Cerpen "Musuh yang Tidak Diketahui"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian cerita pendek ini dituliskan oleh Dania L dengan judul "Musuh yang Tidak Diketahui". Dalam cerpen ini ia memberikan ulasan yang sungguh sangat menarik untuk disimak pembaca sekalian.

Begini, Cerpennya..

Soetun nak gaseume pameojueotdeon adalah salah satu kutipan lirik dari sebuah lagu Korea yang artinya kamu menguatkanku di masa-masa sulit. Sampai sekarang aku hanya terus menyanyikan dan menyukai lirik lagu itu.

Walaupun aku tidak begitu mengetahui siapa “kamu” yang dimaksud dalam lirik itu. Aku terus berpikir, tapi tidak pernah ku temukan jawabannya. Apakah aku benar-benar ingin mengetahui hal itu? Jika aku bertanya kepada orang-orang di sekitarku, apakah mereka mengatakan bahwa aku bodoh? Bodoh? Ya, bodoh. Siapapun akan mengetahui arti “kamu” dalam lirik itu.

Menurut mereka, “kamu” diartikan sebagai seseorang yang berharga dalam hidupmu dan yang paling penting dia selalu ada untukmu. Kutipan lirik itu terus terngiang dalam benakku dan bahkan sempat memasuki mimpiku, membuatku tersadar bahwa itu hanya alarm. Aku pun mulai menyadarkan diri dari tidur yang tidak terlalu nyenyak.

Tapi aku merasa ada yang berbeda dari diriku. Aku terdiam sejenak, duduk merenungi bahwa mungkin ini adalah akhir hidupku.

“Dania,”panggil seseorang dari lorong kelas. Disaat itu, aku berpikir apakah dia memanggilku untuk menanyakan kemana saja aku selama dua minggu ini?
“ Ya,” jawabku dan mulai mempersiapkan jawaban.
“Dan, kamu bisa ngerjain tugas ini nggk?”
“ Apa?,” aku terkaget dan tidak bisa berkata apa-apa.

Ternyata memang benar, aku tidak akan pernah menemukan “kamu” itu. Pertama kali yang mereka katakan ketika bertemu denganku hanya tugas, tugas, dan tugas. Tidak adakah seseorang yang menanyakan keadaanku, keadaanku yang sebenarnya?

Aku juga tidak sesendiri itu, aku punya teman dekat. Kami selalu berempat yaitu aku, Lutfi, Dania, dan Intan. Kebetulan satu temanku memiliki nama yang sama denganku , hanya beda nama belakang. Temanku, Dania, bernama belakang Sinaga sedangkan aku L. Untuk membedakan kami, panggil saja aku Dania L dan Dania Sinaga sebagai Dania S ( seperti ukuran kaos).

Kami punya nama yaitu my best. Kedekatan kami sudah diketahui oleh teman sejurusan. Sayangnya kedekatan itu tidak berlangsung lama. Masing-masing dari my best mulai sibuk dan tidak sering berkomunikasi kecuali di hari ulang tahun my best.

Tepat lusa, 19 November 2017, temanku Lutfi berulang tahun. Aku dan teman yang lain mulai merencanakan perayaan ulang tahunnya. Segala persiapan sudah dipersiapkan, tinggal menunggu hari- H.

Hari- H sudah datang, hari yang spesial bagi Lutfi. Teman-teman juga sudah siap ke kamar Lutfi untuk memberikan kejutan. Pesta pun berjalan lancar walau tanpa kehadiranku. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Lutfi di kamarku sambil duduk dan menahan sakit yang ada.

Aku hampir mengutuk penyakit yang jualan ini karena tidak mengizinkan aku untuk merayakan ulang tahun temanku. Tapi aku hanya bisa terbaring lemah bahkan tidak mampu untuk bergerak. Selama dua minggu, aku hanya di kamar, tidur, makan, dan kembali tidur.

Sesekali melihat handphone, menunggu seseorang untuk mencariku dan menanyakan keadaanku. Nihil hasilnya, bahkan teman sekosanku juga tidak mengetahui keadaanku karena sibuk. Ingin rasanya aku menghubungi seseorang untuk membawaku ke rumah sakit. Seketika jariku mati rasa, tidak bergerak, bukan karena penyakitku tetapi aku tidak memiliki seseorang yang bisa dihubungi. 

Aku tahan semua sakit yang ada, keluar dari kamar berusaha menjalani kehidupan seperti biasa. Alhasil, aku kehilangan semuanya setelah aku berjuang. Lutfi tidak lagi menyambutku sebagai teman, yang dia tau aku adalah seseorang yang tidak datang untuk merayakan ulang tahunnya. 

Semuanya hilang, pandanganku kabur, sulit menguasai diri. Diam hanya satu-satunya jalan yang terbaik. Alasan apapun tidak akan diterima oleh orang banyak, hanya akan membuatku semakin jatuh. Sudah tidak ada lagi yang kumiliki. Sudah selesai.

Memang sakitku hanya sakit biasa, tetapi sakit psikologisku yang membuatku semakin lemah dan hanya bisa bertahan sendiri di kamar itu. Aku tidak butuh pengobatan di rumah sakit, aku hanya butuh “kamu” sebagai obat sakit hati ini. Sakit fisik bisa diobati, tubuhpun punya penawarnya.

Tidak dengan hati ini yang hanya bisa diobati oleh seseorang yang berharga. Namun tidak ada lagi kesempatanku untuk menemukan “kamu”. Sudah cukup ku ketahui bahwa dari semua yang kualami ini dikarenakan aku seorang introvert. Hal ini juga menyebabkan aku terkena sesuatu yang mengerikan yaitu cherophobia ( takut untuk merasakan kebahagiaan ).

“ Teman, tolong aku, keluarkan aku dari mengerikannya dunia ini?”

Aku hanya bisa bergumam. Sekeras apapun aku mengatakan itu, teman-temanku tidak akan mendengarkannya. Satu hal yang aku temukan, manusia cenderung memusuhi apa yang tidak dia ketahui (Yahya bin Khalid ).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cerpen "Musuh yang Tidak Diketahui""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel