Kisah Inspiratif "Uang Jajan Berkat Doodle Art dan Letter"

KisahTerbaik.Com- Kisah-kisah inspiratif tentang wirausaha seperti tulisan Lidita Blessufi ini penting untuk diketahui segenap pembaca. Melalui rangkaian cerita "Uang Jajan Berkat Doodle Art dan Letter" ini dibagikana dari pengalaman berharga yang semoga bisa memberi kesan inspirasif untuk semua pembaca.

Begini, Kisah Inspiratifnya..

Dizaman teknologi sekarang, penggunaan android tak mengenal lagi batas umur, anak kecil, remaja, bahkan orang tua tak ingin ketinggalan jaman. Dengan hadirnya android di seluruh penjuru dunia, banyak orang yang menjadikan android menjadi ladang penghidupan bagi mereka.

Melihat semakin canggihnya teknologi saat ini, banyak sekali orang yang hidup didunia online. Beda dengan dahulu orang mau jualan, seperti gethuk misalnya, mesti harus dagang keliling kampung untuk menemui pembeli, apalagi kalau belum habis masih terus mencari pembeli sampai desa sebelah agar barang dagangannya habis.

Kalau sekarang orang mau jualan sudah begitu gampangnya cukup modal android, kuota dan kreativitas. Tinggal upload di facebook, instagram atau akun media sosial lain sudah cukup mendatangkan pembeli. Apalagi sekarang sudah ada buka lapak dan aplikasi berjualan lain yang semakin memudahkan seseorang untuk berjualan.

Siapa sih yang gak tau doodle? hampir dipastikan anak-anak zaman now pasti tau apa itu doodle. Biasanya seni menggambar doodle ini hanya sekedar penghilang rasa bosan yang biasanya dituangkan oleh seseorang tanpa sengaja di lembar buku tulis paling belakang, ya kan? Tapi berbeda
dengan pelajar yang satu ini bernama Serli Yunia Wardani, pelajar yang baru akan naik kelas 2 SMA ini memanfaatkan androidnya sebagai sarana pendukung hobinya untuk menambah uang jajan. Wah, keren ya ? Kepiawaiannya membuat seni doodle dan juga letter seringkali dimintai teman-temannya untuk dibuatkan doodle disebuah kertas dengan diberi aksen tulisan yang artistik dengan nama
temannya itu.

Hasilnya sungguh memuaskan, walau dimintai membuatkan dengan cuma-cuma namun ia tak pernah pamrih karena ia dengan begitu ia juga semakin mengasah hobinya itu. Seiring semakin seringnya dimintai membuat doodle oleh teman-temannya, timbulah insiatif untuk menyulap hobinya menjadi pekerjaan sampingan dibalik pusingnya memikirkan matematika dan juga fisika dan minimal tak minta uang jajan ke orangtua.

Walaupun dia sering mendapat pesanan dari teman-temannya, tidak menjadikan hobi itu sebagai alasan untuk lalai terhadap tugas dari Bapak dan juga Ibu Guru disekolah.

Setiap harinya hampir selalu ada saja yang mengorder. Agar ia bisa tepat waktu dalam mengerjakannya, ia selalu memberi jadwal kapan waktu paling cepat pesanan bisa diambil, hal itu tentu mengingat lamanya pembuatan doodle tidak secepat menggambar bebek dengan angka dua atau membuat dua gunung dan hamparan sawah dibawahnya dilengkapi jalan beraspal diantara kedua gunung tersebut.

Pembuatan doodle menggunakan kertas HVS biasanya memerlukan waktu kurang lebih selama 2 jam, itupun dilakukan dimalam hari dan terjadwal setelah tugas-tugas sekolahnya selesai. Namun lembur baginya tidak menjadi masalah, karena memang sudah terbiasa lembur sampai jam 1 malam demi hobinya bukan demi uangnya. Dan lemburnya itu tak mengganggu dia untuk tetap bangun pagi agar tidak telat bersekolah.

Seni Doodle dan letter itupun bukan hanya sebatas menggambar doodle dengan bertuliskan artistik, namun banyak inovasi yang ia ciptakan, bisa berupa casing handphone, biasanya kertas HVS ia ukur sesuai merk casing handphone si pemesan dan tak lupa diberi lubang yang berfungsi sebagai lubang speaker, lubang charger, kamera dan sebagainya. Untuk casing tidak harus gambar doodle, melainkan gambar apapun sesuai kesukaan pemesan, bila si pemesan minta digambarkan wanita berjilbab, dengan senang hati akan dibuatkan wanita berjilbab.

Harganya dibandrol minimal Rp.2000 rupiah, sesuai apa yang dipesan. Selain itu, bisa juga sebagai pajangan meja kamar dengan diberi bingkai foto. Doodle berukuran kertas HVS ditambah bingkai foto tentu harga yang dibandrol lebih mahal. Untuk yang biasa harganya berkisar Rp.30.000 rupiah. 

Bukan cuma bingkai yang mempengaruhi harga, namun yang paling mempengaruhi harga yaitu tingkat kerumitan doodle dan variasi pesanan, ada yang minta diberi foto si pemesan, ada yang diberi warna, dan ada pula yang minta digambarkan doodle kartun, seperti doraemon. Yang diberi warna dengan yang tidak diberi warna tentu sudah pasti lebih mahal yang berwarna, pewarnanya bisa berupa pensil warna atau pulpen merah. Namun tenang saja, semahal- mahalnya masih bisa dijangkau kantong pelajar.

Melihat keseruan Serli di dunia doodle art dan letter menjadi inspirasi bagi kita agar selalu berinovasi dan terus berkarya dengan memanfaatkan canggihnya teknologi sekarang. Keadaan zaman yang sering berubah-ubah membuat kita tak boleh menjadi orang yang diam dan terbelakang, kita harus mampu tetap eksis dengan kreativitas bawaan masing-masing.

Banyak orang yang dahulunya sangat terkenal namun seiring perubahan zaman tak terlihat lagi, kenapa hal ini terjadi ? Tentu karena mereka tak mampu beradaptasi dengan zaman yang semakin maju. Mereka mati secara karir karena memutuskan untuk tetap diam terhadap perubahan zaman. 

Namun sebaliknya, banyak orang yang mungkin tidak begitu berjaya dalam karir, hanya sekedar punya karir saja, namun sampai sekarang ia tetap eksis dengan karirnya, dan itu berkat kemampuan adaptasinya terhadap zaman.

Kesadaran diri terhadap zaman, membuat otak berpikir bagaimana caranya agar tetap hidup dizaman yang super canggih ini. Membuat kita dituntut untuk terus berkarya dengan cara yang berbeda. Apalagi bagi seorang remaja harus punya inisiatif untuk jadi pribadi yang mandiri, bukan soal anak orang kaya tidak usah mandiri, bukan, bukan itu!.

Mandiri itu harus ada didalam jiwa setiap remaja, dengan mandiri remaja semakin mengerti betapa susahnya mencari uang untuk biaya pendidikan sekarang yang tidak murah. Mandiri namun bukan mencuri, mandiri itu poinnya adalah prihatin terhadap keadaan, bukan boros terhadap uang, mandiri pada dasarnya menjadikan remaja lebih bisa berfikir baik buruk, berpikir kalau seandainya ingin punya uang ya harus berusaha bukan cuma mengandalkan orang tua atau yang lebih parah mencuri uang yang bukan haknya. Atau minimal melakukan hal positif untuk mengisi waktu luang yang ada sebagai persiapan bekal masa depan yang tak bisa kita duga-duga.

Jadi, dengan kita berlatih mandiri kita juga dituntut untuk kreatif dan inovatif terhadap keadaan zaman, menghasilkan uang dengan cara yang halal, contohnya seperti tadi inovatif dengan bermodalkan kepiawaian membuat doodle art dan letter bisa menjadi peluang usaha, dimana bisa sedikit meringankan beban orang tua dalam menyekolahkan anaknya.

Tidak ada kata terlambat untuk kalian yang belum berkarya, selama jantung masih berdetak, itulah kesempatan untuk memulai karya-karya kalian. Kalimat yang perlu diingat adalah “tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, temukan kelebihan itu dibalik kekurangan yang kalian sesali”.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Inspiratif "Uang Jajan Berkat Doodle Art dan Letter""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel