Kisah Inspiratif "Perjalanan Hidup Tri Apriansyah, Mahasiswa Pejuang dari Bogor"

Tri Apriansyah
KisahTerbaik.Com- Rangkaian cerita inspiratif ini dituliskan oleh Tri Apriansyah dengan judul "Perjalanan Hidup Tri Apriansyah, Mahasiswa Pejuang Dari Bogor". Dalam kisahnya ia membagikan pengalaman yang berharga bagi segenap pembaca.

Begini, Kisahnya...

Tentang perjalanan hidup

Dimulai saat masa masa SMA, saya mulai mencari jati diri, bukan hanya belajar namun mencari cara agar bagaimana caranya tetap hidup tanpa memberatkan orangtua. Keadaan yang mengharuskan saya tetap berusaha dan bersyukur ketika Ayah saya jatuh sakit stroke, kondisi kehidupan saya berubah 180derajat.

Di sekolah tepatnya SMAN 1 Cibinong ketika duduk dibangku kelas 3 SMA saya mulai berjualan sambil belajar, belajar bagaimana sulitnya mencari uang sendiri, belajar bagaimana sulitnya mengatur waktu antara berjualan dan sekolah.

Namun saya sangat bersyukur kepada Allah karena pada saat itu saya berbeda dengan siswa lainnya, saya sudah dikenalkan bagaimana caranya berusaha dengan baik, bagaimana berjuang dalam perihnya hidup.

Sampai pada masanya saya dipanggil oleh guru karena dipilih menjadi salah satu penerima Beasiswa Tunas Unggul Astra, alhamdulillah uang sekolah saya menjadi gratis, menjadi motivasi juga utuk saya terus belajar mengejar masa depan, hingga pada saatnya saya diterima di Universitas Padjadjaran lewat jalur undangan, keluarga saya pada saat itu saat bingung bagaimana dengan uang kuliah, kost dan sebagainya.

Saya selalu bilang dengan keluarga saya bahwa ada Allah yang akan memberika jalan, ketika lulus SMA sambil menunggu pengumuman jalur undangan saya berdagang dikios milik guru saya di SMA, kiosnya berada didepan NF Jambu Dua, saya berdagang jus disitu dan menginap setiap hari, seminggu sekali saya pulang ke Cibinong.

Setiap pagi saat membuka kios saya selalu menyempatkan sholat Dhuha untuk meminta pertolongan Allah agar dimudahkan jalan saya untuk kuliah, dan akhirnya Allah menjawab, ketika saya sedang berjualan ada orang yang mengalami kecelakaan, kemudian saya tolong dan saya bertemu orangtua yang mengalami kecelakaan tersebut di klinik medika jambu dua tidak jauh dari kios saya, dan ternyata anaknya tersebut yang mengalami kecelakaan sama seperti saya baru masuk di Universitas Padjadjaran.

Dia anak tunggal dan pada akhirnya meminta tolong saya untuk dibantu dalam hal pendaftaran ulang karena anaknya sakit dan orangtuanya tidak terlalu mengerti perihal pendaftaran ulang tersebut, pada akhirnya sebagai balas budi saya diberikan tempat tinggal dan uang saku ditanah perantauan ini, Maha Besar Allah dengan segala nikmat dan karunianya.

Tidak sampai disini, masih banyak cerita perjalanan hidup saya ketika menimba ilmu di tanah perantauan, karena saya berpikir saya tidak bisa terus bergantung dengan bantuan orang lain maupun beasiswa, saya membuat usaha sendiri untuk menunjang biaya hidup saya.

Lewat berjualan merchandise Unpad dan membuat media komunikasi mahasiswa Unpad yang bernama "Pesan Anak Unpad" saat ini sudah mencapai 20 Rb pengikut, alhamdulillah dengan izin Allah sekarang saya bisa mengirimkan uang kepada keluarga dirumah, tidak seperti kebanyakan orang yang dikirimkan oleh orantuanya, saya sadar ini adalah jalan Allah yang patut saya syukuri.

Setelah ini akan saya ceritakan mengenai perjalanan saya membuat beberapa komunitas yang tujuannya mengabdi dan berbagi kepada masyarakat, karena saya sadar Allah sudah memberikan banyak rizkinya yang bermanfaat utk saya, maka dari itu saya pun harus bermanfaat utk orang lain, untuk bangsa dan negara.

Tentang Kabupaten Bogor Mengajar dan Sedekah Jatinangor (komunitas yang saya buat)

Sebelum saya bercerita tentang sejarah dua komunitas tersebut, ada satu hal yang memotivasi saya utk menebar manfaat bagi orang lain: Karena Allah akan memberikan yang terbaik bagi hambanya yang menebar kebaikan.
Tri Apriansyah
Kabupaten Bogor Mengajar

Berawal dari kesadaran saya pribadi karena terlalu seringnya saya bergerak diluar kota, ini sudah saatnya saya kembali ke tanah kelahiran untuk mengabdi, karena sebenarnya pemuda Kabupaten Bogor itu banyak dan potensial hanya mereka kurang terwadahi, itulah sebabnya saya membuat wadah bagi pemuda Kabupaten Bogor lewat mengajar ini, namun tentunya saya tidak bisa bergerak sendiri untuk mewujudkan pengabdian ini.

Akhirnya saya memutuskan untuk bergerak sendiri terlebih dahulu ke dua desa di Rumpin dan Parung untuk menunjukan bukti bahwa saya benar benar niat dan semua ini datang dari hati, untuk sama sama kita wujudkan Kabupaten Bogor yang lebih baik.

Setelah kedua desa tersebut saya membuka Open Recruitment Tim Penggerak Kabupaten Bogor Mengajar, alhamdulilah bermodal sosial media saya berhasil menarik simpati 410 pemuda untuk mendaftar dan pada akhirnya 140 orang yang saya terima.

Sampai saat ini KBM sudah berjalan dua bulan dimulai dari 4 Juli saat saya mencanangkan mendirikan komunitas ini, sudah dua kegiatan pula yang telah dilaksanakan.

Kegiata Pertama dalam rangka memperingati HUT RI ke 72 kami turun langsung ke masyarakat, mengabdi selama dua hari di Kp. Muncang Desa Kp. Sawah Kec. Rumpin Kab. Bogor, kegiatan selama dua hari tersebut ialah: Membuat Taman Baca untuk masyarakat setempat lewat SD yg kami kunjungi, Gotong Royong bersama masyarakat, lomba 17an, edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan.

Kegiatan Kedua, Kabupaten Bogor Mengajar berkerjasama dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor mengadakan Kampanye Minat Baca terhadap masyarakat Kabupaten Bogor yang melintas dikawasan Taman Pemda, Lapangan Tegar Beriman, Cibinong. Kegiatan yang kami selenggarakan disana berupa: Kampanye membaca, Mengajak orang tua mendampingi anaknya membaca dan mewarnai, permainan tradisional, dan senam bersama.

Terakhir, dalam waktu dekat inshaAllah komunitas ini akan legal diakui Pemerintah Kabupaten Bogor berkat bantuan Dinas Pendidikan dan Dinas lainnya yang terkait.

Selama ini saya pulang pergi Bogor–Bandung ketika ada kegiatan Kabupaten Bogor Mengajar sama sekali tidak merasa terbebani karena selalu ada jalan Allah yang memudahkan, pernah suatu hari saya harus pulang ke Bogor pada hari Sabtu, namun saat hari Jum'at saya tidak memegang ongkos sedikitpun.

Tapi saya tetap percaya akan kuasa Allah, dan benar saja, langsung banyak yang memasang iklan di akun media yang saya buat tersebut, dan alhamdulillah saya bisa pulang.

Sedekah Jatinangor

Ketika saya sudah membuat wadah pengabdian di tanah kelahiran saya, Kabupaten Bogor. Sempat terlintas keinginan untuk saya membuat suatu wadah pula di tanah perantauan namun yang bersifat ibadah sepenuhnya, yaitu Sedekah, salah satu ibadah yang tidak pernah terputus pahalanya.

Lewat akun media yang saya buat, saya mengajak teman teman mahasiswa Unpad untuk menciptakan wadah sedekah yang benar benar real dan transparan tanpa ada sedikitpun keuntungan yang diambil, karena niat yang datang dari hati pun benar benar keridhoan Allah semata.

Alhamdulillah komunitas yang saya dirikan 27 Agustus 2017 ini sudah berhasil menjaring 317 anggota sampai saat ini, sudah ada dua objek yang diberikan sedekah, Pertama untuk saudara kita di Rohingya, Kedua untuk saudara kita sesama mahasiswa Unpad yang membutuhkan biaya untuk pertukaran pelajar ke Belanda, ia adalah anak bidik misi yang juga sudah lama berpisah dengan orangtuanya.

Kedepannya masih banyak target Sedekah Jatinangor, terutama yang terdekat akan mengadakan Beasiswa dari Mahasiswa Unpad untuk Mahasiswa Unpad lainnya.

Karena bukan tentang seberapa besar yang bisa saya beri, dan seberapa besar materi yang saya punya, tapi ini tentang kepedulian terhadap sesama dan tentang niat yang terwujud dari hati.

Saya, Tri Apriansyah memang bukan manusia yang berlimpah materi, namun Allah sadarkan hati saya untuk terus berbagi lewat niat dari hati.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

13 Responses to "Kisah Inspiratif "Perjalanan Hidup Tri Apriansyah, Mahasiswa Pejuang dari Bogor""

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel