Kisah Inspiratif: Marie Curie “Ilmuwan Wanita Pertama yang Berpengaruh”

KisahTerbaik.Com-  Mungkin Banyak Yang Tak Mengenal Namanya. Namanya Tak Seterkenal Ilmuwan Lain Seperti Albert Einsten, Chales Darwin Ataupun Newton Yang Biasanya Sering Muncul Di Buku-buku Sekolah .Namun Jika Kalian Mempelajari Radioaktif Maka Kalian Akan Mengetahui Seorang Marie Curie 

Masa Kecil Marie Curie

Beliau Adalah  Tokoh Yang Terkenal Dibidang Fisika, Kimia Dan Matematika. Dilahirkan Dengan Nama Maria Sklodowska Di Warsaw, Polandia Pada Tanggal 7 November 1897 Dan Wafat Tanggal 4 Juli 1934 Adalah Perintis Dalam Bidang Radiologi Dan Pemenang Hadiah Nobel Dua Kali, Yakni Fisika Pada 1903 Dan Kimia Pada 1911. 

Orangtuanya Merupakan Seorang Guru Matematika Dan Fisika Instruktur. Ia Sangat Menyukai Bidang Yang Digeluti Ayahnya, Yaitu Matematika Dan Fisika Instruktur. Dan Sejak Kecil Ia Sudah Memperlihatkan Bakatnya Sebagai Gadis Yang Cerdas Dengan Ingatan Yang Kuat.

Sulitnya Melanjutkan Pendidikan  Ke Jenjang Kuliah

Di Saat Usia Marie 11 Tahun, Marie Harus Kehilangan Ibunya Yang Memiliki Penyakit TBC. Di Usia 15 Tahun, Meski Lulus Sekolah Menengah Dengan Nilai Tertinggi. Ia Kesulitan Untuk Melanjutkan Kuliah.

Pada Saat Itu Polandia Berada Dibawah Kekuasan Rusia Yang Tidak Memperbolehkan Gadis Polandia Untuk Masuk Ke Universitas Marie Ingin Melanjutkan Ke Universitas Dengan Pergi Keluar Negeri , Namun Keluarganya Bukanlah Orang Kaya Dn Tidak Memiliki Dana Yang Cukup

Namun Marie Tidak Putus Asa . Ia Mengikuti Kelas Informal Bawah Tanah Universitas Warsawa Yaitu Sebuah Kelas Yagn Diadakan Secara Rahasia Dan  Juga Bekerja Sebagai Guru Dan Pengasuh. 
Pada Tahun 1891, Curie Akhirnya Berhasil Pergi Ke Paris Dimana Dia Terdaftar Di Sorbonne Di Paris. Di Sana Kadang-Kadang Kesehatannya Memburuk Karena Pola Makan Yang Buruk Karena Ia  Hanya Sanggup Membeli Mentega Roti Dan Tea Untuk Sehari Hari 

Ia Menyelesaikan Gelar Master Di Bidang Fisika Pada Tahun 1893 Dan Meraih Gelar Lain Dalam Matematika Tahun Berikutnya. Ia Juga Menerima Komisi Untuk Melakukan Penelitian Tentang Berbagai Jenis Baja Dan Sifat Magnetik Mereka.

Menikah Dengan Seorang Fisikawan Dan Melakukan Penelitian Bersama

Di Saat Marie Curie Membutuhkan Laboratorium Untuk Bekerja. Salah Satu Rekan Memperkenalkannya Kepada Fisikawan Perancis Pierre Curie Untuk Berbagi Labolatorium Dengan Marie Curie. Tak Lama Kemudian Marie Curie Memutuskan Menikh Dengan Ferie Curie Dan Melakukan Penelitian Bersama

Ia Dan Suaminya Ferrie Curie Menemukan Polonium Dan Radium Yang Merupakan Dua Unsur Radioaktif Pertama Yang Ditemukan Polonium Diambil Dari Nama Polandia, Tempat Kelahiran Madame Curie.

Sedangkan Nama Radium Diambil Dari Warna Radiasi Sinar Biru Garam Klorida Yang Berhasil Mereka Sintesis. Metode Untuk Memisahkan Garam Radium Dan Polonium Dari Batuan Uranium Dipublikasikan Secara Bebas Pada Dunia Pengetahuan. Pasangan Ini Memilih Untuk Tidak Mematenkan Metode Tersebut Sehingga Tidak Memperoleh Nilai Ekonomi Yang Tinggi Dari Penemuannya

Wanita Pertama Yang Meraih Nobel

Dan Pada Tahun 1903, Marie Curie Mencetak Sejarah Ia Menjadi Wanita Pertama Yang Menerima Hadiah Nobel  Fisika. Ia, Suaminya Dan Henri Becquerel  Memenangkan Penghargaan Bergengsi Untuk Pekerjaan Bidang Radioaktivitas.

Marie Juga Merupakan Satu-Satunya Orang Yang Memenangkan Hadiah Nobel Dalam Dua Bidang Sains Yang Berbeda Yakni Fisika Pada 1903 Dan Kimia Pada 1911.

Profesor Wanita Pertama

Pada Tahun 1906 Ferrie Curie Suaminya Meninggal Meninggal Di Paris Sehingga Ia Mengambil Alih Tanggung Jawab Mengajar Ferrie Di Sorbonne Dan Menjadi Profesor Wanita Pertama.

Dedikasi Yang Tinggi Untuk Ilmu Pengetahuan

Selama Tahun 1903-1912, Ia Bersama Beberapa Murid Dan Koleganya Melanjutkan Penelitian Radium Dan Berhasil Menemukan 29 Jenis Isotop Radioaktif Selain Radium.

Marie Memiliki Prinsip “Ilmu Pengetahuan Adalah Untuk Umat Manusia” Yang Membuatnya Tidak Pernah Mematenkan Penemuannya.  

Pada Saat  Perang Dunia I Tahun 1914, Marie Membuat Aplikasi Penggunaan Mesin X-Ray Portabel Di Lapangan Dalam Kendaraan Medis. Mesin Ini Mendapat Julukan “Curie Kecil.”

Kemudian Di Tahun 1915, Marie Curie Membantu Tim Palang Merah Dalam Perang Di Prancis. Dengan Bantuan Dana Dari Persatuan Wanita Perancis, Madame Curie Menjadikan Satu Unit Mobil Menjadi Unit Radiologi Berjalan Yang Memiliki Peralatan Sinar-X Dan Dinamonya Yang Dioperasikan Dengan Beberapa Perawat Selama Perang. Ia Juga Mendatangi Pos-Pos Yang Memerlukan Bantuan Pengobatan Akibat Luka Tembak Dan Bakar Akibat Granat. 

Akhir Hayat Yang Tragis

Marie Terus Bekerja Dan Menyelediki Nuklir Juga Radioaktif Di Dalma Laboratorium Sederhana Dan Tidak Memikirkan Dirinya Sendiri. Ia Tak Mengetahui Bahaya Zat Radioaktif Saat Mencoba Mengisolasinya Dan Menyebabkan Dirinya Terlalu Sering Melakukan Kontak Langsung Dengan Unsur-Unsur Tersebut. Dikeranakan Radiasi Sinar Radium Yang Menyebabkan Dirinya Mengidap Kanker Leukimia. Pada Tanggal 4 Juli 1934 Di Haute Savoie, Curie Mengembuskan Napas Terakhirnya

Anak Anak Yang Mengikuti Jejaknya

Kedua Anak Perempuan Marie Meraih Hadiah Nobel Di Kemudian Hari .Irene, Anak Pertamanya Meraih Nobel Kimia Pada Tahun 1935 Bersama Suaminya Frederick Joliot. Eva, Anak Keduanya Menjadi Direktur UNICEF Dan Meraih Nobel Perdamaian Pada Tahun 1965 Bersama Suaminya H.R. Labouisse.

Demikianlah serangkaian ulasan tentang kisah inspiratif tokoh yang ditulis oleh Rafa Shofura dengan judul Marie Curie  “Ilmuwan Wanita Pertama yang Berpengaruh”. Semoga kisah-kisah ini dapat membankitkan semangat dan juga meningkatkan wawasan bagi segenap pembaca sekalian.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Inspiratif: Marie Curie “Ilmuwan Wanita Pertama yang Berpengaruh”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel