Kisah Inspiratif "Kesuksesan Tanpa Kenal Putus Asa"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian kisah inspiratif terbaik ini ditulsikan oleh Nurhidayah dengan judul "Kesuksesan Tanpa Kenal Putus Asa". Melalui cerita ini semoga bisa memberikan kesan berarti bagi segenap pembaca.

Begini, Kisahnya...

Suatu hari disebuah desa hiduplah sebuah keluarga yang kurang mampu dari segi perekonomian dan kondisi rumah yang kurang memadai,serta kehidupan mereka yang jauh dari kota untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

Dalam keluarga tersebut adalah Bapak Udin dan Ibu Tuti,mereka mempunyai tiga orang anak.Anak pertama laki-laki bernama Budi, anak kedua dan ketiga yaitu perempuan bernama Mirna dan Misna mereka adalah saudara kembar yang tengah duduk dibangku SMP. Sedangkan Budi sang kakak sudah tidak bersekolah. Walaupun demikian mereka selalu hidup rukun dan damai.

Suatu hari Budi sedang duduk melamun sambil memikirkan nasib dirinuya dan keluarganya. Dalam hati ia berkata “kapan aku bisa membahagiakan kedua orang tuaku dan adik-adikku. Ya’Tuhan kuatkanlah hambamu ini dalam segala cobaan yang engkau berikan kepadaku. Ya’Tuhan aku janji suatu saat nanti aku pasti bisa membahagiakan kedua orang tuaku dan adik-adikku’’.

Saat itu keluarga mereka tengah berkumpul. Budi berniat untuk pergi merantau kekota agar dapat merubah nasib dan kehidupannya. Lalu ia mencoba untuk membicarakan niatnya kepada kedua orang tuanya. ‘’pak,ibu..saya ingin merantau kekota untuk membantu kehidupan keluarga kita , siapa tahu saya dapat pekerjaan.Dengan saya bekerja dikota mungkin dapat membantu kebutuhan bapak dan ibu serta biaya sekolah adik-adik’’ kata Budi. ‘’kalau bapak sih mengizinkan saja,tapi gtidak tahu kalau dengan ibumu’’. Kata bapak. ‘’iya nak. ibu juga mengizinkanmu, lagi pula kamu kan sudah dewasa dan juga bisa menjaga diri nantinya disana.

Ibu pasti mendukungmu nak..!!’’ sahut ibu. ‘’terima kasih bapak,ibu sudah mengizinkan sayan untuk pergi kekota kalau begitu saya mau istirahat dulu pak,bu..’’. Sembari beristirahat , Budi menyusun rencana untuk kepergiannya kekota. Rencananya ia akan berangkat minggu depan.

Tak terasa hari demi hari pun berlalu.Tiba saatnya budi akan segera berangkat kekota, pagi-pagi sekali ia sudah berangkat. Sebelum berangkat ia pun berpamitan kepada bapak dan ibu. ‘’pak, bu saya pergi dulu, mohon do’anya agar saya berhasil dan sukses’. Kata Budi sambil mencium tangan kedua orang tuanya. ‘’ibu, akan mendo’akanmu nak.., hati-hati dijalan semoga selamat sampai tujuan’’ kata ibu. ‘’hati-hati dijalan nak, jangan lupa memberi kabar jika sudah sampai disana dan jangan lupa lima waktunya’’ sahut bapak. ‘’iya.. pak,bu’ saya akan patihi nasehat bapak dan ibu’’ sambil melangkah keluar rumah.

Langkah demi langkah yang ia tempuh untuk meraih sebuah kesuksesan. Demi membahagiakan
keluarganya yang wajib ia laksanakan. Saat sedang menempuh perjalanan didekat jalan setapak, terlihat seorang kakek tua yang sedang duduk dibawah pohon besar, Kakek itu terlihat sangat lemas dan tidak semangat.

Budi pun menghampiri kakek tersebut, ‘’kek, sedang apa kakek disini?’’ Tanya Budi kepada kakek. ‘’kakek disini sedang beristirahat,anak muda kamu ini siapa dan hendak kemana?’’. Tanya sang kakek kepada Budi. ‘’saya Budi kek, saya dari kampung sebelah.saya ingin pergi kekota sana untuk merubah nasib kek, agar bisa membahagiakan keluarga saya’’. Jawabnya kepada kakek.

‘’Ooh.., begitu mulianya kamu anak muda berbakti kepada orang tua, kakek salut denganmu’’ ujar kakek sambil tersenyum.

Kebetulan saat itu Budi tengah beristirahat, sambil ia membuka bekal makanan yang ia bawa dari rumah. Bersama kakek tersebut,Budi menawarkan bekal makanan yang ia bawa. ‘’kek, apa kakek sudah makan?’’ tanya Budi kepada kakek.

‘’Belum anak muda, kakek belum makan dari semalam!’’ jawab kakek. Dalam hati ia berkata ‘’kasihan sekali aku melihat kakek ini’’. ‘’ini kek, saya ada sedikit makanan dan minum yang saya bawa, mungkin bisa mengurangi rasa lapar dan dahaga kakek’’. Kata Budi sambil menyodorkan kotak bekal dan sebotol air mineral.

‘’Terima kasih banyak anak muda,sudah menemani kakek disini dan memberikan kakek makan dan minumnya’’ ujar kakek. ‘’iya sama-sama kek, kalau begitu saya permisi kek,ingin melanjutkan perjalanan saya kekota’’ sahut Budi. ‘’Hati-hati dijalan anak muda dan semoga Allah membalas semua kebaikanmu yang telah kamu lakukan’’ pesan dan do’a dari sang kakek kepada Budi.

Langkah demi langkah yang ia jalani agar segera sampai kekota.Setelah seharian dalam perjalanan akhirnya Budi pun sampai dikota. Sesampainya di kota ia mampir disebuah masjid,kebetulan saat itu tengah masuk waktu magrib. Budi pun segera me ngambil wudhu untuk melaksanakan shalat magrib. 

Setelah shalat magrib Budi pun tidak lupa berdo’a agar dimudahkan segala urusannya. Setelah selesai,terlihat Budi tengah duduk menyendiri dipojok masjid. Lalu ada seorang marbot yang menghampirinya. ‘’selamat malas mas,sedang apa disini?’’ tanya marbot. ‘’malam pak, saya barusan selesai shalat magrib’’.

‘’Kalau bapak boleh tahu siapa nama kamu dan berasal dari mana?’’ Tanya marbot. ‘’Nama saya Budi pak, saya berasal dari desa sebrang sana yang sangat jauh pak’’ jawab Budi dengan jelas. ‘’Ada tujuan apa kamu pergi jauh-jauh kekota ini nak?’’ tanya marbot lagi. ‘’saya kekota merantau pak, karena didesa perekonomiannya agak susah dan kurang memadai.ya..saya mencoba pergi ke kota untuk mendapatkan perekonomian yang lebih baik, agak dapat membantu keluarga didesa pak’’ jawab dan penjelasan dari Budi.

‘’oh, jadi begitu tujuannya kamu kamu datang kekota’’ sahut marbot. ‘’iya begitulah pak.Tapi hanya saja saya tengah kebingungan pak!’’ kata Budi. ‘’bingung kenapa, nak?’’ tanya marbot. ‘’saya tengah kebingungan untuk mencari tempat tinggal, atau rumah kost pak. Apakah disekitar sini ada rumah kost pak?’’ Jawabnya sambil bertanya-tanya.

‘’kalau rumah kost ada di kompleks sebelah’’ jawab marbot. ‘’Kalau begitu saya permisi dulu pak, saya coba cari rumah kost terima kasih atas bantuan dan informasinya pak’’ kata Budi kepada marbot sambil berjabat tangan sebagai tanda terima kasih.

Setengah jam sudah waktu yang ditempuh Budi,berjalan kekompleks sebelah.Disana ia bertemu dengan seorang ibu,namanya bu Ratmi. Ibu Ratmilah yang mengontrakkan beberapa rumah kost di kompleks itu.

Sejak malam itulah Budi menginap dirumah kost Ibu Ratmi. Keesokan harinya,mulai pagi Budi sudah bersiap-siap untuk berangkat mencari pekerjaan. Dari kompleks satu kekompleks lainnya,langkah demi langkah mengantarnya untuk mencari pekerjaan.

Sembari berjalan ia pun bertanya-tanya pada warga sekitar untuk menerima dirinya sebagai tenaga kerja.Sejak pukul 07.00 pagi ia berjalan mencari pekerjaan, sampai waktu menunjukkan pukul 12.00 siang Budi belum juga mendapatkan tawaran perkerjaan satu pun.Waktu masuk dzuhur telah tiba, terdengar suara adzan.

Akhirnya Budi mampir disebuah masjid yang kebetulan ia lewati.Setelah melaksanakan shalat dzuhur Budi terus melanjutkan perjalanannya untuk kembali mencari lowongan pekerjaan. Saat Budi berjalan lalu ia mendengar bahwa ada seorang pemilik toko lumayan cukup besar yang sedang mencari seorang pekerja untuk mengurus dan menjaga toko tersebut.

Lalu Budi pun menghampiri dan menemui sang pemilik toko tersebut. ‘’Assalamualaikum bu’ permisi, apakah benar ibu pemilik toko ini?’’ Sapa Budi dan bertanya. ‘’Anak ini siapa ya!! Iya benar saya sendiri pemili toko ini!’’ Jawab ibu pemilik toko.

‘’Nama saya Budi, saya baru datang dari kampung kemarin,saya merantau kesini bu’ untuk mencari pekerjaan, saya dengar ibu sedang mencari tenaga kerja ya bu?’’ jelasnya dan bertanya. ‘’Iya benar sekali nak, ibu tengah mencari tenaga kerja untuk menjaga sekaligus mengurusi toko ini nak’’ jawab ibu tersebut.

‘’Kalau begitu biar saya saja yang membantu ibu untuk menjaga dan mengurusi toko ini’’ ujar Budi sambil menawarkan diri sebagai tenaga kerja. ‘’Boleh nak, kalau begitu sekarang kamu bisa bekerja disini’’ kata ibu sang pemilik toko.

Budi pun sangat berterima kasih kepada ibu tersebut, dan merasa senang karena telah mendapatkan pekerjaan. Hari demi hari,minggu demi minggu, bulan demi bulan pun pun berlalu, saat bekerja ditoko itu.

Tak lupa pula setiap bulannya ia mengirimkan beberapa rupiah hasil yang ia dapatkan dari hasil kerjanya kepada keluarganya di Kampung.

Setelah setahun berlalu, toko tempat Budi bekerja telah ditutup karena mengalami gulung tikar. Oleh sebab itu Budi tidak lagi bekerja ditoko tersebut, walaupun begitu ia tidak berkeil hati dan putus asa. Ia tetap semangat untuk mencari pekerjaan lain, sebagai pengganti pekerjaanya.Karena ia janji akan membahagiakan keluarganya dikampung.

Suatu hari Budi tengah berjalan ditengah kota yang besar dan ramai.Tiba-tiba terdengar suara teriakan minta tolong. ‘’Tolong..tolong..tolong!!” Budi pun menghampirinya. Seorang gadis cantik jelita yang tengah dalam masalah. ‘’Mbak, mbak kenapa apa ada yang bisa saya bantu?’’ Tanya Budi kepada gadis cantik tersebut. ‘’Itu mas tas saya dibawa kabur sama jambret’’ jawab gadis itu dengan mimik wajah yang histeris.

Budi pun bergegas segera mengejar jambret tersebut, akhirnya jambret tersebut telah ditangani oleh pihak yang berwajib. Tas gadis cantik itu pun akhirnya kembali. ‘’Ini mbak tasnya, tenang saja jambretnya sudah ditangkap mbak’’ kata Budi sambil mengembalikan tas gadis itu. ‘’Jangan panggil saya  mbak, panggil saja saya Linda. Ok, kalau boleh tahu nama kamu siapa?’’ tanya Linda kepada Budi sambil menyodorkan tangannya yang hendak berkenalan.

‘’Nama saya Budi’’ jawabnya sambil berjabat tangan sebagai tanda perkenalan. ‘’Terima kasih banyak ya Budi kamu sudah menolongku dari jambret tadi’’ kata Linda pada Budi berterima kasih. ‘’Iya sama-sama, sudah kewajiban untuk saling tolong menolong terhadap sesama’’ kata Budi.

Saat itu Budi hendak balik kerumah kostnya. Akan tetapi sebelumnya ia diajak untuk mampir kerumah Linda. Disana ia berkenalan dengan tua Linda. Linda adalah anak ke-3 dari 4 bersaudara. Bapak Arfin adalah ayah Linda beliau seorang saudagar yang kaya raya, akan tetapi beliau memilii sifat yang dermawan.

Beliau juga memiliki beberapa perusahaan besar didalam dan diluar kota. Pada malam itu Budi diundang untuk makan malam bersama keluarga Linda. Setelah makan malam selesai, saat berkumpul diruang tamu lalu Linda berbincang-bincang dengan Budi. Linda menceritakan semua kejadian yang ia alami tadi siang pada ayahnya, tak lupa juga Linda memperkenalkan Budi kepada keluarganya, satu persatu diperkenalkannya.

Setelah mengenal keluarga Linda, Budi merasa senang karena bisa berkenalan dengan mereka. Setelah lama mengenal Linda dan setelah berbulan-bulan lamanya Budi sering main kerumah Linda. Saat berbincang-bincang dengan ayah Linda ternyata beliau menawarkan pekerjaan sebuah bisnis besar disalah satu perusahaan miliknya.

Dengan senang hati Budi menerima tawaran tersebut sekaligus sangat berterima kasih kepada Pak Arfin yaitu ayah Linda. Setelah beberapa bulan bekerja dengan pak Arfin, hubungan Linda dan Budi semakin dekat dan akhirnya mereka menjalin hubungan berpacaran.

Setelah hampir setahun Budi kembali pulang kekampung halamannya dan mengajak Linda untuk dikenalkan kepada keluarga Budi. Setibanya dikampung dengan rasa rindunya Budi langsung memeluk ibunya, kedatangan Budi dan Linda pun disambut dengan gembira.

Budi pun juga tak lupa memperkenalkan Linda kepada keluarganya. ‘’Bu kenalkan ini Linda, pacar Budi. Rencananya saya akan melanjutkan hubungan yang lebih serius lagi dengan Linda’’ kata Budi pada ibunya.

‘’Siang bu!’’ sapa Linda sambil mencium tangan bu Tuti yaitu ibu Budi. Ibu pun kembali menyapa dan tersenyum.

Setelah hendak balik kembali kekota Budi mengajak semua keluarganya untuk tinggal dikota dan akan membeli rumah untuk mereka,Sehingga dapat berkumpul kembali. Sesampainya dikota setelah tiga bulan Budi dan Linda pun melangsungkan pernikahan, dan saat diplaminan ibunya menangis bahagia.

‘’Setelah kau membahagiakan Bapak,ibu dan adik-adikmu kini kau menjadi orang yang sukses dengan kerja keras dan kesabaran, engkau menikah dengan seorang gadis yang sangat cantik jelita, sopan dan baik’’ kata ibu dalam hati.

Dan akhirnya setelah meminang putri ke 3 anak dari pak Arfin alias Linda, Budi hidup rukun dan bahagia bersama keluarga barunya tersebut. Mereka pun tinggal dirumh yang baru ia beli  dari hasil kerja kerasnya, dan Budi juga mengajak keluarganya dari kampung untuk tinggal bersama-sama.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Inspiratif "Kesuksesan Tanpa Kenal Putus Asa""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel