Kisah Inspiratif "Ratapan Hati Ibu Penjual Gorengan Keliling"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian tulisan mengenai kisah-kisah inspiratif ini berjudul "Ratapan Hati Ibu Penjual Gorengan Keliling" yang dituliskan oleh Puji Amalia Putri. Dalam tulisan ini memberikan makna perjuangan yang dilakukan oleh orang tua, khususnya Ibu. Semoga bisa memberikan motivasi serta inspirasi kepada setiap pembaca.

Begini, Kisah Inspiratifnya...

Di sore yang nampak petang diselimuti matahari yg mulai terbenam dan nampak burung - burung terbang dilangit memerah, sang ibu yang pincang mendorong gerobak yang berisi gorengan, berkeliling dari pagi hingga malam, untuk menjajakan gorengan nya.

Bu marni adalah seorang janda, ber anak 2 yang menjadi tulang punggung keluarga, karena suaminya meniggal. Anak yang pertama bernama Alin, dan yang kedua bernama nabil.

Ibu dua anak ini, setiap hari keliling kampung untuk menjual dagangannya agar bisa memenuhi hidup keluarga nya. Panas, dingin, hujan, terik matahari, Bu marni lalui demi mencukupi kebutuhannya. Dengan kaki yang pincang, Bu Marni tetap bertahan kuat, sambil mendorong gerobaknya. 

Sore pun telah tiba, Bu Marni terlihat lemas dan kelelahan. Didepan rumahnya, ke dua anaknya pun menyambut kedatangan Bu Marni dengan manis.

"Horeee ... ibu sudah pulang" kata nabil dengan semangat. 

Alin yang melihat ibu nya kelelahan pun langsung menggandeng tangan ibunya, dan dibawa masuk kerumah. 

"Ayo bu, masuk kedalam .. pasti ibu kelelahan berkeliling kampung" kata ku dengan nada haru dan sedih. 
"Nggak nak, ini sudah menjadi tugas ibu sebagai tulang punggung keluarga ini" sahut ibu dengan senyum simpul dibibir nya yang kering karena puasa. 

Bagi bu Marni, anak - anak nya adalah penyemangat hidupnya. 

Dug ... dug... dug .."Allahuakbar ... Allahuakbar" terdengar suara bedug dan adzan dikumandangkan, yang menandakan telah tibanya waktu berbuka puasa. Bu Marni dan kedua anaknya berbuka bersama dengan lauk pauk seadanya. "Alhamdulillah ya nak, kita hari ini puasa penuh" kata bu marni dengan kedua anak nya dengan bahagia. 

"Iya bu, alhamdulillah... buka puasanya seadanya nggak papa, yang penting kita bersama ibu, iya kan dek ...!! Sahut alin dengan bangga.
 "betul betul betul" sambung nabil dengan kelucuannya yang membuat semua tertawa.

Dua minggu kemudian ....

Alin telah mengahadapi UNBK tingkat SMP, dan kini menunggu hasil UNBK dan kelulusan. Detik - detik pengumuman hasil UNBK, membuat semua siswa termasuk Alin deg - degan tak terhenti. Kepala sekolah yaitu pak hadi pun membacakan peringkat 3 besar UNBK, dan ternyata Alin mendapatkan peringkat 1, Alin sangat gembira dan bersyukur, ternyata hasil usaha, jerih payah, semangat, dan doa ibunya membuat nya berhasil mendapat peringkat 1 dan mendapat beasiswa di SMA favorit dambaan nya.

Semuanya bertepuk tangan dan memberikan selamat kepada Alin. Setelah itu, Wali kelas Alin, yaitu Bu santi memberitahukan bahwa yang mengambil kelulusan tersebut harus wali murid / orang tua siswa. Dan tidak boleh diambil sendiri. Mendengar info dari bu santi, setelah pulang sekolah, Alin memberitahukan kabar tersebut kepda ibu nya.

 "Tok ,, tok,, tok ..." ketuk alin dengan sangat gembira. 
"Assalamu'alaikum buk ..." salam Alin tak sabar bertemu dengan ibunya. "Wa'alaikumussalam .... sebentar ya nak..." sahut ibu, dari dalam rumah. 
"Buk, alin mendapat peringkat 1 UNBK dan mendapat beasiswa di SMA favorit dambaan Alin buk" dengan Penuh semngat dan senang, alin pun memberitahukan kabar gembira tersebut. 
"Beneran nak ...?? Alhamdulillah ya Allah .... !!" Sahut bu marni dengan bersyukur . 
"Iya buk ... dan satu lagi buk, hasil kelulusan nya diambil besok ileh wali murid, dan tidak boleh diambil sendiri." Kata Alin memberitahukan info ke ibu nya. 
"Iya, ibuk akan usaha mengambil nya, yang penting kamu harus lebih giat belajar agar cita - cita kamu berhasil" jawab bu marni, memberikan semangat kepada alin. 
"Iya buk, alin janji ... kalau alin sudah menjadi dokter nanti, alin akan menyembuh kan kaki ibu, agar ibu bisa berjalan normal lagi, tanpa membawa tongkat ..." sahut alin dengan penuh harapan. 
"Iya nak, amin ... semoga cita - cita kamu tercapai." Jawab bu marni.

Keesokan harinya, bu marni mengambil kelulusan disekolah alin dengan jalan kaki. Dengan berjalan sedikit pincang dan jauh dari rumah, bu marni berusaha kuat demi mengambil kelulusan anak nya. Itulah perjuangan seorang ibu. Ia rela melakukan apa saja, asal anaknya bahagia, tercukupi dan pintar. Sampai disekolahan alin, bu marni nampak kelelahan. Tpi, itu tetap dilakukan demi prestasi anak nya. 

"Ini, ibunya alin ya ...??" Tanya pak kepala sekolah. 
"Iya pak" sahut bu marni". 
"Selamat ya bu, anak ibu yaitu alin mendapat peringkat 1 dan mendapat beasiswa." 
Sambil menerima surat kelulusan, bu marni berkata "iya pak, alhamdulillah... " jawab bu marni dengan senang dan rasa syukur. 

Setelah itu, bu marni pulang dengan jalan kaki lagi. Ditengah perjalanan, bu marni melihat pedagang buah yang bernama pak tono. Pak tono yaitu pedagang buah yang melihat dan menyaksikan tragedi kecelakaan yang menimpa bu marni saat menyelamatkan anak nya alin. Bu marni mampir sebentar dan membeli sedikit buah mangga dan jeruk pak tono, sambil bersilaturrahmi.

Bu marni sengaja merahasiakan tragedi kecelakaan tersebut dari anak-anak nya. Akibat kecelakaan tersebut,kaki bu marni patah, dan pincang. Setelah itu, bu marni pulang kerumah, dan buka puasa bersama anak tercinta nya.

 "Bu, ini apa ...??" Tanya nabil sambil membuka sebuah bungkusan. 
"Ini jeruk dan mangga, tadi ibu beli di jalan" jawab ibu sambil membantu nabil membuka bungkusan yang didalam nya ada mangga dan jeruk. 
Alin dan nabil tersenyum senang, karena dapat buah yang mereka sukai.

2 hari kemudian, Alin mulai masuk SMA favorit nya. Dan disana banyak sekali teman yang berbeda status sosial dengan nya. Sehingga Alin merasa sedih dan minder. Tapi ia mencoba sabar dan adapatasi dengan teman temannya di sekolahan tersebut.Tapi takdir berkata lain, teman teman nya malah mengejek dan menghina nya. 

Keesokan harinya, Alin berangkat sekolah pagi sekali. Karena ia harus berjalan kaki, dari rumah ke sekolahnya.

Pada saat waktu istirahat, teman - teman Alin menertawakan Alin, karena ibunya pincang dan penjual gorengan keliling. 

"Hahahaha, itu ibu lu lin, ...??" Tanya sebagian teman alin dengan menghina.

Alin hanya bisa menunduk malu dan sedih. 

"Woi, lihat guys, tuh anak penjual gorengan keliling ..... !!!!" Ejek teman - teman Alin.
 Alin hanya bisa berlari ke ruang kelas dan menangis sembari menatapi nasib 
"kenapa sih, aku dilahirkan dikeluarga yang miskin, anak yatim, punya ibu pincang dan penjual gorengan ...???, 
kenapa tuh, si Ibu malah jualan gorengan di halaman sekolah aku ... ?? ,
 apa ibu sengaja mau mempermalukan aku didepan teman - teman aku ...?? Tanya Alin dengan diri sendiri. 

Jam pelajaran telah berakhir, dan Alin pun pulang dari sekolah dengan berjalan kaki. Tiba, tiba ada temannya membawa mobil yaitu ayu dan citra mengejek nya 

"eh, jalan kaki ya lu ...?? Kasihan banget .. !! Ini zaman modern, masak masih jalan kaki sih ..?? Hahahaha ...." ejek ayu dan citra.
 Alin hanya bisa pasrah, dan melempar sebuah batu yang digenggam nya. Setelah sampai dirumah, Alin hanya bisa murung di kamar nya dan memikirkan kejadian tadi. Dari situlah sifat Alin berubah menjadi buruk.

"Tok... tok ...tok .. Assalamualaikum ... "

Terdengar suara ketukan pintu dan salam dari luar. Dengan wajah lesu, Alin membuka kan pintu, dan ternyata itu Ibu dan adik nya yang baru pulang jualan.

 "Kenapa wajah kamu lin ..??" Tanya ibu sambil mengelus wajah alin.
 "Ini semua gara - gara ibu ... !!! 
Kenapa sih, ibu jualan didepan sekolah Alin .. ??? 
Alin kan, jadi malu diejek, dan dihina teruzs .. !! 
Oooohh, apa jangan - jangan ibu sengaja mempermalukan alin didepan teman - teman alin ...??" Tanya Alin sambil marah, menggerutu dan dengan suara nada tinggi. 

Ibu marni menjawab dengan sedih, dan mengeluarkan air mata 
"Nak, kenapa kamu jadi kasar gini nak, sama ibu .. ??Ibu jualan kan demi memenuhi kebutuhan kita sehari - hari".
 "Andai saja  bapak masih ada, kita nggak alan kesusahan gini" balas Alin dengan mengeluh nasib nya. 
"Kamu nggak boleh gitu nak, kita harus syukuri kehidupan ini, kamu tidak boleh mengeluh, dan menggerutu seperti itu ... !!" Nasihat bu marni dengan suara lembut. "Pokok nya, aku mau besok ibu jangan jualan lagi di depan sekolahan ku ... !!!" Perintah Alin dengan nada seru. 
"Kenapa nak ... ?? Disekolahan kamu banyak yang beli ... kan, itu semua untuk biaya buku - buku kamu ..." jawab bu marni dengan kecewa.
 "Aku tuh, malu buk, di ejek sana sini, sama temen - temen aku. Dan satu lagi ya buk, aku mau dibelikan motor. capek banget tau, jalan kaki terus ke sekolah." Perintah Alin dengan suara kasar dan memaksa. 

Bu marni hanya bisa diam, sedih dan kecewa atas perlakuan anak nya yang sekarang telah berubah.

Nabil, yang masih lugu pun, memarahi kakak nya "kak, kenapa kakak kasar dengan ibu ... ?? Kasihan ibu sedih, gara - gara kakak". 
"Eh, lu itu cuma anak kecil, nggak usah ikut campur urusan gue" jawab Alin dengan kasar.
 Bu marni yang mendengar jawaban alin pun, menangis tersedu - sedu. 
"Sudah sudah, jangan bertengkar .... he .. he .. he .. he (sahut bu marni dengan menangis )." 
Bu Marni hanya bisa sedih, dan menangis meratapi perilaku anak nya yang sudah berubah menjadi buruk. 

Disetiap sholat, bu marni selalu berdo'a kepada allah swt : "Ya Allah, berikan lah kesadaran kepada anak hamba Alin ... berikan hidayah kepada nya, agar bisa bersyukur dengan apa yang engkau berikan kepada kami..... jadikan lah, anak - anak hamba menjadi anak yang sholehah, dan tercapai cita - cita nya ... Amin ...." bu Marni selalu berdoa untuk anakana - anak nya.

Keesokan harinya ....

Bu Marni dan nabil menjual gorengan keliling kampung, dan tidak menetap di sekolah alin. Panas, letih, lapar, dan haus mereka lakukan demi memenuhi kebutuhan mereka. 

Tapi, sifat Alin hari demi hari makin mrnjadi - jadi. Disekolah, Alin mulai bisa bergaul dengan teman teman nya yang hitsz atau biasa kids jaman now, seperti Ayu dan citra. Dengan bergaul dengan teman - teman nya, lama kelamaan sifat alin menjadi buruk dan terpengaruh dengan teman temannya. 

Alin berkata : "hai ayu, crita ... aku boleh nggak gabung bareng sama kalian... ??"
Ayu dan crita : "hhmm .. gimana ya ..?? Kan lu nggak selevel dengan kita." 
Kemudian, ayu dan citra berbisik - bisik berdua : gimana nih .. ?? Kata Ayu. 
"nggak papa lah, kan alin bisa kita manfaatin buat ngerjain tugas, dan traktir kita" Sahut citra.
"Gimana nih, boleh nggak aku gabung sama kalian ... ??" Sambung Alin.
 "Hhmm, iya deh ... lu boleh gabung sama kita, tapi ada syarat nya ... !!, lu mau gak ...??" Tanya citra. 
"Syarat nya apa cit ..??" Tanya Alin. 
"Syarat nya, lu harus setiap hari nraktir kita, ngerjain tugas kita, dan satu lagi .. pakaian, dan barang- barang lu, harus ikutan sama kita dalam arti, lu harus ngubah penampilan lu yang kampungan ini, menjadi cewek hitz, kayak gue". Sambung ayu.
 " iya, aku setuju ".Jawab Alin dengan senang.

 Dan Alin pun menyetujui syarat yang diberikan Ayu dan Citra. 

Setelah pulang sekolah, Alin meminta dibelikan hp, baju , sepatu, dan tas baru.
"Bu, alin beliin baju, hp, sepatu dan tas baru ... !!" Seru alin kepada ibunya.
"Kamu kan, sudah punya baju, sepatu,dan tas ..."jawab ibu.
"Itu udah jelek bu, dan nggak jaman lagi ... pokok nya, aku mau yang baru ...!!" Paksa Alin.
"Ibu, nggak punya uang nak ... " jawab bu marni dengan sedih.
"Ibu kan jual gorengan tiap hari, masak nggak punya uang sih ... ??jangan bohong bu .. ibu pasti ngumpetin uang nya ya ... !! Mana, sini bu .. uang nya .. !!!" Pinta Alin dengan menodorkan tangan nya. 
"Ibu nggak punya uang nak, uang nya ibu tabung untuk kamu kuliah nanti ...." jawab bu marni dengan kecewa.
"Itu urusan nanti lah bu ... !! Sekarang alin mau, ibu beliin apa yang alin minta. Paksa alin dengan mulai marah.
"Kenapa kamu jadi berubah seperti ini nak.. ?? Mana alin yang dulu ... yang perhatian dengan ibu dan nabil ...."tanya ibu dengan menangis ....
"Itu kan Alin yang dulu, yang kampungan ...
Sekarang, Alin jadi anak modern .." jawab alin dengan santai, seperti nggak punya dosa.

Teet ... teet ...... teet ... teet ...

Terdengar suara bel mobil dari luar rumah.
"Mana bu uang nya ..??? Tuh, teman alin udah nyusul ..." minta alin dengan menodorkan tangannya.
"Kan ibu tadi udah bilang nak, ibu nggak punya  uang ... !!" Jawab ibu.

Mendengar jawaban bu marni, alin memaksa bu marni dan berhasil mencuri uang menjual gorengan dari genggaman bu marni, dan mendorong hingga bu marni terjatuh.

"Astaghfirullahal'adzim ....." kata bu marni dengan sedih, dan menangis.
"Salah sendiri, nggak mau ngasih uang ke Alin ...." jawab Alin tanpa merasa bersalah.

Alin langsung pergi keluar menyusul teman - temannya.

Nabil, yang melihat perbuatan kakak nya terhadap ibunya, merasa sangat sedih dan kecewa. Dan nabil pun, menolong ibu nya yang terjatuh dan mencoba menenangkan ibunya.

"Mari bu, nabil bantu ibu berdiri ... " pinta nabil.
"Iya nak, makasih ya nak ..." jawab bu marni.
"Bu, omongan kak alin tadi, jangan digubis ya bu... itu akan membuat hati ibu sakit ..." kata nabil dengan sedih.
"Iya nak ..." jawab ibu dengan sedih pula.

Sikap alin terhadap ibu nya, tidak bisa dijelaskan satu persatu. Sikap alin makin menjadi - jadi, dan membuat bu marni sangat terpukul.

Disekolah, alin memang berprestasi. Tapi, ia sangat tidak hormat kepada ibunya.

2 tahun kemudian ....

Alin lulus SMA, dan melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi di salah satu universitas. Alin mendapat kan beasiswa karena menjadi siswa dengan nilai yang terbaik. Tapi, itu semua membuat Alin sombong, dan merasa ia berhasil karena usaha nya sendiri, dan tidak sedikitpun dari do'a dan perjuangan ibunya.

Perjalanan Alin menempuh pendidikan disalah satu universitas, sangat panjang. Hingga akhir nya, ia menjadi sarjana.

Detik - detik pengumuman siswa terbaik diumumkan. Pak nektor yaitu pak jaya osegera mengumumkan nya.

"Siswa dengan nilai terbaik, jatuh kepada ........... ?? Alin ... !!"

Semua serontak tepuk tangan, dan mengucapkan selamat kepada alin. Alin dan bu marni merasa senang dan bersyukur. Dipanggil nya alin, maju kedepan untuk memberikan sedikit sambutan ,Dan alin pun maju kedepan. Saat ditanya pak jaya, mana ibu mu lin .. ??, alin pun tidak mengakui bahwa bu marni itu ibu kandung nya.

"Alin, mana ibu kamu ...??" Tanya pak jaya dengan gembira.

Dalam hati, alin berkata : "hhmm... gimana ya, ibu alin kan penjual gorengan keliling, dan kakinya pincang. Bagaimana kalau semua tau, bisa malu + mati gue. Apa gue boong aja ya, pura- pura kalau ibu alin udah meniggal."

"Pak, ibu alin sudah lama meninggal. Dan alin hidup sebatang kara." Jawab alin, dengan pura - pura sedih.

Bu Marni yang mendengar jawaban Alin pun sangat sedih, hatinya hancur, dan menangis tersedu - sedu. Ia tak menyangka anak kandung nya, tidak mengakui bahwa ia ibu kandung nya, dan belum meninggal.

Tak kuat menahan rasa sedih, dan tangis ini, bu Marni pulang dan berjalan dengan menangis.

Sesampai dirumah, Bu marni menangis, dan merenungi kejadian tadi. Tak lupa juga, bu marni sholat ashar dan berdo'a : "ya allah, berikan lah hidayah kepada anak hamba Alin. Agar ia mau mengakui bahwa akulah ibu kandung nya. Amin ya robbal alamin."

Beberapa jam kemudian, Alin pun pulang dengan membawa baju toga, abi toreng dan lain - lain.
Sesampai dirumah, alin langsung mengemasi baju - baju dan perlengkapan lainnya dan berniat untuk pindah dari rumah dan mencari pekerjaan menjadi dokter di Jakarta.

Bu Marni yang melihat Alin pun, langsung menanyakan nya.

Bu marni : "nak, kamu mau kemana ...?"
Alin : "aku mau ke jakarta bu, bosen hidup miskin terus .. !!"
Bu marni : "kenapa harus ke jakarta nak, kan kamu bisa bekerja di daerah ini .. !!"
Alin : "kalau dijakarta, gaji nya besar bu .. !! nanti Alin bisa beli rumah. "
Bu marni : "nanti gimana nasib ibu dan adik kamu nak ...??"
Alin : "ibu bisa jualan kan, jualan dong, agar bisa memenuhi hidup kalian."
Bu marni : "nak, jangan pergi .. !!, tetap lah disini bersama kami. Uhuk uhuk ... ( jawab bu marni dengan suara pelan dan batuk ).
Alin : "pokoknya, alin mau tetap ke jakarta, alin mau jadi dokter." Seru alin.

Setelah selesai berkemas - kemas, alin langsung pergi, dan bu marni pun mencoba mencegah, menangis, dan tak mau ditinggal oleh alin.

Sambil menarik tangan alin, bu marni pun berkata : "nak, jangan pergi ... !!!"
Alin menjawab : "apaan sih bu, lebay banget .. !! Nanti kalau alin sukses kan, ibu yang senang .... itupun kalau aku masih ingat sama ibu dan nabil. "
Mendengar jawaban alin, bu marni tambah sedih, dan mengikhlaskan kepergian alin.
Alin pun langsung pergi, meski tak dapat restu dari bu marni.

Dua tahun lamanya, Alin tidak ada kabar.

Tapi, ada salah satu warga desa yang bernama bu siti yang melihat Alin bersama suami dan anak nya.
Mendengar informasi dari warga tersebut, bu marni langsung menanyakannya.

Bu marni : "bu, apa benar kabar tadi ...??"
Bu siti : "iya bu marni, anak saya hanum tadi baru pulang dari jakarta, dan dia cerita kalau dia melihat alin dan suaminya, dan alin sudah jadi dokter."

Mendengar jawaban dari bu siti, bu marni terkejut, dan bicara dalam hati : "kenapa alin menikah tanpa restu dari ku ...??, apa alin benar - benar sudah melupakan aku dan nabil ..??pikir bu marni dalam hati."

Bu marni : "bu,apakah hanum tau, dimana alamat rumah alin ..??
Bu siti : "iya, bu ini .. !! (Jawab bu marni sambil memberikan secarik kertas ).
Bu marni : "makasih banyak ya bu.
Bu siti : "iya bu, sama - sama.

Seminggu kemudian, bu marni dan anak nya nabil berangkat ke jakarta untuk mencari keberadaan alin.

Ditengah perjalanan ke jakarta, bu marni kecopetan dan tas yang berisi uang pun dicopet. Bu marni bingung, dan berteriak, tapi nggak ada seorang pun yang datang.

Bu marni sangat sedih, dan nabil pun menangis. Tak lama kemudian, ada seorang laki - laki yang ternyata itu adalah suami lain, namanya reno. Reno melihat bu marni dan alin yang sedang kesusahan pun turun dari mobil nya, dan menghampiri bu narni. 

Reno : "ada apa bu, kok sedih ..??"
Bu marni : "ibu baru saja kecopetan nak, uang dan tas ibu diambil oleh copet."
Reno : "emang nya ibu, dari mana dan mau kemana ...??"
Bu marni : "saya dari kampung mau ke jakarta ingin mencari anak saya"
Reno : "kalau ibu nggak keberatan, mendingan ibu bermalam kerumah saya dulu aja. Kasihan anak ibu kedinginan dan kecapek an."
Bu marni : "makasih ya nak.... "
Reno : "sama - sama bu,..
Ayo naik ke mobil ... !!".
Nabil : "makasih ya om ..."
Reno : "iya sama - sama dek ..."
Kemudian, bu marni dan nabil pun ikut kerumah reno.

Setelah sampai ke rumah reno, bu marni terkejut dan tidak percaya bahwa alin itu istrinya reno, dan sudah mempunyai anak. Bu marni dan nabil sangat senang dan bahagia. Tetapi, disisi lain alin sangat kecewa, tidak senang dan bahkan tidak mengharapkan kehadiran ibu dan adiknya.

Bu marni : "alin ... alin anak ku ... !!!kata bu marni dengan sangat bahagia. "
Alin : "siapa sih kamu .. ?? Kok ngaku - ngaku jadi ibu aku ... !! Jawab alin pura - pura tak mengenali ibu kandung nya sendiri. "
Bu marni : "ini aku, ibu kandundung mu nak, ..."
Alin : "eh bu .. jangan ngaku - ngaku jadi ibubkandung ku ya, ... !! Ibu kandung ku itu sudah meninggal." Jawab alin dengan ketus dan bohong.
Alin : "siapa sih mas mereka itu ... ?? Kenapa kamu ajak kesini ..??" Tanya alin kepada suaminya.
Reno : "mereka itu bu marni dan ank nya nabil. Mereka dari kampung dan pergi ke jakarta untuk mencari anak nya. Mas ajak kesini, karena tadi mas lihat bu marnisiti sedang kecopetan dan tidak tau akan tinggal dimana ... jadi, mas bawa aja kesini untuk menginap sementara waktu."
Alin : "buat apa .. ?? Nambah beban aja ..." jawab alin dengan ketus."
Reno : "Alin, apa bebar bu marni ini ibu kandung kamu ...?? ."
Alin : "ya nggak lah, ibu aku itu udah meninggal, paling dia cuma ngaku - ngaku aja jadi ibu ku."
Bu marni : "sungguh tega kamu nak, ibu ini ibu kandung kamu, yang sudah melahirkan dan membesar kan kamu, ...." jawab bu marni dengan meneteskan air mata."

Dan akhir nya, bu marni dan nabil pun pergi dari rumah alin dan pulang ke kampung.

Ditengah perjalanan pulang ke kampung, Didepan toko pak tono, bu marni keserempet oleh mobil, dan tidak sadar. pak tono dan Warga yang melihat pun mengangkat bu marni kerumah sakit. Nabil menangis dan memanggil nama ibu nya.

Bu marni mengalami koma dan keadaan nya semakin parah. Pak tono berusaha menghubungi alin, tapi nggak pernah diangkat. Pihak rumah sakit pun tidak bisa membantu bu marni, karena peralatan yang kurang memadai dan menyuruh untuk memindah kan bu marni di rumah sakit di jakarta.

Karena banyak donatur yang menyumbang, akhir nya bu marni pun dipindakan di rumah sakit di jakarta, dan ternyata itu rumah sakit alin bekerja. Saat sampai di rumah sakit, kebetulan itu yang menangani adalah alin sendiri, dan nabil pun berkata kepada alin : "kak, ibu kak ... (kata nabil sambil menangis )" alin pun menjawab : "kamu siapa sih .. ?? Dia itu bukan ibu aku".

Pak tono pun menyambung : "bu marni itu ibu kandung kamu lin ... !! Kamu tau alasan bu marni pincang .. ??" Tanya pak tono.
Alin pun menjawab : "nggak tau, emang gara - gara apa ..??". Tanya alin balik.

Pak tono pun menjelaskan kejadian tragedi kepada alin : "saat kamu kecil, ketika kamu berjalan pulang dari sekolah, kamu hampir saja ketabrak oleh mobil. Tapi, ibu kamu bu marni ini langsung menyelamatkan kamu, dan ia rela , ia yang ditabrak demi kamu, hingga akhirnya ibu kamu ketabrak mobil, dan kakinya pincang karena, tulangnya ada yang patah. Saya pak tono, penjual buah yang menyaksikan peristiwa tragedi tersebut.

Bu marni ingib merahasiakan itu dari kamu lin, agar kamu tidak trauma. Tapi salah, kamu malah durhaka kepada ibu yang menjadi pahlawan kamu. Andaikan, disaat itu nggak ada ibu kamu, mungkin kamu sudah tidak hidup lagi." 

Alin yang mendengar penjelasan dari pak tono pun, terharu, sada, sedih dan menyadari kesalahannya. Dan alin menangis meminta maaf keoada ibu nya yang sedang koma tersebut. Alin menjadi insaf dan mau berbakti kepada ibu nya.

Alin yang menjadi dokter sekaligus anak bu marni, merawat bu marni, hingga akhirnya 2 minggu kemudian bu marni sadar.

Betapa bahagia nya alin dan nabil.

Alin pun meminta maaf kepada bu marni  :"bu, alin minta maaf bu .. karena alin sudah durhaka dengan ibu. Mungkin alin tidak pantas untuk dimaaf kan, .. ".
Bu marni : "ibu sudah memaafkan alin, jauh sebelum alin meminta maaf. Yang penting sekarang alin sudah sadar danninsaf, ibu sudah senang."

Mendengar jawaban dari bu marni, alin merasa sangat bhagia dan mereka berdua yaitu alin dan nabil memeluk bu marni.

Bu marni sangat senang dan didalam hatinya berkata : "ya allah yang maha penyayang. Terima kasih telah memberikan hidayah kepada anak hamba alin. Dan sekarang dia mau berbakti kepada hamba sebgai orang tuanya, terima kasih ya allah.

1 Minggu kemudian, bu marni sudah sembuh, dan alin pun mengajak bu marni dan nabil untuk tinggal dirumah nya. Dan mereka pun hidup bahagia.

Selesai .....

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Inspiratif "Ratapan Hati Ibu Penjual Gorengan Keliling""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel