleh pertarungan sihir yang lantas dimenangkan oleh Nabi Musa. Setelah mengalami kekalahan, para tukang sihir bersujud dan mengakui tuhan Nabi Musa dan Nabi Harun sebagai tuhan mereka juga.

Peringatan Nabi Harun pada Penyelewengan Bani Israil

Sebelum menerima Kitab Taurat, Nabi Musa menyendiri di Bukit Tursina selama empat puluh malam. Nabi Musa meminta Nabi Harun menggantikan posisinya untuk memimpin Bani Israil. Siapa menduga, setelah ditinggalkan Nabi Musa, kaum Bani Israil menyeleweng dan menyembah sapi emas yang bisa mengeluarkan auman.

Nabi Harun pun memperingatkan kaum Bani Israil seperti yang ditulis dalam Alquran Surat Thaha pada ayat ke 90. Di sana disebutkan, Nabi Harun mengatakan bahwa patung anak lembu itu hanya cobaan dan tuhan semesta alam bukanlah anak lembu itu, tetapi Allah.

Sebaliknya, kaum Bani Israil malah tidak peduli dan mengatakan akan tetap menyembah patung anak lembu. Mereka bahkan akan tetap melakukan itu sampai Nabi Musa kembali pada mereka.

Penyelewengan Kaum Bani Israil dan Kemarahan Nabi Musa pada Nabi Harun 

Terang saja, ketika Nabi Musa kembali, Nabi Musa marah besar kepada kaumnya karena mereka telah menyeleweng dan menyembah patung anak lembu. Kekecewaan itu tertuang di dalam alquran pada Surat Thaha ayat 86. Tetapi, kaum Bani Israil malah berdalih tidak menyeleweng dan hanya menjalankan apa yang dikatakan oleh Musa Samiri.

Rupanya, Nabi Musa tidak hanya marah kepada kaumnya, tetapi juga marah kepada Nabi Harun yang telah dia minta menggantikan posisi Nabi Musa. Nabi Musa menuduh Nabi Harun tidak melakukan apa-apa ketika kaum Bani Israil menyembah patung. Karena sangat marah, Nabi Musa bahkan melempar Kitab Taurat dan menarik rambut kepala Nabi Harun.

Nabi Harun lantas menjawab, bahwa dia sudah memperingatkan kaum Bani Israil. Tetapi kaum Bani Israil menganggapnya lemah dan bahkan hampir membunuh Nabi Harun. Alasan Nabi Harun tidak segera melaporkan penyelewengan kaum Bani Israil juga untuk menjaga agar Nabi Musa tidak menuduhnya mengadu domba dengan kaumnya sendiri.

Baca Juga;
  1. Kisah Nabi Ibrahim dan Mukjizatnya
  2. Kisah Nabi Muhammad dan Mukjizatnya
  3. Kisah Nabi Hud dan Mukjizatnya
Peran Nabi Harun terhadap dakwah Nabi Musa sangat besar dalam sama-sama menjaga kaum Bani Israil. Semoga kisah Nabi Harun dan mukjizatnya ini bisa menambah khazanah keimanan bagi kita. Akhirnya, hingga titik akhir hayat, kita diberi ketetapan iman yang mengakar kuat di dalam hati kita.  Trimakasih, 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "5+ Kisah Nabi Harun dan Mukjizatnya [Awal-Akhir] Lengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel