Kisah Nyata Menuju Kampus Impian

KisahTerbaik.Com- Tulisan tentang perjuangan hidup khususnya dalam menuju kampus impian ini, ialah cerita nyata yang dituliskan oleh Nimade Ayu dengan judul asli dalam tulisannya tersebut ialah tekadku untuk menggapai cita-cita. Semoga bisa memberikan pelajaran yang berharga bagi segenap pembaca sekalian.

Begini, Kisah Nyatanya....

Nama ku Nimade ayu, aku tinggal di desa yang ada di Kecamatan Blambangan, Lampung Selatan. Aku tinggal bersama keluarga ku dan saat ini aku baru saja lulus SMP. Masa SMA akan segera aku hadapi, dan suatu hari ketika keluarga ku berbincang tentang Sekolah, ayahku bertanya padaku "Yu, apa tujuan dan Cita-citamu kelak?" Saat itu aku tidak memikirkan bahwa ayahku akan bertanya soal Tujuan dan Cita-cita ku kedepan.

Dengan waktu singkat dan keyakinan penuh aku menjawab bahwa aku kelak ingin masuk ke PKN STAN dan cita-cita ku ingin menjadi Ekonom, karena kesukaan ku adalah mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan hitung-menghitung. Lalu ayahku berkata "itu bagus, kamu harus wujudkan cita-cita mu".

Ayahku juga bilang bahwa paman ku yang ada di Bali menelfon dan menanyakan bagaimana hasil nilai ujianku dan ayahku memberi tahu bahwa aku Lulus serta mendapat peringkat Dua Umum. Ayahku juga bilang bahwa paman ku juga menawarkan aku untuk melanjutkan sekolah ku di Bali, dan ayahku bilang akan mendiskusi kan nya dahulu.

Sampai dihari dimana ayahku menjelaskan ke aku tentang tawaran sekolah di Bali dan menjelaskan semua alasan mengapa aku harus keluar dari zona nyaman dan berpisah dengan orangtua ku.

Semua nya hanya demi Pendidikan dan tujuan Cita-cita ku agar mencapai Keberhasilan. Ayahku berkata "Jika kamu hanya terus di desa ini dan tidak keluar dari zona nyaman, ayah khawatir akan Cita-cita mu menjadi Ekonom dan masuk PKN STAN hanya ucapan belaka. Pendidikan disini juga masih rendah, ayah tidak ingin kamu gagal seperti Ayah. Kamu akan mendapatkan pendidikan lebih baik disana".

Aku terkejut dengan keadaan ini, dimana aku diberi pilihan sulit yang semua nya sama-sama tidak ingin aku lepas. Aku diberi waktu dua hari untuk memikirkan baik-baik semua ini apakah aku siap melanjutkan pendidikan ku di Bali atau tetap bersama Orangtua ku yang jika bersekolah disini jarak tempuh nya ±30 km.

Ayahku berkata ayah hanya memberi pilihan terbaik nak, semua nya kamu yang menjalankan, Ayah hanya mendukung dan memberikan yang terbaik. Waktu terus berjalan sampai tiba di hari itu aku memberi jawaban bahwa aku bersedia dan siap jauh dari orangtua ku.

Aku selalu menghibur diriku sendiri dengan alasan kelak aku akan dapat hasil yang manis. Segera orangtua ku memproses segala kebutuhan yang diperlukan untuk bersekolah di Bali. Ayahku telah memesan tiket dan aku berangkat ke terminal diantar keluarga ku.

Ibuku menangis sepanjang mengantar ku tetapi ayahku sangat kuat, ia tidak pernah menangis meskipun itu berat. Aku berangkat pergi jauh dari orangtua ku, untuk pertama kali nya aku seperti ini. Setiba aku di Bali dengan perjalanan yang melelahkan aku dijemput oleh pamanku, aku tiba dengan selamat. Aku tinggal di Bali, aku beradaptasi dengan sekitar ku.

Hari terus berganti berbulan-bulan telah aku lalui dengan kegiatan belajar di sekolah dan organisasi di lingkungan ku. Tiba menjelang Ulangan Semester pertama, aku merasa sangat terpuruk. Aku selalu ingat kenangan manisku dengan keluarga ku.

Aku tidak bisa lagi menyembunyikan rindu ku pada keluarga, aku ingin sekali pulang walau hanya sehari, tetapi kembali aku sadar bahwa aku sangat jauh dari mereka. Aku tidak bisa bertindak meskipun aku menginginkannya.

Sampai akhirnya aku berfikir panjang, tentang alasan mengapa aku jauh-jauh kesini, tentang semua pengorbanan yang diberikan orangtua ku, aku menyadari bahwa semua ini demi Cita-cita ku. Tidak ada alasan kuat untuk aku bersedih dan rapuh. Aku harus kuat, menjalani semua nya semampu ku, melakukan yang terbaik demi cita-cita ku.

Setiap malam aku belajar dengan sungguh-sungguh untuk cita-cita ku. Aku tahu bahwa keinginan ku masuk PKN STAN masih 2-3 tahun lagi, tetapi bagiku usaha ku dari saat ini tidaklah akan sia-sia. Aku mengorbankan waktu bersenang-senang ku untuk belajar, menaikkan semangat ku demi mendapatkan Nilai yang memuaskan.

Waktu berlalu,tiba dihari pembagian raport dan aku tidak menyangka aku mendapatkan peringkat 2 dikelas ku. Begitu senang rasa hatiku ketika aku memberi kabar kepada orangtua ku dan aku mendapatkan ucapan Bangga dari orang tua yang aku sayangi.

Dari hari itu aku sadar, aku harus berusaha keras untuk mendapatkan hasil yang manis kelak. Inilah perjalanan hidupku, aku mendapatkan hikmah dari semua peristiwa-peristiwa yang aku lalui bahwa di balik keterpurukan yang aku alami, selama aku Ingin berusaha dan Ingat akan tujuan awal ku maka aku akan berada pada proses pendewasaan diri yang membuat ku Bangkit dan Semangat meraih Cita-cita ku ini. Usaha tidak akan pernah menghianati Hasil

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Kisah Nyata Menuju Kampus Impian"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel