Kisah Misteri "Leave or Stay"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian kisah misteri ini dituliskan oleh Novan Sopyan dengan judul "Leave or Stay". Dalam stori ini membagikan pengalaman mistis ketika berkunjung di salah satu Goa di Provinsi Sulawesi Tengah.

Begini, Kisahnya...

Leave or Stay ? ya itu adalah sebuah pertanyaan yang kami dapatkan ketika kami mencoba memasuki sebuah Goa peninggalan suku Pamona. Cerita ini bermula ketika aku bersama kawan-kawanku pergi ke sebuah Goa yang berada Kabupaten Poso, tepatnya di daerah Tentena (salah satu daerah di Sulawesi Tengah).

Goa ini bernama Goa Pamona dan untuk mencapai Goa ini diperlukan perjalanan selama ± 5 Jam dari Kota Palu. Beranggotakan 7 orang kami berangkat sekitar pukul 9 Pagi dari Kota Palu menuju Tentena dimana Lokasi Goa ini berada. Dalam perjalanan dari kota Palu menuju Tentena kami melewati sebuah daerah yang terkenal akan cerita misterinya, daerah itu bernama WENTIRA.

Wentira adalah sebuah Kota “GAIB” yang sudah sangat terkenal di Indonesia bahkan sampai Mancanegara. Tentunya kami tidak melewatkan kesempatan ini dan kami pun mampir untuk melihat seperti apa sebenarnya Wentira, sebuah Kota Gaib yang dibicarakan oleh orang banyak.

Saat kami sampai di Wentira betapa terkejutnya kami ketika mengetahui bahwa Wentira ini hanyalah sebuah Jembatan berwarna Kuning yang mana disebelah Jembatan itu terdapat sebuah Tugu berwarna kuning beserta tempat sesajen.

Wentira memang hanyalah sebuah Jembatan Kuning dan di Wentira tidak hanya ada Jembatan, tepat disebelah Jembatan itu terdapat sebuah Tugu warna Kuning, Rumah-rumahan kecil berukuran tidak lebih dari 1 Meter dan tentunya berwarna kuning juga.

Rumah-rumahan kecil tersebut berfungsi untuk menaruh sesajen bagi warga sekitar atau bahkan pengendara yang melewati jembatan Tersebut. Selain dirumah-rumahan kecil tersebut, sesajen banyak kami temukan di sekitar jembatan, bawah jembatan dan di sekitar Tugu Wentira.

Untuk menghilangkan rasa penasaran akan kisah Wentira, kami menyempatkan waktu untuk bertanya-tanya kepada warga yang tinggal disekitar Wentira. Konon Wentira ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan Jepang, dan ada sebuah cerita bahwa dulu pada zaman Belanda seorang Pilot Pesawat Tempur Belanda yang melintasi wilayah itu kaget melihat akan sebuah Kota Megah disebuah Hutan yang semuanya memiliki Warna Kuning Ke emasan.

Warga sekitar juga pernah mendapati seorang Sales Mobil yang membawa pesanan Mobil BMW I Series ke Wentira, dan betapa terkejutnya Sales tersebut karena tujuan alamat pemesan adalah sebuah Kebun dan Pepohonan layaknya sebuah Hutan.

Warga disekitar Wentira mengatakan bahwa Wentira adalah sebuah Kota yang sangat Maju layaknya cerita Kota Atlantis. Namun, tidak semua orang dapat melihat kota megah tersebut. Hanya orang yang memiliki semacam kekuatan batin lah yang dapat melihatnya.

Setelah kami mendengar cerita yang membuat kami terkagum-kagum dan kami hanya bisa membayangkan seperti apa kota gaib “Wentira” tersebut, kami pun melanjutkan perjalanan untuk menuju Tentena.

Sekitar pukul 14.00 WITA kami pun akhirnya sampai di lokasi Goa Pamona yang berada di Tentena. Saat kami sampai di Goa tersebut, kami bertemu seorang warga yang tinggal disekitar Goa tersebut, yaitu seorang bapak-bapak Tua yang mengenakan sebuah celana pendek dan kaos kusut.

Beralaskan sandal jepit, ia pun menghampiri kami dan bertanya “Mo kemana kamuorang ?” bapak itu bertanya dalam logat masyarakat Sulawesi Tengah yang artinya “Kalian mau kemana ?” dan kami pun menjawab “Kitorang mo maso Goa Pamona” yang artinya “Kami Mau Masuk ke Goa Pamona”, bapak itupun memberitahu kami bahwa jika mau masuk ke dalam Goa kami haruslah beranggotakan Genap.

Sedangkan kami beranggotakan Ganjil yaitu sebanyak 7 Orang. Meskipun beranggotakan ganjil,
kami tetap masuk kedalam Goa Pamona tersebut. Tampak sekilas Goa tersebut dikelilingi Danau Poso dan bagian Goa yang berada di paling dalam berlokasi tepat dibawah Danau Poso.

Menurut cerita masyarakat sekitar, Goa ini merupakan tempat untuk menyimpan Jenazah Raja atau Kaum Bangsawan suku Pamona dan Keluarganya. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya kerangka manusia yang dapat ditemui didalam Goa ini.

Goa Pamona memiliki panjang sekitar 200 Meter dengan kedalaman 80 Meter. Selain itu, Goa ini memiliki jalan masuk yang sangat sempit dan untuk masuk ke Goa tersebut kami harus berjalan jongkok.

Saat kami masuk kedalam Goa, kami merakan sebuah hawa yang tidak biasa. Kami merasakan seluruh badan kami merinding begitu kami sampai didalam Goa. Bukan tanpa sebab, baru sampai didalam Goa kami langsung menemukan banyak tulang-tulang kerangka manusia yang berserakan didalam Goa.

Penerangan didalam Goa sangat terbatas sehingga kami harus menggunakan alat bantu sebagai penerangan. Oksigen di Goa ini juga sedikit sehingga terkadang pengunjung akan merasakan sesak nafas.

Dalam Goa ini terdapat 8 kamar yang mana diruangan tersebut sangatlah gelap dan lembab. Ruangan-ruangan tersebut digunakan untuk menyimpan jenazah suku Pamona berdasarkan status sosialnya.

Baru sekitar 5 menit kami didalam Goa yang mana tepatnya kami berada diruangan pertama dan saat kami hendak melanjutkan petualangan kami didalam Goa untuk mengunjungi 7 kamar lainnya, tiba-tiba salah satu teman kami mengatakan bahwa kunci motor yang semula berada dikantong saku celananya tiba-tiba hilang.

Kemudian salah seorang teman kami lagi juga mengatakan bahwa kunci motor yang diletakan didalam tas juga hilang, dengan begini total 2 orang teman kami kehilangan kunci motor. Diwaktu yang sama, salah seorang teman kami memiliki firasat buruk kalau kami seharusnya tidak melanjutkan petualangan didalam Goa tersebut dan harus segera meninggalkan Goa tersebut. 

Hilangnya secara tiba-tiba kunci motor 2 teman kami secara bersamaan tersebut merupakan sebuah tanda bagi kami dan kami memiliki 2 pilihan saat itu, yaitu “Leave or Stay”. Leave yang berarti kami meninggalkan Goa atau Stay yang berarti kami tetap tinggal dan melanjutkan petualangan kami tersebut.

Pada akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari Goa tersebut dan betapa terkejutnya kami ketika kami keluar dari Goa hari sudah sangat gelap dan waktu sudah menunjukan pukul 19.00 WITA. Kami sangat yakin sekali bahwa kami hanya berada 5 menit didalam Goa dan siapa sangka 5 menit didalam Goa sama dengan 5 jam diluar Goa.

Kami pun menuju ketempat parkir motor dan sekali lagi kami dibuat terkejut karena ternyata kunci motor 2 teman kami sudah terpasang dimotor mereka masing-masing dengan keadaan ON. Kami pun bergegas untuk segera meninggalkan lokasi Goa tersebut dan menuju ke sebuah penginapan untuk
beristirahat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Kisah Misteri "Leave or Stay""

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel