Kisah inspiratif "Nisan Cinta"

KisahTerbaik.Com- Cerita inspiratif tentang asmara ini dituliskan oleh Mufti Megawati dengan judul "Nisan Cinta". Dalam cerita ini ia melukiskan pengalaman berharga yang layak untuk dibaca oleh segenap pembaca.

Begini, Kisah Inspiratifnya...

Malam yang sangat mencekam hujan deras membasahi bumi sudah dua hari hujan deras, ku terbangun dari tidur karena jam beker ku yang berkokok. Ku lari kemar mandi seolah-olah hari sudah siang bolong dan ku lasung mandi bergegas menyiapkan peralatan untuk ospek ku yang berbagai macam ragam dipakai dalam asesoris persyaratan ospek, seperti kuncir rambut dengan pita berwarna warni di kuncir 25 ikat dirambutku yang tebal, tulisan upik abu yang ditempel didadaku, dikepala habis dikucir pakai topi kerucut yang seolah-olah aku mau merayakan ulang tahun.

Ikatan permen digantung dijadikan kalung, petai dan terong bulat warna hijau di ikat menambah asesoris kalung ajaib, duh ruwetnya...seperti orang gila sambil berkaca berlenggang lenggok di depan kaca kamarku.

Ku lihat jam di diding eh rupanya masih jam 4 subuh, pantasan mataku masih mengantuk karena dari semalam mata ini tidak bisa tidur karena mau ospek besok, entah seperti apa ospek itu bayangan ku yang selalu menakuti.

Karena kamar ku di atas rumah kecil minimalis orang tua ku mengatur tempat tidur anak sesuai umur, aku anak sulung dari tiga bersaudara yang ditempat di kamar atas, kuturun kebawah sambil menyiapkan sarapan ku, suasana sepi, hening, ku mulai mengambil telor di dalam kulkas dan nasi putih untuk ku jadikan nasi goreng, ku hidupkan kompor kubuka asesoris yang ada di tubuh dan pagi subuh itu mulai memasak sehingga membangunkan mama yang lagi tidur.

Mama bertanya udah jam berapa Vany kok cepat sekali bangunnya, ku menjawab mata ini tidak mau tidur mama takut aja bawaannya, alah..santai aja kali.. itu kata mama.

Kulihat jam diding udah jam lima dan azan di mesjid udah berkumandang, ku mulai sholat Subuh ku bangunkan ayah untuk segera mengantar ku ke kampus. Ayah segera mencuci muka dan menghidupkan mobil kesayangannya.

Sesampai ku di kampus aku udah PD turun dan berbaris dengan teman-teman seangkatan ku, ku lihat mereka seperti anak culun yang habis dimarahi mamanya, ku ketawa geli melihatnya entah bagaimana pula orang-orang melihatku.

Memang aku ceroboh gantungan kalung ajaibku ketinggalan di ruangan dapur karena ku melihat teman punya kalung ajaib, ku raba kalung ku rupanya tidak ada, ya Allah ampuni aku, kulihat jam tangan ku udah jam 7 pagi acara pembukaan ospek udah di mulai, dengan teriakan yang lantang kakak senior yang lulitnya berwarna hitam pendek yang penuh bekas- bekas cerawat di wajahnya memanggil ku, eh supik Abu mana kalung mu, dengan suara terbata- bata aku menjawab maaf kak aku lupa membawanya, kau kiraan kampus orang tuamu yang tidak patuh dengan aturan baris dibagian kiri, sambil berteriak dengan anak-anak yang lain yang tidak lengkap asesorisnya.

Disitulah aku bertemu dengan cowok idaman hati ku, cowoknya cool, putih, tinggi, dia juga lupa membawa kalung seperti aku. Baris- baris teriak senior yang suara lengking yang memekakkan telinga.

Seminggu sangat melelahkan kegiatan Ospek yang menyita tenaga waktu dan kegiatan menurutku menyakitkan bukan menyenangkan karena tiap hari selama seminggu telinga ini rasa tuli, syukur alhamdulilah kegiatannya selesai. Pagi ku udah mulai kuliah eh rupanya cowok idaman ku satu kelas dengan ku, rupanya dia ramah dan mudah senyum tapi hati ini tidak bisa berkompromi entah apa bergetar kencang pada saat melihat sidia.

Temanku namanya Santi kata kawan-sekelas kami mirip seperti pinang dibelah dua, Santilah yang mengenalkan aku dengan si dia, namanya Edo anaknya baik, ramah, pandai bergaul, dan ceria apalagi pintar berbahasa Inggris.

Waktu berjalan tidak terasa karena kami sibuk kuliah dan banyak tugas-tugas yang harus dipresentasikan setiap kuliah, aku mulai dekat dengan Edo, dia perhatian dengan ku bahkan belajar bahasa Inggris di kelas bersama teman-teman di menjadi guru kami, pergi keperpustakaan mencari tugas kuliah, kalau selesai kuliah sore hari bersama-sama kepantai karena kampus ku dekat pantai. Itulah kseseharian ku selama kuliah bersama-sama teman dan Edo.

Kuliahku sudah berjalan semester 7 udah berbagai macam kegiatan yang aku lalui bersama Edo dan kawan-kawan. Aku memendam perasaan semenjak dari dari awal kuliah karena pandangan pertama bengitu menggoda, ku mulai memberanikan diri untuk sekedar mengetahui perasaan Edo denganku, waktu itu aku keperpustakaan kampus dengan dia serta kawannya Indra, waktu aku cari buku dengan dia diperpustakan kampus kami sama-sama duduk karena buku yang kami cari udah di temukan saya coba beranikan diri inseng aku tulis perasaan ku dikertas dan kertas yang aku tulis ku serahkan di depan dia.

Dia menghentikan aktivitasnya dan dia tersenyum dengan mengucapkan kata-kata “jangan bercanda kawan kita satu kelas tu bersaudara”. “aku menjawab dengan polosnya perasaan ini bodoh aku berusaha mencernihkan hati ini tapi tidak bisa kompromi Edo”, apa yang mesti aku lakukan dengan hati ini, Edo menjawab, “aku punya prinsip hidup ingin membahagiakan orang tuaku dan ingin kuliah di Belanda untuk mengerja beasiswa”.

Maafkan aku Edo, tapi bolehkah aku bertanya sambil melanjutkan tulisan ku, di dalam secarik kertas aku tulis “apakah kamu memiliki perasaan terhadapku”?. Edo tidak mau menjawab dan dia langsung mengajak Indra untuk pergi kekampus.

Waktu berlalu hari- hari ku di isi dengan kesibukan karena aku mau mempersiapkan judul penelitian skripsi, aku hanya berkata dalam hatiku biarlah cinta ini ku kubur dalam nisan sanubariku, memang menyakitkan kalau mencintai seseorang tapi orang yang kita cinta tidak memberikan jawaban yang pasti seperti di gantung dalam kesepian.

Semester delapan aku mulai praktek mengajar Di SMAN favorit di kotaku, hari-hariku sibuk namun kawan dekatku selalu memberikan kabar mengenai Edo, aku tidak merespon sekedar pura-pura tidak mendengar.

Aku mahasiswa keguruan yang harus mengambil mata kuliah terakir yaitu praktek mengajar, dipengujung kegiatan praktek mengajar aku mengenal Feri yang dia sama-sama praktek di SMA tersebut namun jurusannya berbeda dengan ku, dia sering aku lihat pada saat menjelaskan materi di lapangan basket karena dia mahasiswa Olahraga yang mengajar di lapangan dengan murid-muridnya, tetapi aku belum memiliki perasaan dengan Feri ini dia hanya ku anggap teman saja.

Sudah berlalu 6 bulan praktek mengajarku, Feri memberikan sinyal kedekatan dengan ku kayakya anaknya baik, sopan, ramah, dan pintar ilmu agamanya karena dia tamatan pesantren. Ku mulai dekat dengan Feri ku buka pintu hatiku kayaknya kita lebih bagus dincintai dari pada mencintai seseorang yang tidak jelas entah berantah.

Feri mulai menolong ku mencarikan buku, membantu mengetikkan skripsi ku kayaknya perasatku berkata Ferilah jodohku, kami sangat dekat kemana-mana selalu dengan Feri sampai Feri sudah berani mendekati orang tuaku.

Sampai lah aku diwisuda sama-sama waktu wisudanya dengan Feri dan Edo di Gor kampus ku yang besar. Aku ketemu Edo berpakai hitam mengucapkan selamat dengan ku, aku menjawab dengan nada dingin yah..terimakasih.

Hari-hariku indah bersama Feri karena dia sangat mencintaiku dan aku juga udah mulai tertarik kepadanya. Dua minggu sudah selesai wisuda aku mendengar kabar dari teman dekatku bahwa Edo sakit dikampungnya, malam jam 13.00 Santi menelponku bahwa Edo sudah meninggal dunia. Paginya aku dengan Santi langsung berangkat kekampung Edo di Nisan Edo aku menangis inilah jawaban Allah atas perasaanku ke Edo, bahwa Allah masih sayang sama aku, dan bahkan Edo tidak mau menyecewakan perasaanku bahwa dia mendapat penyakit yang mematikan yang tidak pernah diceritakan kesiapapun selamat jalan kekasihku moga amal baikmu di terima Allah SWT.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

13 Responses to "Kisah inspiratif "Nisan Cinta""

  1. Ceritanya bagus,dalam cerita juga ada pesan dan makna yang disampaikan oleh penulis

    BalasHapus
  2. Kisah yang anda ceritakan sangat mengispirsi

    BalasHapus
  3. Cerita nya sangat mengharukan

    BalasHapus
  4. Kisah yang sangatt menginspirasi,terharu membacanyaaa😢😢

    BalasHapus
  5. Cinta tidak harus memiliki. Tuhan tau mana yang terbaik buat kita😊Sangat menginspirasi

    BalasHapus
  6. Kisah cinta yang mengharukan dan penuh kesabaran, sangat menginspirasikan... Suka dengan ceritanya 😊😍

    BalasHapus
  7. Kisah yg sangat menginspirasi, cinta tak harus memiliki,kadang kala mereka harus melepaskan cinta tersebut krn cinta sejati selalu ingin membahagiakan orang yg di cintai..😭

    BalasHapus
  8. Cerita nya menarik walaupun didalamnya ada mengandung cinta tapi makna nya umum. . .

    BalasHapus
  9. Ceritanya menarik dan menginspirasi, bahwa cinta tak selalu memiliki...

    BalasHapus
  10. Aaaaah terharu bacaanyaaaa, ceritanya menarik dan bikin penasaaran:)

    BalasHapus
  11. Aaaaah terharu bacaanyaaaa, ceritanya menarik dan bikin penasaaran:)

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel