Cerita Nyata "Sepenggal Kisah Pendidikan"

KisahNyata.Com- Stori nyata pada kesempatan ini dituliskan oleh Maria Fatima Anmuni dengan judul "Sepenggal Kisah PendidikanKu". Dalam cerita yang dituliskan salah satu mahasiswi Universitas Kristen Arthawacana Kupang inilah ia membagikan pengalaman berharga dalam proses pendidikannya.

Begini, Kisahnya...

Tidak seperti kebanykan anak anak Masuk Sekolah Dasar pada usia 6 tahun, Saya masuk SD saat usia 8 Tahun, Namun hal itu tidak membuat saya minder, sehingga saya bisa menyesuaikan diri dengan teman teman kelas saya yang lebih adik dalam hal belajar.

Setelah tamat Sekolah dasar saya melanjutkan sekolah menengah pertama di Desa tempat tinggal saya. Setelah Tamat SMP saya berkeinginan melanjutkan Sekolah menengah atas di kota kabupaten pada satu sekolah tervaforit.

Namun apalah daya keinginan itu harus saya kubur keaadaan ekonomi orang tua saya terbatas karena saat saya tamat SMP adik saya tamat Sekolah dasar sementara kakak saya harus melanjutkan kuliah, jadi tidak ada pilihan lain selain melanjutkan pendidikan saya di SMA yang sudah ada di desa saya, hal itu memang berat saya terima bahkan sayapun tidak semanat semua teman akrab saya sekolahnya di kota.

Sempat saya ptotes pada bapak dan mama tapi mereka hanya menjawab kami tidak mampu untuk menyekolahkanmu di kota, saya menagis dalam hati alasan yang membuat saya ingin sekolah di kota karena di sana fasilitasnya sudah lengkap sementara sekolah yang ada di dea baru seumur jagung jadi fasilitasnya masih minim. Tapi tidak ada pilihan untuk memaksakan kehendak kenyatan harus tetap dijalani.

Setelah tamat SMA Impian terbesar saya agar bisa langsung melanjutkan kuliah namun keadaan tak berpihak pada saya untuk hal itu, kedua orang tua saya tak bisa langsung menguliahkan saya. Kakak saya belum selesai bahkan adik saya yang satu lagi Tamat SD dan ada juga yang tamat SMP.

Saat itu yang kurasakan hanyalah hampa dalam batin saya membenci takdir saya sayapun minder terhadap teman teman saya yang sudah bisa langsung lanjut kuliah, Kedaua orang tua saya hanya bisa menguatkan saya jika sabar kamu akan kuliah waktunya akan tiba, saya coba kuat satu harapan saya bisa kuliah, Saya tahan di luar selama tahun saat itu saya membantu bapak kecil di kampunnya memanen mente sehingga uang yang mereka berikan saya gunakan untuk membayar tunggakan uang
sekolah saya untuk menebus ijasah saya.

Meskipun tahan dan usia saya makin bertambah semangat sya untuk kuliah tak pudar saya sempat daftar di perguruan tinggi negeri tapi tidak lulus sehingga satu satunya jalan adalah masuk perguruan tinggi swata, sya mengambil jurusan Pendidikan Biologi di Uniersitas Kristen Artha Wacana Kupang.

Biologi adalah mata pelajaran favorit saya, belajar biologi bukan saja teori tapi praktek jukga tidak bayak hal yang saya lakukan saya suka menanam, entah itu bunga dan tanaman dapur hidup itu semua saya dapat dari Bologi.

Saya tak seperti anak anak yang lain yang harus tercukupi kebutuhan dengan demikaian saya harus hemat karena orang tua saya terbatas memberikan uang bagi saya kuliah saja itu sudah merupkan anugerah terindah, Itulah Sepenggal kisah pendidikan saya, dari kisah saya ini ada hikmah yang saya petik ,” Sabar dan bertahan dalam dan tak mudah menyerah makan apa yang yang diinginkan akan kita raih meskipun tak datang secepat mungkin.

Karena Tuhan akan membuat sesuatu indah pada waktunya, dan itulah proses hidup yang membuat kita lebih memaknai hidup sebagai Perjuangan. Dan Tuhan tak akan meninggalkan Hambanya yang Sabar dalam Cobaan. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cerita Nyata "Sepenggal Kisah Pendidikan""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel