Kisah Nyata "Lubang Kebangkitan Si Polos"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian tulisan tentang kisah nyata ini, di tulis oleh Rifki Agustian seorang siswa SMP,yang berjudul "Lubang Kebangkitan Si Polos",menceritakan seorang anak yang di tindas oleh teman temannya sendiri.Semoga para pembaca bisa mengambil hikmah dan menjadikannya sebagai percontohan hidup agar menjadi lebih baik lagi.

Dan inilah kisahku…

Suatu kehidupan yang keras.......
Itulah tempatku
Suatu pencacimakian,pemalakan,pembulian.......
Itu sudah biasa bagiku
Waktu demi waktu......
Hari demi hari.....
Itulah Rotasi perjalanan hidupku ini
Seperti hal nya leher di lilit tali
Apakah.....
Karena kepolosanku
Kalian bisa berbuat seenaknya
dan apakah....
Karena aku tidak bisa apa apa
Diriku menjadi bahan cemoohan kalian
Jika diriku pendiam
Kalian tidak berhak mengucilkanku
Tapi,sekarang sisi gelap ini merubah jiwaku dan hidupku
Dulu diatur sekarang aku mengatur 
Dulu dikucilkan sekarang aku kepercayaan 
Dulu dicacimaki sekarang berprestasi
dulu dibully sekarang disayangi
*guru yah bukan pacar:):):)

*Ingat,ini adalah nyata// hikmah baik atau buruk akan dikisahkan!!!

Hai teman teman,Namaku Rifky,tepatnya pada saat itu umurku masih 11 - 13 tahun.Aku seorang anak lelaki yang sangat polos dan manja,diriku agak susah bergaul dengan teman teman yang lainnya dan sangat pendiam.

Wajahku keputih putihan dengam pipi yang tembem dan mata agak sipit .Aku suka memakai celana kain yang panjang,serta baju lengan pendek yang tidak ada gambarnya.

Diriku bersekolah di SD,sebuah tempat yang sudah tua,dengan bangunan retak disegala penjuru tembok......

Tak luput pula tulisan dan gambar pun disana sini membuat suasana sekolahku junuh dan seram.

Ditambah lagi,sekolah itu dipenuhi murid murid yang nakal seperti layaknya seorang Preman bertubuh kecil,dan perempuannya pun berkelakuan tidak sepatutnya seperti perempuan pada umumnya yang kecil jadi dewasa,yang dewasa jadi tua,yang tua jadi muda.Sifat dan kelakuan mereka tidak sesuai dengan seumuran mereka dan jalan yang mereka ambil sangatlah salah.

Aku tak habis pikir kenapa aku dimasukan ketempat seperti neraka ini
Rasanya ingin mati jika terus berada ditempat ini
Bersama jiwa kebiadaban yang keji
Yang terus menghampiri kedalam hidupku ini.

Pada saat itu, aku berlari tergesa gesa ke sekolah seperti dikejar anjing penjaga,dan  "Krriiinng!!" Bel sekolah pun berbunyi. Aku dengan cepat menuju ruang kelas ku.Tapi apalah daya ada si Dea seorang ketua Genk punk sudah menunggu di depan pintu kelas.

"wah"Sontak diriku terkejut didalam hati.
"Hey!!!,LO sini anak Cupu aneh."

Lalu,akupun memberanikan diri untuk memdekatinya

"Kalo elo mau masuk kelas,elo harus bayar duit Rp.2.000 ke gua" Dengan senjata Brass Knuckle yang ditodongkan ke arahku.
"TA.ta.ta.tapi Bang" Dengan suara gagap dan ketakutan.
"Hah!!!, Jadi elo gak mau ngasih duit ke gue??"
"Bu.bu.bu.bukan itu bang,ta.tapi saya ng.nggak punya duit Bang" Dengan suara gagap sambil menangis.
"Anj*ng,B*ngsat lo Cupu!!!" Menatap dengan kemarahan.

Si Dea pun memanggil teman temannya,aku hanya tediam sambil ketakutan.

Teman temannya pun datang mereke Toto,Aldi,Galang sekaligus anggota dari Genk Punk berpenampilan seperti preman lidah dan bibir mereka pun di Phirshing dengan anting yang besar ditelinga mereka.

"Mendingan lo ngasih duit deh ke kita,kalo elo mau seamat??" 

Diriku pun menangis
Awan pun gerimis
Ku terdiam sesaat
Dengan derita yang mereka buat.

Sang Genk punk pun menyeret diriku kedalam kelas karena aku kelamaan menjawab.Setelah itu;
Terdengar sangsakala tertiup

pintu pun tertutup
hilanglah harapanku untuk hidup
karena ku sudah tak sanggup

Mereka semua memukuliku,menendangku,menyeretku tanpa ada ampun.Ku berteriak minta tolong!!! tidak satupun menolongku mereka meraih sakuku dan mengambil uangku.Lalu sang guru pun datang dan menolongku tapi mereka tidak mau mengakui kalau mereka membullyku.

Tragedi itu pun selesai semua semua berjalan seperti biasa dan aku pun tidak terlalu memikirkan itu karna diriku sudah terbiasa diperlakukan seperti itu.Pelajaran Matematika pun dimulai guru menyuruhku mengisi soal yang mudah itu,orang orang disekelilingku pun mencemoohkanku karna diriku bodoh dan aku tidak bisa dalam semua pelajaran.

Lalu pelajaran kedua pun dimulai yaitu Olahraga  tapi aku juga tidak bisa dalam pelajaran ini tidak ada seorang pun yang ingin dekat denganku karena aku anak cupu yang bodoh.Mereka terus menyuruhku,apakah aku seorang yang dilahirkan.Yang terus saja disuruh membeli sesuatu oleh orang lain.

Binatang itu digiring
Diriku layaknya seperti anjing 
Akan dibuang bila datang
Kalaupun mendekat ku ditendang.
Pelajaran pun selesai dan bel pulang pun berbunyi

"Krriiinng"

Akupun pulang tapi ada saja yang menghadangku yaitu Sang Genk punk.Mereka membawaku dan menyeretku ke subuah tempat yang menyeramkan yaitu WC belakang sekolah.Mereka mengunciku didalam sana,entah sudah berapa kali mereka melakukan ini kepadaku.Tapi pada saat itu aku benar benar tidak bisa keluar dari WC tersebut,mereka mengunciku memakai bilah bambu.Biasanya mereka hanya mengunciku memakai tali rapiya tapi sekarang aku benar benar terjebak.

WC ini adalah WC yang paling ditakuti para siswa karena sering terlihat sosok hantu Kuntilanak dan Genderuwo.Karena didepan WC tersebut ada pohon besar yang sudah tua dan WC itu pun jarang dipakai membuat WC ini sangat angker dan menyeramkan.

Aku memikirkan cara untuk keluar dari WC tersebut,sudah berbagai cara aku mencoba keluar tapi hasilnya gagal.

"Tolong!!!,tolong!!!"suaraku minta tolong dengan kerasnya.
Tapi tidak ada yang menjawabnya.
"Bruuk,bruuk"diriku mencoba mendobrak pintu.
Tapi semua yang kulakukan gagal.Waktu pun berlalu,sudah 3 jam aku terkunci di WC tersebut.Aku sangat lelah akupun duduk di tepi WC.
"Hhhuuhh"menghembuskan nafas sambil memejamkan mata sejenak.
Tapi dalam pikiranku,ada suatu hal yang dari tadi terus menggangguku.
"Oh iya iya,inikan WC yang angker di sekolah ini" merenungkanya sambil duduk.

Seketika hawa pun menjadi panas sekujur tubuhku mulai merinding.Akupun melihat jam di tanganku.

"Bagaimana ini,sudah jam 4.30 P.M Pasti keluargaku khawwatir!!" dengan raut muka yang tegang.
Saat penerangan sang surya mulai redup tercium bau amis yang sangat pekat seperti bangkai ikan yang membusuk.

Setelahnya,ada darah yang menetes dari atas,tepat didepan tempat dudukku.

"Hah!!,kok ada tetesan darah???" sambil terkejut dan ingon muntah.
Lalu,perlahan lahan aku menoleh ke atas,dan melihat??:
"Whaahh toloong!!!".

Sesuatu yang tidak seharusnya aku lihat,sepasang kaki melayang dengan darah bercucuran dan daging yang mencuat keluar.Setelahnya,akupun pingsan.

Sekitar 30 menitan alu baru sadar kembali dengan pintu WC yang sudah terbuka,serta sosok dan ceceran darah yang sudah tidak ada.Aku langsung bergegas keluar dari WC tersebut,terlihat bilah bambu yang mengunciku terbelah menjadi dua.

Aku terpikir bagaimana bambu tersebut bisa terbelah menjadi dua,dan pintu WC nya bisa terbuka.Tapi,itu tidaklah penting.Akupun langsung lari untuk pulang kerumah.
Entah kenapa,aku malah menengok dulu kebelakang.dan terlihat sosok Genderuwo tinggi besar bermata merah sedang berdiri hampir sejajar dengan pohon tua depan WC tersebut.

"Sosok yang tadi saja sudah sangat menyeramkan,apalagi yang ini??" sambil lari terbirit birit pulang ke rumah.
Sepulangnya di rumah;
"Bu,aku pulang" sambil tersenyum kepada ibuku.
"Kemana saja nak??,kenapa baru pulang?" kata ibuku.
"Tadi disekolah ada tugas kerja kelompok jadi pulangnya lambat"
"Bajumu kenapa kotor sekali nak??" ekspresi heran.
"Oh ini,tadi jatuh bu pas mau pulang ke rumah" 

Aku berbohong kepada ibuku,aku tidak mau sampai ibuku khawatir.Ku mengganti pakaian,terus diriku makan dengan lahapnya.Sesudah itu,aku langsung pergi ke kamar dan menutup pintu rapat rapat.Lalu,melamunkan insiden yang menimpa diriku.Karena syok nya tragedi itu terus menghantuiku.

"ternyata rumor itu benar,ada seorang gadis remaja yang mati gantung diri di WC itu dan arwahnya gentayangan."

Kenapa hidupku seperti ini,kapan mereka akan berhenti melakukan kekerasan kepadaku.

"Aku tidak boleh diam saja,aku harus membalas perbuatan mereka!!!" dengan gagahnya dia mengucapkannya.Tapi apa yang harus aku lakukan??
-Kalau menggunakan fisik; sudah jelas aku akan kalah.
-Kalau pindah sekolahan; nanti orang tuaku curiga.

Lagipula,sekarang sudah larut malam.Lebih baik aku pikirkan saja besok.Dirikupun tidur dan bermimpi:

"Hey,kenapa engkau bisa ada disini?"
"Hhihihihi,aku mengikutimu.Namaku Sherlly,aku ingin membantumu?" tergantung tali kesana sini dengan lidah yang keluar.
"Kenapa kau ingin membantuku??"
"Kita berdua diperlakukan sama,ditindas dan dipekerjakan.Aku mati gantung diri karena tidak tahan diperlakukan seperti pembantu.Aku akan membantumu dengan menjadi sisi gelapmu,jiwaku dan dirimu akan menyatu menjadi satu.jika kau sedang dalam masalah kau tinggal melakukan:

*Tariklah nafasmu dan sebutkan,jati diri,jati diri,jati diri,datangah!!*"

"Baiklah aku mau!!!" seketika Sherlly pun ,asuk dan bersatu dalam ragaku.

Dirikupun tebangun terdengan suara Ayam berkokok di pagi hari dan aku langsung siap siap untuk pergi sekolah.Sesampainya di sekolah si Dea sudah menunggu didepan pintu kelas untuk memalakku.Sudah hampir 6 tahun aku terus ditindas,tapi sekarang akan aku coba memakai sisi gelapku.

"Ternyata elo masih bisa datang kemari anak bodoh" ujar si Dea.
Ku tarik nafas dalam dalam dan kusebutkan;
"Jati diri,jati diri,jati diri,datanglah!!!"

Lalu kepala ku pun pusing dan berputar putar seketika diriku *Syupp* hilang kesadaran seperti tidur.dan sadar kembali setelah beberapa menit dengan badan sakit sakit di sekujur tubuh.Kubuka mataku dan apa yang terjadi,seluruh isi kelas hancur berantakan,meja meja dan kursi kursi terapung dimana mana.Dan semua murid murid keluar dari kelas kecuali anggota dari Genk punk.

Hampir semuanya pingsan dan ada beberapa orang diam dibawah meja dengan ekspresi ketakutan ditambah luka lebam lebam disekujur tubuhnya.Aku heran apa yang terjadi,kutanyakan ke salah satu murid.

Dia bilang tadi aku menyiksa anggota Genk punk dengan ekspresi serius  dan mata yang berwarna hitam pekat serta tenaga yang luar biasa kuatnya itu seperti bukan dirimu.
Oh berarti saat aku terkunci di WC hal yang sama terjadi padaku,pasti aku memukul pintu WC dengan kepalan tanganku.Kebetulan saat itu tanganku sangat sakit sekali.Aku dipanggil ke ruang guru untuk membereskannya.Aku hanya bilang:

"Bukan aku yang melakukannya.tapi orang lain"

tpi,guru tidak mudah percaya,lalu aku menjelaskanya lebih dalam termasuk termasuk disakiti oleh Genk punk.Selanjutnya,guru guru bertindak dalam masalah ini dan menghukum Genk punk serta memperingatinya tapi,hanya berpengaruh sesaat kepada mereka.Dan mulai menindasku kembali.

Hari demi hari aku mulai bisa mengontrol jati diriku dengan sadar tapi hal itu akan sia sia saja aku harus memikirkan cara lain.

"Oh iya,mungkin aku harus mengambil jalan terbalik yang mereka lakukan dengan berprestasi itu akan menahan mereka"

Akupun mulai berlati,mengkaji,meniliti,sampai menyiapkan untuk berprestasi.Aku mulai mengontrol jati diri ini dan merubahnya,yang tadinya mempunyai kekuatan sangat tinggi ku ubah jadi kecerdasan sangat tinggi untuk membantu tujuanku,tak luput pula perjuangan tanpa berdoa aka sia sia lagipula jati diri ini tidak menahanku untuk beribadah.Aku pun mulai berprestasi di bidang pelajaran dan benar sesudah aku berprestasi mereka tidak menyiksaku.

Tapi,aku anggap ini adalah awalan dari kebangkitan si anak polos dengan jati dirinya.Selepasnya lulus dari SD tersebut dengan nilai UN yang lumayan cukup jauh dari kata sempurna tanpa menghafal dan belajar sedikitpun.memang aku sudah mengintegritaskan untuk berprestasi tapi aku tidak tahu harus melakukan apa.Untuk masuk 5 besar saja di SD aku tidak bisa dan entah kenapa kalau ada ujian bawaannya malas belajar.

Tapi itu hanya kehidupan kegagalanku di SD semenjak masuk SMP aku mulai menggapai tujuanku dan mengubah sifat kepolosanku.Seiring berjalannya waktu aku mulai aktif di segala kegiatan sekolah dan kompetisi.Sekaligus bisa mendapatkan Ranking 1 di kelasku.

Oh iya teman teman Rifki mempunya kebiasaan unik kalau sedang belajar,dia akan membuat simpul burung dara sedang terbang dengan tangannya lalu menempelkan dihidungnya menandakan ia serius/menampakan jati dirinya.

*Ingat,hidup itu adalah sebuah proses dimana kalian menemui hambatan dan rintangan untuk menuju sebuah kesuksesan.Manusia itu di ciptakan dengan derajat yang sama diberikan kelebihan dan kekurangan masing masing.Hiduplah dengan harmonis tanpa membully dan menindas orang lain.Anak anak adalah penerus bangsa bukan sampah masyarakat yang harus dibuang.Tunjukanlah bakat dan kemampuan kalian sesungguhnya tiada seorang pun di dunia ini yang tidak bisa apa apa tergantung diri kalian dimana ada kemauan disitu ada jalan.marilah menuju indonesia yang muda berkarya tanpa pembullyan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

15 Responses to "Kisah Nyata "Lubang Kebangkitan Si Polos""

  1. Hai teman teman,terima kasih sudah membaca kisah tentang diriku.ambil hikmahnya ya agar tidakada lagi anak yang diperlakukan seperti diriku:):):)
    Jangan lupa like dan share sebanyak banyaknya ke teman teman kalian ya.
    Terima kasih

    BalasHapus
  2. wess rame euyy, btw kapan bikin cerita lagi?
    #Waiting

    BalasHapus
  3. terima kasih telah membaca @Romadhon sucito.kisah yang lebih menarik akan saya usahakan secepatnya.jangan lupa like,share,and coment ya:):)

    BalasHapus
  4. Sangat menegangkan dan ada poin plus nya yaitu didasari puisi dan pantun saya suka itu.ayo Rifki terbitkan lagi karyanya.
    #menunggu

    BalasHapus
  5. saya akan usahakan secepatnya:)

    BalasHapus
  6. yuk yang baca komentar disini sebanyak banyaknya untuk menjadikannya lebih baik lagi hehe.teruss no limited edision

    BalasHapus
  7. Asalnya darimana dan kota apa??

    BalasHapus
  8. Oh saya dari garut salam kenal.BTw buat kisah lagi kapan??

    BalasHapus
  9. salam kenal juga,secepatnya kak:)

    BalasHapus
  10. Menarik ki ceritanya ditunggu cerita selanjutnya

    BalasHapus
  11. Bagus ada rima akhir pada kalimat

    BalasHapus
  12. Kapan buat lagi yg lebih seru?

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel