Kisah Nyata Tentang Cinta Sedih "Musim Hujan"

KisahTerbaik.Com- Tulisan tentang kisah nyata cinta sedih ini berjudul musim hujan. Hasil rangkaian cerita yang dituliskan oleh Ghaesa Nafisah. Semoga dengan adanya pengalaman hidup ini mengajarkan arti kesabaran bagi segenap pembaca sekalian.

Begini, Kisah Nyata Tentang Cintanya...

Langit dengan awan hitam yang berkumpul. Rintihan hujan yang terus jatuh ke bumi makin deras. Sepasang kekasih itu ter-gugur hujan.

“Sebaiknya kita berpisah,” Ujar Stela melepaskan tangan Daniel yang menggenggam-nya.
“Maksud kamu?” Daniel seakan tidak mengerti kalimat yang baru keluar tadi.
“Aku harus pergi, maaf.” Stela melangkah dengan perlahan. Air matanya mulai terjatuh.
“Kita akan menikah?” gumam Daniel yang tadinya akan melamar Stela.

Berbeda dengan Daniel yang masih terdiam. Dia memandangi punggung layu sang pacar, maksudnya mantan.

Suara tangisan memenuhi indra pendengaran Daniel. Dia hanya menangis dan ter-duduk. Daniel tidak tau harus bagaimana. Waktu semakin berlalu dengan tibanya siang dan malam berkali-kali.

1 Minggu Berlalu

Kenangan pahit mungkin telah lama pergi, tapi perasaan masih tersimpan. Walaupun di dalam hati yang sulit untuk dirasakan.

“Ibu masuk rumah sakit?” Daniel kaget mendapat kabar melalui telepon seluler-nya. Ibu
kandungnya tiba-tiba sakit.
“Rumah sakit mana?” tanya Daniel yang telah dikirim alamatnya.
Sesampainya di Rumah sakit Daniel bergegas atau bisa disebut berlari ke Ruang rawat
Ibunya.
“Ibu,” sendu Daniel mendekati bangsal ibunya yang tergeletak tak sadarkan diri.
“Bagaimana kondisi Ibu?” tanya Daniel menggenggam tangan malaikat baginya.
“Sudah stabil, kakak sebaiknya istirahat,” usul sang adik yang merasa kasihan kepada
kakaknya.
“Aku akan pergi keluar.”

Daniel berjalan di lorong Rumah sakit. Dengan hujan yang mulai menangis, tapi bukan itu yang terjadi. Dia melihat Stela yang duduk di kursi roda.

“Po-poppy?”

Daniel berusaha memanggil sang mantan dengan suara kecil, tapi suaranya seakan bergetar.

“Daniel!”

Stela dengan cepat ingin pergi, tapi Daniel lebih dulu menarik kursi roda dan menghadap Stela yang menunduk.

“Stela, lihat aku,” ucap Daniel lembut.

Stela asalnya tidak ingin mengikuti perintah Daniel, tapi seperti tali menariknya.

“Kamu kenapa tidak bilang?” tanya Daniel dengan air mata terjatuh. Keduanya menangis
dalam diam.
“Maaf…. Maaf… Maaf….” Stela hanya bisa mengulang kata "Maaf’ itu yang bisa dia
lakukan.
“Tidak, aku yang salah memaksa kamu untuk menikah.” Elak Daniel memeluk Stela erat.
“Maafkan aku.” suara Daniel makin kecil. Sedangkan Stela membalas pelukan Daniel.

Sebuah kisah kasih cinta yang sedih. Begitulah seorang wanita yang tidak ingin membebani pria yang akan dinikahinya. Kisah ini memang sangat akrab bagi pembaca. Coba untuk mengulang hari kemarin, tahun kemarin, dan kisah kemarin.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Nyata Tentang Cinta Sedih "Musim Hujan""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel