Kisah Nyata Remaja Zaman Sekarang "Labil"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian tulisan dan cerita nyata ini ialah hasil karya dari Shelly Marcela dengan judul dalam tulisannya "Labil Remaja Zaman Sekarang". Singkatnya, inti cerita membagikan pengalaman hidup yang semoga saja bisa menambah wawasan bagi segenap pembaca.

Begini, Kisahnya...

Sudah kelas 3 SMA? Pasti pada bingung mau milih jurusan apa? Aku pun mengalaminya. Dari kecil, aku ingin sekali jadi dokter karena dokter itu layaknya malaikat di mata kami. Mereka melayani dan mengobati kami.

Mereka pun berpenampilan keren dengan jas putih yang selalu mereka kenakan dan stetoskop yang ia kalungkan di leher. Kebanyakan anak kecil jika ditanya ingin jadi apa nantinya pasti mereka akan menjawab ingin jadi dokter dengan lantang. Orang tua pun akan sangat senang jika mendengar anaknya ingin menjadi dokter karena gaji yang bisa dibilang sangat besar nominalnya dan salah satu profesi kebanggaan dan bergengsi di dunia.

Namun, itu semua musnah ketika kamu sudah SMA, dimana kamu sudah lebih banyak mempelajari banyak hal, mengetahui minat dan bakat, mengetahui berbagai macam profesi dan terutama, dimana kita harus menentukan mau jadi apa nantinya kita.

Ketika aku kelas 1 SMA, aku masih berpegang teguh akan kedokteran. Lama-kelamaan, aku mulai tertarik dengan pelajaran Kimia yang baru saja ku ketahui di SMA ini. Aku sangat menyukai Kimia dan aku sangat senang melakukan percobaan atau menganalisa sesuatu.

Aku mulai bingung akan jurusan yang nantinya akan aku pilih karena aku dianjurkan untuk masuk teknik kimia dengan nilai fisika dan kimia ku yang menunjang. Aku pun melihat nilai Biologiku. Ternyata nilaiku tak sesuai dugaanku, nilai ku sangatlah rendah dan tak mencukupi syarat jika ingin masuk jurusan kedokteran.

Aku pun melihat jurusan lainnya yang berhubungan dengan Kimia dan menemukan jurusan farmasi. Jurusan ini hampir sama dengan kedokteran. Namun,jurusan farmasi ini lebih mempelajari obat-obatan.

Aku pun bertanya kepada kedua orang tuaku. Mereka bilang keduanya bagus namun ayahku lebih mendukung aku di teknik kimia. Sebenarnya di antara farmasi dengan teknik kimia, aku lebih tertarik dengan farmasi.

Aku mencari tau kembali tentang teknik kimia dan farmasi. Aku tidak lagi memikirkan untuk menjadi dokter sepertinya aku sudah merelakan dan berhubung aku pun lebih tertarik ke bidang lainnya.

Kini, aku sudah kelas 2 SMA. Nilai Kimia ku semakin meningkat. Aku pun masih bingung antara farmasi dan teknik kimia. Aku tidak tau suka pelajaran apa selain Kimia. Dilihat dari nilai, nilai Fisikaku lebih menunjang daripada nilai Biologiku.

Aku pun bertanya-tanya kepada sahabat-sahabatku, kakak sepupu dan guruku. Mereka menyarankan untuk melihat lapangan kerjanya dan kemampuanku.

Menurutku, kedua jurusan ini memiliki prospek kerja yang bagus dan lapangan kerjanya pun lumayan banyak. Dalam pelajarannya, teknik kimia lebih banyak mempelajari Fisika sehingga pasti lebih banyak hitung-hitungannya sedangkan farmasi lebih banyak Kimia nya tetapi terdapat Biologi mengenai bakteri dan berbagai macam penyakit.

Dalam masalah pelajaran dan pekerjaan sih lebih minat terhadap farmasi.

Aku bertanya kembali kepada guru lesku yang sering mengajar SBMPTN mengenai jurusan yang akan aku pilih. Ia pun menyarankan agar aku memilih jurusan farmasi karena nilai yang mencukupi tetapi kembali pada diriku sendiri, apakah aku menyukai jurusan tersebut atau tidak? Karena aku lah yang menjalaninya. Jika kita salah pilih jurusan. Itu akan berakibat fatal nantinya sehingga harus benar-benar kita pikirkan secara matang.

Aku memberitahu kedua orang tuaku, mereka pun menyetujui dan mendukungku. Mereka memberikan seluruh keputusan di tanganku karena mereka mengerti bahwa tidak baik memaksa seseorang untuk menekuni sesuatu yang tidak disukai selamanya. Tak lupa juga, aku selalu berdoa meminta pertolongan kepada Tuhan dalam mengambil keputusan apapun.

Kini, aku dah kelas 3 SMA dan aku yakin untuk memilih jurusan farmasi. Aku percaya bahwa jurusan yang kita pilih sesuai kemampuan dan ketertarikan kita akan membuat kita tidak jenuh untuk mempelajarinya lebih dalam. Kita pun akan senantiasa untuk mendalaminya. Aku pun sangat berterima kasih akan pengertian kedua orang tuaku yang tidak memaksaku untuk masuk jurusan kedokteran atau jurusan yang kurang ku minati serta orang-orang terdekatku yang membantuku dalam memberikan saran dan informasi mengenai jurusan kuliah.

Jadi bagi kalian yang masih labil dalam memilih jurusan, lebih baik kalian berkonsultasi dengan guru, orang tua dan kerabat terdekat kalian yang sudah kalian percaya sehingga mereka tidak akan menjerumuskan kalian ke jalan yang salah, carilah informasi lebih banyak mengenai jurusan-jurusan tersebut dan pilihlah sesuai kemampuan dan ketertarikan kalian agar kalian dapat menjalaninya dengan kegembiraan dan semangat.

Kita pun jangan sampai kelupaan untuk meminta pertolongan Tuhan karena Ia lah yang menentukan takdir kita.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

5 Responses to "Kisah Nyata Remaja Zaman Sekarang "Labil""

  1. Menginspirasi, dan kembali lagi mengingatkan anak" SMA betapa pentingnya untuk jangan salah pilih jurusan. Sangat bermanfaat, thx

    BalasHapus
  2. Sangat menginspirasi... suka banget♡♡♡ Semoga dengan kita yang membaca kisah ini, tidak mendapatkan masalah dengan jurusan yang kita pilih

    BalasHapus
  3. Wahh.. menginspirasi sekali, terutama untuk anak SMA yg sedang menentukan jurusan perkuliahan ��

    BalasHapus
  4. Pikirkan lah secara matang-matang yaa teman-teman. Ini sangat menginspirasi

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel