Kisah Nyata "Senyum Manis Si Wanita Terbang"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian tulisan-tulisan ini di hasilkan dari sepenggal cerita nyata dengan penulis Janwadi. Adapun judul dalam tulisan tersebut ialah "Senyum Manis Si Wanita Terbang". Semoga hadirnya kisah nyata ini bisa memberikan kesan berarti untuk pembaca.

Begini, Kisah Nyatanya..

Wajah cantik berseri dengan senyuman yang sangat manis masih terbayang dalam ingatanku. Sekitar pukul 02.00 dini hari, dia terbang di depanku. Namun tak sedikitpun aku merinding ataupun merasa takut ketika melihatnya melayang di udara. Ketika itu, hanya mulutku yang menganga dan mata tak berkedip, bahkan aku pun sempat membalas senyum manisnya.

Kejadian itu aku alami tahun 2010 di salah satu kos-kosan sekitar tempatku kuliah. Sebelum kejadian tersebut, teman-temanku juga melihat orang-orang yang berpenampilan menyeramkan di dalam kos tersebut kemudian orang-orang tersebut menghilang.

Malam pertama, bau yang sangat menyengat menemani kami tidur. Tumpukan puntung rokok, botol-botol minuman keras dan tumpukan sampah menghiasi pojok-pojok kos baru kami. Kami hanya bisa menggelangkan kepala melihat pemandangan tersebut.

Akan tetapi, ada satu orang yang sangat cuek dan tentunya tak sepaham dengan kami. Fulan, itulah namanya.

Fulan merupakan pemuda dari empat orang yang tinggal di kos baru kami. Ketiga temannya baru saja pindah karena mereka tidak nyaman berada di sana. Bahkan di antara mereka pernah ada yang adu mulut dengan ibu kos dalam keadaan ia sedang mabuk.

Tumpukan puntung rokok, sampah dan botol minuman keras yang berjejer di jendela merupakan kenang-kenangan yang mereka tinggalkan. Tak heran jika makhluk halus (jin) senang tinggal di tempat tersebut.

Disaat kami di kampus, salah satu temanku tinggal di kos. Dia bercerita bahwa dia melihat seseorang berbadan besar, berkulit hitam, dan hanya memakai sarung sedang duduk santai di dekat boto-botol minuman keras. Beberapa detik kemudian, laki-laki hitam pekat dan besar itu pun menghilang.

Beberapa hari setelah itu, temanku yang sedang tidur di kamarnya bangun dan teriak. Ia melihat seseorang yang ditutupi oleh pakaian putih berbaring di sampingnya. Temanku yang lain juga pernah melihat lelaki besar, hitam pekat dan kotor sedang berjalan di dekat kamar mandi.

Akhirnya, aku mengajak teman-temanku semua untuk membersihkan kos-kosan tersebut. Semua ruangan kami bersihkan, tak terkecuali kamar mandi. Semua botol minuman keras kami buang dan sampah-sampah kami bakar. Alhasil, kos-kosan tersebut kelihatan rapi dan bersih.

Lantunan ayat-ayat suci al-Quran terdengar tiap pagi dan petang. Dan tak jarang teman- teman kuliah datang menginap di kos kami untuk mengerjakan tugas kelompok, bahkan ada juga yang sering menginap. Sejak itu, kos kami selalu bersih, rapi dan selalu ramai.

Namun, ternyata si Fulan tidak menerima keadaan tersebut. Ia sering marah dan tak mau berbicara dengan kami. Ibu kos pun hampir dipukul oleh si Fulan ketika ia dalam kondisi mabuk berat. Akhirnya ia dikeluarkan oleh ibu kos dari tempat itu. Kami bersyukur, keadaan kos kami pun semakin aman dan nyaman.

Tiap pekan kami selalu gotong royong membersihkan kos dan area sekitar. Bahkan pernah sampai malam aku sendiri membersihkan kamar mandi dan setelah itu aku mencuci pakaian. Biasanya kami makan gorengan sambil bercengkrama Bersama setelah gotong royong. Saat itulah kami sering tertidur di ruang tamu, tidur berjejer seperti ikan yang dijemur.

Pernah suatu malam kami sedang bercengkrama sampai larut malam. Aku pun tertidur di atas kursi panjang. Sekitar pukul 02.00 aku terbangun, kulihat kiri kanan tak ada satu pun teman di sana. Ternyata mereka sudah tidur di kamar masing-masing. Kulihat pintu kos masih terbuka, gerbang rumah pun masih terbuka. “Teman-teman lupa menutup gerbang dan pintu kos” pikirku dalam hati.

Ketika aku mau beranjak untuk menutup pintu dan gerbang, saat itulah seorang wanita terbang dari luar masuk ke dalam kos. Ia berpakaian putih polos dan berambut sangat panjang. Wajahnya putih berseri dan senyumannya sangat manis. Ia terbang ke kamar mandi yang sudah aku bersihkan. Aku ikuti sampai di kamar mandi, namun di dalam kamar mandi tersebut aku tak melihat siapa pun. 

Akhirnya, aku pun tersenyum dan pergi ke kamar untuk istirahat. Sepertinya ia suka tempat bersih, sebagaimana kami juga suka tempat bersih dan rapi.

Jadi, teman-teman tetaplah hidup bersih dan rapi. Jangan lupa selalu mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa agar selalu diberikan perlindungan dari makhluk-Nya yang jahat. Dalam agama islam, para penganutnya sangat dianjurkan untuk senantiasa membaca do’a dzikir pagi dan petang yang dengan sebab itu Allah akan melindungi orang yang mengamalkannya. Semoga tulisan ini bermanfaat buat teman-teman semua.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Kisah Nyata "Senyum Manis Si Wanita Terbang""

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel