Cerita Nyata "Persahabatan dalam Pengabdian"

KisahTerbaik.Com- Tulisan ini dihasilkan dari cerita nyata yang dialami oleh Euis Citra Wulan Sari,SP. Salah satu Alumnus Universitas Lambung Mangkurat. Dalam jalan kisahnya Citra membagikan tulisan dengan judul "Persahabatan dalam Pengabdian". Semoga bisa memberikan inspirasi kepada segenap pembaca sekalian.

Begini Cerita Nyatanya..

Cerita ini adalah cerita pengalaman pribadi oleh sekelompok pemuda – pemudi sebagai tenaga bakti rimbawan yang ditugaskan di suatu daerah yang asing, terpencil dan jauh dari hiruk piruk perkotaan serta kemewahan perkotaan.

Para pemuda – pemudi tenaga kerja bakti rimbawan diterbangkan dari Ibu kota Indonesia menuju kota Provinsi Kalimantan Tengah menuju  Kabupaten Seruyan sebelum menuju tempat penugasan. Perjalanan ke lokasi penugasan dari Kabupaten sangatlah jauh, perjalanan yang mereka lalui bukanlah mudah berjam-jam melewati barisan hutan sawit dengan jalan yang hanya dari tanah merah dan penuh dengan tikungan tajam dan berbukit.

Apabila musim kemarau perjalanan diteruskan dengan melalui jalan logging yang dikiri kanan jalan dihiasi jurang, bukit dan medan yang curam dan membunuh bila pengemudi lengah. Bila hujan perjalanan di lanjutkan dengan menggunakan jalur air dengan transit di suatu daerah yang bernama Rantau Pulut dengan arus sungai yang deras dan ceram yang menakutkan.

Tapi sebenarnya semua jalur yang dilalui penuh dengan resiko. Dengan medan perjalanan yang begitu menakutkan, mustahil ada guru, tenaga kesehatan atau tenaga bakti seperti kami betah mengabdi di sebuah Kecamatan yang masuk dalam kategori pedalaman, terpencil, terdepan dan sedikit terbelakang dengan fasilitasi sinyal telpon yang on off, listrik yang terkadang on off, sepi dan akses menuju kota yang terbilang sulit apalagi kalo musim hujan tiba jalan darat akan tertutup dan otomatis menggunakan jalur air.

Dengan tujuan “ mengabdi” , menjaga hutan dan mensejahterakan masyarakat sekitar hutan”. Terdengar begitu klise bila di dengar oleh orang lain. Bukankah itu tujuan kami ditempatkan di daerah. Karena niat dan tekat yang kuat, kami terus melangkah. Karena bila bukan kami siapa lagi?

AH! Betapa beratnya, misi yang kami emban yang berpadukan dengan pengabdian, bekerja berusaha memahami tentang hidup di dalam sebuah pengabdian dan berusaha sekuat tenaga untuk menghadirkann sebuah titik harapan dan cita–cita untuk hutan lestari masyarakat sejahtera.

Hutan adalah partikel cahaya yang akan membuat bumi ini hidup. Kami akan berusaha membuat cahaya itu menjadi lebih terang. Kami juga berusaha memberikan harapan untuk sebuah misi kelestarian hutan dan juga masyarakat sejahtera.

Sebuah misi yang tidak mudah yang harus kami jalani dengan penuh semangat juang yang membara. Bukankah demikian tugas tenaga Bakti Rimbawan, mencoba menghadirkan secercah harapan dari secengkal hutan yang tersisa di Negara ini demi kehidupan di Negara ini dan dunia tetapi masyarakat disekitar hutan sejahtera.

Tidak mudah memang dan kalo dipikirkan mana mungkin terwujud. Tapi, di dunia ini mana ada yang tidak mungkin. Apabila kita percaya Tuhan mana ada yang tidak mungkin. Semangat dan terus berjuang itulah yang harus dilakukan sekarang sambil terus berdoa semoga misi yang kami emban berhasil di sisa waktu kami ini.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cerita Nyata "Persahabatan dalam Pengabdian""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel