Cerita Inspiratif "Bulan Yang Selalu Ingin Menjadi Purnama"

KisahTerbaik.Com- Serangkaian karya tentang cerita inspiratif ini dituliskan dengan judul "Bulan Yang Selalu Ingin Menjadi Purnama". Hasil karya dari Chandra Maheswari. Semoga bisa memberikan wawasan dan bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Begini, Kisahnya....

Seorang anak kecil sebut saja Bulan memiliki sifat suka bermain , bersepeda, dan memiliki sifat selalu berinisiatif. Walaupun lebih banyak bermain, menonton TV dan malas mengerjakan tugas saat SD, namun Bulan memiliki mimpi untuk kuliah S 2 ke negara Amerika Serikat.

Sejak SD bulan berusaha mengejar mimpi ini dengan cara belajar dengan baik dan rajin di kelas. Bulan belajar dengan baik untuk dapat setidaknya mewakili SDnya lomba cerdas cermat antar SD satu kecamatan.

Namun Bulan belum mendapatkan kesempatan tersebut sebab selain dia ada salah seorang temannya yang bernama Lestari yang bersifat sangat kompetitif. Lestari akan melakukan segala cara agar lebih unggul diantara teman-temannya yang lain.

Selain itu Lestari memiliki sifat tidak mau menjadi nomor dua. Walaupun begitu setidaknya Bulan pernah mewakili SDnya, lomba baca puisi untuk pertama kalinya. Bulan berusaha dan berlatih dengan giat dan keras agar dapat memberikan hasil terbaik. Sayangnya Bulan belum bisa mendapatkan juara pada lomba ini.

Kelas 6 SD sudah tiba, saat di mana ujian kelulusan akan berlangsung. Bulan berusaha dengan baik untuk lulus dengan cara yang jujur. Namun betapa sedih hati Bulan saat melihat kecurangan yang dilakukan teman-temannya saat ujian ditambah dengan guru kelasnya yang menyuruhnya untuk memberikan contekan kepada temannya.

Temannya tersebut memberitahu pada guru kelasnya jika dia tidak mau memberikan contekan sehingga guru kelasnya memarahinya. Setelah ujian Bulan menangis merasa kenapa harus melakukan hal yang tidak disukainya.

Saat pengumuman hasil ujian Bulan mendapatkan hasil yang sebenernya cukup baik namun masih kurang menurut ibunya dibanding teman-temannya dan sepupunya yang sama-sama kelas 6 SD. Memang sejak kecil ibunya suka membandingkan dirinya dengan sepupunya terkadang teman-temannya entah niatnya memang ingin membandingkan atau memotivasi. Kejadian ini membuatnya menangis semalaman di kamar tidur. Saat menangis dia membuat resolusi jika saat SMP dia harus lebih baik dari sebelumnya baik dari segi akademis dan ekstrakulikuler.

Dia masuk ke salah satu SMP di kabupatennya yang termasuk salah satu SMP yang bagus. Saat SMP dia berusaha yang terbaik di akademis sehingga selalu mendapatkan rangking satu. Kegiatan ekstrakurikuler yaitu drama dan jurnalistik juga ditekuninya dengan baik.

Saat SMP dia mendapatkan kesempatan mewakili sekolahnya lomba olimpiade di kabupaten dan mendapatkan juara kedua. Betapa senang dan bahagia dirinya. SMP menurutnya adalah masa-masa paling bahagia karena dia dapat lulus dengan memuaskan dan masuk di salah satu sekolah terbaik di kabupatennya.

SMA awalnya dilalui dengan sukacita namun selanjutnya dilalui dengan masa-masa yang berat. Dia kembali membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain, persaingan yang kompetitif, dan kecurangan-kecurangan yang terjadi membuat dirinya meragukan dirinya dan tujuannya.

SMA dilaluinya begitu saja, secara cepat, tanpa dinikmati hanya fokus dan bekerja keras untuk menyelesaikan akademik. Di SMA ini dia memiliki salah satu sahabat yang baik yang mengertinya dan mendengarkan ceritanya dengan baik dan tulus.

Setidaknya dia memiliki teman cerita yang mengertinya dan dapat menjadi tempat keluh kesahnya. SMA dapat diselesaikannya dengan baik dan masuk ke salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan jurusan yang dipilihnya.

Perasaannya saat itu senang dan bahagia. Namun dia tahu masih ada tantangan di depan yang menunggunya. Benar saja semester awalnya di perkuliahan dilalui dengan sangat terseok-seok. Akhirnya dia mengalami kebingungan sebenarnya apa yang salah dengan dirinya. Setiap hari dirinya linglung dan menangis, kegalauan sedang melandanya.

Saat itulah teman dekatnya mengetahuinya. Setelah dia bercerita teman dekatnya mengetahui permasalahannya, keinginan menjadi yang paling unggul, iri hati, segala hal yang berhubungan dengan menjadi nomor satu yang membuatnya ketakutan dan lupa cara untuk menikmati hidupnya. Ketakutannya juga yang membuatnya takut untuk melakukan sesuatu.

Padahal ketakutan tersebut hanya terdapat di pikiran belum terjadi dan mungkin tidak akan terjadi. Setelah bercerita dan mendengarkan saran dari sahabatnya dia menyadari jika hidup ini dengan pilihan yang dipilihnya harus dinikmatinya dengan baik, bersenang hati dan bertanggungjawab, berdoa, bersyukur dan memaafkan dirinya dan orang-orang yang pernah menyakitinya dahulu, lebih berani melangkah dan menikmati setiap pilihan dan langkah yang dibuatnya.

Melakukan hal yang menjadi pilihan dan langakah yang dibuatnya harus dilakukan sebaik-baiknya namun bukan berarti menjadi nomor satu, sebab lebih penting untuk selalu membantu orang-orang di sekitarnya.

Setelah hari itu Bulan menjadi lebih kuat dan berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari sebelumnya. Mungkin benar Bulan tidak selalu dapat menjadi purnama paling terang namun Bulan berjanji akan selalu memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.Seorang anak kecil sebut saja Bulan memiliki sifat suka bermain , bersepeda, dan memiliki sifat selalu berinisiatif..

Walaupun lebih banyak bermain, menonton TV dan malas mengerjakan tugas saat SD, namun Bulan memiliki mimpi untuk kuliah S 2 ke negara Amerika Serikat. Sejak SD bulan berusaha mengejar mimpi ini dengan cara belajar dengan baik dan rajin di kelas.

Bulan belajar dengan baik untuk dapat setidaknya mewakili SDnya lomba cerdas cermat antar SD satu kecamatan. Namun Bulan belum mendapatkan kesempatan tersebut sebab selain dia ada salah seorang temannya yang bernama Lestari yang bersifat sangat kompetitif. Lestari akan melakukan segala cara agar lebih unggul diantara teman-temannya yang lain.

Selain itu Lestari memiliki sifat tidak mau menjadi nomor dua. Walaupun begitu setidaknya Bulan pernah mewakili SDnya, lomba baca puisi untuk pertama kalinya. Bulan berusaha dan berlatih dengan giat dan keras agar dapat memberikan hasil terbaik. Sayangnya Bulan belum bisa mendapatkan juara pada lomba ini. Kelas 6 SD sudah tiba, saat di mana ujian kelulusan akan berlangsung.

Bulan berusaha dengan baik untuk lulus dengan cara yang jujur. Namun betapa sedih hati Bulan saat melihat kecurangan yang dilakukan teman-temannya saat ujian ditambah dengan guru kelasnya yang menyuruhnya untuk memberikan contekan kepada temannya.

Temannya tersebut memberitahu pada guru kelasnya jika dia tidak mau memberikan contekan sehingga guru kelasnya memarahinya. Setelah ujian Bulan menangis merasa kenapa harus melakukan hal yang tidak disukainya.

Saat pengumuman hasil ujian Bulan mendapatkan hasil yang sebenernya cukup baik namun masih kurang menurut ibunya dibanding teman-temannya dan sepupunya yang sama-sama kelas 6 SD. Memang sejak kecil ibunya suka membandingkan dirinya dengan sepupunya terkadang teman-temannya entah niatnya memang ingin membandingkan atau memotivasi.

Kejadian ini membuatnya menangis semalaman di kamar tidur. Saat menangis dia membuat resolusi jika saat SMP dia harus lebih baik dari sebelumnya baik dari segi akademis dan ekstrakulikuler.

Dia masuk ke salah satu SMP di kabupatennya yang termasuk salah satu SMP yang bagus. Saat SMP dia berusaha yang terbaik di akademis sehingga selalu mendapatkan rangking satu. Kegiatan ekstrakurikuler yaitu drama dan jurnalistik juga ditekuninya dengan baik. Saat SMP dia mendapatkan kesempatan mewakili sekolahnya lomba olimpiade di kabupaten dan mendapatkan juara kedua. 

Betapa senang dan bahagia dirinya. SMP menurutnya adalah masa-masa paling bahagia karena dia dapat lulus dengan memuaskan dan masuk di salah satu sekolah terbaik di kabupatennya. SMA awalnya dilalui dengan sukacita namun selanjutnya dilalui dengan masa-masa yang berat. Dia kembali membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain, persaingan yang kompetitif, dan kecurangan-kecurangan yang terjadi membuat dirinya meragukan dirinya dan tujuannya.

SMA dilaluinya begitu saja, secara cepat, tanpa dinikmati hanya fokus dan bekerja keras untuk menyelesaikan akademik. Di SMA ini dia memiliki salah satu sahabat yang baik yang mengertinya dan mendengarkan ceritanya dengan baik dan tulus.

Setidaknya dia memiliki teman cerita yang mengertinya dan dapat menjadi tempat keluh kesahnya. SMA dapat diselesaikannya dengan baik dan masuk ke salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan jurusan yang dipilihnya. Perasaannya saat itu senang dan bahagia.

Namun dia tahu masih ada tantangan di depan yang menunggunya. Benar saja semester awalnya di perkuliahan dilalui dengan sangat terseok-seok. Akhirnya dia mengalami kebingungan sebenarnya apa yang salah dengan dirinya.

Setiap hari dirinya linglung dan menangis, kegalauan sedang melandanya. Saat itulah teman dekatnya mengetahuinya. Setelah dia bercerita teman dekatnya mengetahui permasalahannya, keinginan menjadi yang paling unggul, iri hati, segala hal yang berhubungan dengan menjadi nomor satu yang membuatnya ketakutan dan lupa cara untuk menikmati hidupnya. Ketakutannya juga yang membuatnya takut untuk melakukan sesuatu.

Padahal ketakutan tersebut hanya terdapat di pikiran belum terjadi dan mungkin tidak akan terjadi. Setelah bercerita dan mendengarkan saran dari sahabatnya dia menyadari jika hidup ini dengan pilihan yang dipilihnya harus dinikmatinya dengan baik, bersenang hati dan bertanggungjawab, berdoa, bersyukur dan memaafkan dirinya dan orang-orang yang pernah menyakitinya dahulu, lebih berani melangkah dan menikmati setiap pilihan dan langkah yang dibuatnya.

Melakukan hal yang menjadi pilihan dan langakah yang dibuatnya harus dilakukan sebaik-baiknya namun bukan berarti menjadi nomor satu, sebab lebih penting untuk selalu membantu orang-orang di sekitarnya.

Setelah hari itu Bulan menjadi lebih kuat dan berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari sebelumnya. Mungkin benar Bulan tidak selalu dapat menjadi purnama paling terang namun Bulan berjanji akan selalu memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cerita Inspiratif "Bulan Yang Selalu Ingin Menjadi Purnama""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel