Kisah Nyata Hidup di "Kesempatan Kedua"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian tulisan ini dihasilkan dari cerita nyata yang dituliskan oleh Yoga Pratama dengan judul "Kesempatan Kedua". Dalam cerita pendek ini ia menguraikan tentang pengalaman hiudp yang semoga bisa memberikan kesan inspiratif kepada segenap pembaca.

Begini, Kisahnya....

Kisahku ini dimulai sewaktu aku masih duduk dibangku TK (taman pendidikan kanak-kanak) bertahun-tahun yang lalu. Saya belum tahu banyak tentang kehidupan didunia. aku tinggal bersama kakek dan nenekku, ayakku menjadi pembudidaya ikan di ujung wilayah provinsi lampung dan ibuku menjadi TKW di negara taiwan.

Saya hidup dikampung dengan segala kekurangan yang ada dikampung. Belum ada banyak wc/toilet yang seperti sekarang, dulu yang ada hanyalah wc/toilet sederhana dan berada di belakang rumah yang jauh, hal ini bertujuan agar tidak mengganggu kehidupan dilingkungan rumah.

Malam itu perutku begitu sakit sehingga aku ingin pergi ke wc, jam menunjukan pukul 21.00 dan sedikit gremis waktu itu. Aku menyuruh nenekku untuk menemaniku, karena aku takut pergi ke wc karen jauh dan gelap karena dibawah pohon bambu yang lebat.

Karena aku begitu takutnya, akhirnya Nenekku menyarankanku untuk membuang air besar di selokan depan rumah yang airnya langsung mengarah kesungai. Tapi tidak kusangka, hal ini malah menjadi petaka.

Aku menjerit kesakitan dan nenekku merasa ketakutan sehingga membawaku ke kamar mandi untuk membersihkanku sesudah buang air besar. Aku lalu dibawa kerumah dan dilihatlah kakiku oleh pamanku, kata pamanku aku digigit ular karena pamanku melihat 3 gigi yang tertancap di kaki kiriku. 

Akupun dilarikan kerumah kakek buyutku untuk diberi pertolongan pertama, waktu itu masih sedikit orang yang mempunyai kendaraan sepedah motor. kakek dan nenekku menyuruhku naik ke atas sepedah tua milik mereka.

Hujan rintik- rintik tidak menghalangi kakekku terus menggayuh sepedah tuanya padahahal udara dingin merasuk ketulang-tulang hingga kedalam sumsung tulang hingga yang paling dalam. Sesampainya aku dirumah kakek buyutku, bekas gigitan ular itu dihisap dan dimuntahkan hingga 3 kali.

Kaki kiriku diikat dengan sangat kencang dengan sebuah kain, kata nenekku agar tidak menyebar bisa ularnya. Kaki kiriku mulai membengkak dan terus membesar, aku dibawa kedokter-dokter terdekat, Tetapi tidak ada yang sanggup menangani dan semua dokter serta bidan yang kami temui menyarankan untuk pergi kekota agar mendapat penanganan khusus. tetapi mobil bu dokter sedang dibawa keluar kota dan itu adalah satu-satunya harapan agar dapat kekota.

Akhirnya kami menunggu hingga esok hari hingga menunggu mobilnya kembali. Aku dibawa kerumah sakit ternama yang ada dikota, tetapi kata pak dokter aku sudah telat untuk ditangani karena sudah 2 hari dan kami pun pulang dengan rasa was-was dan cemas.

Aku melihat kakek dan nenekku dengan raut muka mereka yang sedih dan merasa bersalah, Akupun ikut sedih akan hal itu. Sesampainya di rumah aku dibawa ke orangorang yang punya ilmu spiritual-spiritual hingga kemanapun di tempuh dan dikunjungi oleh kakek dan nenekku. Hal ini juga salah satu faktor yang membuatku semangat bahwa aku harus sembuh, karena mereka juga tidak punya rasa pantang menyerah agar aku sembuh dan kembali sehat seperti sedia kala.

Akhirnya aku sembuh dan aku bisa hidup seperti manusia yang lainnya.

Aku menyimpulkan bahwa hidup ini adalah sebuah kesempatan. Kesempatan yang belum tentu setiap orang mendapatkan, kesempatan yang belum tentu datang untuk kedua kalinya dan kesempatan yang tidak boleh di sia-siakan.

Aku bersyukur, aku masih diberi umur panjang dan aku masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Aku menyakini bahwa tuhan menciptakan sesuatu hal dengan tujuan yang besar dan segala sesuatu dikehidupan didunia ini pasti ada hikmahnya. Tidak ada yang tahu sebuah hikmah kecuali untuk orang-orang yang ingin berpikir dan menggunakan pikirannya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

3 Responses to "Kisah Nyata Hidup di "Kesempatan Kedua""

  1. MasyaAllah sungguh Allah maha baik pada hambanya yang senantiasa berikhtiar πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

    BalasHapus
  2. Iya kak , jadi ceritanya udah kebal lah ya sama gigitan ularπŸ˜‚

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel