Kisah Inspiratif "Keinginan Manusia vs Kehendak Tuhan"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian kisah nyata yang inspiratif ini dituliskan oleh "Dhoni T. Baok dengan judul "Keinginan Manusia vs Kehendak Tuhan". Dalam ceritanya ia membagikan sejumlah pengalaman hidup yang berharga bagi segenap pembaca.

Begini, Kisahnya...

“Anda Ada Bukan Karena Kebetulan”. Kalimat inilah yang membuat saya untuk selalu bersyukur dengan apa yang saya miliki. Dalam buku The Purpose Driven Life yang ditulis oleh Rick Warren menjelaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini bukan karena kebetulan, tetapi ALLAH yang telah merencanakan semua itu.

Saya anak pertama dari dua bersaudara, dan lahir dari keluarga yang sederhana menurut pandangan manusia.

Setiap orang akan merasa bahagia ketika apa yang diinginkannya dapat tercapai, begitupun dengan saya. Tetapi bagi saya takdir selalu berkata lain, seolah olah saya adalah manusia yang tidak pantas merasakan kebahagiaan.

Peristiwa ini bermula ketika saya dinyatakan lulus dari tingkat pendidikan SMP. Saat mendengar hasil akhir Ujian Nasional saya dinyatakan lulus dengan nilai yang cukup memuaskan sehingga banyak orang mensuport saya untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Negeri nomor 1 di Kabupaten.

Awalnya saya merasa sangat senang karena harus bersekolah di sekolah idaman banyak pelajar, tetapi TUHAN berkehendak lain sehingga saya harus melanjutkan pendidikan di sekolah yang sama sekali bukan pilihan saya, lebih parahnya lagi saya tidak pernah berpikir untuk sekolah di tempat itu. 

Awalnya saya menjalani secara terpaksa, lama kelamaan saya mulai menikmati. Nilai semester pun memuaskan untuk standar saya, dipercayakan menjadi ketua kelas dari kelas X (sepuluh) sampai kelas XII (Dua belas), kemudian dipercayakan juga untuk menjadi ketua panitia kegiatan ekstra kurikuler, dan masih banyak lagi.

Kemudian setelah lulus dari SMA, saya ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi dan orang tua saya pun setuju dengan hal ini sehingga saya mendaftar dan ikut seleksi melalui jalur SBMPTN. Dan saat mendengar pengumuman saya dinyatakan tidak lulus. Kemudian saya berencana untuk ikut seleksi melalui jalur mandiri, disitulah terjadi kesenjangan antara saya dengan orang tua.

Saya dipaksa untuk kuliah di kampus yang menurut saya kampusnya kurang bergengsi (kampus saya sekarang), tetapi berbagai alasan sehingga saya harus mengikuti kemauan orang tua saya. singkat cerita saya mendaftar kemudian ikut seleksi dan dinyatakan lulus.

Saya menjalani perkuliahan semester 1 dan 2 secara terpaksa, sampai masuk semester 3 TUHAN mempertemukan saya dengan kakak rohani saya sehingga menolong saya untuk perlahan lahan mulai mengubah pola pikir saya, yang paling berkesan adalah ketika sampai pelajaran tentang TUJUAN YANG BARU, saya belajar tentang beberapa hal diantarannya;
  1. Ketika kamu ada disuatu tempat, itu bukan karena kebetulan tetapi Allah yang telah menetapakan kamu untuk maksud dan tujuan-Nya
  2. Pergunakanlah hidupmu seluruhnya untuk kemuliaan TUHAN, artinya bahwa apa pun yang kamu kerjakan, kerjakanlah itu seperti untuk TUHAN
  3. Setiap kamu mendapatkan sebuah kesempatan atau kepercayaan, maka kamu harus berpikir bahwa lewat kesempatan ini apa yang saya harus buat untuk TUHAN, dan masih banyak lagi.

Setelah bab ini, saya merefleksikan kembali apa yang sudah terjadi dalam hidup saya dan mulai sadar bahwa keberadaan saya ditempat ini (sekarang) BUKAN KARENA KEBETULAN, tetapi TUHAN yang telah menetapkan itu jauh sebelum dunia dijadikan untuk maksud dan tujuan-Nya. Saya percaya akan hal ini, karena walaupun awalnya saya kuliah secara terpaksa tetapi nilai saya cukup baik, kemudian dipercaya menjadi panitia Kontes Fisika SMA Se-Kabupaten, menjadi BP PMK di kampus, diizinkan ikut KTB, sekarang dicalonkan sebagai Ketua Senat.

Jika saya kuliah di tempat lain belum tentu memperoleh hal-hal sebagaimana saat ini. Oleh karena itu, Bersyukurlah! dengan apa yang kamu miliki sekarang. Percayalah! Itu semua BUKAN KARENA KEBETULAN tetapi ALLAH yang telah merencanakan semua itu terjadi dalam hidup mu untuk maksud dan tujuan-Nya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Inspiratif "Keinginan Manusia vs Kehendak Tuhan""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel