Kisah Nyata "Meraih Cita-cita Tanpa Menyusahkan Orang Tua"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian kisah nyata yang inspiratif ini ditulis oleh Septa Riyanda dengan judul "Meraih Cita-cita Tanpa Menyusahkan Orang Tua". Dalam tulisan ini ia membagikan pengalamannya dalam berjuang mencapai impian yang diinginkan.

Begini, Kisahnya..

Pada dasarnya manusia di waktu Taman kanak-kanak ataupun saat berada di Sekolah Dasar sering menyebutkan cita-cita yang umum disebutkan, seperti ingin menjadi Polisi, Dokter, Arsitek dan lain-lain, namun saat menginjak bangku Sekolah Menengah Atas atau SMA seringkali kita semua melupakan cita-cita waktu kecil karena merasa tidak mampu untuk mewujudkannya ataupun tidak berani mengungkapkan nya ataupun merasa tidak punya biaya untuk mewujudkannya.

Dari pengalaman yang saya alami sendiri saya juga sempat mengalami hal tersebut. Karena saya ditinggal pergi ayah saya ke alam yang tenang untuk selamanya saat masih menginjak kelas satu SMP. Maka saya harus bisa untuk lebih berpikir optimis dan lebih baik demi masa depan yang cerah. 

Saat Menginjak kelas tiga SMA tepatnya saat Ujian Nasional sekaligus saya sibuk mengurus berkas pendaftaran Beasiswa dari Pemerintah berbekal uang dari hasil berwirausaha online yang saya tabung untuk masuk Perguruan Tinggi walaupun saya sempat ragu dan orang tua saya mengatakan hanya bisa menyekolahkan sampai SMA saja, namun dari dalam hati saya niatkan untuk meraih cita-cita yang harus saya wujudkan demi membahagiakan orang tua dan tanpa harus banyak menyusahkan orang tua.

Mulai dari Perguruan Tinggi Negeri saya ikuti seleksinya hingga Politeknik Negeri dengan menggunakan jalur seleksi Beasiswa dari Pemerintah, namun pada saat itu saya terus ditolak karena nilai saya tidak mampu bersaing dengan siswa lain karena menggunakan nilai raport saya juga sempat hampir pesimis saat itu, namun saya terus coba ikut tes masuk Perguruan Tinggi sampai empat kali berturut-turut saya gagal dan tidak diterima syukur tes tersebut gratis karena saya mengajukan dengan Beasiswa.

Dibarengi dengan beribadah dan berdo’a, dan syukur lah untuk dua kali terakhir tes akhirnya ada jawaban pengumuman di website nya yang menyatakan lulus yaitu jalur tes seleksi Mandiri saat itu membayar biaya tes sebesar dua ratus ribu dan seleksi Mandiri PTS gratis yang dimana saya diberi jawaban oleh yang maha pencipta, di Perguruan Tinggi Negeri saya diterima di Prodi S1 Pendidikan Kewarganegaraan dan yang di Perguruan Tinggi Swasta saya diterima di Prodi S1 Manajemen, berikutnya saya kebingungan memilih mana yang terbaik dari kedua pilihan tersebut.

Saya pun ber sholat tahajjud untuk meminta jawaban kepada yang maha kuasa dan juga meminta pendapat orang tua, akhirnya saya pun menjatuhkan pilihan pada Perguruan Tinggi Swasta di Prodi S1 Manajemen, walaupun banyak yang menyayangkan pilihan saya, karena tidak memilih Perguruan Tinggi Negeri.

Dan saya jalani pilihan tersebut karena saya bersyukur dapat berkuliah tanpa membayar biaya dan malah diberi biaya hidup untuk menjalani kuliah dan juga tanpa menyusahkan orang tua. Dua tahun berlalu sejak 2016 dan tersisa dua tahun lagi masa perkuliahan Strata Satu ini saya juga bercita-cita supaya bisa meraih beasiswa Strata Dua ke Luar Negeri kedepannya tentu hal tersebut tidak mudah perlu persiapan yang panjang dan maksimal terutama Bahasa yang saya harus pelajari setiap hari, 

Namun untuk meringankan beban orang tua, saya ingin bekerja dahulu satu tahun usai menamatkan Strata Satu tapi apabila saya diberi kesempatan untuk meneruskan Strata dua dengan Beasiswa ke Luar Negeri saya syukuri dan saya akan terima, tentunya dengan izin Orang Tua saya.

Demikian kisah saya dalam bidang Pendidikan bahwa untuk meraih cita-cita itu diawali dengan kegagalan dan kepantasan untuk mendapatkannya sehingga dari banyak kegagalan akan berhasil di hari kemudian, semoga sobat semua dapat meraih cita-citanya, Amin…

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Nyata "Meraih Cita-cita Tanpa Menyusahkan Orang Tua""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel