Kisah Nyata Keluarga "Kehancuran yang Membangun"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian tulisan tentang cerita nyata soal keluarga menjadi salah satu hal menarik untuk dibaca, salah satunya hasil karya dari Sajidah Salsabila Annisa yang berjudul "Kehancuran yang Membangun".

Begini, Kisah Nyatanya...

Nama saya Sajidah Salsabila Annisa. Saya berumur 19 tahun. Saya berasal dari kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Saya anak kedua dari empat bersaudara. Saya memiliki satu kakak laki-laki, satu adik perempuan, dan satu adik laki-laki. Kakak laki-laki saya bernama Sajid Muhammad Wildan. Adik perempuan saya bernama Sajidah Fadhia Rahman. Adik laki-laki saya bernama Sajid Umar Ahmad. Saya berasal dari keluarga broken home.

Saya hanya tinggal bersama Ibu saya dan saudara-saudara saya. Saya sudah terbiasa hidup tanpa Ayah. Ibu saya adalah seorang guru Honorer di sebuah sekolah negeri. Dengan gaji yang secukupnya, ibu berusaha memenuhi kebutuhan hidup kami sendiri. Kami cukup bahagia dengan keadaan keluarga kami.

Pada saat saya berumur 3 tahun, Ayah saya mengalami masalah dan berada di balik Jeruji Besi. Pada umur itu saya masih belum memahami apa yang terjadi terhadap keluarga saya. Setiap minggu saya dan Ibu saya pergi mengunjungi Ayah Saya. Walaupun saya pada umur itu sudah berpisah dengan ayah saya tapi saya yakin hal yang terjadi itu akan mendewasakan.

Pada saat saya berumur 6 tahun, Ayah dan Ibu mengalami permasalahan keluarga yang menyebabkan saya harus memilih untuk hidup dengan salah satu di antara mereka. Ayah saya memaksa saya untuk hidup dengannya namun saya memilih untuk hidup dengan ibu saya.

Permasalahan bergejolak hingga saya berumur 16 tahun di mana orang tua selalu memperebutkan hak asuh yang menyebabkan saya merasa tidak nyaman dengan kondisi rumah saya. Rumah tidak terasa seperti rumah, keluarga tidak layaknya keluarga.

Terasa kehampaan yang cukup berat untuk saya. Di mana pada umur remaja pada umumnya membutuhkan orang tua sebagai panutan dan saya disini berdiri sendiri tanpa memiliki seorang pun panutan untuk melangkah.

Selama lebih dari 10 tahun saya berdiri sendiri. Berdiri sebagai penyemangat anggota keluarga agar tidak lemah dan nyatanya saya sendiri yang lemah. Saya yang harus berdiri sendiri di atas kaki saya tanpa seorangpun yang membantu saya untuk melangkah.

Tujuan hidup saya hanya untuk sukses agar tidak mengecewakan ibu saya dan saya berhasil masuk ke salah satu sekolah favorit di kota saya. Saya berfokus kepada pendidikan walaupun terkadang keluarga saya rindukan.

Saya rindu kepada keluarga tanpa seorangpun yang membantu saya untuk melangkah. Saya berfokus kepada pendidikan walaupun terkadang keluarga terasa mulai saya rindukan. Saya rindu kepada keluarga yang utuh seperti teman-teman pada umumnya namun saya tetap bertahan dengan kesepian ini.

Pada saat saya berumur 18 tahun. Saya mengalami stress berat yang menyebabkan saya melakukan banyak hal buruk yang merusak diri saya selama lebih kurang enam bulan. Saya mengalami perubahan secara fisik, mental, dan psikologis yang drastis.

Hal yang mendorong saya untuk melakukan hal itu karena saya merasa kehilangan dukungan dan support dari keluarga saya. Saya merasa saya selalu disalahkan atas segala hal buruk yang terjadi. Berat badan bertambah dengan drastic, menurunnya nilai akademis, kehilangan minat akan segala hal
termasuk hidup.

Tapi saya berusaha tetap bertahan. Hal yang mengejutkan dari perubahan yang terjadi terhadap saya adalah saya mengidap gangguan Bipolar dan gangguan ambang batas mood. Kemungkinan gangguan yang dialami diakibatkan oleh genetika dan pengalaman buruk masa kecil.

Tapi sungguh tak apa, pengalaman buruk itu akan saya jadikan pengalaman hidup sehingga tidak akan terulang dimasa depan.

Akhirnya saya tetap bertahan hidup dengan berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Saya mulai aktif mengikuti organisasi di kampus dan mengikuti berbagai macam lomba menulis.

Saya menjadi pribadi yang lebih kuat. Saya berfikir kegagalan yang terjadi pada keluarga saya merupakan sebuah tahap untuk kesuksesan di keluarga saya mendatang. Kehancuran keluarga saya akan membangun kehidupan yang lebih baik ke depannya. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah tahapan baru untuk memulai sebuah kesuksesan.

Keluarga kita boleh hancur tapi tidak berarti kita juga hancur. Kita adalah pribadi yang kuat. Kita dapat bertahan dengan satu orang tua. Kita dapat bertahan tanpa orang tua. Kita dapat bertahan walaupun kegaduhan selalu terjadi di rumah.

Tak apa, semua permasalahan akan segera berakhir.. Masa depan yang cerah sedang menanti kita. Jika kita yakin, kita bisa. Semangat untuk semua pejuang broken home, kita kuat dari pengalaman. Semoga kita dapat menghapus image buruk yang tertanam pada anak broken home. Semangat semua!.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

12 Responses to "Kisah Nyata Keluarga "Kehancuran yang Membangun""

  1. Sangat sangat membangun. Kuharap, semua anak seusia mu, yg memiliki pengalaman sepertimu, bisa se-hebat dirimu. Kerja bagus, Sajidah:') teruslah berkarya menjadi yang menginspirasi:)

    BalasHapus
  2. Bangga sama kamu saj :'), semangat terus yaaaa temann, yakin Allah punya alasan sama semua yg terjadi sama kita, luvv

    BalasHapus
  3. Terima kasih sudah meng share kisahmu, sangat inspiratif dan sangat membantu buat orang2 yg kurang mengerti dan dapat memahami tentang broken home :(
    Terus semangat dan sukses kawan :)
    Semoga menjadi inspirasi di berbagai kalangan dan terus menjadi pejuang hebat :)

    BalasHapus
  4. Hebat banget :") Bisa bangkit di saat saat terpuruk itu hebat banget, banyak orang yang ga berhasil tapi kamu bisaa

    Terus berjuang ya, aku yakin cerita ini banyak menginspirasi orang orang yang baca😁

    BalasHapus
  5. Sajidah hebat. Makasih jid udah berbagi pengalaman yg gk semua orang berani ungkapin. Makasih karena ngasih satu lagi pelajaran kalau setiap perilaku atau perbuatan pasti ada alasannya. Kelembutan sajidah menutupi mata kami kalau sajidah sangat terluka. Tetap semangat jid. Allah swt gk tidur. Insyaallah kami ada buat sajidah kalau sajidah juga percaya sama kita πŸ€—πŸ€—πŸ€— sajidah hebat sajidah kuat πŸ€—πŸ€—πŸ€—

    BalasHapus
  6. Bikin terharu saj;).. ceritamu bikin aku jadi bersyukur dengan keadaan dan memotivasi supaya kuat kek kamu ^-^

    BalasHapus
  7. Bikin terharu saj;).. ceritamu bikin aku jadi bersyukur dengan keadaan dan memotivasi supaya kuat kek kamu ^-^

    BalasHapus
  8. Aku tau kamu sangat kuat makanya aku suka berteman sama kamu:) Saj, kamu pribadi yang hebat, bisa dibilang kamu yang paling kuat. Aku tau dimasa masa terpurukmu itu kamu pasti akan susah payah untuk tetap senyum dihadapan kami, and then you made it babe. Dari kamu aku belajar untuk selalu bersyukur. Saj, aku senang dengar ketawamu, jadi sering2 ketawa ya sama aku, sama kami semua teman temanmu:)

    BalasHapus
  9. Good utk paragraf 15 dan seterusnya

    BalasHapus
  10. Your efforts will worth the results honey,, love u sajidah:) keep that smile on ur lips and stay strong

    BalasHapus
  11. Who put onion here?😒
    You and your life story are incredibly inspiring and motivating. Keep your head up, remember that God only gives his hardest battle to His strongest soldiers. Bahagia selase, SatchπŸ˜€

    BalasHapus
  12. Sangat kuat teman ku ini, terima kasih ini sangat membangun semangat bagi kita semua, karena kita tidak sendirian ada Tuhan selalu menopang kitaπŸ’ͺ😊

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel