Kisah Inspiratif Aisyah Ummul Mu'minin "Periwayat Hadis"

KisahTerbaik.Com- “Ilmu itu laksana air, yang selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, maka ilmu itu selalu mengalir pada jiwa yang rendah hati, namun ia tidak bisa mengalir pada jiwa yang tinggi hati

Jika ilmu seluruh wanita umat ini termasuk istri-istri Nabi SAW di kumpulkan, maka ilmu Aisyah lebih banyak daripada mereka” (HR. Ibnu Abu Syaibah). Ummul Mu’minin (Ibu orang-orang mu’min) gelar yang di sandang Sayyidatina Aisyah Radhiyallahu ‘anha di sepanjang masa peradaban umat islam.

Aisyah Ummul Mu'minin


Sosok pribadi yang berintelektual dengan keagungan akhlak penuh wibawa, keindahan tutur katanya yang memberikan kesejukan kepada siapa saja lawan bicaranya. Aisyah tokoh ilmuan perempuan umat islam yang mengukir sejarah peradaban sepanjang masa dengan kilauan-kilauan cahaya ilmu yang selalu bersinar abadi, laksana pelita peradaban umat islam, keilmuan dan kecerdasan yang sangat luar biasa yang tidak ada tandingannya didalam catatan sejarah islam yang menjadikan panutan dan idola wanita sepanjang masa.

Aisyah Ummul Mu’minin Radhiyallahu ‘anha putri Abu Bakar As-Siddiq istri tercinta Rasulallah SAW. Aisyah yang di panggil “humaira” karena parasnya yang cantik dan berkulit putih kemerah-merahan, Sayyidatina Aisyah r.a mensyairkan sebuah pesan, “Sebaik-baik wanita adalah yang tak memandang dan di pandang,jangan kau bangga dengan kecantikanmu sehingga kau dikejar jutaan lelaki, Itu bukan kemuliaan bagimu. Saudariku muliakanlah dirimu dengan taqwa.” Itu lah salah satu syair beliau.

Selain cantik, beliau juga di kenal dengan kecerdasannya dan pemahaman yang begitu luas dalam berbagai bidang ilmu. Sejak kecil Ummul Mu’minin Aisyah sudah menunjukkan minat yang dalam terhadap ilmu, kesungguhannya dalam menuntut ilmu sehingga menjadikan beliau wanita yang paling pandai dan banyak ilmunya.

Beliau selalu mengikuti metodologi keilmuan (yang jelas) syimbol ilmu yang jelas tampak pada bagusnaya pemahaman beliau dalam berbagai permasalahan yang ada dalam al-qur’an dan sunnah, menjaga diri dari berfatwa tanpa ilmu (asal bicara), kecakapannya dalam menggabungkan dalil-dalil dengan kefahaman penuh terhadap tujuan syariah islam dan ilmu-ilmu arab, serta mahirnya dalam memahami teks-teks syariat.

Beliau sangat mengenal tatakrama dalam berbeda pendapat, serta memiliki uslub keilmuan yang kental dalam mengajar. Beliau juga memiliki keistimewaan dalam berbagai bidang ilmu syariah maupun non syariah.

Di antaranya dalam bidang ilmu aqidah, Al-qur’an dan kandungannya, metode mengajar yang di lakukannya sangat efektif, beliau mentafsirakan Al-qur’an dengan Al-qur’an, Al-qur’an dengan sunnah, terkadang beliau juga mempertimbangkan asbabun Nuzul-nya, serta mentafsirkan Al-Qur’an dengan bahasa arab, karena mahirnya beliau dalam ilmu bahasa dan luasnya penguasaan ilmu sastra arab baik syair maupun sajaknya. Begitu juga dalam bidang sunnah nabawiyyah Ummul Mu’minin Aisyah juga sangat menguasainya.

Sejak belia Ummul mu’minin Aisyah telah hidup di lingkungan Rasullallah Saw, karena Rasul telah meminangnya, menjadikannya istri sejak usia belia tersebut sehingga beliau orang yang paling dekat dengan Rasulallah Saw.

Kedekatan beliau dengan Rasulallah, beliau mendengar langsung dari Rasulallah melihat dengan mata sendiri segala tindakan suaminya serta beliau juga sering bertanya kepada Rasulallah tentang banyak perkara yang tidak diketahui ilmunya, sehingga tidak kurang dari 2210 hadist telah beliau riwayatkan dari Rasulallah serta juga menempatkan dirinya termasuk jajaran para sahabat yang banyak meriwayatkan hadist.

Beliau juga sangat mahir tentang ilmu kedokteran, disebutkan oleh Hisyam bin Urwah: "Belum pernah aku melihat orang yang lebih paham tentang ilmu kedokteran melebihi Aisyah. Sehingga pada suatu hari aku bertanya padanya: Duhai bibiku, dari mana engkau belajar ilmu kedokteran?" Beliau menjawab "Saya mendengar dari orang lain yang seringkali mensifati jenis obat dan penyakit lalu aku menghafalnya". Begitulah salah satu cara Aisyah r.a dalam mengkaji suatu ilmu.

Pemahaman Aisyah r.a yang luas dalam berbagai bidang ilmu menempatkan dirinya sebagai pemberi fatwa untuk memutuskan masalah yang berhubungan dengan hukum islam, yang selalu di ambil fatwanya.

Beliau orang yang terpandai diantara kalangan sahabat. Seperti dalam bidang sejarah, kehidupan bangsa arab, sirah Nabi SAW, bahasa, sastra, fasih dalam berbicara begitu juga dalam ilmu pengobatan dan penyembuhan. Luasnya ilmu dan banyaknya pengetahuan yang dimilikinya telah banyak mempengaruhi ulama ulama dari kalangan sahabat senior dalam berbagai banyak permasalahan.

Demikianlah rangkaian cerita tentang Kisah Inspiraatif Kilauan Mutiara Keilmuan Aisyah Ummul Mu’minin, Periwayat Hadist. Yang ditulis dan disusun oleh Siska Meriza. Semoga tulisan ini bisa memberikan wawasan dan pemahaman kepada setia pembaca sekalian. Trimakasih, 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

4 Responses to "Kisah Inspiratif Aisyah Ummul Mu'minin "Periwayat Hadis""

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel