Kisah Inspiratif Cita-Cita Menjadi Dokter "Sediri dalam Anganku"

KisahTerbaik.Com- Rangkain tulisan tentang kisah inspiratif tentang cita-cita ini dituliskan oleh Agustina Herliani. Semoga kisah ini bisa memberikan bacaan yang berharga dan mampu memberikan dorongan semangat untuk para pembaca.

Begini, Kisah Inspiratifnya....

Saya Murti Srirahayu, sebelum semua mimipi saya ini terwujud menjadi seorang seorang dokter yang mampu membantu para penderita kangker, butuh air mata dan perjuang untuk Saya mendapatkan ini di tambah saya harus menghadapi semua ini sendiri karen kedua orang tua saya telah meninggalkan saya untuk selamanya.Kangker lah menjadi penyebab saya harus kehilangan ayah dah ibu saya, ayah saya menderita kangker mulut yang ternyata menular ke ibu saya.

Setelah kurang lebih dua tahun menderita tersebut ayah saya terlebih dahulu meninggal kan saya dan ibu saya dan satu bulan kemudian ibu saya juga meninggalkan saya karena kangker ibu yang semakin parah.

Hal ini mungkin juga karena ayah dan ibu saya tidak mendapatkan penangan sacara intensif dari pihak medis karena keterbatasan biaya ,kami bukan lah dari keluarga yang mampu, ayahku hanya lah seorang petani dan ibu pedagang kue keliling.

Saat itu saya benar-benar merasa terpukul dengan keadaan tersebut karena kepergian tersebut membuat hidup saya menjadi sebatang kara karena saya merupakan anak tunggal ayah saya juga merupakan anak tunggal dan ibu saya merupakan anak panti asuhan.

Saat kedua orang tua saya pergi saat itu saya baru duduk di kelas satu SMA, saya bingung harus melanjutkan hidup saya bagaimana. Akhirnya saya memutuskan untuk bekerja sambil sekolah karena saya ingin mewujudkan cita-cita saya menjadi seorang dokter yang mampu membantu para penderita kanker, karena saya tidak ingin orang lain merasakan apa yang saya rasakan kehilangan orang yang mereka sayang.

Saya mencoba bekerja di toko tetangga dengan upah perminggu 50 ribu, ternyata jika saya hanya mengharapkan itu saja tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan uang sekolah saya, saya juga mencoba mencuci pakaian para tetangga dan cuci piring yang upah cukup untuk makan saya akan tetapi ini bukan pekerjaan setiapa hari,ini saya lakukan jika tetangga memanggil saya saja dan uang bekerja di toko saya pakai untuk biaya sekolah.

Karena saya mengambil banyak pekerja maka saya harus bisa mengatur waktu untuk bekerja sekolah dan belajar.Pagi hari sebelum berangkat sekolah saya mencuci pakaian, kemudian saya berangkat kesekolah,setelah pulang sekolah saya menjaga toko.

Saat menjaga toko saya saya menfaatkan sambil belajar dan mengerjakan tugas.Pulang dari toko pada malam hari saya manfaatkan untuk belajar lagi dan istirahat. Karena uang jaga toko masih kurang untuk membeli pun masih saya mencoba membuat kue jika tidak ada permintaan mencuci,hal tersebut saya lakukan hari demi hari dan uang cukup bah ada sisa sedikit demi sedikit saya kumpulkan untuk masuk universitas.

Sampai suatu hari kejadian buruk terjadi teman satu kelas saya sinta kehilangan uang bukunya dan uang SPP , Ibu Rizna selaku wali kelas memeriksa semua tas kami, entah apa yang terjadi amplok uang tersebut berada dalam tas saya dan dan saya harus mengganti uang tersebut dan mendapat hukuman dari sekolah di skor selam tiga hari dari sekolah.

Sejak saat itu saya tidak di percaya lagi menjaga toko dan tatangga tidak mau lagi memakai jasa cuci saya serta tidak ada yang mau membeli kue buatan saya karena warga tidak makan kue yang modalnya dari uang haram,padahal sebenarnya saya tidak pernah sama sekali berani mencuri meskipun saya membutuhkan uang.

Saya pikir mungkin ini ujian lagi bagi saya ,saya harus bisa menghadapi ini semua. Saya mulai mencoba mencari kerja di kampung sebelah ,saya coba mencari- cari di beberapa toko siapa tau ada yang membutuhkan tenaga kerja saya, setelah berhari–hari saya menyusuri di kampung-kampung menggunakan sepeda tua ayah saya , akhirnya ada industri rumahan yang menerima saya sebagai buruh pembukus makanan dan bersih-bersih.

Upahnya lumayan meskipun agak jauh dari kampung saya. Ibu pemilik industri itu sangat baik beliau bisa memahami kondisi saya yang bekerja sambil sekolah,beliau kadang-kadang juga memberi saya makanan, sehingga uang jatah makan bisa saya tabung untuk keperluan sekolah.

2 Tahun berlalu saya bekerja sambil sekolah dan saya sangat besyukur meskipun sekolah sambil bekerja saya bisa mempertahankan juara kelas saya. Sebetar lagi saya akan menghadapi ujian dan saya memikirkan apakah saya bisa kuliah dengan cita-cita saya sebagai dokter mungkin saya harus mengurungkan niat saya untuk menjadi seorang dokter.

Jangankan untuk jadi seorang dokter untuk kuliah saja saya tidak akan sanggup. Mungkin saya setelah lulus SMA langsung bekerja saja. Ujian Nasional akhirnya tiba, saya mengabil cuti bekerja karena saya ingin fokus belajar untuk ujian.

Hari -hari pun berlalu saya habiskan untuk belajar dan berdoa agar ujian saya berjalan dengan lancar. Ujian Nasional pun sudah selesai semua teman-teman saya membicarakan tentang Universitas yang ingin mereka masuki setelah lulus SMA sedangkan saya hanya diam membisu duduk di tempat duduk saya.

Dua teman saya datang menghampiri saya dan menanyakan Universitas apa yang akan saya masuki setelah lulus SMA, saya menjawab mungkin saya langsung bekerja karena saya tidak memiliki biaya untuk kuliah, teman-teman saya mengatakan jika pabak Wali kota di provinsi akan menyediakan beasiswa keluar negeri bagi yang nilai ujian tertinggi se Provinsi.

Saya perpikir tidak mudah untuk mendapatkan hal tersebut karena begitu banyak saingan se provinsi.Akhirnya waktu yang di nanti-nanti telah tiba hari ini adalah pengunguman kelulusan hasil dari belajar kami selama kurang lebih tiga tahun.

Semua orang nampak tegang tetapi teman -teman saya datang dengan wali mereka sehingga dapat mengurangi ketegangan mereka dan sedangkan saya merasakan ketegangan ini sendiri karena saya datang sendiri tanpa ada orang yang menemani di hari kelulusan ini.

Ternyata peraih nilai tertinggi ujian se provinsi adalah pelajar dari sekolah kami dan walikota datang kesekolah saya untuk memberi ucapan selamat dan beasiswa keluarnegeri dengan jurusan yang di inginkan oleh peraih beasiswa.

Kepala sekolah pun mengungumkan nama yang meraih nilai tertinggi tersebut alangkah terkejutnya saya nama saya murti Srirahayu yang di sebut oleh kepala sekolah sebagai peraih nilai tertinggi se provinsi Jawab Barat.

Para guru dan teman-teman saya mengucapkan selamat kepada saya kemudian sinta dan ibu rizna datang menghampiri saya dan meminta maaf apa yang beberapa waktu lalu menimpa saya sinta yang menuduh saya mengmbil uangnya meminta maaf sinta melalukannya lantaran sinta ir dengan kesuksesan saya memepertahankan peringkat juara kelas.

Saya telah memaafkan dia sejak lama bahkan sebelum tahu siapa pelaku nya. Akhirnya mimpi saya untuk menjadi dokter terwujud saya. Saya behasil masuk di University College London (UCL). UCL merupakan salah satu universitas riset negeri yang ada di London. Kampus ini sangat unggul di bidang akademis dan penelitian sehingga sangat mendukung bagi mahasiswa kedokteran.

Nama saya ada diberita dan di koran saya sangat meresa senang mungkin begitu juga dengan orang tua saya jika mereka masih hidup. Meskipun, mereka sudah tidak adamereka akan menyaksikan kesuksesan anak mereka dari dari sana.

Setelah 4 tahun berjalan saya mampu menyelesaikan kuliah secara cepat dengan geler cumlaude. Saya berhasil menjadi sarjana S1 dokter dan saya mampu menyelesaikan waktu KOAS saya selama satu tahun, akhirnya saya pulang ke tanah air dan bekerja di salah satu rumah sakit ternama di Jakarta kini saya sudah dua tahun bekerja di rumah sakit dan saya mampu membantu para penderita kanker.

Saya sangat berterimakasih ke pada Tuhan dan orang tua saya yang telah pergi serta orang–orang yang telah membantu saya untuk menggampai mimpi saya ini.Saya sangat percaya setiap masalah dan ujian yang datang akan ada jalan keluarnya jika kita berusaha kuat dan mau mencoba menghadapi nya dengan sabar serta iklas.

Apapun yang ingin kita inginkan dalam dunia ini selama kita berusa keras untuk mendapatkan nya Tuhan pasti mempermudah jalannya. Saya telah merasakan dan mengalami semua ujian dan cobaan yang membuat saya begitu terpukul kehilangan orang tua saya.

Akan tetapi mungkin Tuhan percaya bahwa saya mampu menyelesaikan dan menghapi nya sendiri. Saya sendiri dalam angan dan kesedihan saya, akan tetapi kesedihan dan cobaan itu bukan jadi penghalangan saya untuk melanjutkan hidup dan mengejar angan saya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Inspiratif Cita-Cita Menjadi Dokter "Sediri dalam Anganku""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel