4 Kisah Sahabat Nabi yang Menginpirasi & Mengiris Hati

Tidak mudah memperjuangkan Islam di zaman jahiliyyah. Lebih-lebih, ajaran Islam saat itu tergolong baru dan merupakan ajaran yang paling ditentang. Tidak heran jika banyak kisah-kisah sahabat nabi yang mengiris hati, lebih-lebih ketika menghadapi maut di medan peperangan. Berikut adalah 4 kisah sahabat nabi yang akan membuat anda haru.

Kisah Sahabat Nabi


Kumpulan mengenai uraian kisah sahabat Nabi Muhammad S.A.W disini adalah kisah yang terjadi pada masa rosull masih hidup. Berikut inilah kisah-kisah tersebut;

Mush'ab bin Umair, Seorang yang Membawa Bendera ketika Perang Uhud

Satu ketika, keadaan kaum muslimin tengah genting saat Perang Uhud tengah berlangsung. Pasukan musuh berusaha memburu Nabi Muhammad. Itu sebabnya, Mush’ab mengalihkan perhatian dengan mengibarkan bendera menjauh dari posisi Nabi Muhammad.

Benar saja, pasukan musuh teralihkan. Tapi, sebagai gantinya, Mush’ab terkepung. Dengan penuh keberanian Mush’ab melawan musuh-musuh Islam. Naas, tangan kanannya yang membawa bendera ditebas oleh pasukan musuh. Mush’ab lantas membawa bendera dengan tangan kirinya seraya membaca Surat Ali Imran ayat 44. Tetapi, lagi-lagi tangan kirinya tersebut ditebas.

Mush’ab terus menjaga benderanya agar tetap tegak dengan pangkal lengan. Dan ketika itu, satu tombak menghujam dadanya. Mush’ab jatuh dan roboh di atas tanah. Dia meninggal sebagai syuhada’ di medan Perang Uhud yang panas.

Mendengarnya, Nabi Muhammad merasa amat berduka. Apalagi, Mush’ab yang dulu kaya itu hanya memilik selembar kain kafan sempit. Jika kain kafan itu ditutupkan ke ujung kaki, maka kepalanya akan terlihat. Sedang jika kafan itu ditutupkan ke ujung kepala, mata kakinya akan terlihat. Nabi Muhammad lantas meminta para sahabat untuk menutupkan kain kafan itu di kepalanya seraya menahan haru. Selengkapnya, baca; Kisah Nabi Muhammad dan Mukjizatnya

Suara Adzan Bilal bin Rabbah saat Mengenang Nabi Muhammad

Di antara 4 kisah sahabat nabi, kisah Bilal bin Rabbah adalah kisah yang tidak kalah menguras emosi. Bilal adalah muadzin pada zaman Nabi Muhammad. Setelah Nabi Muhammad meninggal, Bilal tidak lagi mengumandangkan adzan dan berpindah ke Syam.

Bertahun-tahun hidup di Syam, Bilal memimpikan Nabi Muhammad yang menanyakan mengapa Bilal tidak mengunjungi Nabi Muhammad. Seketika itu juga Bilal berangkat menuju Madinah dan mengunjungi makam Nabi Muhammad. Di sana, tangisnya pecah. Ketika itu dua cucu Nabi Muhammad, Hasan serta Husein mendekatinya. Dengan air mata bercucuran, Bilal memeluk keduanya.

Umar yang saat itu menjabat sebagai khalifah merasa haru melihat pemandangan itu. Salah satu cucu Nabi Muhammad lantas meminta Bilal mengumandangkan adzan untuk mengenang Nabi Muhammad. Umar pun ikut memintanya pada Bilal. Bilal mengiyakan dan kembali mengumandangkan adzan seperti kala Nabi Muhammad masih bersama mereka.

Seketika, Madinah menjadi kota yang senyap. Orang-orang berlari ke Masjid Nabawi, bahkan gadis yang masih dalam pingitan sekalipun. Tetapi, ketika Bilal sampai pada lafadz yang menyebut nama Muhammad, Bilal tidak kuasa menahan tangisnya. Bilal teringat ketika berjamaah bersama Nabi Muhammad. Bilal terus menangis dan tidak dapat melanjutkan adzannya.

Hamzah yang Syahid di Medan Peperangan

Hamzah adalah paman Nabi Muhammad yang syahid saat Perang Uhud. Sasaran mereka saat Perang Uhud adalah Nabi Muhammad dan Hamzah. Istri Abu Sufyan lantas menyuruh budak dan berhasil membuat Hamzah meninggal dengan tombak. Jasad Hamzah dirobek dan dirusak dengan keji. Baju besinya terlepas.

Ketika peperangan selesai, Nabi menangis dan mendoakan Hamzah. Nabi lalu mensholatkan jasad Hamzah dan pasukan muslim syahid yang lain. Atas kesedihan Nabi Muhammad, allah lantas menurunkan wahyu Surat An Nahl ayat 126 agar Nabi Muhammad bersabar.

Perjuangan Sa’ad bin Muadz Melindungi Nabi Muhammad

Pada Perang Badar, Sa’ad menjadi tameng hidup Nabi Muhammad dan menerima anak panah hingga harus dirawat di Rufaidah, satu kemah ketika kaum muslimin berperang. Luka itu ternyata tidak segera sembuh dan terus memburuk.

Saat mendapat amanat nabi untuk menghukumi Bani Quraidzah yang mengkhianati perjanjian, Sa’ad sudah takut dia tidak bisa menyelesaikan amanat yang telah diamanahkan kepadanya, hal ini lantaran sakitnya yang parah. 

Beruntung Sa’ad masih bisa memutuskan hukuman untuk Bani Quraidzah. Karena itu, Nabi Muhammad memuji Sa’ad. Setelah itu, kondisi Sa’ad terus memburuk hingga meninggal. Dia sempat mengucap salam untuk Nabi Muhammad ketika Nabi Muhammad menjenguknya, sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir. 

Setelah membaca 4 kisah sahabat nabi tersebut semoga bisa menjadi motivasi yang membuat hati menjadi semakin giat menjalankan perintah agama. Sebab, apa yang kita jalani hari ini, lebih mudah daripada apa yang dirasakan dan diderita para sahabat dulu untuk mempertahankan imannya.

Demikianlah serangkaian tulisan dan penjelasan mengenai kumpulan Kisah Sahabat Nabi yang Menginpirasi dan Mengiris Hati. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih, 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "4 Kisah Sahabat Nabi yang Menginpirasi & Mengiris Hati"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel