Kisah Misteri "Ukhti Baju Putih dan Pintu Kaca"

KisahTerbaik.Com- Tulisan tentang kisah misteri yang menyeramkan ini berjudul "Ukhti Baju Putih dan Pintu Kaca" yang dituliskan oleh Rini Novita Wulandari. Dan beginilah kisah misteri yang mistis itu terjadi.

Cerita....

Aku adalah seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi negeri. Di perguruan tinggi, aku mengikuti sebuah klub robotik, dimana klub itu membuat robot-robot untuk diperlombakan. Aku baru saja mengikuti klub tersebut karena aku juga seorang mahasiswa baru.

Tahun ini, klub tersebut akan mengikuti perlombaan di sebuah perguruan tinggi negeri di luar kota. Jadi, aku dan anggota klub lainnya berusaha keras untuk membuat robot untuk perlombaan tersebut. Tempat kami berkumpul untuk membuat robot biasanya kami sebut dengan ‘workshop’ yang berada di dalam wilayah kampus.

Kami biasanya berkumpul ketika ada waktu luang di siang hari dan lebih banyak mengerjakan robot di malam hari. Hal ini dikarenakan, di siang hari kami memiliki jadwal kuliah yang ketat sehingga hanya memiliki lebih banyak waktu di malam hari.

Saat itu, aku pergi ke workshop sekitar jam 8 malam untuk melanjutkan pembuatan robot. Teman-teman yang lain juga sedang berkumpul di workshop, entah melakukan perkerjaan mengenai robot ataupun tugas kuliah yang menunpuk bahkan ada yang sedang barmain PES dengan serius. Malam itu, sekitar jam 10 malam temanku Syarif dan Dika sedang duduk di luar workshop.

Mereka sedang mengobrol dan tiba-tiba terdiam lalu buru-buru berlari masuk ke dalam workshop. Aku melihat Syarif dengan cepat mengambil sarung dan meringkuk kedalamnya sambil mengggigil, sedangkan Dika terlihat lebih santai. Hal ini membuatku heran, aku pun bertanya ada apa pada mereka.

Dika bercerita bahwa dia dan Syarif melihat ada asap didekat pohon beringin di taman, tempatnya tepat di seberang workshop. Kemudian Dika bercerita bahwa setelah asap itu terlihat sosok wanita dengan pakaian putih dan rambut yang panjang tergerai. Hal itulah yang membuat mereka bertingkah seperti tadi.

Aku yang mendengar cerita itu sedikit ragu antara mau percaya dan tidak percaya, jadi ku biarkan saja seperti angin lalu. Ku lihat Syarif masih meringkuk di dalam sarungnya, sedangkan temanku yang lain masih melakukan aktivitasnya masing-masing.

Sekitar jam 2 malam, aku berhenti melakukan pekerjaanku dan memutuskan untuk bermalam di workshop seperti temanku yang lain. Aku pun memejamkan mataku dengan lampu ruangan yang masih menyala.

Saat tengah terlelap aku mendengar suara ‘klik klak’, seperti suara ketika kita menekan tombol on off lampu. Aku pun membuka mataku sedikit karena masih mengantuk dan yang terjadi adalah seperti suara tombol on off yang di tekan, lampu ruangan juga menyala mati menyala begitu seterusnya. Aku melihat ke arah tempat tombol itu diletakkan.

Kosong. Tidak ada seorangpun di sana yang menekan tombol tersebut. Menyadari hal itu, aku segera memejamkan mata dan mencoba untuk tidur kembali tanpa memperhatikan apa yang sedang terjadi. Aku terus berdoa dalam hati agar hal ini segera berhenti dan waktu pagi segera tiba.

Di pagi harinya, kami kembali ke rumah ataupun kos masing-masing untuk bersiap masuk kuliah. Tidak ada yang membahas kejadian dini hari tadi atau mungkin hanya aku yang merasakannya. Di siang harinya, setelah tidak ada mata kuliah lagi aku memutuskan untuk ke workshop hingga sore nanti. Di workshop ternyata sedang ada pembicaraan yang seru. Teman-temanku dengan semangat bercerita tentang seseorang yang mereka sebut ‘ukhti baju putih’.

Karena ada kata ‘ukhti’ jadi kupikir mereka sedang membicarakan seorang wanita. Andra bercerita dengan semangat bahwa ia juga bertemu ukhti baju putih ketika acara musik di kampus beberapa hari yang lalu. Temanku yang lain juga dengan semangat bercerita.

Aku yang penasaran dengan ukhti baju putih ini pun bertanya pada Dika yang duduk di sebelahku. Dari penjelasan yang diberikan Dika aku pun tahu siapa sosok ukhti baju putih ini. Dia adalah sosok yang dilihat Dika dan Syarif tadi malam.

Aku pun menceritakan kejadian yang ku alami dini hari tadi di workshop, ternyata Dean juga merasakan kejadian yang ku alami. Kenapa sosok itu disebut ukhti baju putih?, itu karena Syarif yang sangat mendambakan seorang ukhti di hidupnya yang memberi nama sosok itu. Sosok ukhti baju putih ini terus terlihat oleh anak-anak workshop hingga beberapa hari lamanya. Akan tetapi, setelah itu sudah tak pernah muncul lagi.

Kami pun merasa nyaman karena tidak menemui hal-hal seperti itu lagi dan terus mengerjakan robot. Hingga waktu perlombaan pun sudah dekat. H-3 perlombaan kami berangkat ke luar kota menuju tempat perlombaan itu diadakan yaitu Semarang. Selama di Semarang kami tinggal di sebuah penginapan yang sebelumnya sudah disewa oleh pihak kampus. Disana tempat kami beristirahat dan merakit robot kembali.

Suatu malam sebelum perlombaan, Dimas yang sedang melakukan uji coba robot di lantai bawah ingin menganbil barang di kamarnya yang berada di lantai atas. Ia bercerita bahwa saat itu lantai atas sepi, semuanya ada di kamar masing-masing.

Waktu itu, Dimas sudah selesai mengambil barang dan keluar kamarnya. Tiba-tiba dia mendengar pintu yang terutup dengan keras seperti di banting. Pintu itu adalah pintu kaca yang mengarah ke arah balkon. Dimas mendekati pintu tersebut dan mengecek apakah ada orang di balkon, tapi hasilnya tidak ada orang.

Dia pun kembali ke lantai bawah untuk melanjutkan uji coba robot. Malam itu, sekitar jam 1 malam Alfa teman sekamarku masuk ke kamar. Dia terlihat lelah setelah melakukan uji coba robot di lantai bawah. Dia berbaring di kasurnya sambil bertanya padaku. “Fa, kamu ada ketemu hal aneh nggak selama di sini?” tanya Alfa padaku.

Aku bingung dengan pertanyaannya yang tiba-tiba itu, aku pun menjawab “Nggak ada deh Al, emang kamu ketemu gitu?” tanyaku kembali pada Alfa. Dia bercerita bahwa tadi setelah Dimas naik ke lantai dua dia cerita kalau pintu balkon tertutup sendiri, padahal tidak ada orang. Nah, dia kan tidak percaya hal seperti itu. Jadi waktu mau masuk ke kamar, Alfa mendengar sendiri suara pintu di banting dan itu berasal dari pintu kaca balkon. Aku hanya mendengarkan cerita Alfa tersebut, aku percaya bahwa di dunia ini ada makhluk yang tak terlihat oleh mata manusia. Tapi, aku juga tidak mau terlalu memikirkannya.

Hingga suatu malam setelah kembali dari perlombaan, aku naik ke lantai dua bersama teman-teman yang lain. Mereka duduk di ruang telivisi sedangkan aku berjalan menuju kamarku. Ketika hendak membuka pintu kamar, aku mendengar suara pintu tertutup dengan keras.

Segera aku menoleh ke arah asal suara yaitu pintu kaca balkon yang tampak bergetar seperti setelah di tutup dengan kencang. Melihat hal itu, aku segera memasuki kamarku dan berganti pakaian lalu bergabung dengan teman-teman di ruang telivisi.

Sungguh pengalaman yang sangat berkesan untukku, teman-teman ku yang lain bercerita bahwa mereka pernah di ganggu ketika malam pertama menginap. Entahlah, apakah itu benar atau tidak. Yang jelas makhluk seperti itu memang ada dan kita hidup berdampingan dengan mereka.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Misteri "Ukhti Baju Putih dan Pintu Kaca""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel