Cerita Pendek "Pelangi"

KisahTerbaik.Com- Tulisan tentang cerita pendek (cerpen) ini berjudul "Pelangi" yang ditulis dan disajikan oleh Henny Fibriyanti. Tulisan ini setidaknya memberikan jalan cerita yang bisa membuat pembaca mengambil hikmahnya,

Begini, Cerpennya..

Suatu hari aku berjalan menyusuri koridor kelas dengan santai sambil bersiul, karena hari masih pagi dan semua pekerjaan rumah sudah ku selesaikan. Namaku Radit, kelas XI IPA 1 di salah satu sekolah favorit di Jakarta. Semua orang menganggapku kutu buku hanya karena aku menyukai hobi membaca novelku.

Padahal aku hanya menjadi seorang kutu novel di sekolah. Katakanlah diriku alay karena suka mengoleksi novel-novel dari berbagai fiksi, karena seharusnya hobi itu seperti anak perempuan. Tapi aku tidak ambil pusing, selama tidak merugikan hidup mereka tetap saja kulakukan.

Kulihat pada saat itu sekolah masih sepi membuatku sedikit berfikir. Lalu aku mengeluarkan handphone untuk bermain game. Sambil berjalan aku tidak melihat kedepan, sampai-sampai..

Brakk..

Aku terjatuh kawan. Tertabrak masa lalu, maksudnya tertabrak dengan badan seorang cewe kelas X. Kulihat dia sedang buru-buru, dilihat dari terburu-burunya merapikan buku yang berserakan di lantai saat bertabrakan denganku.

"Kalo jalan tuh pake mata dong kak!" kata cewe itu.
Aku terdiam, cewe ini ngga ada sopan santunnya ya.
"Aku minta maaf kalau begitu, sini aku bantuin" jawabku tersenyum tetapi dia diam sambil mengerucutkan bibirnya.
"Buku-buku ini mau dibawa kemana?" tanyaku tanpa canggung.
"Ruang guru kak" ucapan dia melembut.
"Iyaudah aku bantu" jawabku.

Kemudian aku dan siswi kelas X tadi berjalan menuju kantor. Kami saling diam, sehingga aku berinsiatif menegurnya.

"Ngomong-ngomong, kita belum kenalan ya," kataku tiba-tiba sambil nyengir. Dia menaikkan sebelah alisnya menatapku dengan sorot tanda tanya.
"Namaku Radit, kelas XI IPA 1" kataku lagi.
"Namaku.. Eh sudah sampai kak, aku naruh ini dulu ya" ternyata sudah sampai kantor, dan aku tidak menyadarinya.

Dia pun kembali menghampiriku, tersenyum lalu berkata.

"Namaku Pelangi, Kak Radit"seraya menjulurkan tangannya. Kubalas jabatan tangannya.
"Oke, kelas kamu dimana Pel?" tanyaku padanya sambil berjalan dengannya.
"X IPA 2 kak, jangan panggil aku Pel kak." ucapnya sambil mengerucutkan bibir, ekspresi yang lucu karena dia memang cantik.

Setelah itu, aku mengantar Pelangi ke kelasnya. Saat di depan pintu kelas Pelangi, aku langsung berlari sambil berteriak.

"Nanti ketemu di kantin ya Pel!!!! Aku tunggu!!!".

Kulihat raut wajahnya, dia tersenyum sambil menampilkan gigi ratanya. Waktu istirahat tiba, kami bertemu di kantin. Aku tiba di kantin saat dia sedang meminum es teh nya.
“Pel,” aku menepuk pundaknya lalu duduk di kursi depan Pelangi.
“Eh kak, kenapa ngajakin kesini?”
“Pulang sekolah ke kafe depan yuk?” ajak aku.
“Iya kak,” jawab Pelangi tersenyum.
“Iyaudah ntar aku tunggu di gerbang ya Pel, dadah Pelangi.” Aku pergi sambil melambaikan tangan ke Pelangi.

Aku berjalan menuju kelas, disepanjang jalan aku memikirkan Pelangi. Pelangi, gadis manis yang agak galak tapi sebenarnya baik hati.

Pelangi yang.. Ah sudahlah, mengapa aku memikirkannya?
Ketika pulang sekolah aku menunggu Pelangi di gerbang sekolah.

Satu jam..

Dua jam..

Sudah dua jam aku menunggu Pelangi, hari makin larut dan mengapa kali ini dia tidak datang. Walaupun aku yang mengajak tapi kan dia sudah mengiyakan ajakanku.

Pelangi, semoga sifatmu tidak seperti namanya. Datang lalu pergi. Tanpa kusadari aku mulai menyukai dia. Aku masih menunggu, murid lain mungkin sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Tiba-tiba lamunanku tersadar.

“Hai, kak Radit.” Sapanya, Pelangi datang bergandengan dengan seorang laki-laki.
Seketika runtuh harapanku. Padahal aku baru saja mulai membuka hati lagi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cerita Pendek "Pelangi""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel