Cerita Pendek Gadis Cengeng

KisahTerbaik.Com- Cepen atau cerita pendek ini berjudul "Si Gadis Cengeng" yang ditulis oleh Lasiyati. Semoga cerita pendek ini bisa memberika makna dan arti kehidupan bagi segenap pembaca sekalian.

Begini, Cerpennya...

Pada suatu hari, hiduplah seorang anak yang berwajah sawo matang, dengan mata bulat dan jernih, hidungnya runcing seperti jarum yang siap menusuk kain, dan dia sering di panggil siceng oleh orang-orang disekitarnya, namun nama yang diberikan orangtuanya bukanlah siceng, “Meara Lavina” itulah namanya.

Meara hidup dalam sebuah keluarga sederhana yang orangtuanya sangat tegas, meskipun demikian hidup mereka diiringi dengan rasa keharmonisan yang sangat indah. Meana duduk di bangku kelas 3 SD di SD Merah Putih, Yogyakarta. Sejak meana duduk di bangku kelas 1 SD, Meana sering sekali menangis tanpa ada alasan yang mampu dijadikaannya sebagai penyebab ia menangis.

Ketika bangun tidur, berangkat sekolah, pulang sekolah, dan bahkan tengah malam Meana sering menangis. Oleh karena itu tak heran jika Meana dipanggil oleh orang-orang dengan nama siceng yang artinya si cengeng.

Semenjak kelas 1 SD, Meana juga dididik dengan ketegasan orangtuanya seperti apa yang orangtuanya harapkan bisa dilakukan oleh Meana. Dan karena hal itulah Meana sering menghabiskan waktu dirumah daripada bermain agar dia tidak mengecewakann orangtuanya. Sehingga tak jarang jika Meana menolak semua ajakan teman-temanya untuk bermain bersama dengan teman-teman yang
lain.

“Meana sayang, ayo nak bantuin ibu buat bersihin kamar kamu nak” seru Ibu Meana dengan suara halus. “iya ibu.” Jawab Meana dengan ringan. Meana tidak pernah menolak apa yang diperintahkan oleh orangtuanya, karena kebiasaanya yang telah diajarkan orangtuanya.

Pada suatu hari sekitar pukul 12 malam, Meana terbangun dari tidurnya dan seketika diapun menangis dengan sangat kencang, sehingga terbangunlah orangtua Meana. “Kamu kenapa sayang? Kok menangis, ada apa? Katakan sama ibu sini nak” bujuk Ibu Meana dengan penuh perhatian. 

Namun Meana terus saja menangis, bahkan sambil menjerit layaknya dia disakiti oleh sesuatu. Orangtua Meana semakin hari semakin bingung atas perilaku Meana yang setiap hari selalu menangis. Akhirnya orangtua Meana pun bangun tengah malam untuk merenungkan, apa yang telah terjadi pada anak tersayangnya itu.

Kedua pasangan itupun akhirnya tertidur kembali dan dalam tidur mereka, ibu Meana bermimpi mereka melihat Meana disuatu tempat yang sangat gelap dan Meana pun diikat oleh tali disamping sebuah pohon dan dia berkata “ibu, aku ingin seperti anak-anak yang lain, yang mampu lepas dari tali dipohon ini” sambil menangis dan menjerit kesakitan.

Pada pagi hari ibu Meana pun menceritakan mimpi itu kepada suamiya, lalu mereka mengintrospeksi diri. “istriku, apa mungkin kita terlalu tegas dalam mendidik Meana? Dalam mimpi itu Meana diikat dengan tali disamping pohon, apa itu artinya kita terlalu mengikat Meana dengan ketegasan kita sehingga Meana jarang memiliki waktu untuk bermain dengan teman-temanya, dan sebenarnya Meana menginginkan itu.” Ujar ayah meana kepada istrinya.

“Mungkin saja iya ayah, kita terlalu takut jika suatu saat nanti Meana tumbuh menjadi anak yang tidak berbakti kepada orangtuanya, makanya itu kita terlalu tegas terhadap anak kita yang masih kecil dan memang sebaiknya belum pantas jika harus terlalu dibatasi pergaulannya.” Jawab ibu Meana

“Baik bu, mulai sekarang kita biarkan anak kita Meana tersayang ini untuk bisa seperti anak-anak yang lainnya, seperti bergaul maupun bermain dengan teman-teman yang lainnya. Mungkin dengan ini Meana tidak akan menangis setiap hari lagi” ucap ayah dengan penuh kasih sayang.

Akhirnya orangtua Meana pun tidak lagi seperti dulu, mereka membiarkan Meana tetap bermain dan bergaul dengan teman-teman yang lain, disertai pengawasan yang tidak terlalu mengekang Meana lagi.

Dan ternyata benar, semenjak saat itu Meana tidak lagi menangis setiap hari tanpa diketahui penyebabnya. Dan kini Meana tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada orangtua, namun juga memiliki hubungan sosial yang baik pula terhadap teman-temanya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cerita Pendek Gadis Cengeng"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel