Kisah Nyata Pengalaman "Ketika Al-Qur’an Bersama Ku"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian tulisan yang akan dibagikan ini berjudul "Ketika Al-Qur'an Bersamaku" yang ditulis dan disajikan oleh Misdatul Raudati, salah satu Mahasiswi di Universitas Islam Negri Antasari Banjarmasin. Semoga cerita ini bisa memberi wawasan dan pengalaman yang berharga bagi segenap pembaca.

Begini, Kisah Nyata Pengalaman Bersama Al-Qur'an.

Tahmid dan shalawat.Sebuah renungan yang tak henti-hentinya terucapkan atas rasa syukur terhadap nikmat Tuhan yang sering terlupakan. Pagi ini aku  kembali beraktifitas seperti biasa yaitu pergi menunaikan kewajiban dalam menuntut ilmu. Aku bersekolah di salah satu sekolah islam di kota ku. 

Aku pergi dengan teman setia ku, kami nikmati setiap pemandangan yang mengiringi langkah kami untuk pergi menuntut ilmu.Burung yang beterbangan menyambutku dengan suara merdunya seolah-olah memberi semangat kepada ku.

Kenalkan aku hanya seorang murid biasa yang mempunyai tingkat kecerdasan yang sangat pas-pasan di bandingkan dengan teman-teman ku yang lainnya, yang memiliki kecerdasan yang luar biasa dan memiliki banyak keahlian, tapi aku tetap bersyukur dengan keadaan ku karna inilah aku, dan inilah hidup ku.

Sesampai di kelas seperti biasa aku gabung dengan teman-teman ku yang lain. Sebuah aktifitas yang unfaedah yang pernah aku kerjakan waktu sekolah menengah dulu. Saling cerita satu sama lain itu lah yang kami kerjakan bila ada waktu luang, sungguh sangat ku sesali itu karna pernah membuang-buang waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya, bukannya membuka mushaf al-qur’an aku dulu malah bergosip tak karuan.

Bel tanda pelajaran di mulai pun sudah bergema di seantero sekolah.Murid-murid berlarian untuk masuk kedalam kelas masing-masing begitu pula aku. Di dalam kelas kami semua belajar dengan hikmat, menyaksikan dan mendengarkan penjelasan guru di depan kelas. Setengah jam lebih telah berlalu begitu saja, tiba-tiba ada seorang siswi yang nampaknya dari anggota osis pikir  ku, mengetuk pintu kelas kami yang sengaja di tutup. 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, maaf bu saya bisa minta waktunya sebentar?“( Kata sambil membuka pintu dan meminta izin kepada guru yang sedang mengajar.)
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh, iya nak silahkan. “ jawab ibu Budiarti dengan ramah
“Baik sebelumnya saya ucapkan terima kasih pada ibu yang sudah mengizinkan saya untuk berbicara di depan teman-teman semua. Gini sehubung dengan adanya usul dari salah satu guru kita untuk mengadakan kegiatan menghafal al-qur’an, kami dari pihak osis membantu untuk menyampaikan ini semua pada teman-teman. Siapa tahu ada yang minat kan untuk jadi hafiz atau hafizah. Siapa yang minat bisa cari saya dan informasi lebih lanjut akan di beritahukan lagi. Sekian terima kasih atas perhatian teman-teman semua wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh “
“ Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh “ jawab kami semua 

Setelah dia keluar kami melanjutkan pelajaran yang sempat tertunda.Tapi entah kenapa pikiran ku tidak bisa fokus dengan pelajaran yang di sampaikan oleh guru ku. Entah apa yang sedang ku pikirkan aku sendiri pun kurang tahu.

Sekuat mungkin aku mengembalikan konsentrasi ku untuk mendengarkan penjelasan yang di sampaikan, tapi nihil semua usaha ku sia-sia.Entah kenapa aku jadi kepikiran untuk ikut dalam kegiatan menghafal al-qur’an itu.Aahhh, sudahlah ku tepis kembali pikiran ku untuk ikut kegiatan itu, karna kurasa itu hal yang sangat mustahil ku lakukan, dengan mengingat tingkat kecerdasanku di tingkat yang rendah aku jadi minder untuk ikut kegiatan itu.Banyak pikiran-pikiran yang beterbangan di benak ku, aku menyudahi lamunan dan pikiran ku, karna seorang teman yang dengan isengnya membuat ku terkejut.

“ Dooorrrr,, hayoooo lagi lamunian apa ? Pasti lagi mikirin dia yaaa.“ tanya nisa teman yang paling usil di kelas ku.
“ Iiisssshh,,, apa-apaan siih gak lucu tau. Gini aku jadi kepikiran tentang kegiatan tadi itu looh. Kamu tertarik gak ikutan ?? “ 
“ Oooh, itu toh yang lagi di lamunin, aku kira kamu lamunin dia. Iyaaa diaaa, “ ejek nisa kepada ku
“ Ya Allah ini anak di ajak serius malah bercanda. “ aku mulai jengkel dengan sikapnya yang gak bisa di bawa serius.
“ Iya-iya aku minta ma’af, gitu aja marah. Iya siih sebenarnya aku juga pengen ikut. Soalnnya aku pernah dengar sebuah ceramah kalau seorang anak yang hafal al-qur’an itu akan dapat membuat orang tuanya nyaman di surga dan membuat orang tuanya bermahkotakan cahaya yang siapa saja meliatnya akan hiri. “ 
“Kamu betul nis, aku juga pernah dengar itu.Makanya itu yang sedang aku pikirkan nisa sayyang. Aku bingung, hati kecil ku mengingin kan aku untuk ikut kegiatan tersebut tapi…. “ belum sempat ku selesaikan ucapan ku langsung sung di potong oleh nya, dasar tak tau tatak ramah pikir ku.
“ Sudah lah gak usah pakai tapi, tapian ikut sajalah. Tooh itu juga gak ada ruginya kamu ikut kegiatan itu. Malah akan menguntungkan untuk mu dan untuk orang tua mu kelak. Aku akan mendukung mu, lagian ku dengar-dengar teman sekelas kita juga ada yang mau ikut. “
“ Benarkah itu ??siapa nis ??“ Itu si wati dan vhia, kamu tau kan ??”
“ Iyaa aku tau nisa sayyang. Okee kalau gitu aku akan segera menemui panitia pendaftaran kegiatan tersebut.”
“ Iya iyaa giih sana buruan. Semangat yaa !!! “ 

Dengan senyum yang mengambang di wajah ku.Aku berjalan dengan penuh rasa bahagia.Tapi ini langkah yang ku lakukan tanpa sepengetahuan dari orang tua ku. Karna aku takut jika suatu saat akan berhenti di tengah jalan. Dengan Bismillah aku daftarkan diri ku menjadi peserta dalam kegiatan menghafal Al-Qur’an.Tak ada seeorang pun yang tahu selain nisa teman sekelas ku kalau aku telah ikut kegitan itu.Dan di sini lah tantangan baru ku di mulai.

****

Siang telah berganti malam.Suara jangkrik yang indah menemani setiap malam ku.Ku rebahkan tubuh ku di kasur sederhana ku.Pikiran ku masih berkecamuk antara pengen tetap ikut atau di batalkan saja.Memikirkan itu membuat ku pusing dan tak karuan.

Pukul 03.00 aku terbangun dari tidur ku, kebiasaan ku tak pernah terlupakan di saat hati gundah gulana dan di saat bingung untuk memilih dan memutuskan sesuatu aku sempatkan untuk menunaikan shalat isthikaroh.Tak sampai 20 menit aku selesai menunaikannya.Ku serahkan semuanya pada Allah Yang Maha Kuasa, aku tak lagi terlalu takut untuk mengikuti kegiatan itu karna ku dengar sahabat ku juga mengikutinya.Iya dia sahabat ku dari bangku sekolah dasar sampai sekolah menengah atas.

Waktu berlalu begitu cepat, malam yang kelam kini telah berganti dengan pagi yang cerah. Sungguh kekuasaan Allah yang patut untuk di syukuri, tanpa izin dari-Nya maka itu semua tak akan terjadi. Aku memulai aktifitas biasa ku.

Pagi ini aku di kaget kan dengan kabar bahwa akan di adakan pertemuan para murid yang mengikuti kegiatan menghafal Al-Qur’an, setelah istirahat kami di kumpulkan di mosholla yang masih berada di kawasan sekolah. Aku pergi kesana dengan teman sekelas ku kebetulan dia jadi ikut juga, kami sedikit telat dan ternyata di sana sudah ada Bapak sekaligus ustadz yang akan mendengarkan dan menjaga ketika kami mau nyetor nanti.

Nama beliau adalah Ustadz Zailani, beliau merupakan guru tafsir di sekolah ku.Beliau juga seorang penghafal Al-Qur’an.Lulusan dari pondok pesantren dan beliau seorang guru yang di kenal sangat ramah.Begitu banyak pengarahan yang beliau sampaikan kepada kami, tentang bagaimana metode menghafal Al-Qur’an.Aku mendengarkan beliau dengan hikmat, ya Allah permudah lah langkah ku untuk mengingat semua kalam-Mu, aamiin itu do’a yang ku panjatkan ketika itu.Entah kenapa semangat untuk menghafal Al-Qur’an menjadi menggebu-gebu.Dan saat itu lah banyak perubahan yang terjadi dalam diri ku.

Ketika proses dalam menghafal Al-Qur’an aku merasakan kedamaian dalam hati dan bathin ku. Awalnya aku tak mempunyai target untuk jangka waktu dalam menyelesaikan hafalan qur’an ku. Sampai suatu saat aku mendapatkan motivasi dari orang terdekat.Seiring berjalannya waktu banyak orang-orang yang tahu bahwa aku telah benar-benar ikut dalam kegiatan menghafal al-qur’an itu. Termasuk orang tua dan orang terdekat ku mereka tahu akan hal itu. Motivasi terus mengalir dari orang di sekitar ku.

Dalam waktu 6 bulan aku menyelesaikan hafalan ku.Pada bulan pertama banyak masalah yang ku hadapi dari masalah hati yang tak kunjung beres sampai masalah yang membuat semangat hidup jadi turun 1000 derajat. Kesulitan dalam mengingat pun ku rasakan, tapi ku tak menyerah sampai di situ.Waktu muraja’ah ku tambah, waktu menghafal ku lakukan lebih sering. Entah kenapa aku seperti mendapatkan semangat yang luar biasa untuk menambah hafalan al-qur’an ku.Masalah itu hadir ketika di bulan pertama saja.

Setelah bulan-bulan berikutnya sampai bulan ke-6 aku tak lagi merasakan kesulitan dalam menghafal dan mengingat semua hafalan ku.Dan alhamdulillah aku yang awalnya niatnya cuma setengah untuk menghafal al-qur’an entah semangat itu datang dari mana yang jelas aku berhasil menyelesaikan hafalan ku selama 6 bulan sebelum aku benar-benar lulus di sekolah itu.Suatu yang luar biasa terjadi setelah hafalan ku mulai memasuki juz ke 15 yaitu semangat yang membara, yang tak bisa untuk di gambarkan, ketenangan yang luar biasa ku rasa.Aku yang awalnya memiliki catatan nilai akademik yang di bawah rata-rata bisa bangkit dengan mudah. Sesuatu yang luar bisa, kemudahan dalam menyerap ilmu pun kurasakan ketika Al-Qur’an menyentuh hidup ku.

Kehidupan yang lebih berwarna mulai menyapaku ketika ku mengenal lebih dalam tentang kitab Al-Qur’an.Al-Qur’an adalah As-Syifa yaitu pengobat hati yang sedang berada dalam keadaan yang tak tenang yang membuat semangat menjadi turun. Ku lantuntan tiap ayat dari Al-Qur’an dan sungguh luar biasa ketenangan dalam hidup, semangat yang membara, dan sebuah perasaan damai ku rasa kan. Banyak perubahan yang kurasakan ketika Al-Qur’an menyentuh hidup ku.

Hidup ku lebih terarah, lebih dapat merasakan kedamaian yang luar biasa.Tak bisa untuk ku gambrkan bagaimana kedamaian itu ku rasakan dan semangat itu. Semuanya seperti sesuatu yang tak tau dari mana asalnya, tapi aku yakin ini semua atas kehendak Allah Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan hidayah kepada hidup ku dan yang telah memberikan rahmat-nya kepada ku sehingga ku bisa menyelesaikan hafalan ku dalam waktu 6 bulan meski itu banyak rintangan yang menghadang tapi berkat dari Al-Qur’an, izin dari Allah, dan do’a dari orang tua tentunya aku bisa melewati semuanya.

Jadi jangan takut untuk melangkah lebih jauh karna Allah selalu ada bersama kita. Allah akan mempermudah setiap langkah hamba-hamba –Nya yang bertakwa. Semoga kisah ku bisa memotivasi orang banyak untuk menghafal Al-Qur’an, tak perlu memiliki IQ tinggi untuk menghafal Al-Qur’an, karna untuk menghafal Al-Qur’an bukan IQ yang di perlukan tapi yang di perlukan adalah niat yang kuat dan semangat yang membara. Satu kunci utama yaitu yakin dengan apa yang kit mau insya Allah, Tuhan akan mempermudah jalannya untuk kita.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Kisah Nyata Pengalaman "Ketika Al-Qur’an Bersama Ku""

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel