Kisah Nyata Tentang Ibu "Doa Ibumu tembus ke langit Arsy"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian tulisan tentang cerita nyata, khususnya menyangkut ibu ini dituliskan oleh Sinto salah seorang Mahasiswa di Universitas Airlangga. Adapun untuk judul dalam tulisan ini ialah "Doa Ibumu tembus ke langit Arsy". Semoga bisa memberikan wawasan dan pengalaman yang berharga kepada pembaca semuanya.

Begini, Kisahnya....

Perkenalkan nama saya Sinto. Saya lahir pada tanggal 31 Desember 1999 di Nenjer desa Rembitan. Ibu saya melahirkan saya dengan cukup unik yaitu ketika ibu saya merasa ingin melahirkan saat itu beliau sedang dalam keadaan menjaga sapi. Sapi yang dijaga cukup banyak dikarenakan semua keluarga saya memeliharanya didekat rumahku.

Saat itu dalam keadaan tidak ada orang, suasananya sepi semua orang pergi bekerja, hanya burung saja yang terdengar berkicau dikarenakan tempatku adalah daerah kebun. Ibuku sangat bingung, resah dan bimbang.

Beliau tidak tidak tahu harus mengapa dikarenakan kondisi yang seperti itu. Akhirnya beliaupun berusaha berlari dan saking tidak tahan beliau terhenti dikandang sapi bagian luar. Beliau terus mengerang berusaha mengeluarkanku dan akhirnya saya pun terlahir di Dekat kandang sapi. 

Alhamdulillah ibu saya selamat dan saya lahir dengan selamat. Ketika saya menceritakan cerita ini saya selalu merasa sedih, bukan karena saya lahir dikandang sapi tetapi jika saya membayangkan ketika ibu melahirkanku, saya terngiang, terharu dan meneteskan air mata dikarenakan perjuangan ibuku untuk melahirkanku.

Semoga Allah swt selalu memberikan nikmat yang berlimpah pada ibuku. Amiin. Saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kedua orang tuaku bekerja sebagai petani, adikku pelajar di sekolah menengah kejuruan dan  kakakku adalah pekerja di Hotel sebagai resepsionis. Daerahku berada di Lombok tepatnya desa Rembitan.

Daerahku termasuk daerah yang sangat alami, dimana masih terdapat banyak sawah, hutan-hutan landai, pegunungan yang menjulang tinggi dan lautan yang luas dimana semuanya belum tersentuh oleh tangan jahil manusia. 

Disekolah dasar ketika awal masuk saya termasuk anak yang sangat bodoh. Saya biasanya mendapatkan peringkat dua dari belakang. Jumlah siswa saat itu sekitar 25 orang dan ketika dikelas satu saya termasuk anak yang otaknya kurang pandai. Bahkan saya bisa membaca buku ketika kelas 3 SD.

Tetapi dalam perjalanan saya menuntut ilmu disana saya memiliki pengalaman yang luar biasa sekaligus saya anggap itu sebagai motivator paling berpengaruh dalam hidupku. Dia adalah ayahku yang mampu mengubah sayaa menjadi anak berprestasi bahkan itu dimulai dari sejak SD. Ayahku bagiku adalah sebagai orang yang mampu menjadi guru sekaligus sebagai penyemangat hidupku. Ketika saya tidak mampu untuk membaca buku beliau merasa sangat marah.

Beliau marah bukan karena membenci saya tetapi karena saking sayangnya kepadaku. Beliau merasa terhina ketika anaknya tidak mampu melakukan sesuatu, maka dari itu untuk bisa anaknya mencapai  mimpinya beliau akan berusaha siang malam untuk mengajarinya. Beliau tidak pernah merasa lelah untuk terus memberikan semangat kepada saya.

Yang paling saya ingat ketika saya tidak mampu untuk membaca adalah beliau menyemburkan air ludahnya kepada saya sehingga saya pun menelannya. Dan sungguh ajaib tidak seminggu setelah saya menelan air ludahnya saya bisa membaca buku walaupun tidak secara langsung terus bisa. Dan itu dilakukan kepada saudaraku yang lain.

Semua saudaraku bisa membaca buku dikarenakan telah menelan air ludahnya beliau. Saya merasa itu adalah cara Allah menunjukkan kuasanya bahwa orang tua memiliki segala sesuatu yang mampu membuat anaknya menjadi orang yang sukses. Memang ayah adalah orang yang tidak pernah melahirkan dan meyusui saya tetapi dengan usaha beliau mampu membuat saya dan saudara saya yang lain menelurkan prestasi yang gemilang. Terima kasih yang sangat besar saya ucapkan kepada ayahku.

Akhirnya prestasiku mulai terwujud sejak naik kekelas 4 SD, dimana saya masuk dalam peringkat 5 besar dikelas. Saya terus berusaha untuk menjadi lebih baik dimana saya mengerti untuk menjadi anak yang membanggakan kedua orang tua saya. Saat paling terkenang diwaktu itu adalah dimana saya setiap pergi mengembala sapi saya selalu membawa buku saya.

Saya selalu ingat waktu itu, ketika ada pekerjaan rumah saya biasa mengerjakannya di ladang yang dekat dengan hutan. Dan saya paling senang ketika membaca buku di atas pohon dikarenakan mudah melihat kemana arah sapi pergi. Disaat itu ketika saya tidak membaca buku sehari saya merasa ada yang kurang dalam hidup saya. Buku benar-benar sudah menjadi bagian penting dalam hidup saya. 

Maka dari itu setiap buku saya tidak pernah ada yang mempunyai sampul. Ini dikarenakan seringnya dibuka dan terus menjadi sahabat paling menyenangkan bagi saya. Oleh karenanya sejak kelas 5 sampai lulus saya selalu meraih peringkat dua dikelas.

Lawan saya waktu itu memperebutkan peringkat satu terlalu tangguh sehingga dia selalu menduduki peringkat pertama. Memasuki dunia SMP saya mulai memasuki masa kejayaan dimana saya selalu meraih tingkat pertama dan saya memegang peran penting sebagai wakil ketua 1 OSIS. Saat ini saya mulai menunjukkan kedewasaan saya dimana saya tidak pernah sama sekali meminta uang kepada orang tua saya kecuali hanya saat ada mata pelajaran penjaskes.

Maka untuk memenuhi kebutuhan sekolah saya biasanya mencari kayu di hutan kemudian dijual oleh ibu saya kepasar karena sebagai petani ibu saya juga biasanya pagi membawa kayu untuk dijual setelahnya membeli sayur-sayuran untuk dijual kekampung dengan cara berjalan kaki dengan barangnya ditaruh diatas kepala beliau. Saya sangat malu jika saya punya kebutuhan dan saya harus meminta kepada orang tua saya dimana kondisi perekonomian keluarga yang serba terbatas.
\
Saya memiliki kebiasaan selalu mengumandangkan adzan ketika maghrib dan saya biasanya menunggu waktu isya juga di masjid itu. Antara waktu maghrib dan isya saya menggunakan kesempatan tersebut untuk belajar dan membaca kitab suci Al-Qur’an. Anak-anak waktu itu dari mereka rata-rata tidak mampu membaca ayat suci Al Qur’an. Saya terus istiqamah mengumandangkan adzan dan anak-anak dikampungku tertarik untuk ikut sholat dan belajar disana dan memintaku untuk mengarinya membaca kitab suci.

Lama kelamaan anak-anak semakin banyak yang datang untuk belajar membaca Qur’an. Oleh karenanya warga kampung mempercayakan saya supaya  anaknya diajari membaca kitab suci Al Qur’an.  Yang unik adalah murid saya ada yang lebih besar usianya dari saya padahal waktu itu saya adalah anak yang masih duduk dibangku kelas 2 SMP. Melalui ini saya biasanya dikasih uang oleh warga kampung dengan walaupun sebenarnya saya ikhlas untuk mengajar. Selain itu saya juga biasanya saya mencari cabe hutan, pare hutan dan semua yang bisa dijual.

Ini semua saya lakukan karena saya malu untuk meminta mereka dan untuk menanggung beban hidupnya. Disetiap doa saya selalu menyempatkan untuk mendoakan mereka bahkan sudah menjadi wajib bagi saya untuk mendoakannya. Saya juga tidak lupa untuk sholat tahajjud dimana didalamnya selalu terdapat doa untuk kedua orang tua.

Saya selalu menangis ketika melihat ibu saya berjalan kaki keliling dengan beban barang diatas kepalanya. Saya merasa diri saya adalah anak yang paling durhaka karena belum mampu memberikan sesuatu yang berharga walaupun jasa dan kasih sayang orang tua tidak dapat ditukar dengan apapun.

Dan yang paling wajib saya lakukan adalah saya memiliki misi yang harus saya penuhi yaitu membawa mereka berdua untuk bermunajat ditanah suci. Dan jika saya tidak mampu melakukannya saya siap untuk dipenggal kedua orang tua saya walaupun mereka tidak meminta itu. Tidak ada yang paling banggakan selain orang tuaku pernah menemui rumah Allah swt. 

1#

Dimasa SMP ini tidak ada prestasi yang terlalu tinggi yang pernah saya raih. Saya hanya mampu untuk meraih jawara dikelas dan menjadi juara umum. Ketika saya dikirim dalam delegasi saya tidak pernah lolos. Dan ketika memasuki dunia SMA prestasi saya dapat dikatakan gemilang

 Disaat saya kelas 1 saya menjadi sekertaris umum OSIS dan disaat inilah saya mulai menelurkan banyak prestasi. Saya disini mulai berpikir untuk mengubah masa depan saya menjadi lebih terang. Selain itu juga saya tidak pernah absen untuk meminta doa kedua orang tua saya dan selalu mengamalkan surah Alam Nasyrah. Diwaktu pagi saya tidak ketinggalan untuk melaksanakan sholat dhuha dan diwaktu malam dihiasi dengan melaksanakan sholat tahajjud. Dan saat inilah saya mulai merasakan dahsyatnya amalan-amalan yang saya lakukan.

Ketika saya pergi dalam kompetisi dan lomba saya tidak lupa untuk mencium kaki ibu saya. Saya selalu meminta doanya dikarenakan doa ibu itu mampu menembus langit. Contohnya adalah ketika saya mengikuti lomba cerdas cermat MPR RI dimana lomba ini membutuhkan waktu dua bulan untuk persiapan dan merupakan lomba yang bergengsi bagi sekolah di kabupaten Lombok Tengah. saya mencium kaki ibu saya ketika mau berangkat dan juga meminta kepada semua anggota tim saya untuk melakukan hal yang sama.

Walaupun hanya mampu meraih juara 2 tetapi itu adalah masa kejayaan sekolah kami setelah lama tidak mampu menjuarai lomba ini dimana sebelumnya selalu kalah dibabak penyisihan. Oleh karenanya kepala sekolah kami begitu bangga dan memberikan apresiasi kepada tim kami. Ini semua karena kompaknya tim dan selalu konsisten dengan apa yang perintahkan oleh ketua dimana saat itu saya bertidak sebagai ketua tim atau sebagai juru bicara. Setelah lulus dari SMA saya sudah memiliki rencana matang  untuk mendaftarkan diri sebagai BINTARA TNI AD. Saya sudah check up bahkan menghabiskan sampai  jutaan rupiah untuk masalah kesehatan. Rupanya Allah swt berkehendak lain. 

Saya diterima di Fakultas Hukum universitas Airlangga Surabaya jalur undangan. Ini adalah nikmat Allah swt yang begitu besar dimana ini merupakah investasi dan hasil dari doa dan perjuangan diri saya pribadi. Sampai saat ini prestasi dan beberapa kegiatan yang pernah saya ikuti, antara lain:
  • Sekertaris Umum OSIS SMAN 1 PUJUT masa bakti 2015/2016
  • Wakil ketua OSIS SMAN 1 PUJUT masa bakti 2016/2017
  • Koordinator wilayah Pujut APOLO/Asosiasi Pengurus Osis-osim Lombok Tengah 2016/2017
  • Wakil ketua OSIS SMPN 7 PUJUT masa bakti 2014/2015
  • Wakil ketua pencak silat tapak suci SMAN 1 PUJUT 2015/2016
  • Pemateri dalam Latihan dasar kepemimpinan yang diselenggarakan oleh OSIS SMAN 1 PUJUT 2016/2017
  • Juara 1 Laga Kelas A Putra Remaja kejuaraan Tapak Suci Se-Provinsi NTB di MTS Negeri Model 2015
  • Juara 3 Laga Kelas A Putra Remaja kejuaraan Tapak Suci Se-Provinsi NTB di Universitas Muhammadiyah Mataram 2016
  • Juara 2 LCC 4 Pilar MPR RI Tahun 2016 Se-kabupaten Lombok Tengah
  • Juara 1 Pencak silat IPSI kelas A se-kabupaten Lombok Tengah
  • Pelopor berdirinya pencak silat Tapak Suci di Ponpes Al Ma’ari NU Lenser Kuta sekaligus juga sebagai pelatih
  • Peserta  Raicab/Raimuna Cabang pramuka Se-kabupaten Lombok Tengah
  • Peserta terbaik dalam Forum Anak Nasional di Praya, Lombok Tengah 2016
  • Juara 1 Lomba Adzan class meeting SMAN 1 PUJUT 2016
  • Juara 1 lomba baca puisi class meeting SMAN 1 PUJUT 2016
  • Juara 1 lomba baca puisi class meeting SMAN 1 PUJUT 2015
  • Juara 3 lomba pidato class meeting SMAN 1 PUJUT 2015
  • Moderator pada acara seminar dalam rangka pelantikan pengurus OSIS/OSIM se-lombok Tengah dengan tema “pemimpin muda itu keren” yang dilaksanakan pada hari minggu 05 februari 2017 di Praya Lombok Tengah
  • Peserta studi tiga bulan tentang hotel kursus bahasa Inggris yang di program yang dilakukan oleh kursus bahasa Internasional 
  • Peserta seminar internasional pemberdayaan kedaulatan budaya dan pendidikan Islam di IPDN NTB Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat Indonesia, oktober 10-11 2016 dalam rangka memperingati ulang tahun ke 71 kabupaten lombok Tengah
  • Peserta senam sehat berkarya anti narkoba nasional untuk tutor PAUD, GURU TK, SD, SLTP, SLTA sederajat yang diselenggarakan tanggal 19-20 november 2015 di Gedung Koni Praya.
  • Peserta MSMO/Magna Science and Medical Olympiad 2016 dalam rangkaian magna competition, Charity, & Family Gathering Fakultas Kedokteran Universitas Mataram tanggal 11 september 2016
  • Peserta PUKM WANALA Universitas Airlangga pada tanggal 23 september 2017
  • Peserta Talkshow Scholarship yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Airlangga pada tanggal 28 september 2017 
  • Peserta national talkshow and workshop sejuta berdaya menuju Surabaya sejahtera pada tanggal 9 september 2017
  • Peserta program pengenalan perpustakaan pada mahasiswa baru tahun 2017 pada tanggal 29 september 2017
  • Peserta Dauroh Ramadhan 1438 H diselenggarakan oleh STAI ALI BIN ABI THALIB selama 1 bulan penuh
  • Pengurus utama Gerakan mengajar mengabdi bidang pemberdayan sumber daya mahasiswa masa bakti 2017/2018
  • Anggota aktif HMI komisariat hukum Airlangga 2017
  • Peserta seminar nasional entrepreneurship yang diselenggarakan oleh BEM FISIP UNAIR

Dalam latihan dasar kepemimpinan yang diselenggarakan oleh OSIS saya memaparkan beberapa jurus jitu untuk mencapai sebuah kesuksesan. Ini adalah real pengalaman pribadi saya, dimana saya menerapkan langkah itu untuk meraih mimpi saya. Berikut ini adalah jurus jitu meraih kesuksesan menurut saya sendiri:


Mintalah doa orang tuamu niscaya Allah akan memudahkan segalanya

Orang tua bagi diri saya adalah seorang yang memiliki daya kekuatan yang luar biasa, dimana setelah engkau mentaati Allah dengan tidak menyekutukannya engkau memiliki kewajiban untuk berbakti kepadanya.

Setelah mentaati Allah swt Tidak ada kewajiban yang dibebankan oleh-Nya setelah berbakti kepada mereka berdua. Tidak ada yang lebih keramat dan memiliki doa dengan daya yang luar biasa selain kedua orang tua. Ketika orang tua anda, terutama ibu anda berdoa untuk anda maka doanya akan menembus langit.

Artinya adalah semua doa yang dimunajatkan oleh ibu itu kecil sekali kemungkinan doanya ditolak oleh Allah swt. Oleh karenanya marilah kita untuk berbuat kepadanya. Jangan sampai ada sikap, kata-kata dan perbuatan yang membuat hati ibu kecewa. Ini Karena semua doa baik dan buruk yang di ucapkan oleh ibu sama-sama akan diijabah oleh Allah swt. 

Bukankah kita sering mendengar kisah Jurait yang membuat ibunya berdoa buruk untuknya? Walaupun Jurait sholeh tetapi Allah tetap menurunkan hasil dari doa ibunya dimana dia difitnah sebagaimana yang telah diucapkan oleh ibunya. Lalu tidak pernahkah engkau mendengar kisah Uwais Al Qarni dimana dia adalah pemuda yang terkenal dilangit dikarenakan dia memuliakan ibunya? Rasulullah Saw sendiripun menjelaskan dalam suatu hadist:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah bahwa seorang datang kepada Rasulullah dan berkata: “Ya Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti yang utama?” Maka Nabi menjawab: “Ibumu” dan orang tersebut bertanya kembali, “Kemudian siapa lagi?” Nabi pun menjawab “Ibumu” dan orang itu bertanya kembali, “Kemudian siapa lagi?”, Nabi pun menjawab “Ibumu”, orang itu pun bertanya kembali dan Nabi menjawab, “Kemudian ayahmu”.( Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Saya sendiri punya pengalaman pribadi bagaimana dahsyatnya doa kedua orang tua. Ketika saya berangkat dalam kegiatan penting, hal utama yang wajib saya lakukan adalah mencium kaki keduanya dan meminta supaya selalu didoakan dalam sholat tahajudnya. Saat saya berangkat dalam kejuaraan O2SN bidang olahraga pencak silat tidak lupa saya melakukan itu, saya mencium kakinya dan ibu saya memegang kepala saya.

Saya merasa disitu ada energy luar biasa yang mengalir dalam diri saya. Bahkan setelahnya saya merasa ada yang berbeda dari sebelum saya mencium kaki beliau. Beliau selalu mengingatkan saya untuk selalu menjaga sholat 5 waktu dan tidak lupa berdzikir kepada Allah swt.

Dan itu terbukti dengan kebiasaan saya meminta restu dan menaati perintah keduanya, saya telah 4 kali menjuarai kejuaraan pencak silat dimana itu adalah prestasi tertingi dalam hidup saya. Dan baru-baru ini saya meraih medali emas dalam  Open Tournament Pencak Silat Yogyakarta Championship 2017. 

Awali hari anda dengan melaksanakan sholat dhuha

Siapakah diantara kita yang katanya mengalami kesusahan? Siapakah diantara kita yang katanya ingin memiliki barang ini dan itu? Siapakah diantara kita yang katanya ingin bersedekah tetapi kantong kosong? Lalu siapakah diantara kita yang selalu mengeluh bahwa Allah swt tidak adil? Mari sejenak kita renungkan mungkin ada sesuatu yang kurang dalam diri kita.

Ada yang mungkin dari kita tahu betapa pentingnya tapi sering kita abaikan. Iya itu adalah sholat dhuha. Sholat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Allah swt bagi mereka yang tidak bercukupan rezeki. Sholat dhuha mampu menjadi keran terbukanya rezeki. Ingatlah bahwasanya Allah swt tidak akan pernah mengingkari janjinya. Engkau akan mendapatkan rezeki dari jalan yang tidak kau sangka-sangka sebelumnya. Bahkan Allah swt datang sendiri membwakan nikmat itu kepada hambanya yang gemar melaksanakan sholat dhuha. 

Dan perlu keistiqamahan untuk mendapatkan faedah yang luar biasa dari sholat sunnah yang hukum sunnah muakad ini. Oleh karenanya kerjakanlah walaupun anda mampu melaksanakan hanya 2 rakaat saja.

Amal yang kecil akan menjadi besar jika dilakukan secara konsisten. Dan semua kesuksesan yang pernah saya raih adalah bentuk hasil dari keistiqamahan kepada Allah swt. Saya biasa melaksanakan sholat ini setiap hari dan ketika saya meninggalkan hati saya sangat merasa sedih. Itulah dampak besar dari keistiqamahan, anda meninggalkannya sekali saja maka ada rasa bersalah kepada Allah swt. Allah swt tidak hanya menjanjikan sholat dhuha sebagai pembuka rezeki. 

Banyak keutamaan lain yang dijanjikan Allah swt lewat sholat sunnah ini diantaranya adalah 

Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia

Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: “Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala,” (HR Muslim).

Allah akan mengampuni dosanya

“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan,” (HR Tirmidzi).

Sebuah rumah di surga

Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw: “Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga,” (Shahih al-Jami`: 634)

Simbol ketaatan

“Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).

Itulah beberapa manfaat dahsyatnya sholat dhuha. Semoga kita termasuk orang yang selalu mengamalkan sholat sunnah ini.

Amalkan surah Alam Nasyrah

Ketika saat-saat dimana saya mengalami kegagalan saya merasa harus ada sesuatu yang bisa menjadi pegangan saya dalam kehidupan sehari-hari. Maka saya menemui guru agama saya sekaligus tokoh agama dikampung saya. Lalu beliau menganjurkan membacakan surah Alam Nasyrah selesai sholat. 

Terjemahannya harus dihafal, mengetahui kandungan setiap ayat dan terus mengamalkannya tanpa putus serta dibaca 3 kali selesai sholat fardhu. Saya pun mulai mengamalkannya dan terlihat hasil yang begitu nyata. Saya sejak dahulu memang punya niat untuk masuk ekstrakurikuler pramuka, tetapi selalu berbenturan dengan ekstrakurikuler lain.

Ketika ada waktu luang saya memberanikan diri untuk hadir dengan mengalahkan rasa malu dimana junior saya sudah berpengalaman daripada saya. Waktu itu ada kegiatan pemilihan peserta untuk mewakili kecamatan dalam raimuna cabang Lombok Tengah.

Tak terduga dan tak disangka-sangka saya terpilih menjadi peserta dalam kegiatan yang diminati banyak peserta. Setelah saya renungkan kenapa saya terpilih, rupanya Allah memberikan saya hadiah dengan terpilih menjadi peserta dalam event tersebut. Memang Allah swt tidak akan pernah mengingkari janjinya. Sampai saat ini saya selalu mengamalkannya dan ketika tidak diamalkan saya merasa ada yang kurang dalam hari itu juga.

Demikianlah beberapa pengalaman pribadi saya dimana semuanya irtu saya selalu menyertakan Allah swt dalam setiap kegiatan saya. Oleh karenanya saya memiliki motto yang familiar dan ini juga digunakan sebagai judul buku Ustad YM yaitu “Allah dulu, Allah lagi, Allah terus”.

Semoga kita semua diberi kemudahan dalam menghadirkan Allah swt dalam setiap aktivitas kita. Sebuah awal Pasti ada akhirnya, itu lah kenyataan dari dunia fana ini, begitu juga dalam tulisan yang saya sampaikan sekurang-kurangnya dapat memberikan pencerahan dan dapat dimengerti bagi para pembaca, ada pula ketidak sempurnaan datang dari saya sebagai makhluk yang tidak sempurna, demikian semoga bermanfaat,

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Nyata Tentang Ibu "Doa Ibumu tembus ke langit Arsy""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel