4+ Kisah Nabi Nuh dan Mukjizatnya [Awal-Akhir] Lengkap

Salah satu nabi yang memiliki kesabaran yang besar adalah Nabi Nuh. Kisah Nabi Nuh dan mukjizatnya sering dikaitkan dengan bahtera dan banjir bandang yang pernah terjadi di planet bumi. Kisah Nabi Nuh ini semakin menarik untuk disimak karena menjadi generasi kedua makhluk Allah yang hidup di bumi.

Kisah Nabi Nuh


Nabi Nuh merupakan nabi yang memiliki banyak kesabaran. Kesabaran itu yang membuat Nabi Nuh masuk dalam satu di antara lima nabi yang mendapat gelar Ulul Azmi. Gelar Ulul Azmi sendiri adalah gelar yang diperuntukkan bagi nabi yang memiliki kesabaran luar biasa.

Nabi Nuh dalam biografi hidupnya memiliki rentang usia yang cukup panjang. Beliau diangkat menjadi nabi pada usia 480 tahun. Ketika terjadi banjir bandang, umur Nabi Nuh sudah mencapai 600 tahun. Setelah peristiwa banjir bandang tersebut, Nabi Nuh hidup selama 350 tahun. Total umur Nabi Nuh adalah 950 tahun. Dan selama hidupnya tersebut, tidak kurang dari 5 abad Nabi Nuh berdakwah.

Naasnya, dalam rentang waktu 5 abad berdakwah tersebut, hanya sekitar 80 orang kaumnya yang beriman kepada Allah. Delapan puluh orang adalah jumlah yang sangat sedikit. Dan karena inilah, Nabi Nuh tergolong dalam deretan nabi dan rosul yang mendapat gelar Ulul Azmi.

Kaum Nabi Nuh


Disebutkan, kaum Nabi Nuh bernama Bani Rasib. Bani Rasib adalah umat manusia yang dikenal kuat dan memiliki umur sangat panjang, lebih-lebih jika dibandingkan dengan umur manusia sekarang. Tetapi, dari segi watak pun, kaum Nabi Nuh adalah kaum yang keras dan angkuh. Tidak heran jika Allah menyebut Bani Rasib sebagai kaum perusak yang pernah hidup di muka bumi.

Kaum Nabi Nuh memiliki harta benda yang cukup banyak saat itu. Anak-anak mereka pun banyak. Banyaknya harta dan anak yang mereka miliki adalah simbol kehormatan bagi mereka. Berbeda dengan Nabi Nuh yang hanya memiliki empat orang anak dan tergolong tidak memiliki banyak harta benda, tidak jauh dari para pengikutnya yang kebanyakan adalah kaum papa.

Kisah Nabi Nuh dan mukjizatnya menyimpan kesan miris. Sebab, Bani Rasib tidak percaya dengan risalah kenabian yang dibawa oleh Nabi Nuh karena menganggap Nabi Nuh dan kelompoknya adalah kaum hina yang miskin. Mereka lebih senang menyebut Nabi Nuh iri pada harta dan anak yang mereka miliki, daripada mengakuinya sebagai nabi.

Nabi Nuh tidak putus asa. Beliau bertekad untuk berdakwah pada generasi berikutnya. Namun, justru kemudian, Bani Rasib mengambil sumpah agar anak-anak serta keturunannya menyembah berhala dan tidak mengakui Allah sebagai tuhan. Persis seperti yang diceritakan dalam Alquran.

Nabi Nuh Mengadu Kepada Allah


Mendapati pengingkaran Bani Rasib dari generasi ke generasi, Nabi Nuh mengadu kepada Allah. Hal ini diceritakan dalam Alquran pada surat nuh ayat ke-5. Nabi Nuh mengadukan seluruh usahanya mengajak Bani Rasib menyembah Allah mulai dari jalan lembut hingga harus mengejar mereka. Tetapi mereka selalu menutup telinga mereka dengan jari dan berlari meninggalkan Nabi Nuh.

Nabi Nuh juga menyeru mereka dengan jalan terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. Semuanya tidak banyak memberi perubahan pada sikap kaumnya. Hingga Nabi Nuh berdoa agar kaumnya dihilangkan dari muka bumi. Dalam jangka tertentu, Allah memerintahkan agar Nabi Nuh membuat bahtera yang besar. Butuh waktu 40 tahun bagi Nabi Nuh untuk membangun bahtera tersebut. Dan selama itu, Nabi Nuh dianggap tidak waras oleh kaumnya.

Banjir Bandang pada Masa Nabi Nuh


Tanda yang diberikan Allah ketika akan menurunkan banjir bandang adalah munculnya air yang keluar dari dapur rumah Nabi Nuh. Segera kemudian Nabi Nuh mengajak pengikutnya masuk ke dalam bahtera. Bermacam hewan juga ikut dimasukkan ke dalam bahtera, masing-masing satu pasang.

Setelah semuanya masuk, banjir bandang pun dimulai. Hujan turun dengan deras. Bumi mengeluarkan banyak mata air yang deras. Lautan membuat gelombang-gelombang besar. Perut bumi bergolak dan berangsur turun. Maka seluruh air laut, air yang memancar dari perut bumi, dan air yang turun dari langit bersatu membuat banjir bandang yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga;

  1. Kisah Nabi Sulaiman dan Mukjizatnya
  2. Kisah Nabi Muhammad dan Mukjizatnya

Membaca kisah Nabi Nuh dan Mukjizatnya adalah membaca sejarah umat manusia yang penuh dengan hikmah. Kisah itu akan membuat iman seseorang bertambah jika benar-benar mau merenungi dan meyakininya. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan-perbuatan buruk yang tidak disukai oleh Allah

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "4+ Kisah Nabi Nuh dan Mukjizatnya [Awal-Akhir] Lengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel