Kisah Nyata Hijrah "Anak Nakal Sampai Yang Bisa Dibanggakan"

KisahTerbaik.com- Rangkaian tulisan berdasarkan pada pengalaman nyata tentang Hijrah ini ditulis oleh R. Wira Asmara Ganda salah satu Mahasiswa di UGM (Universitas Gajah Mada). Kisah ini berjudul "Hijrahku Sederhana: Dari Anak Nakal Sampai Yang Bisa Dibanggakan". Berikut adalah kisah inspiratifnya.

Kisah Nyata Hijrah

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs. Al-Baqarah 2:218).

Kata hijrah berasal dari Bahasa Arab yang berarti meninggalkan, menjauhkan dari, dan berpindah tempat. Dalam konteks sejarah hijrah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat beliau dari Mekah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, berupa akidah dan syari’at Islam.

Hijrah sendiri dalam konteks Islam berarti memutuskan atau meninggalkan apa yang dibenci Allah menuju apa yang dicintaiNya, atau yang dikenal dengan istilah "hijrah kepada Allah dan RasulNya".

Tentunya banyak pengertian dari kata hijrah itu sendiri dari masing-masing orang. Hijrah sendiri dalam pandanganku sangat sederhana, yaitu meninggalkan dari perbuatan buruk atau tidak baik dan melaksanakan perbuatan yang baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Pada kesempatan yang baik ini, aku akan berbagi sedikit cerita mengenai hijrah dalam perjalanan kehidupanku. Semoga bermanfaat!

Kehidupanku saat ini sungguh berbeda dengan dahulu. Aku sangat bersyukur bisa menjalani episode demi episode kehidupan saat ini yang aku pilih. Dahulu sewaktu masih menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) aku adalah anak yang nakal atau bandel.

Kenapa bisa dikatakan seperti demikian? Ya, dahulunya aku anak yang hanya senang sekali bermain-main. Mulai dari malas sekali belajar saat sekolah, sering bolos hanya untuk bermain playstation, sukanya main game online sampai bergadang dan jarang pulang ke rumah, ikut tawuran dengan anak-anak, sampai-sampai ujian nasional SMP pun menggunakan contekan untuk dapat lulus.

Singkat cerita, pada saat menginjak bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kehidupanku benar-benar berubah. Saat itu ketika aku sedang mengikuti ceramah, tema yang dibahas adalah mengenai orang tua. Entah mengapa dari momentum tersebut, diriku berubah untuk bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Mulai saat itu sering sekali memikirkan kedua orang tuaku, bahkan sampai memikirkan ke depan bagaimana masa depanku untuk membahagiakan orang tuaku kalau terus menerus tidak ingin berubah menjadi lebih baik.

Akhirnya aku memutuskan untuk menjadi lebih baik, dengan menuruti setiap apa yang diperintahkan oleh orang tuaku, belajar sungguh-sungguh, lebih rajin dalam beribadah, dan bahkan sampai aku mempunyai impian untuk kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) (padahal di awal universitasnya saja tidak tahu di mana dan seperti apa) karena aku beranggapan yang penting negeri.

Ya, titik balik kehidupanku di bangku SMK dimulai. Dahulu ketika SMP menjadi anak yang nakal saat SMK justru kebalikannya. Padahal jika dilihat, lingkungan SMP dulu yang swasta sehingga tidak mendukungku untuk lebih baik dan sebenarnya SMK pun sama karena sudah tahu pasti bagaimana anak STM pada zamannya.

Jika disimpulkan ada dua hal yang membuatku terus berubah agar menjadi lebih baik, hal tersebut adalah NIAT dan LINGKUNGAN. Niat merupakan pondasi terpenting untuk berubah menjadi lebih baik. Karena semua yang dijalani akan bermula pada niat yang kuat terlebih dahulu untuk meninggalkan dari perbuatan yang buruk menuju kebaikan-kebaikan.

Jangan pernah ada terbesit bosan untuk terus melakukan kebaikan baik untuk diri sendiri atau orang lain. Karena sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Selanjutnya, lingkungan menjadi bagian terpenting juga untuk mendukung pondasi dalam mewujudkan kebaikan demi kebaikan.

Dua hal tersebut akhirnya telah mengubah saya menjadi lebih baik. Tentu saja demikian, pada saat di bangku SMK akhirnya saya mendapatkan peringkat lima besar secara terus menerus di kelas, ibadah saya pun meningkat dari kuantitas maupun kualitas yang dulunya masih jarang-jarang, bahkan ketika lulus impian saya pun terwujud yaitu dapat mengenyam bangku pendidikan di UGM yang merupakan kampus tertua di Indonesia.

Bagaimana tidak bahagia dan bangga saat ini, melihat kehidupan dahulu akhirnya saat ini dapat membanggakan kedua orang tua melihat anaknya kuliah di negeri dengan dua beasiswa yang didapatkannya. Padahal ketika akan lulus SMK aku mengutarakan keinginanku untuk kuliah kepada kedua orang tuaku, tapi apa yang dikatakan kedua orang tuaku saat itu:

Mas, bapak dan ibu kalau ingin menyekolahkanmu sampai kuliah tidak bisa. Bapak dan ibu hanya bisa menyekolahkanmu sampai SMK. Tapi kejarlah cita-citamu nak, sekolah yang pinter biar bisa lulus lalu kuliah dengan beasiswa, bapak dan ibu hanya bisa mendoakanmu setiap malam.

Bermula dari pesan tersebut menjadikanku untuk terus mengejar impianku untuk berkuliah. Walau tidak mudah, faktanya bahwa dari SMK-ku sangat sulit untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi negeri dan bahkan belum ada yang diterima di UGM.

Setelah membulatkan tekad, alhamdulillah setiap bait doa yang dilantukan aku dan kedua orang tuaku terwujud. Aku dapat menjadi mahasiswa di UGM setelah melewati perjuangan yang panjang dan betapa bahagianya melihat kedua orang tuaku melihat anaknya bisa sekolah sampai di bangku perguruan tinggi.

Tugas ke depannya adalah untuk terus dapat belajar dan berkarya agar bisa berkontribusi dan bermanfaat bagi orang lain, masyarakat, negara, dan bangsa ini.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Nyata Hijrah "Anak Nakal Sampai Yang Bisa Dibanggakan""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel