Kisah Inspiratif "Temanku Sisilia"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian kisah inspiratif ini dituliskan oleh Pricilia Devani dengan judul "Temanku Sisilia". Dalam cerita ini ia memberikan kesan berarati untuk segenap pembaca yang ada di website ini.

Begini, Kisah Inspiratifnya...

Hayunan kaki melangkah begitu cepat terasa tertusuk di hamparan kulit, cuaca yang sulit dipahami melayangkan pikiran seorang wanita beranjak dewasa. Bisik cuaca dingin membuatnya ingin menghindari situasi tersebuat. Namun langkahnya tak menghentikannya untuk terus berjuang .

Dihampara para siswa siswi , wanita yang kerap disapa dengan dengan nama liana .Liana adalah seorang yang dikenal pendiam namun memiliki wajah yang teramat manis , bagi seorang Liana mendapatkan teman dan beradaptasi dengan lingkungan baru adalah hal yang sulit dilakukan.

Kesunyiaan di siang hari menambah sepi tertera di hati seorang Liana adalah hal biasa yang sering terjadi padanya, matanya tertuju pada seorang lelaki yang lincah sedang memaikan bola basket. Pikirannya terbatas akan kemampuannya beradaptasi dalam pikirannya langsung tertanam kata  “sudah lah “. Sudah satu tahun Liana menduduki bangku SMA namun tak satupun seorang temen dia dapatkan, hari-harinya begitu sunyi hingga pada suatu hari dia memutuskan untuk mengikuti satu organisasi yang dianggapnya cukup popular di sekolahnya.

Hari ini adalah hari dimana Liana pertama kali mengikuti oranisasi tersebut, masuk ke dalam organisasi tersubut bukan hal yang mudah,tahap-tahap penyeleksian harus dilaluinya . Kakinya gemetar ketika Liana dihadapkan dengan berbagia kelas lain yang mengikuti tahap seleksi untuk masuk organisasi tersebut.

Matanya kembali tertuju pada seorang lelaki yang sering kerap kali ia lihat ketika bermain basket Di halaman sekolah . Tetap saja hari-hari Liana terasa sepi pada hari itu juga , bahkan sempat terpikir di hatinya untuk berhenti melakukan semua usaha yang telah ia jalani.

Suara bising dari berbagai kumpulan siswa lainnya menghentikan pimikiran Liana pada saat itu. Kakinya kembali melangkah ke gerbang utama sekolah , tampak sesosok siswa yang menuju ke arahnya.

Suara siswi itu tiba-tiba memecahkan kebisuan Liana pada saat itu dengan terbata-bata Liana membalas sapaaan yang di lontarkan siswi tersebut dan kembali mengajak Liana berbicara . Sekian lama rasanya Liana ingin diajak bicara begitu lama namun hari ini semua terwujut dalam pikirnya. 

Pada hari juga kehidupan Liana begitu terasa berbeda sejak kehadirian Sisilia begitulah temen barunya sering disapa banyak orang. Sosok Sisilia yang ceria dan pintar bergaul amat berbeda dengan Liana.

Siang senja pada hari memecahkan lamunan kedua gadis tersebut yang terhampar oleh sesosok lelaki yang sedang bermain basket .

“apa yang kau perhatikan Liana ?”sapa Sisilia ketika itu
“sesosok pria itu selalu membuatku tertarik , namun hal yang membuatku bingung adalah kenapa dia lebih memilih sendiri padahal banyak yang ingin menjadi temennya ?” Jawab Liana pada saat itu juga

Pernyatan itu hanya membuahkan semyum di bibir Sisilia . Kensunyian di tengan jalan menghentikan langkah Liana. Uang 5000 sekarang ada dihadapan kakinya.sungguh bersyukur rasanya Liana, senyum lebar terpangpang di wajahnya sudah dari tadi siang dia ingin membeli sebungkus somay namun keterbatas uang yang dimilikinya hanya menjadikan itu sebagai hayalannya.

Hari demi hari dilaluinya Namun pada hari ini persahabatanya sedikit hancur itu disebebkan oleh karana seorang Sisilia yang sering dan kerab kali dilecehkan karna kebodohannya di kelas tak jarang Liana di suruh mengerjakan perkalian namun kerab itu pun tak bias dikerjakan olehnya . Mendengar hal itu Liana sedikit Malu untuk bertemen dengan Sisilia, Alasan demi alasan dilakukannya hanya untuk menghindari Sisilia .

Kehidupan memang sanggat lucu baginya , padanganya dilayangkan pada awan-awan yang bergerak . Hal yang di anggapnya sanggat berarti baginya kini terasa menjadi boomerang untuk kehidupannya di sekolah . Liana kembali menutup diri setelah banyak siswa yang ikut melecehkan Liana ketika bertemen dengan si Bodoh Sisilia.

Matanya tertuju pada seorang siswa lelaki yang sering ia lihat pada hari-hari sebelumnya.

Langkah demi langkah mendikati Liana , Liana hanya sedikit terkejut dengan kedatangan siswa leleki tersebut .

“Dimana teman yang sering bersamamu ?” sapa siswa trsebut.
“Apa kau juga ingin menyebutku temen si bodoh ?” jawab Liana dengan lantang Senyum sinis dilontarkan siswa tersebut terhadap Liana , Dalam waktu singkat rasanya Liana menjadi malu dengan senyum itu dan tertunduk tanpa memperhatikan wajah sisiwa lelaki basket tersebut.
“Iya , tentu saja aku berkata kamu bodoh . Apa kamu pikir medapatkan seorang temen seperti dia itu mudah.”
“aku tidak butuh pendapat darimu .”jawab liana spontan
“orang akan berkata kamu lebih bodoh ketika kamu meninggalkan temenmu seorang diri hanya karana kamu malu bertemen dengan nya , apa yang membuatmu berbeda dari orang . orang yang melecehkanmu seperti itu harusnya kamu jadikan hal yang sepesial dalam persabatanmu, bukan meninggalkan sahabatmu sendiri. Kamu betul-betul bodoh ketika mendengarkan orang lain. Ini kamu
dan kehidupanmu. Kesenangamu dan lebahagiaanmu bukan mereka yang menentukan”.dengan tegas
anak itu berkata.

Liana hanya terdiam dengan perkataan itu , dia sendiri tersadar akan dirinya yang termasuk kurang mampu dan seorang sisilia seorang lah yang ingin berteman dengan dan selalu membantunya dalam hal biaya sekolah dan lainnya.

Kerab ketika lapar, Sisila dengan gratis menawarkan makan bersama. Sisilia tak pernah malu bertemen dengannya yang hanya anak seorang tukang sapu di sekolahnya. Tersadar bahwa seorang sisilia dapat membuktikan persahabatannyarasa haru menggenangkan air matayang berkaca-kaca di mata Liana

Hayunan kakinya sedikit gemetar ketika mendatangi Sisilia , Sisilia yang selalu menyambut kedatangan sahabatnya pun segera merangkulnya dan mengajaknya pulang. Namun dengan sekejab Liana melepas Tangan Sisilia dari Bahunya , Dengan terdiam Sisilia terheran-heran menatap Liana, dengan suara sedikit Lembut dan Terdengar mengharukan Liana mengakui segala kesalahanya .

Namun Hal itu tetap saja Diabaikan Oleh Sisilia dan kembali merangkul dan menajaknya pulang dengan senyuman.

Terik matahari semakin panas bagaikan di pantai kembali mereka berdua duduk di kursi taman lapangan sambil memperhatikan para siswa bermain basket . mata Liana tertuju pada siswa yang sering diperhatikan olehnya dan pada saat itu Liana tersadar bahwa adarasa yang iya pendam selama ini.

Sambil tersemyum pria itu memaikan mata kepada Liana . Suara sisilia terdengar merdu mengejek Liana yang tertunduk malu .

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Kisah Inspiratif "Temanku Sisilia""

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel