Kisah Nyata "Minim Prestasi Bisa Juga Dapat Beasiswa"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian tulisan tentang kisah nyata mendapatkan beasiswa dengan minim prestasi ini dituliskan oleh Cahaya Sari dengan judul dalam ceritanya "Minim Prestasi Bisa Juga Dapat Beasiswa". Semoga tulisan ini bisa menjadikan wawasan dan sumber inspirasi bagi segenap pembaca sekalian.

Begini, Kisahnya.....

Nama saya Cahaya Sari. Sebelum mendapat beasiswa Bank Indonesia, saya mendaftar bidikmisi namun tidak lolos. Berikut lika-liku pengalaman saya dalam mendapatkan beasiswa Bank Indonesia.

Sejak SD sampai perguruan tinggi, saya termasuk orang yang jarang meraih prestasi di bidang apa pun. Nilai akademik saya juga biasa-biasa saja, ranking ketiga di sekolah saat SD misalnya. Prestasi di bidang non akademik pun minim, Paling-paling hanya satu dua kali juara bulu tangkis saat SD atau 20 besar Zetizen National Challenge go to New Zealand saat kuliah.

Selebihnya hampir tidak ada prestasi lain. Intinya, saya bukan orang istimewa dengan segudang prestasi dan pengalaman organisasi seperti para penerima beasiswa lainnya. Ketika kuliah di Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya saya mengikuti seleksi beasiswa Bank Indonesia, saya perlu saya pikirkan dulu.

Lolos atau tidak itu masalah nanti. Saya harus berhasil meyakinkan para penentu masa depan saya itu bahwa saya pantas menjadi salah satu penerima beasiswa. Manusia berusaha, tapi Allah yang menentukan hasilnya. Akhirnya alhamdulillah, saya berhasil memenangkan sesi interview mendaftar beasiswa.

Beberapa hal yang harus saya pelajari dari keberhasilan saya saat itu adalah kesabaran dan ketekunan, kalau sekali mencoba belum lolos, bisa jadi percobaan yang kedua atau ketiga kali akan berhasil baik di beasiswa yang sama atau beasiswa yang lain.

Kedua, kepercayaan diri yang besar untuk berhasil dapat membuat aura positif dalam diri kita keluar, terutama pada saat wawancara. Orang lain, tim pewawancara akan melihat kita sebagai pribadi yang penuh, semangat, optimis, dan berkomitmen ketika menerima beasiswa.

Ketiga, doa adalah tahapan yang akan melengkapi proses penjemputan beasiswa, berprasangka baiklah pada Sang Pencipta, karena Dia-lah yang tahu apa yang terbaik buat kita. Ketiga, Restu dan doa orang tua adalah barokah, dalam penjemputan beasiswa, utarakanlah niat Anda kepada orang tua, mintalah restu, dukungan dan doa dari mereke.

Saya telah membuktikan bahwa hal-hal di luar kepintaran dan pengalaman berorganisasi bisa membuat orang minim prestasi seperti saya berhasil mendapatkan beasiswa. Oleh karena itu, semangatlah para pejuang beasiswa.

Apabila kalian tidak punya banyak pengalaman berorganisasi dan prestasi akademik kalian pun tidak terlalu cemerlang, yakinlah, kalian sangat mungkin, bahkan, bisa mendapatkan beasiswa seperti saya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

4 Responses to "Kisah Nyata "Minim Prestasi Bisa Juga Dapat Beasiswa""

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel