Kisah Inspiratif "Abah Cecep, Pemimpin Jujur Bertanggung Jawab"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian tulisan bernuansa inspiratif ini berjudul "Abah Cecep, Pemimpin Jujur Bertanggung Jawab" dengan penulis Tazkiya Nur Cahyani. Dalam tulisannya ia membagikan pengalaman guru yang sangat inspiratif sehingga bisa menjadi sumber wawasan bagi segenap pembaca sekalian.

Begini, Kisahnya...

Sambil menyelam minum air’, begitulah perumpamaan yang pas untuk sosok hebat dibalik suksesnya santri dan alumni Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. Beliau adalah Dr. H. Achmad Chudlori, S.S, M.Pd yang akrab disapa Bapak, Mister, Ustaz atau Abah Cecep.

Pada awal berdirinya MBI, beliau masih aktif menempuh bangku kuliah ditengah kesibukannya sebagai koordinator salah satu lembaga asuhan Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA. yaitu Pondok Pesantren Amanatul Ummah.

Prestasi membanggakan berupa kemenangan dalam berbagai lomba serta diterimanya lulusan di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, baik dalam maupun luar negeri merupakan bukti konkrit keberhasilan seluruh komponen pesantren untuk menjalankan sistem dengan jujur dan bertanggung jawab.

Di balik itu semua terdapat hal kecil yang berpengaruh besar yang dilakukan oleh salah satu komponen pesantren. Ya, sang pemimpin MBI. Setiap apel pagi setelah membaca Dalilun Najah (bacaan ayat-ayat quran khusus yang disusun oleh pengasuh), khususnya saat ujian akan berlangsung bapak tujuh anak ini selalu menyampaikan kepada seluruh santri akan pentingnya kejujuran.

Sebaik apapun hasilnya, jika dikerjakan dengan cara tidak jujur maka rasa bangga tidak akan ada. Sebaliknya, sejelek apapun hasilnya, jika dikerjakan dengan jujur maka rasa bangga pasti ada. Beliau selalu menekankan “Melakukan ketidakjujuran saat ini, berarti mempersiapkan diri untuk menjadi koruptor esok”.

Koordinator sekaligus guru mata pelajaran Bahasa Inggris ini tidak semata-mata menyampaikan, namun beliau belajar dari pengalamannya yang hampir terjerumus dalam ketidakjujuran. Ketika ujian semester di Universitasnya, beliau sengaja duduk di bangku paling depan yang kebetulan diatasnya terdapat buku mata kuliah yang sedang diujikan.

Beliau mengerjakan soal dengan sedikit kesulitan karena belum sempat belajar sebelumnya. Lima menit kemudian pengawas ujian izin keluar ruangan entah untuk apa. Saat itu pula hening ruangan berubah menjadi ramai. Hampir semua peserta ujian menggunakan kesempatan ini untuk saling bertanya atau bahkan membuka buku untuk mencari jawaban yang benar.

Dalam ingatan Abah Cecep terngiang halaman dimana jawaban itu ada. Beliau berpikir berulang kali, menggunakan kesempatan untuk membuka buku atau cukup mengerjakan sebisanya. Sayangnya, nafsu beliau berkata agar membuka buku.

Namun, ketika tangan beliau hampir membukanya tiba-tiba pengawas datang dan buku itu terjatuh. Niat untuk membuka buku pun batal. Dalam hati beliau beristighfar, ternyata Allah masih melindunginya dari maksiat.

Peristiwa yang sama terulang pada lain hari. Seperti sebelumnya, Abah Cecep mengerjakan soal ujian dengan sisa-sisa ingatannya. Kali ini, teman yang duduk disampingnya menawarkan jawaban yang lebih lengkap dan benar. Abah Cecep menerimanya ramah.

Beliau sadar kalau jawaban yang telah ditulisnya kurang lengkap. Namun dalam pikirannya tergambar jelas santri-santri MBI yang sedang berjuang menggapai kesuksesan. Tanggungjawab besar berada di tangannya.

Sebab itulah tidak satupun huruf yang beliau tulis setelah itu. Beliau yakin, ketidakjujurannya adalah kegagalan santri-santri MBI. Begitulah contoh kecil dibalik suksesnya MBI Amanatul Ummah. Tidak hanya santri yang melakukan sistem dengan jujur dan bertanggung jawab, namun seluruh komponen pesantren termasuk pemimpinnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Inspiratif "Abah Cecep, Pemimpin Jujur Bertanggung Jawab""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel