Kisah Inspiratif "Sumber Tombet"

KisahTerbaik.Com- Stori inspiratif ini dituliskan oleh A. Aziz Aska dengan judul "Sumber Tombet". Dalam kisahnya ia membagikan beragam sejarah yang pernah dialami oleh masyarakat, semoga bisa memberikan pencerahan untuk segenap pembaca sekalian.

Begini, Kisahnya...

Dulu, di desa ini pemitakan antara desa A dan B sudah ada. Mereka menyebut dengan nama Batuputih Laok dan Batuputih Daya. Di sinilah desa tandus nan gersang penuh dengan batu-batu bercadas orang-orang menjalani kehidupannya nun di sana. Dengan dinamika kehidupan yang bermacam-macam tercipta di masyarakat Batuputih Laok dan Batuputih Daya.

Desa dipenuhi dengan tumbuhan-tumbuhan menjulang di sekitar, yang menjadi pijakan berteduh di bawahnya setelah seharian bekerja di bawah terik matahari. Keadaan tetap selalu sama dulu hingga sekarang, air kurang memadai.

Seringkali peluh menjadi pengganti mandi dan angin menjadi penghisap peluh bagi kulit. Tak ada lain kebutuhan utama masyarakat, hanyalah air, air dan air. Sebab, air adalah sumber pencaharian utama-merupakan sebagian kehidupan bagi mereka.

Karena segalanya butuh air. Makan, mandi, memasak dan lain semacamnya. Tidak lagi, kebiasaan lama-meneduh air di bawah pancoran di kala hujan melanda desa ini. Dan membuat kamar mandi yang besar nan dalam sebagai cadangan air untuk musim kemarau esok.

Meski dari keterbatasan air, mereka menjalani hidupnya sebagaimana lazimnya. Terus berusaha untuk mendapatkan pencaharian yang cukup. Buktinya, mereka tidak hanya tinggal di tempat, duduk manis dengan sebatang rokok di tangan dan secangkir kopi di sampingnya, melainkan mereka berusaha mencari jalan keluar dengan cara menggali sumur di sana-sini, dan tak lepas pula selalu memanjatkan doa untuk meminta petunjuk kepada yang Maha Kuasa. (di desa sana bukan tidak ada air hanya saja kurang mencukupi untuk masyarakat)

***

Suatu ketika, di desa Batuputih Daya dan Batuputih Laok, dengan kondisi air tetap sama seperti sediakala. Sebagian masyarakat Batuputih Daya mendapat suatu kejadian dalam mimpi yang menawarkan penambahan air untuk desa itu.

Apakah kamu membutuhkan air di desanya,”
Tidak. Kami tidak butuh air di desa kami. Kami sudah mempunyai sumber air yang melimpah,” jawabnya agak congkak.
Oh iya baiklah, jika kalian tidak butuh pada air lagi, akan saya berikan pada masyarakat Batuputih Laok yang lebih membutuhkannya. Tapi, ingat! Jangan menyesal dengan penolakanmu ini.”
Iya,” jawabnya dengan spontan.

Seakan-akan suara itu utusan dari Tuhan untuk menyampaikan wahyu padanya. Namun mereka tidak menerimanya, bahkan menolaknya dengan kesombongannya. Selang berapa bulan, di desa Batuputih Laok ada kejadian yang mengharukan membuat geger masyarakat sekitar. Para penduduk berbondong-bondong untuk mengetahui kejadian mengharukan itu.

Peristiwa itu luar dugaan masyarakat. Batuputih Laok dari sebelumnya memang terdapat sungai kecil yang tidak seberapa hilir airnya. Kadang mencukupi bahkan terkadang tidak sama sekali. Pada saat itulah Kuda Joko Tole ‘tombet’ nya berpijak di sungai itu sehingga dengan pijakan kaki kuda Joko Tole membawa keberkahan bagi masyarakat sekitar dan secara seluruhnya. Sehingga para penduduk sekitar menyebut sungai itu dengan nama Sumber Tombet.

Para penduduk masyhur dengan air yang memadahi. Bahkan desa Batuputih Daya mengambil air ke Batuputih Laok karena di sana seringkali kekurangan. Bahkan kurang.

Sampai sekarang Sumber itu menjadi kepercayaan masyarakat untuk terus dirawat kesuburannya sebab dari Sumber itulah yang menjadi tonggal utama masyarakat untuk mendapatkan air yang memenuhi kehidupannya setiap hari.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Inspiratif "Sumber Tombet""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel