Kisah Nyata Tentang Cinta "Tak Ada Yang Abadi"

KisahTerbaik.Com- Serangkaian cerita nyata tentang cinta ini dituliskan oleh Win Rachmawati dengan judul dalam naskahnya "Cinta di Dunia Tiada yang Abadi dan Hilang oleh Waktu". Semoga hadirnya kisah ini bisa memberikan pelajaran yang berarti bagi segenap pembaca sekalian.

Begini, Kisahnya....

Saya akan berbagi tentang kisah nyata yang saya alami, dan kisah ini tiada orang lain yang tahu, hanya keluarga dan kerabat terdekat saya. Mungkin hanya dengan sedikit menulis di sini saya bisa menceritakan kembali kisah yang begitu pilu dan mungkin tidak pernah akan hilang dalam kenangan hidup saya. Mengapa saya tidak pernah menceritakan kisah ini pada siapapun? walaupun saya sudah dekat dengan orang baru? itu karena saya tidak ingin membuka luka lama yang sudah tertutup meski belum sempurna.

Jika saya menceritakan kisah ini saya akan merasa gagal dalam memenuhi amanah dari orang yang sudah meninggalkan saya. Luka ini cukup perih dan sangat dalam hingga saat ini. Hanya ini satu- satunya media yang bisa sedikit meringankan beban saya selama ini.

Cerita ini sudah berlalu dua tahun silam, dan baru kali ini saya akan membuka luka ini sekali lagi. Berawal dari kelas 10 SMA, saya waktu itu mulai memasuki tahun pelajar baru dimana saya diterima di salah satu SMA favorit di kota saya, disana saya sangat merasakan kebahagiaan begitu besar sebab itu semua adalah mimpi saya sejak SMP.

Banyak sekali dukungan yang membuat saya akhirnya percaya mampu bersaing untuk mendapatkan SMA itu. Di sisi lain saya memiliki sahabat yang bernama Alif yang notabennya dia adalah sahabat dan pacar baru saya, memang sih pacarannya baru pertengahan kelas 10, namun hubungan perkenalan kita sudah 4 tahun yang lalu.

Saya mengenal alif sejak SMP, dimana alaif adalah salah satu sahabat cowok yang dekat dan peduli dengan saya, dan beruntungnya lagi saya selalu satu kelas dan satu ekstra dengan alif, sekian lama mengenal sampai kita menjadi sahabat, namun alif menyimpan rasa lebih terhadap saya. Alif juga sudah dua kali bilang suka sama saya, tetapi saya tidak memperdulikannya, mengapa? itu semua karena saya sudah nyaman kenal dengan alif sebagai sahabat.

Sekian lama kita berhubungan saya sudah kenal dekat dengan orang tua dan kakak laki-laki dari alif, begitupun dengan orang tua saya yang dekat dengan alif sebab ia adalah cowok yang sangat baik dan sopan, ia juga mahir dalam berbicara bahasa jawa halus (itulah tips untuk merayu hati orang tua he...he...he).

Lanjut saya juga sering diajak main kerumah alif itu semua karena mamanya yang minta, saya memiliki hobi yang sama dengan mamanya alif yaitu membuat kue dan membaca buku berbau sejarah gitu sih, oh ya satu lagi mamanya alif bernama Mama Rossa.

Saya juga sangat mengenal kakaknya yang bernama kak andri, dia juga sangat baik dan enjoy dengan kehadiran saya, ia berkuliah di salah satu PTN di kota Surabaya. Memang sih keluarga alif ini orang yang sangat pintar dan sukses.

Waktu liburan akhir sekolah atau bisa dibilang liburan untuk persiapan masuk SMA saya dan alif mengikuti program les intensif di salah satu LBB di kota saya, kita ingin hasil tes yang maksimal dan kita bisa diterima di SMA impian kita. Saya dan alif memilih 3 SMA yang sama dan kita juga berharap bisa satu SMA lebih-lebih satu kelas.

Setelah mengikuti serangkai tes ujian masuk SMA kita tinggal menunggu hasil dari kerja keras kita. 

Hari yang sangat mengetarkan akhirnya tiba, dimana kita sama-sama melihat hasil dan kita berharap bisa satu sekolah lagi. Ternyata dewi fortuna tidak berpihak kepada kita, hasil kerja keras kita berbeda, alif diterima di salah satu SMA favorit bisa dibilang nomor satu dan aku di SMA favorit nomor dua, sempat sedikit sedih sih karena inilah akhir kebersamaan sekolah kita.

Namun itu semua pasti ada hikmanya sih, alif janji dengan saya dimana dia akan berusaha untuk bisa mengantar aku pulang lebih tepatnya sih dia jadi antar jemput saya (mana bisa nolak coba ? hi..hi..hi).

Perjalanan untuk memasuki awal SMA sudah dimulai dimana saya masuk di jurusan IPS karena saya sangat suka dengan ekonomi dan sejarah, dimana saya ingin sekali untuk terjun di pemerintahan ataupun menjadi dosen (aamiin).

Sedangkan alif ia masuk di jurusan IPA dimana ia memang sangat ingin bisa masuk di kedokteran, dia memang keren dibidang biologi dan kimia. Lanjut yaa, sesuai janji alif saat itu ia selalu mengantar dan menjemput saya, pasti senang kan ya? sedikit, sebab saya tidak begitu tega melihat ia jauh-jauh melakukan hal ini demi aku, yang hanya sahabatnya.

Di pertengahan kelas 10 ini, alif menembak saya untuk ketiga kalinya. Namun ini sedikit berbeda caranya dia dalam mengungkapkan, sebab ia menembak saya di taman rumahnya dan raut mukanya yang begitu serius, saya juga sempat bingung kenapa alif jadi seserius ini dan saya sebagai cewek bingung dong mau jawab apa.

Bagaimana tidak ? saya takut apabila sudah menerima dia sebagai pacar saya, jika suatu saat nanti kita sudah putus dua hubungan putus sekaligus. Dimana saya adalah orang yang tidak mau berurusan lagi dengan yang namanya mantan, yang saya takutkan hanya hubungan persahabatan saya putus karena pacaran kita juga putus.

Di saat itu saya meminta alif untuk tidak menjawabnya hari itu juga, karena aku juga perlu berfikir lagi. Akhirnya alif pun memberi saya waktu 4 hari untuk berfikir dan menjawabnya dengan penuh keyakinan. Kali ini saya benar-benar bingung mau bagaimana, apa aku harus menolak lagi untuk ketiga kalinya ? atau menerimanya dengan senang hati?, sungguh bimbang yang saya rasa. Saya pun memutuskan untuk curhat kepada sahabat sekaligus saudara cewek saya, yaitu nona.

Saya bercerita panjang lebar tentang alif dan aku meminta saran kepada nona, ternyata nona menyuruh saya untuk mencoba menerimanya sebagai pacar, dia berkata bagaimana kamu bisa tahu rasanya, namun sebelumnya kamu belum mencoba.

Tidak sampai disitu saya mencari pendapat, saya mencoba untuk bercerita ke kak andri, dimana kak andri kali ini juga benar-benar serius, ia bilang kepada saya kenapa tidak kamu terima saja, sebelum kamu menyesal nantinya? inilah yang membuat aku bingung kenapa menyesal, memang alif punya gebetan lain? setau saya alif tipe orang yang cuek dan tidak suka mengombali cewek apalagi mendekati cewek lain.

Empat hari telah berlalu dan kini saatnya saya untuk menjawab pertannyaan alif tentang perasaan saya. Saya memutuskan untuk mencoba menerima alif sebagai pacar saya, kalau boleh jujur saya belum memiliki perasaan lebih terhadap alif.

Baiklah alif hari itu terlihat sangat bahagia dan jujur dia langsung mengajak aku jalan-jalan ke luar dan kerumah alif untuk bilang kepada orang tua dan kakaknya bahwa kita sudah jadian. Terliahat mama dan kakaknya begitu senang mendengar kabar itu, setelah itu aku ngobrol berdua dengan mamanya alif, dimana ia bilang kepada saya begitu serius ia ingin sekali alif bahagia dengan saya sebisa mungkin mamanya berharap alif tidak merasa tersiksa dengan rasa yang ia rasakan.

Yang lebih membuat saya bingung lagi kenapa mamanya bercerita itu sambil menangis, apa yang sebenarnya terjadi ? aku tidak pernah melihat mamanya alif sebegitu sedihnya. Disitu saya ikut sedih juga, entahlah rasa empatiku memang sangat besar.

Sudah tiga bulan lebih saya berpacaran dengan alif, ternyata memang benar cinta itu bisa tumbuh kapan saja dan rasa itu memang manis. Tiga bulan lebih itu semua keadaan masih baik-baik saja. Namun saat menginjak empat bulan rasa kejanggalan itu mulai ada dimana alif sudah mulai berubah, ia sudah jarang mengantar dan menjemput saya, sudah jarang mengajak saya untuk jalan-jalan atau kerumahnya.

Saya sudah mulai bingung ini kenapa jadi berbeda, akhirnya aku coba untuk mencari informasi tentang alif dari teman saya yang satu sekolah dengannya, saya takut alif lagi dalam keadaan yang tidak baik.

Alif juga sudah jarang memberi kabar ke saya, ternyata alif juga sudah 3 hari tidak masuk sekolah karena ada urusan keluarga. Saya juga mencoba untuk menghubungi kak andri, ia bilang alif lagi ada urusan yang mendadak dimana alif tidak bisa memberitahu alasannya kepada siapapun.

Namun tidak tahu kenapa aku benar-benar tidak percaya semua baik-baik saja. Sampai pada akhirnya saya menerima kabar bahwa alif sudah tidak masuk sekolah 1 minggu tanpa pesan apapun kepada saya. Saya semakin yakin bahwa ia dalam keadaan yang benar-benar buruk. Apa yang sebenarnya terjadi?.

Sepulang dari sekolah saya langsung menemui sahabat cowok dari alif yaitu vian, saya langsung menunggu di depan kantin sekolahnya dan ngobrol berdua dengan vian. Saya seketika mengintrograsi vian dengan berbagai pertanyaan, aku menyuruh vian untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi, dengan berurai air mata aku menceritakan apa yang saya rasakan saat itu dan saya berharap vian bisa jujur.

Pada akhirnya vian tidak tega dengan keadaan ku yang menangis, akhirnya vian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada alif, ternyata benar alif sedang dalam keadaan yang buruk, bagai tersambar petir yang sangat kuat seketika saya langsung lemas dan menangis dengan keadaaan alif yang sudah diceritakan oleh vian.

Saya langsung meminta vian untuk mengantarkan dimana alif sekarang berada.

Saya sudah menginjakkan kaki di rumah sakit, iya benar dimana alif sekarang dirawat. Saya langsung berlari sambil tidak berhenti menangis menuju kamar dimana alif sedang diarwat dan ia terbaring tak berdaya disana, saya seketika ingin pingsan melihat alif yang sudah terkapar dengan selang infus dimana-mana, rasa penyesalan yang begitu menusuk di hati ini sangatlah menyakitkan, mengapa saya tidak pernah tahu apabila alif sakit sebegitu parahnya. Mengapa saya baru tahu sekarang? sahabat dan pacar macam apa saya ini, saya terus menagis hingga kak andri dan mama rossa terbangun dari tidurnya ketika menjaga alif.

Langsung saja mama rossa berhambur memeluk saya dengan tangisan haru, seketika saya diam mematung karena kecewa kenapa aku tidak diberi tahu tentang ini semua? apa aku tidak pantas mengetahui sakitnya alif. Akhirnya mama rossa dan kak andri mengajak saya duduk dan menceritakan sekali lagi apa yang membuat saya tidak diberitahu tentang ini semua.

Alif mengidap penyakit kanker darah atau leukimia yang sudah mencapai stadium akhir, dimana hemoglobinnya sangat kurang dan ia membutuhkan transfusi darah setiap saat. Alif sudah satu tahun lebih menderita penyakit ini, ia juga sering sekali bolak-balik check-up namun itu semua tanpa sepengetahuan saya, alif juga sering kali tidak masuk sekolah namun ia tetap mengantar dan menjemput saya.

Mama rossa memberi alasan mengapa alif melarang siapapun memberi tau saya tentang keadaannya, karena ia tidak mau melihat saya menangis karena dirinya. Memang dia cowok yang tidak mau melihat cewek tersakiti ataupun meneteskan mata untuknya.

Alif sering kali menulis kisah bersama saya dalam laptopnya, ia juga membuat video yang berisikan kenangan kita berdua, mama rossa juga bercerita bahwa alif senang sekali bisa jadian sama saya dan alif selalu bahagia apabila ada cerita mengenai saya. 

Mama rossa juga bilang bahwa saya adalah cinta pertama alif dan baru kali ini alif berpacaran, namun kedaan alif sudah tidak memungkinkan lagi sekarang untuk berpacara dengan saya, mama rossa meminta saya untuk memutuskan alif, meskipun alif masih berat untuk melakukan itu.

Dua hari setelah itu alif dikabarkan sudah meniggal dunia, ia meniggal tepat dihari ulang tahunnya yaitu 14 maret, ia meminta kado untuk dibacakan yassin oleh saya dan ia memberi kado kepada saya berupa album foto dan surat.

Tentunya saya sangat terpukul atas kejadian ini, saya benar-benar tidak bisa melupakan alif sampai detik ini, saya membutuhkan waktu 2 tahun untuk move on dan bisa menerima orang lain. Dan sampai detik ini juga saya selalu diajak oleh keluarga alif ke makam apabila hari ulang tahunnya. Hikma dari kisah saya adalah jangan pernah sedih jika kalian diputuskan oleh cinta kekasih, karena dia masih hidup dan kalian bisa melihatnya, sedangkan saya diputuskan saat di akan meniggal.

Tetapi dia tidak pernah membolehkan saya untuk menumpahkan air mata kepada cowok yang notabennya hanyalah pacar, bukan jodohmu.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Nyata Tentang Cinta "Tak Ada Yang Abadi""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel