Kisah Nyata "Pelajaran dari Nenek Rabi'ah"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian kisah ini dihasilkan dari cerita nyata yang ditulis oleh Novi Handra dengan judul "Pelajaran dari Nenek Rabi'ah". Dalam kisah nyata ini ia menggambarkan perjuangan seseorang pejual di sekolahan yang begitu inspiratif untuk di baca.

Begini, Kisahnya...

Seorang ibu berusia sekitar 60-an tanpa alas kaki di tengah hari yang cuaca cukup panas sedang menjujung bejana yang terbuat dari aluminium. Ia menjajakan dagangannya di suatu sekolah Islam. Saya sangat kasihan sekali melihatnya peluh yang menyeka wajah bercucuran mengingatkan saya pada orang tua di kampung .

Ibuk dari mana, ibuk sendirian aja, apa yang ibuk bawa?
Dari kampung sebelah nak, iya nak ibuk jualan goreng singkong keliling.”
Keluarga ibuk di mana?
Anak- anak ibuk merantau semua, suami ibuk sudah lama meninggal jadi ibuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri dengan menanam singkong di halaman rumah dan menjadikannya gorengan.”
Gimana kabar anak ibuk sekarang?
Tidak tau nak sudah hampir 10 tahun ini tidak ada kabar dari mereka padahal ibuk sangat rindu, kedua anak ibuk yang putra sekarang sudah terbilang 30 tahun dan yang putri kira- kira sekarang sudah genap 25 tahun. Dulu mereka yang putra pergi ke Jakarta dan yang putri ke Bandung mengadu nasib. Terakhir mereka titip pesan kepada perantau yang pulang kampung bahwa mereka sudah berkeluarga namun sampai sekarang mereka tidak memperkenalkan istri dan anak- anaknya dan tidak lagi mengirim uang untuk keperluan makan ibuk. Ibuk sudah tidak sanggup lagi bekerja nak, ibuk sering sakit- sakitan tapi bagaimana lagi kalau tidak jualan ibuk tidak bisa makan. ”
Ya Allah...., siapa sih yang tidak rindu dengan anak sendiri yang sudah dibesarkan kemudian sudah dewasa pergi meninggalkan ibu sebatang kara dan sekarang tidak tau di mana rimbanya, tak terasa air mata ini mengalir .”
Belum ada yang beli ya buk, berapa semuanya buk?
"Masih belum nak, semua 15 buah ibuk jual seribu rupiah satu buah."
"Boleh saya beli semua ya buk, ini uangnya dua puluh ribu dan kembaliannya ambil aja untuk ibuk. Kebetulan tadi saya di diajak makan oleh teman, ini nasi bungkusan saya dari rumah untuk ibuk aja kelihatannya ibuk belum makan.
Gak usah nak.”
Nggak apa- apa buk ambil aja saya ikhlas.”
Makasih banyak nak?
Sama- sama buk, boleh nanti saya main ke tempat ibuk?
Rumah ibuk jelek nak.
"Tidak apa- apa buk sekalian saya bisa bantu- bantu ibuk"

Betapa banyak orang- orang di sekeliling kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Terkadang kita tidak tau dengan keadaan yang dialami oleh seseorang, selagi kita bisa membantu mari kita bantu. Ingat roda selalu berputar, tua kita nantinya kita tidak pernah tau seperti apa, bisa jadi dan tidak tertutup kemungkinan kita juga merasakan hal yang sama seperti nenek Rabi’ah di atas.

Jadikan hidup selalu bersyukur karena melihat ke atas mata kemasukan debu dan naik itu dari bawah kalau langsung ke atas kaki kita akan bisa patah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Nyata "Pelajaran dari Nenek Rabi'ah""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel