Cerita Misteri "Permohonan dari Dia"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian tulisan tentang kisah dan cerita misteri ini berjudul "Permohonan dari Dia". Yang ditulis dan disajikan oleh Rosa Pijar Cahya Devi. Semoga pengalaman hidup ini bisa dijadikan inspirasi bagi segenap pembaca.

Begini, Kisah Misterinya...

Angin malam menelisik memasuki telingaku. Rasanya begitu dingin, namun di saat bersamaan udara terasa begitu panas. Sebuah keanehan yang selama ini aku rasakan, tetapi tak kunjung kudapatkan jawabnya.

Bingung harus berbuat apa, kuputuskan untuk sekadar membolak-balik badan menanti datangnya kantuk yang tidak kunjung tiba. Di sebelahku, ibuku sedang tertidur begitu lelap. Mungkin karena lelah setelah seharian bekerja, membuatnya langsung terlelap selepas memintaku tidur bersamanya. Sudah menjadi kebiasaan jika ayah pergi ronda, ibu akan memintaku untuk tidur bersamanya.

Ibu selalu merasa takut untuk tidur di kamarnya seorang diri. Begitu juga denganku, untuk beberapa alasan, aku juga takut untuk tidur sendiri. Salah satu yang membuatku enggan untuk tidur sendiri karena aku bisa merasakan sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal gaib.

Tidak seperti orang-orang spesial yang mampu melihat dan berbicara dengan sosok-sosok gaib, aku hanya lebih peka terhadap kehadiran mereka. Lagi, rumah yang telah kutinggali sejak aku lahir ini rupanya memiliki suatu keadaan istimewa yang makin mengasah kepekaanku itu. Oleh sebab itu, aku selalu meminta seseorang untuk menemaniku di dalam rumah.

Setelah hampir setengah jam mencoba untuk tidur, tiba-tiba perutku merasakan gejolak- gejolak kemulesan. Diiringi dengan rentetan kentut yang memburu, akhirnya aku cepat-cepat ke kamar mandi dengan perasaan was-was.

Pasalnya, kamar mandi rumahku terletak di paling belakang bagian rumah dan menghadap langsung ke taman yang sayangnya tidak dipasangi alat penerangan. Sudah penuh dengan pohon, gelap pula, kesannya sangat horror.

Apalagi pernah ada kejadian ayahku bersentuhan dengan sosok gaib saat ke kamar mandi tengah malam. Tidak ingin mengalami kejadian yang sama, aku segera masuk ke kamar mandi dan membereskan urusan perutku.

Saat aku sedang pergi ke kamar mandi ternyata ibuku terbangun karena merasa haus. Dilihatnya dia berbaring di sampingnya. Ibu pun membangungkan dia dan diajaknya dia menemani ibu ke ruang tengah untuk mengambil air.

Mereka kemudian pergi ke ruang tengah bersama. Semua berjalan seperti biasanya sampai ibu selesai menegak segelas air di tangannya.

Ayah kok ngga pulang-pulang ya, Dek?” tanya ibu sembari menggengam tangannya. Hawa dingin langsung terasa ketika ibu menyentuh tangan sosok itu.

Kamu sakit, Dek?” ibu menatapnya khawatir. Sosok yang diajak bicara ibu hanya diam membisu. Dia terus menunduk ke bawah seperti ada beban berat di lehernya yang membuatnya tidak bisa menegakkan kepala.

Yasudah. Sekarang kita tidur lagi. Besok kalau masih ngga enak badan, kita pergi ke dokter ya,” ajak ibu kembali menggenggam tangannya.

Sosok itu hanya mengangguk dan kembali mengikuti ibu ke kamar. Di dalam kamar, aku sudah menunggu sambil menggonta-ganti saluran tv yang ada di kamar ibu.

Ibu dari mana saja? aku takut tiba-tiba ibu tidak ada di kamar,” tanyaku khawatir. Betapa kagetnya diriku, melihat sesorang yang berdiri serupa denganku di samping ibu.

Loh itu siapa, Bu?’ Sama sepertiku, ibu juga kaget bercampur bingung melihat ada dua aku di dekatnya.

Kenapa kamu ada dua, Dek?” ibu menoleh dari aku yang duduk di atas kasur ke sosok yang berdiri di sampingnya.

Tiba-tiba kejadian menyeramkan terjadi. Kepalanya yang menyerupai kepalaku tiba-tiba berputar begitu cepat. Bersamaan dengan itu, tingginya yang sama denganku, yaitu 145 cm tiba-tiba terus meninggi hingga sampai pada tinggi wanita dewasa.

Rambutnya pun ikut memanjang dan tangannya yang awalnya berwarna kuning langsat sepertiku kulitku berubah menjadi putih pucat dengan kuku-kuku yang sangat panjang. Sosok itu telah berubah sepenuhnya menjadi sosok yang sangat menyeramkan.

Di lehernya terdapat tali yang membelit lehernya hingga ada tetesan darah di sekitar tali tersebut. Matanya sangat merah. Dia tampak seperti seseorang yang telah tersiksa begitu lama.

Sosok itu. Sosok yang sebenarnya tidak asing bagiku. Entah mengapa, aku seperti telah melihat sosok yang menyeramkan itu sebelum ini. Aku seakan di bawa menuju lorong waktu dan kembali ke masa lalu. Masa di mana aku masih sangat kecil.

Kala itu aku sangat senang menggambar. Segala hal di sekelilingku akan kutuanggkan pada secarik kertas. Bunga, sepatu, burung, keluargaku, dan termasuk mimpiku. Dulu aku kerap bermimpi buruk. Setiap pagi aku selalu menangis karena bermimpi bertemu sosok yang teramat menyeramkan. Rupanya sosok itu tidak sekedar bunga tidur belaka. Sosok itu kini hadir. Dihadapanku.

Tolong.” Hanya satu kata terucap dari bibir pucatnya. Tangannya yang kurus meraih- raih ibuku, seperti meminta untuk diselamatkan. Ibuku tidak dapat melakukan apa pun selain menatap sosok itu dengan tatapan ngeri.

Dengan segala kepolosanku, aku pun menghampiri sosok itu hendak menolongnya. Akan tetapi, sebelum semua itu terjadi pintu kamar terbuka oleh ayah dan sosok itu tiba-tiba menghilang. Lenyap bagaikan angin.

Ada apa?” Ayah bertanya kepada kami yang tampak seperti orang yang habis tersambar petir. Aku dan ibu hanya bertatap-tatapan dan sepakat secara tidak tersirat untuk memilih diam. Menyembunyikannya dari siapa pun.

Setelah kejadian itu, kepekaanku makin bertambah. Tidak hanya mampu merasakan, kini aku mulai mampu melihat beberapa dari sosok-sosok gaib yang ada di rumahku terutama dia.

Dia yang terus meminta pertolongan kepadaku. Sayangnya, setahun kemudian kami pindah dan dia pun tersingkirkan dari pikiran dan hidupku. Kadang kala, aku memimpikannya, menemuiku lagi meminta pertolongan. Akankah aku akan benar-benar menemuinya lagi?

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cerita Misteri "Permohonan dari Dia""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel