10+ Kisah Nabi Muhammad dan Mukjizatnya [Awal-Akhir] Lengkap

KisahTerbaik.Com- Kisah Nabi Muhammad dan mukjizatnya cukup fenomenal di kalangan umat Islam secara keseluruhan. Pasalnya Nabi Muhammad adalah Nabi paling akhir yang mengalami tantangan luar biasa dalam berdakwah.

Kisah Nabi Muhammad


Nabi Muhammad dalam biografi singkatnya lahir pada tahun 571 M untuk menyempurnakan agama-agama sebelumnya, serta menyampaikan risalah kenabian yang dibawanya kepada umat manusia di seluruh dunia. Lantas apa saja mukjizat yang diberikan Allah pada Nabi Muhammad? Berikut ulasannya.

Mukjizat Nabi Muhammad

Sebagai utusan Allah yang terakhir, Nabi Muhammad memiliki banyak sekali mukjizat yang diberikan. Setidaknya dalam tulisan hanya mengungkapkan mukjizat Nabi Muhammad sekaligus prosesi kisah dalam mendapatkannya.

Nabi Muhammad Mendapat Al-Quran

Alquran merupakan mukjizat paling besar sekaligus paling penting yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Nabi Muhammad sendiri adalah nabi yang tidak mengenal baca tulis. Kondisi itu untuk menguatkan bahwa Alquran bukan dikarang dan dibuat oleh Nabi Muhammad, melainkan wahyu Allah yang diturunkan lewat Nabi Muhammad. Secara, pada zaman itu, orang Quraisy gemar membuat syair dan bersastra.

Sela-Sela Jari Nabi Muhammad Bisa Memancarkan Air

Kisah mukjizat yang lainnya terjadi pada saat itu, Nabi Muhammad hendak berwudlu, tetapi persediaan air tinggal sedikit. Sedang begitu, ada 300 sahabat yang hendak melaksanakan sholat berjamaah dengan Nabi Muhammad dan memerlukan air untuk berwudlu. Nabi Muhammad pun menanyakan kantung air. Seorang sahabat memberikan kantung air dari kulit kambing kepada Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad S.A.W lantas mencelupkan tangannya yang kanan ke dalam kantung air. Lalu, dari sela sela jarinya yang terbuka, air yang bening memancar. Nabi Muhammad lantas memanggil Bilal dan para sahabat untuk berwudlu. Semua sahabat mengambil wudlu dengan menggunakan air itu. Ada juga yang meminum dan merasakan kesejukan air itu.

Makanan Sedikit yang Didoakan Nabi Muhammad Cukup untuk Orang Banyak

Ketika itu Nabi Muhammad diundang makan oleh Abu Thalhah. Makanan yang disediakan pun hanya ada sedikit. Tetapi, Nabi Muhammad rupanya mengajak banyak sahabat. Abu Thalhah bahkan yakin, makanan yang ada tidak akan cukup untuk menjamu Nabi Muhammad dan seluruh sahabat yang datang.

Ketika sampai di rumah Abu Thalhah, Nabi Muhammad mendoakan makanan yang disiapkan. Mereka makan bergantian sepuluh-sepuluh hingga semua sahabat yang jumlahnya berkisar 70-an itu menjadi kenyang.

Setelah itu, barulah Nabi Muhammad makan bersama Abu Thalhah hingga kenyang pula. Ternyata makanan yang sedikit itu cukup untuk mengenyangkan banyak sahabat. Ini seperti yang ditulis dalam hadits dalam kitab Shohih Muslim.

Segelas Susu yang Diberikan Nabi Muhammad Tidak Habis untuk Orang Banyak

Abu Hurairah sedang kelaparan saat Nabi Muhammad melewatinya. Nabi Muhammad lantas memanggil Abu Hurairah dan mengajaknya ke rumah. Di rumah Nabi Muhammad, segelas susu ditemukan. Nabi Muhammad pun bertanya kepada istrinya perihal susu tersebut. Istrinya menjawab, segelas susu itu adalah hadiah si Fulan untuk Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad lantas memanggil dan meminta Abu Hurairah pergi ke tempat Ahlus Shuffah. Ahlus Shuffah adalah sekumpulan orang yang tinggal di masjid Nabi Muhammad dan tidak memiliki keluarga ataupun harta di Madinah.

Mengerti itu, Abu Hurairah sedikit enggan. Dia ingin minum seteguk susu agar tubuhnya kembali kuat. Lagi pula, dia lebih berhak meminum susu itu lebih dahulu, sebelum melayani Ahlus Shuffah. Jika Abu Hurairah melayani Ahlus Shuffah lebih dulu, sudah barang tentu Abu Hurairah tidak akan kebagian susu yang hanya satu gelas itu.

Tapi Abu Hurairah tidak ingin menentang perintah Nabi Muhammad. Abu Hurairah memanggil Ahlus Shuffah ke rumah Nabi Muhammad. Begitu mereka datang, Nabi Muhammad meminta Abu Hurairah melayani mereka seperti yang sudah dia duga. Abu Hurairah memberikan segelas susu kepada sahabat pertama. Sahabat tersebut meminum susu tersebut hingga puas, lalu mengembalikannya kepada Abu Hurairah.

Abu Hurairah lantas memberikan segelas susu tersebut kepada sahabat kedua. Sahabat kedua meminumnya hingga puas, baru mengembalikannya kepada Abu Hurairah. Demikian seterusnya, hingga semua Ahlus Shuffah merasa puas dengan susu yang diberikan kepadanya.

Begitu tinggal Abu Hurairah dan Nabi Muhammad, Nabi Muhammad meminta Abu Hurairah duduk dan mempersilakannya minum susu. Abu Hurairah mulai meminum susu tersebut. Seteguk demi seteguk. Hingga Abu Hurairah merasa kenyang, susu itu belum juga habis, sedang Nabi Muhammad terus meminta Abu Hurairah meminumnya lagi.

Abu Hurairah lantas mengatakan pada Nabi Muhammad bahwa perutnya sudah tidak bisa diisi lagi. Nabi Muhammad lantas meminta gelas susu yang dibawa Abu Hurairah. Dengan mengucap hamdalah dan syukur, Nabi Muhammad meminum sisa susu tersebut. Kisah ini bisa Anda temui dalam hadits dalam Kitab Shohih Bukhari.

Hujan Langsung Turun ketika Nabi Muhammad Berdoa Meminta Hujan

Ketika itu kekeringan tengah melanda Kota Madinah. Nabi Muhammad tengah melaksanakan khutbah Jumat dan seseorang memintanya berdoa agar segera turun hujan. Seperti yang diminta orang itu, Nabi Muhammad pun berdoa. Seketika, hujan turun dengan deras, terus menerus. Hujan itu tidak pernah berhenti hingga pada hari Jumat berikutnya.

Kembali orang itu menemui Nabi Muhammad dan memintanya berdoa agar hujan segera berhenti. Sebab, banyak rumah yang roboh dan rusak gara-gara hujan yang deras dan terus menerus. Nabi pun kembali berdoa, memohon agar hujan berpindah di sekeliling Kota Madinah. Benar saja, awan-awan mulai bergerak dan menepi dari kota. Hujan pun turun di pinggiran Kota Madinah.

Ramalan Nabi Muhammad Menjadi Kenyataan

Nabi Muhammad pernah menyampaikan, suatu saat Kerajaan Persia dan Kerajaan Romawi akan dikalahkan oleh umat Islam. Harta simpanan dua kerajaan itu juga akan berpindah tangan dan dimiliki oleh umat Islam. Dan memang demikian adanya, seperti yang termaktub dalam Kitab Bukhari.

Pada satu kesempatan, Nabi Muhammad pernah meramalkan, setelah Nabi Muhammad meninggal, akan ada dua orang yang mengaku sebagai nabi. Dua nabi palsu itu kemudian benar-benar muncul. Yang pertama adalah Musailamah, dan yang kedua adalah Aswad Al Ansi.

Nabi Muhammad pernah juga mengabarkan bagaimana Zaid bin Haritsah dan Ja’far bin Abi Thalib akan meninggal sebelum jasad dua sahabat tersebut sampai di Madinah. Dan memang benar, dua sahabat nabi yang menjadi panglima perang tersebut meninggal pada perang Mut’ah. Pertama-tama, panglima yang meninggal adalah Zaid bin Haritsah. Berikutnya, Ja’far bin Abi Thalib meninggal setelah menggantikan posisi Zaid bin Haritsah sebagai panglima perang.

Nabi Muhammad Menunjukkan Bulan Terbelah Menjadi Dua

Seperti yang diriwayatkan di dalam hadits Imam Bukhari, Nabi Muhammad pernah menunjukkan bulan yang terbelah menjadi dua bagian sempurna. Sehingga, orang-orang Makkah bisa melihat puncak Gunung Hira berada di antara dua belahan bulan tersebut. Bulan terbelah itu adalah mukjizat Nabi Muhammad ketika orang-orang kafir Quraisy memaksa Nabi Muhammad menunjukkan mukjizat yang dibawanya.

Dalam riwayat lain disebutkan, ketika menunjukkan bulan yang terbelah menjadi dua, para sahabat tengah bersama Nabi Muhammad di Mina. Lalu Nabi Muhammad meminta mereka menyaksikan bulan yang terbelah sebagai bukti kenabiannya. Separuh belahan bulan tersebut berada di balik Gunung Hira.

Nabi Muhammad Menyembuhkan Penyakit

Ketika itu umat Islam akan menaklukkan Benteng Khaibar. Nabi Muhammad meminta Ali bin Abi Thalib menjadi pemegang bendera pasukan. Sedang begitu, pada saat yang demikian Ali bin Abi Thalib sedang sakit mata.

Nabi Muhammad akhirnya meludahi mata Ali bin Abi Thalib yang tengah sakit. Seketika, mata Ali Bin Abi Thalib sembuh. Ali bin Abi Thalib bahkan seperti orang yang tidak pernah sakit mata sebelumnya.

Hadits Nabi Muhammad Tentang Pembela Islam yang Akan Selalu Ada

Kisah Nabi Muhammad dan mukjizatnya yang lain adalah sebuah hadits yang mengabarkan tentang pembela Islam sepanjang zaman. Isi hadits tersebut adalah, sampai akhir zaman akan tetap ada sekelompok orang yang membela agama Islam dan mensyiarkannya. Hadits yang disampaikan Nabi Muhammad tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab Shohih-nya.

Air yang Sedikit, Cukup untuk Minum 40 Orang Sahabat

Nabi Muhammad dan para sahabatnya pernah kehabisan air minum perbekalan mereka ketika dalam perjalanan. Sedang begitu, jarak sumber air masih jauh dari posisi mereka. Lantas mereka bertemu dengan seorang perempuan yang membawa air sedikit. Nabi Muhammad mengusap kantung air yang dibawa perempuan itu. Para sahabat pun minum hingga puas. Masing-masing bahkan juga mengisi kantung air mereka hingga penuh.

Semoga kisah Nabi Muhammad dan mukjizatnya ini bisa membuat keimanan semakin tebal dan kuat. Dengan begitu, apa yang kita lakukan selalu berpegang pada keimanan. Dan dengan begitu pula, seseorang akan menjadi orang yang beruntung baik di dunia maupun di akhirat. Amin, 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "10+ Kisah Nabi Muhammad dan Mukjizatnya [Awal-Akhir] Lengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel