Kisah Nyata dan Inspiratif "Saat Cinta Tak Mampu Tergenggam"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian tulisan yang dihasilkan dari pengalaman nyata ini berjudul "Saat Cinta Tak Mampu Tergenggam" yang ditulis dan disajikan oleh Ilma Hidayanti. Dalam tulisan ini  ia membagikan kisah inspiratif kepada segenap pembaca sekalian.

Begini, Kisah Nyata dan Inspiratifnya..

Saat dibangku sekolah dasar,untuk pertama kalinya aku mengagumi seorang laki-laki. Mungkin itu usia yang terlalu muda untuk mengenal cinta,tapi kenyataannya aku memang mengaguminya.Dia berbeda dengan teman laki-lakiku yang lain.Ia anak yang berprestasi mungkin karena itu aku mengaguminya.

Walaupun ia sedikit nakal,tapi kenakalannya tidak mengurangi rasa kagumku terhadapnya. Namun,ada satu hal yang membuatku bingung aku tidak bisa menatap matanya jika ia berbicara padaku.

Aku merasa deg-degan itulah yang membuatku sering marah kepadanya tanpa alasan.Aku mencoba menutupi perasaanku.Aku tidak ingin ia tahu aku mengaguminya diam-diam walaupun dalam hati aku berharap ia memiliki perasaan yang sama denganku.

Beberapa bulan berlalu,tak terasa kini aku sudah duduk di bangku SMP.Rasanya baru kemarin aku memakai seragam merah putih di sekolah,sekarang seragam itu sudah berganti warna.Ada perasaan senang dan sedih.

Aku senang bisa melanjutkan ke sekolah menengah pertama, tapi aku juga merasa sedih karena teringat aku akan terpisah dengannya.Aku tidak tahu ia ingin masuk sekolah mana,tapi tak disangka aku bertemu dengannya saat masa orientasi siswa ternyata ia masuk sekolah yang sama denganku.

Sungguh, aku senang sekali bisa bertemu dengannya walaupun ia tidak pernah tahu perasaanku.Saat itu ponselku berdering,ternyata ada pesan dari dia.Aku pun terkejut.Apakah aku sedang bermimpi?aku mencoba memukul pipiku dan terasa sakit artinya ini semua bukan mimpi.

Dengan tangan gemetar aku membalas pesannya . Semakin hari hubungan kami semakin dekat. Perasaanku mulai berubah,lebih dari sekadar mengagumi. Aku mulai menyukainya. Perasaan ini semakin dalam membuatku sempat terpikir,aku tak ingin hanya menjadi temannya. Aku ingin menjadi pacarnya.

Beberapa bulan kedekatanku dengannya, Ia menyatakan perasaannya padaku.

Aku tak yakin ia mengatakan itu, tapi kenyataannya memang seperti itu. Ia menunggu jawabanku. Itu lah saat dimana aku merasakan yang namanya galau. Seharusnya aku merasa senang,tapi aku malah bingung,sungguh bingung.

Hatiku bergejolak dengan pikiranku.Pikiranku mengatakan aku harus menerimanya karena ini yang kuinginkan sejak dulu. Namun,hatiku berkata aku tidak bisa menerimanya karena dalam hukum islam pacaran itu dilarang dan kedua orang tuaku juga tidak memperbolehkan.

Hati dan pikiranku terus bergejolak sampai akhirnya aku memutuskan untuk menolaknya.Saat aku mengatakan itu,hatiku terasa sakit seperti ditusuk sebuah pedang. Bagaimana tidak, aku harus melepaskan begitu saja orang yang sejak dulu aku kagumi. Aku melakukan ini semua karena Allah SWT.

Aku ingin menjadi hambaNya yang taat,menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Aku yakin jika ia memang orang yang baik untukku, Allah swt pasti akan mendekatkanku kembali dengannya.Aku tahu keputusan ini membuatnya sakit, tapi mungkin ini lah yang terbaik. Semoga dia menemukan orang yang lebih baik untuknya dan benar saja tak butuh waktu lama sekarang ia sedang dekat dengan seorang perempuan yang ternyata adalah temanku sendiri.

Sakit saat mengetahui itu,tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku bukan siapa-siapanya. Aku tidak berhak marah ataupun cemburu dengannya. Hari-hari kulewati seperti biasanya. Aku mencoba untuk mengalihkan perhatianku dengan serius belajar karena sebentar lagi aku akan menghadapi Ujian Nasional.

Setelah semuanya selesai kulewati,kini aku sudah duduk di bangku SMA. Aku pikir setelah selesai SMP aku tidak akan bertemu dengannya lagi dan aku bisa melupakannya,tapi ternyata tidak. Aku dipertemukan kembali dengannya di sekolah yang sama.

Apakah kisah yang dulu akan terulang lagi ? ternyata tidak.

Sekarang ia sudah mempunyai pacar. Namanya Ratna. Aku akui ratna memang cantik. Entah mengapa aku tak sanggup setiap kali melihatnya berdua dengan ratna. Ia terlihat sangat bahagia bersama ratna. Ada rasa penyesalan di dalam hatiku karena keputusanku sekarang,ia dengan orang lain.

Aku baru menyadari bahwa aku tidak bisa melupakannya. Aku sudah lebih dari sekadar suka. Aku mencintainya. Aku ingin bersamanya. Aku menyesal dulu melepaskannya begitu saja. Jika diberi kesempatan lagi aku ingin mengulang kisah yang dulu. Kisah yang hampir berakhir bahagia. Aku ingin kembali dekat dengannya ,tapi apa daya aku sudah mengambil keputusan dan aku harus menerima resikonya.

Alhamdulillah Allah mengabulkan doaku, Ia dekatkan kembali aku dengannya karena ternyata ia sudah putus dengan ratna. Aku sungguh senang,tapi ternyata kebahagiaanku ini tidak berlangsung lama.

Saat aku ingin memperbaiki semuanya, aku berusaha tidak mengecewakannya untuk kedua kalinya. Aku ingin menerimanya menjadi pacarku,tapi malah dia yang mengecewakanku. Aku mengetahui ternyata aku hanya dijadikannya cadangan. Aku tidak menyangka dia bisa berbuat seperti itu. Dia juga tega membohongiku.

Dia mengatakan sangat mencintaiku dan aku satu-satunya dalam hidupnya setelah ia putus dengan ratna. Kenyataannya, itu semua bohong. Aku merasa dia bukan sosok laki-laki yang aku kagumi dulu.

Ia sungguh berubah. Entah apa yang membuatnya menjadi seperti sekarang ink.Hatiku sungguh sakit,kecewa,marah,semuanya bercampur menjadi satu. Akan tetapi,sampai detik ini pun aku tetap mencintainya.

Aku tidak bisa melupakannya meskipun ia sudah menyakiti aku. Selalu ada pintu maaf untuknya meskipun aku masih ingat jelas kesalahannya padaku.Rasa sakit ini pun masih membekas di hati seperti kenanganku saat bersamanya.

Tidak akan pernah bisa terlupakan oleh waktu. Ia akan selalu berada dibagian hatiku yang terdalam.Sekarang ini, aku hanya bisa bersyukur karena Allah swt telah menunjukkan padaku bahwa dia bukan yang terbaik untukku.Mungkin ini juga teguran dari Allah swt karena aku mulai mencoba tidak taat kepadaNya.

Aku mengikuti hawa nafsuku karena keinginanku yang begitu besar untuk menjadi pacarnya akibat rasa penyesalanku dulu. Aku terlalu berharap kepada manusia dan Allah sangat cemburu akan hal itu hingga ia timpakan kepadaku rasa kecewa begitu besar agar aku kembali berharap hanya kepadaNya. 

Biarlah sekarang hidupku mengalir seperti air. Teruslah memperbaiki diri untuk lebih baik dan memperbanyak berdoa.Aku harus belajar bagaimana cara melawan hawa nafsu,bagaimana rasanya melepaskan sesuatu yang sudah tergenggam agar aku mengerti apa itu ikhlas.Belajar merelakan itu mungkin sulit, tapi jika dia memang jodohku semoga Allah swt di kemudian hari bisa mempertemukan aku kembali dengannya dalam keadaan yang baik dan saling memperbaiki diri masing-masing agar kami bisa saling mengingatkan.

Jika tidak, maka pertemukanlah aku dengan orang yang lebih baik lagi begitupun dengannya dan bantu aku untuk bisa mengikhlaskannya. Amin ya  rabbal alamin.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Nyata dan Inspiratif "Saat Cinta Tak Mampu Tergenggam""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel