Kisah Inspiratif "Belalang Kayu"

Beasiswa Pertukaran Pelajar ke Australia – Hailleyburry College 2013
KisahTerbaik.Com- Tulisan tentang kisah inspiratif yang dihasilkan dari cerita nyata ini dituliskan oleh M. Billy Darisma dengan judul "Belalang Kayu". Pada intnya tulisan ini menceritakan pengalaman hidup penulis dalam mencapai cita-cita yang diinginkannya.

Begini, Kisahnya..

Ada belalang kayu tersesat di ventilasi kamarku. Aku rasa teman-teman sudah tahu belalang kayu (Valanga nigricornis). Sejenis belalang besar,cokelat,dan kakinya yang penuh duri. Belalang ini pernah berperan sebagai tokoh antagonis di film animasi Bug’s Life.

Seharusnya ia hidup di pepohonan maupun semak belukar dan makanannya tergantung habitat dimana ia berada seperti daun, bunga, kulit kayu, buah padi, dan jagung. Tapi anehnya bisa tersesat di kamarku dan tidak bisa keluar.

Beberapa hari yang lalu adikku sudah memberi tahu keberadaan belalang tersebut. Tapi tak aku hiraukan karena nanti juga akan keluar sendiri pikirku. Sayangnya, kemarin belalang itu masih ada di kamar, pindah tempat di ventilasi jendela lain, dan tetap tidak bisa keluar dari kamar. Sungguh kasihan belalang ini pikirku.

Hingga akhirnya, aku memutuskan untuk mengembalikannya ke habitatnya di alam bebas. Untuk menghindari sepakan kakinya yang berduri, aku menangkapnya dengan kantong plastik.

Hmmphhh Hmmpphh apa ini”, mungkin jerit si belalang ketika tiba di kantong plastik. Dia menengok kanan-kiri. Terasa sesak, pengap, panas, terkurung polimer dan tidak bisa bernafas. Si belalang meronta–ronta. Kakinya menendang-nendang ke belakang, “jtak-jtak “, tapi tidak ada reaksi.
Arrrggghh, lepaskan !” jeritnya.

Si belalang terlihat megap-megap mencari nafas dari mulutnya. Dadanya sesak dan makin sesak akibat kekurangan oksigen. Dia merasa hidupnya akan berakhir. Namun, itu hanya sebentar. Hanya hitungan detik saja. Lalu si belalang kulepaskan ke alam bebas.

Bertemu lagi dengan dedaunan dan rumput-rumputan. Setelah dua hari dua malam tidak makan, tiba-tiba kini dia kembali ke habitatnya lagi.

Di alkisah lain, ada siswa SMA culun dengan mimpi-mimpi besarnya. Ia bermimpi menjadi siswa yang mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri.

Sejak kelas 9 SMP, ia sudah mencari program-program pertukaran pelajar ke luar negeri. Salah satunya YES (Youth Exchange Student). Namun, YES ialah program pertukaran pelajar bagi siswa kelas 10 SMA.

Artinya, masih ada 1 tahun lagi bagi siswa ini untuk mempersiapkan dirinya untuk menghadapi tes tersebut. Di setiap doanya sehabis shalat wajib, ia selalu menyelipkan hajatnya ini kepada Sang Maha Esa selama setahun penuh.

Sampai akhirnya tiba, ia sudah menginjak kelas 10 dan mengikuti tes tersebut. Tahap demi tahap ia lewati dari tes akademik, wawancara, sampai tahap terakhir di group discussion. Namun, apadaya si siswa culun ini dalam keadaan sakit gusi saat group discussion.

Gusinya bengkak dan ia tetap berikhtiar dengan pergi ke dokter gigi tapi tetap tidak bisa sembuh. Dokter gigi hanya memberi obat anti nyeri dan antibiotik. Bisa ditebak, dengan gusi yang bengkak sepanjang berangkat ke lokasi ujian, saat ujian (group discussion), hingga usai ujian. Sampai akhirnya terpampang hasilnya dinyatakan tidak lulus tes.

Lunglai kakinya. Malu saat namanya tidak muncul di daftar 15 orang yang akan melanjutkan ke tahap nasional. Perjuangan menuju ujian dijalani dengan tertatih-tatih. Apadaya jawaban yang diperoleh adalah kegagalan. Saat ada teman-temannya yang lain bergembira karena diterima, siswa culun ini pun terpuruk sedih di pojokan.

Hingga ia akhirnya tersadar akan firman Allah SWT yang berbunyi “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216). Ia tetap percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa hukum Allah itu mutlak dan janji Allah lebih pasti dari hukum gravitasi.

Allah menjawab doanya satu tahun kemudian, ternyata ia terpilih sebagai perwakilan sekolah untuk mengunjungi sekolah lain di Melbourne selama 2 minggu dengan beasiswa di Haileyburry. Di sana, ia belajar tentang budaya asing dan sistem pendidikan di Australia, diberi kesempatan mengunjungi berbagai tempat wisata di Australia, serta mengenal imigran dan penduduk asli yang menjadi teman baiknya. Siswa ini juga bermimpi menjadi seorang dokter sejak kecil. Hingga saat ia menginjak kelas 3 SMA, mimpinya untuk menjadi seorang dokter masih ia pegang.

Pada saat SNMPTN, ia cukup bingung untuk memilih universitas mana. Di antara merasa minder dan mencari aman, ia hanya memilih prodi Pendidikan Dokter dengan daya tampung 15 orang. Sayang, kalimat “BELUM BERHASIL” terpampang jelas di layar laptopnya.

Saat itu, ia cukup sedih dan tidak bisa menerima atas apa kehendak Allah. But, Life must go on. Sampai akhirnya di SBMPTN,USM, maupun UM UGM. Ia belum mendapatkan apa yang ia inginkan sejak kecil, menjadi seorang dokter.

Satu tahun kemudian, Allah menjawab mahal doa dan perjuangannya. Ia diterima di prodi Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, mendapat beasiswa dari pemerintah provinsi Sumatera Selatan, dan menjadi mahasiswa berprestasi II FK UNSRI di tahun ketiga ia berkuliah.

Mahasiswa Berprestasi Utama II FK UNSRI 2018
Cerita–cerita di atas dialami oleh diri saya sendiri yang merupakan siswa culun tersebut, hingga akhirnya saya dapat menyimpulkan bahwa kadang kita merasa pahit dan menderita di awalnya, seperti belalang kayu yang tersesat di kamarku tadi.

Kita semua berharap berdoa dan meminta kehendak kita yang dikabulkan. Padahal yang kita mau belum tentu baik. Yang di awal tampak pahit ternyata ujungnya indah. Mungkin sekarang pahit, namun akan berbuah baik selama kita berada pada track yang Allah ridhai.

Allah Maha Tahu apa yang terbaik buat hamba-Nya. Saat si belalang kayu menginjakan kakinya di rerumputan yang sejuk, dia sudah lupa pernah terkurung dalam kantong plastik yang pengap dan sesak.

Saat saya pertama kali menginjakkan kaki di Australia, saya sudah lupa dengan derita ketika gusi bengkak saat ujian. Serta ketika saya gagal menembus kedokteran, Allah bahkan memberikan universitas yang lebih baik, memberikan beasiswa, serta membantuku untuk mewujudkan salah satu
impian untuk menjadi mahasiswa berprestasi.

Oleh sebab itu, jika saat ini kita sedang bersusah-susah hati, maka bersabarlah. Allah berjanji dalam firman-Nya di dua ayat ke 5 dan 6 surat Al Insyirah (94):“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (5). Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (6).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Inspiratif "Belalang Kayu""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel