Kisah Nyata "Cahaya Doaku"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian tulisan yang dibagikan oleh Revida Wahyu Putri Nurrohmah ini berdasarkan pengalaman hidup dengan judul "Cahaya Doaku". Semoga cerita ini bisa memberikan kesan inspiratif bagi segenap pembaca sekalian.

Begini, Kisahnya...

Hidup itu tidak ada yang sempurna. Banyak tantangan setiap harinya. Justru tantangan inilah yang akan membuat kita semakin hebat dalam menyelesaikan masalah yang tak terlepas oleh doa.

Masa SMA yang tidak aku inginkan, masa yang tak inginku dengar dan inginku lenyapkan dari pikiran. Kata orang-orang masa SMA adalah masa yang indah, mempunyai banyak teman, sahabat, mungkin menemukan sebuah keluarga yang baru.

Tapi, menurutku itu hanya kebohongan, dan ilusi semata.

Awal masuk SMA mungkin baik-baik saja, saat berkenalan, bercanda, dan berkumpul barsama. Tetapi, seiring berjalannya waktu merasa ada yang berbeda, aku merasa semua teman-temanku memiliki perkumpulan masing-masing, bisa dibilang mereka memiliki geng, baik yang perempuan atau laki-laki.

Merasa hanya aku saja yang tidak punya teman akrab di kelas karena memang aku jarang berinteraksi. Awalnya aku pikir itu semua hanya sementara saja dan nantinya akan baik-baik saja.  

Tapi ternyata tidak, sampai kelas 2 SMA pun masih tetap sama.

Aku selalu berusaha baik dan mendekati mereka, setidaknya aku bisa bercanda dan tidak terasa asing di kelas sendiri. Tetapi, tetap saja mereka datang kepadaku saat mereka butuh, saat ada tugas, dan saat mereka ada maunya.

Saat yang dibutuhkan sudah terpenuhi mereka menghilang, mereka kembali dengan gengnya. Tetapi, saat aku butuh mereka seperti tugas, mereka tidak ada, dan bahkan tidak perduli. Hingga adu mulut pun terjadi gara-gara hanya masalah kecil seperti tugas sekolah.

Hingga acara sekolah yang diadakan setiap tahunnya kadang aku malas untuk datang. Karena aku pasti seperti angin yang terhempas dan hilang. Pernah sekali aku coba membuang semua pikiran negatif, seperti ikut kegiatan mereka foto kelas bersama, tetapi tetap saja disamping kanan kiriku, mereka asik selfie dengan gengnya masing- masing. Mungkin 1 foto dari 1000 foto kelas yang terdapat diriku di dalamnya dan selain itu tidak ada.

Rasanya ingin aku pergi yang jauh, rasanya aku ingin membuka suara, inginkan mereka mendengarkan jeritan hati yang tidak betah dengan perlakuan mereka. Tapi tak ada gunanya, karena telinga mereka tertutup dengan egoisnya masing-masing.

Aku kira hidupku seperti ini seterusnya, aku hampir menyerah dan tidak ada gunanya lagi untuk bersuara. Akan tetapi, terlintas difikiran jika aku SMA seperti ini haruskah aku rela kuliah seperti ini juga. Ada dorongan dari hati, “berdoalah kedepanmu agar lebih baik”. Aku percaya doa akan merubah segalanya dengan disertai usaha.

Tiap malam aku tak berhenti untuk berdoa, mengharapkan, bermimpi memiliki teman, dan sahabat yang akan merubah gelap menjadi penuh cahaya. Doa yang sering aku sebut adalah “sahabat”, sahabat yang baik dan yang ke dua “masuk Universitas Islam” untuk merubah diriku menjadi lebih baik.

Man Jadda Wa Jadda, barang siapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapat hasil. Berusaha dan selalu berdoa yang menyertai jalanku sesuai impian. Tidak ada yang tidak mungkin, Allah mengabulkan doaku, Allah mendengar-Nya, mendengarkan keluh kesahku. Mimpi yang aku pendam akhirnya terjadi, aku keterima Universitas Islam Negeri dan memiliki sahabat Masya’Allah benar-benar merubah semua sifatku.

Merubah yang dulunya gelap tanpa cahaya sekarang pun tidak ada titik gelap di hidupku. Kunci hidup adalah doa, karena doa yang akan merubah takdir yang kita inginkan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

21 Responses to "Kisah Nyata "Cahaya Doaku""

  1. Tetap semangat yaaa 😄

    BalasHapus
  2. Terus berkreasi, bagikan kisah inspirasi ... luar biasaaa

    BalasHapus
  3. Good kisah nyata banget

    BalasHapus
  4. Man Jadda wa Jadda, Masyaa Allah.. kisah yg menginspirasi 😊
    Next mbak 👍

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel