Cerpen "Bercerita Padamu Ternyata Tak Semudah Itu"

KisahTerbaik.Com- Cerita pendek ini dituliskan oleh Mareza Sutan Ahli Jannah dengan judul "Bercerita Padamu Ternyata Tak Semudah Itu". Dalam stori ini ia membagikan seputar kisah hidup yang bisa dengan muda dibaca.

Begini, Cerpennya..

Bagaimana kabarmu? Tentu saja semua orang yang menyayangimu akan berharap kau baik-baik saja. Kau harus tahu, ada beberapa hal yang barangkali terlewatkan. Kisah-kisah yang belum pernah akan kaudengar, atau barangkali tak pernah kaudengar secara langsung.

Tapi, memang begitulah adanya. Bercerita padamu ternyata tak semudah itu. Sejak beberapa tahun lalu, sebenarnya semua telah berubah. Namun ada beberapa hal yang seharusnya kauketahui tentang tahun ini. Kira-kira dari mana sebaiknya cerita itu dimulai?

Atau begini saja. Awal tahun lalu, tak begitu ramai. Bukan karena kita tidak merayakan tahun baru kautahu, sejak dulu kita memang tak pernah merayakannya, tapi memang terasa ada yang kurang. Kekasihmu masih di sana, menunggu bersama dua anak bungsu.

Dua lainnya tengah merantau, mencari jati diri. Mereka ingin sepertimu, meski tak pernah menjadi orang yang sama.

Kau tentu ingat mereka ketika masih kecil. Kenakalan mereka seringkali membuat perasaanmu campur aduk. Kau pun tak akan pernah lupa, tiap makan malam yang hampir tidak pernah diiringi ketenangan. Mereka akan sibuk berebut lauk.

Kini mereka sudah besar. Anak bungsumu, yang dulu belum pandai berbicara, kini telah lancar nian. Semua kata-kata mudah diserapnya. Seperti yang pernah kaukatakan, dia harus menjadi perempuan hebat jika besar nanti. Percayalah, dia akan berusaha mewujudkan harapanmu.

Banyak yang sudah berubah sejak hari itu. Barangkali kau juga masih ingat, ketika malam-malam kau pulang kerja, lelahmu seharian terbayar ketika melihat mereka tertawa. Anak-anak kecil itu akan bertanya padamu, buah tangan apa yang kaubawa.

Jika ada, mereka akan sangat senang. Kau harus ingat bagaimana girangnya anak-anak itu. Mereka sampai melompat-lompat, berteriak, atau berekspresi apa saja. Kau boleh sebut mereka berselebrasi, seperti para pemain bola yang baru saja merayakan gol kemenangan.

Omong-omong tentang selebrasi kemenangan, kau ingat, bukan? Saat itu kaubelikan bola terbaik di sebuah toko, untuk anak-anakmu bermain. Si Bungsu tidak ikut, karena dia perempuan.

“Terima kasih,” kata mereka. Lalu mereka berlari ke lapangan dekat rumah, bermain di sana, dan menghabiskan waktu hingga petang.

Anak-anak dari RT lain turut bermain. Kau hanya menyaksikan sambil tersenyum. Waktu lain, kau menyaksikan pertandingan 17 Agustus. Tim anakmu kalah dan, itu membuat mereka bersedih. Kau yang menguatkan mereka, menepuk-nepuk bahu, dan membangkitkan semangat.

“Namanya pertandingan ya, ada yang menang dan ada yang kalah,” katamu.

Pernah, sekali waktu kau marah besar. Mereka menghilangkan barang kecil di rumah. Sebenarnya itu bukan masalah besar, tapi yang membuatmu marah hanyalah tanggung jawab. Kau ingin mereka bertanggung jawab atas hal sekecil apa pun. Sejak hari itu, mereka mulai belajar, terus-menerus.

Semestinya kau melihat semuanya. Sejak beberapa tahun lalu, sebenarnya semua telah berubah. Namun ada beberapa hal yang seharusnya kauketahui tentang tahun ini. Bagaimana kabarmu? Tentu saja semua orang yang menyayangimu akan berharap kau baik-baik saja. Kau harus tahu, ada beberapa hal yang barangkali terlewatkan.

Kisah-kisah yang belum pernah akan kaudengar, atau barangkali tak pernah kaudengar secara langsung.

Tapi, memang begitulah adanya. Bercerita padamu ternyata tak semudah itu. Namun kau pergi begitu cepat. Melihat anakmu tumbuh dan dewasa pun, kau tak sempat. Mereka akan merindukanmu setiap malam, mengenangmu sepanjang hari, mendoakanmu sepanjang waktu. Mereka ingin bercerita padamu tentang banyak hal. Namun, bercerita padamu ternyata tak semudah itu.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cerpen "Bercerita Padamu Ternyata Tak Semudah Itu""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel