Kisah Inspiratif Hijrah: Jangan Lagi Ada Dia

KisahTerbaik.Com- Tulisan tentang kisah inspiratif hijrah yang berjudul "Jangan Lagi Ada Dia" ini ialah hasil karya Ahmad Nur Cahyo. Semoga tulisan-tulisan ini bisa menyadarkan kepada para pembaca sekalian.

Begini Kisahnya

Suatu malam hari yang sunyi dan dingin karena hujan begitu derasnya tanpa ada sela sedikit pun membasahi tubuhku. Aku pun bergegas untuk pulang kerumah. Karena ku takut seseorang di rumah  merasa khwatir.

Aku berjalan menyusuri jalan berbatu disertai tanah yang basah karena hujan .Dipertengahan jalan aku bertemu dengan seorang  wanita yang sedang memegang payung merah jambu sambil menggengam dengan erat. 

Karena hujan terlalu deras aku pun berpikir untuk berteduh sejenak bersama seorang  wanita yang memegang payung itu. Ku hampiri seseorang yang memegang payung itu sambil besiul dan berpikir bagaimana cara untuk memulai obrolan. 

“Wah mbak payungnya kok warna unik ya mbak?”. Ucapku basa basi untuk memulai obrolan.
“iyakah mas ?(sambil mengeluarkan sapu tangan yang berada di kantong celananya)
“iya mbak ,sepertinya itu payung unlimited edition.”(sambil menatap seorang wanita yang dari tadi tidak menolehkan pandangan kelawan bicaranya).
“mas bisa aja , payung ini banyak kok dijual di pasar tradisional  maupun modern”. (sambil menoleh kebelakang untuk melihat orang yang sedang  dibelakangnya ).
“seriusnya mbak ?”. ( sambil terkejut  karena wanita yang memegang payung tepat sekarang di depan mataku).
“iya mas”.( sambil tersenyum).

Sejenak aku terdiam karena wajah wanita itu mirip dengan orang yang ku kenal dulu. Aku terdiam sambil mengingat orang yang yang dulu ku kenal

“Dalam hati aku berkata apakah dia orang yang dulu ? ah mungkin tidak itu hanya tebak tebakan yang biasa. Namun entah kenapa didalam hati dan pikiranku terbesit sosok wanita yang dulu pernah ku kenal.Tidak wajah itu mirip sekali dengannya. Antara pikiran dan hatiku saling berperang untuk menerjemahkan wajah wanita itu. 

Ya tidak salah lagi itu emang  dia yang dulu.Wanita itu pun pergi meninggalkan aku yang terdiam di tempat berteduh.

“mas duluan ya soalnya dah mau larut malam”(sambil membuka payungnya kembali).

Aku terdiam dan tidak memberikan respon kepada wanita itu. Hati dan pikiran ku masih bertanya bertanya dan belum menerima penjelasan tentang  wanita itu.

Kemudian ku berjalan menyusuri jalan kembali karena ku lihat jika terlalu lama pulang entar hujan lagi.Suara jangkrik dan katak pun menemani perjalanan ku kerumah. Sesampainya dirumah aku  letakkan jaket hitam ku yang basah ke dalam ember. Kemudian ku bergegas mengganti baju dan celana yang basah . 

Setelah ku selesai mengganti baju dan celana , ku duduk di depan meja belajar sambil meminum secangkir cokelat panas  dan diiringi alunan musik yang menurutku itu sangat nikmat.

“Inilah hidup,cukup dengan secangkir cokelat dan  alunan musik”. Tiba tiba aku terdiam dan membisu karena lagu yang terputar adalah lagu masa lalu ku bersama seseorang. Aku bergegas kemudian untuk mematikan musik itu karena menurutku itu hanya menggangu pikiran ku saja.

Tapi perkiraanku salah ku pikir dengan ku matikan lagu itu aku bisa mengilangkan beban pikiran ku tapi malah sebaliknya . didalam pikiran ku muncul kembali sosok wanita yang dulu dan wanita yang ku jumpai tadi di tengah jalan.

Payung dan wajah itu sangat menguatkan ku bahwa dia adalah wanita yang dulu ku kenal. Ah mungkin itu kemiripan saja(sambil menuju ke tempat tidur ).Sudahlah mungkin  karenaa aku terlalu capek jadi terpikirku semua, sebaiknya aku istirahat karena besok aku akan kuliah .  

Seberkas cahaya menyorot menuju sepasang mata yang dari tadi hanya tidur seperti orang mati. Ku buka jendela dan kusapa hari ini dengan harapan semoga aku tidak berjumpa dengan orang yang semalam.

Kubergegas bangkit dari tempat tidur kemudian merapikan baju dan alat alat untuk kuliah setelah selesai aku pun berangkat ke kampus dengan berjalan kaki, ya begitu lah kesehariannku . Setiba dikampus kemudian masuk ke kelas mataku tertuju kepada seseorang wanita  di pojok kanan dekat pintu yang sedang mengobrol dengan dosen mata kuliah yang akan masuk nanti.

Semua orang didalam kelas asyik membicarakan wanita itu. Mereka menebak siapakah orang itu. Namun itu tidak denganku karena  menurutku mungkin seseorang itu ada masalah dengan dosen yang bersangkutan. 

“wah siapakah dia ,apakah dosen baru ?”tegur kawanku terhadap diriku yang dari tidak ambil acuh terhadap apa yang terjadi .
“alah paling mahasiswi yang bermasalah” jawabku sambil tersenyum kecil.

Tiba tiba rasa penasaran mengggangu pikiranku karena dari tadi kawan dekatku bercerita tentang wanita itu aja. Ku mencuri pandangan ke wanita itu sambil berpura pura tidak memberi respon padahal aku juga mencari tau siapakah dia. 

Akhirnya  wanita itu selesai berbincang dengan dosen itu .  Mereka bersama  masuk kedalam kelas. Serentak suasana kelas menjadi hening,terkejut dan bertanya- tanya siapakah wanita yang berada di depan kelas bersama dengan dosen.

Aku pun tidak ambil pusing akan itu.kemudian dosen itu bercerita tentang siapakah wanita yang bersamanya.serentak aku pun menjadi fokus terhadap apa yang  dibicarakannya. Kemudian dosen itu mempersilahkan si wanita itu yang dari tadi asyik membelakangi kami  untuk memperkenalkan diri. 

“silahkan mbak mereka mau tau lebih mengenal anda, mungkin anda dapat memperkenalkan diri anda.” Sambil menepuk pundak wanita itu
“baik” jawab wanita itu sambil menoleh ke hadapan kami semua.

Dia mulai memperkenalkan dirinya ,namun aku tidak memperhatikanya karena menurutku  itu hal yang biasa karena mahasiswa baru harus memperkenalkan diri agar di ketahui oleh orang orang dikelas.

“woy boy gk kau  lihat wanita itu yang memmperkenalkan diri ,nanti nyesal kau... dia asalnya macam kau boy...”. sambil menepuk pundakku yang dari tadi fokus terhadap gadget.

Serius kau boy dia sama daerah  asalnya dengan ku?”sambil melihat kedepan dan terfokus kepada wanita yang sedang memperkenalkan diri itu. Betapa terkejut dan terdiam aku ternyata orang yang didepan itu adalah wanita yng ku jumpai semalam di tempat berteduh yang sama. Aku terdiam membisu .

“ya benar itu pasti dia yang semalam, ya dia emang bener orang yang dulu ku kenal, semuanya mirip dengan wanita yang dulu ku kenal.” Sambil terdiam tidak percaya dengan apa yang terjadi aku pun menundukan kepala ke bawah meja.
“Tidak ini tidak mungkin..tidak mungkin dia hadir kembali kedalam kesehariannku , aku tidak mau..” 

Akhirnya wanita itu selesai memerkenalkan diri dan dia dipersilahkan duduk . dia pun duduk di belakang karena hanya itu yang kosong. Aku pun mencuri padangan itu melihat wanita itu.bel pun berbunyi semua pergi meninggalakan ruang kuliah tinggal aku , temanku dan wanita itu didalam. Temanku menghampirinya dan memulai obrolan untuk mendapatkan responnya.

“hai, dari medan ya ? sambil memasang wajah yang  cool.
“iya , dari medan juga?.sambl membereskan buku nya 
“gk kok aku dari jogja teman aku yang dari medan coba gih kenalan sama dia kan sama asalnya denganmu mungkin kalian bisa berteman lebih cepat karena daerah asal kalian sama ” sambil menunjuk ku yang berada di meja depan.
“Oke “ sambil menghampiri ku.
“wah kamu yang semalam berteduhkan kamu yang semlam bilang payung ku itu unik ya ?” sambil memasang wajah kaget akan kehadiran diriku 
“iya hehehe”.sambil ku jawab dengan senyum kecil di pipi
“wah kita satu kampus ya “
“iya” jawabku

Aku bertanya apakah wanita itu tidak mengenali ku padahal dulu kami pernah dekat, ah mungkin dia lupa syukurlah tuhan. wanita itu berpikir sambil memandangku dengan tatapan sepertinya ingin  mendeskripsikan wajahku yang sepertinya dia kenal.

Wanita itu pun mulai menguatkan pikiran mengenai diriku yang tepat di depannya,sebaliknya aku juga seperti itu.Kami saling mendeskripsikan wajah satu sama lain. Akhirnya dia pun menemukan kebenaran akan wajah yang berada didepannya. Diriku  pun pergi meninggalkan ruang kelas dengan maksud itu meninggalkan wanita itu . 

“tuhan kenapa dia harus hadir lagi dalam hidupku, sudah lama aku melupakannnya dan semua kenangan itu sudah ku kubur dengan masa lalu tapi kenapa dia hadir lagi , aku belum siap itu melihatnya lagi jika ku melihatnya aku terkenang masa lalu, apa yang harus ku lakukan tuhan ? sambil berbisik didalam hati.

Tidak lama aku keluar dia pun keluar dari ruang kelas menuju taman kampus, ku lihat dia jugak sedang memikirkan apa yang sedang terjadi, kulihat dari mimik wajahnya dia sudah mengenaliku.

Aku begegas meninggalkan tempatku. Bel masuk kampus berbunyi kelas pun masuk kembali tidak pula dengan diriku yang dari tadi hanya merenung sambil berjalan masuk ke kelas. Di dalam kelas suasana ricuh karena tidak ada dosen ,kami berdua dengannya hanya  saling menatap dan diam.

Kami pun pulang dari kampus , kemudian ku jumpai dirinya sedang mennunggu seseorang. Tidak salah lagi pasti dia mennunggu jemputan. Tak lama datangnya seorang pria dengan mobil menjemputnya, kulihat mereka begitu dekat karena tampak dari mimik wajahnya yang sangat bahagia dan berseri seri, aku pun penasaran dengan sosok pria itu , siapakah dia kok dekat kali dengan si... ah mungkin dia... tapi tidak mungkin. Aku pun dihantui perasaan kepo dengan apa yang terjadi , tiba tiba terbenak di pikiranku untuk mencari  tau siapakah pria itu.

Aku bergegas pulang dan menjumpai seseorang yang mungkin bisa membantuku dalam dilema ini , ya aku menjumpai abng sepupuku yang tak lain seorang ulama muda. Kuceritakan semua kepadanya tentang dilema hatiku tentang dia.

“mas aku ingin cerita sama kau mas, aku dulu pernah suka dengan seorang wanita dan aku berharap sekali denganya sampai sampai aku terlupakan akan semua, tapi, wanita itu mengkhianati kepercayaanku dan keyakinanku terhadapnya dan akhirnya aku pun berusaha itu melupakannya sampai saat ini tapi tiba tiba dia hadir kembali di kehidupannku padahal aku berharap kami tidak pernah berjumpa lagi untuk selamanya.” Tanyaku dengan mimik serius 

“aduh kamu itu salah dari awal , tau gk kamu  Allah  itu maha pencemburu ketika kamu suka pada sesuatu melebihi kecintaanmu kepadaNya maka dia akan menariknya , tau gk ali bin abi thalib pernah berkata aku sudah merasakan semua kepahitan hidupdan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia. Tau gak gk jangan lah kamu membenci seorang dengan berlebhan bia jadi kamu akan cinta dan janganlah kamu membenci seseorang dengan berlebihan bisa jadi akan tumbuh cinta jadi cinta dan benci itu setipi kulit bawang,.

Jadi kamu itu gk boleh mencintai dan menyukai orang melebihi cinta terhadap penciptanya , kalau dulu kamu mau dapati dia yang dekati dulu penciptanya insyallah dapat 2 cinta ,cinta dari allah dan cinta dari makhluknya. Ohya soal kenapa dia kembali lagi ke kehidupanmu kamu tau gak   Q.S AL Baqarah 2:216 yang artinya  boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu ,dan boleh jadi pula kamu mneyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.

Jadi allah itu menyadarkan  kamu bahwa dai itu bukan orang tepat ,kamu harus bisa menerimanya dan merubah dirimu lebih baik lagi istilahnya kerennya itu hijrah. Hijrah sekarang gk harus berpindah tempat seperti zaman rasul tapi hijrah sekarang maksudnya itu kamu berubah dari yang jauh dari allah sekarang mulai mencoba itu dekat dan menjalankan perintah Allah, kamu udah pahamm intinya itu kamu harus tau bahwa jangan mencintai orang melebihi cinta terhadap penciptnya  kamu harus hijrah supaya hidup kamu tidak terpuruk lagi.

“terima kasih mas , saya sudah paham dan saya akan mencoba hijrah dari masa lalu saya.” Sambil menunduk kebawah 
“ya mas doakan kamu selalu istiqomah dalam hijrahmu dan kamu dipermudah untuk segala hal” sambil memasang senyum kecil di wajah.”

Aku pun pamitan dan menuju kerumah kemudian pikiranku pun mulai tenang aku pun mencari tau siapakah pria itu , aku sudah ikhlas akan apa yang terjadi. Sedikit demi sedikit informasi pun ku dapat akhirnya kutemukan kesimpulan bahwa pria yang menjemputnya adalah tunangannya. Hatiku pun merasa hal yang belum pernah kurasakan namun karena nasihat dari abang sepupuku ku mencoba mengikhlaskan nya. Ternyata benar aku tidak boleh berlebihan dalam mencintai makhluk allah , tenyata benar allah menyadarkan ku untuk menjadi pribadi yang lebih baik , tenyata benar rencana allah itu emng ada.

Akhirnya aku pun sadar dan menjalani hidupku dengan suatu  tekad yaitu hijrah untuk lebih baik lagi  dan sekarang jika ku melihatnya dirinya perasaan yang dulu tidak muncul lagi. Begitu juga dengannya, akhirnya kami pun menjalani hidup masing masing  dia hidup dengan pasanganya dan aku hidup  dengan jalan menuju hijrah.... 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Inspiratif Hijrah: Jangan Lagi Ada Dia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel