10+ Kisah Nabi Adam AS dan Mukjizatnya [Awal-Akhir] Lengkap

KisahTerbaik.Com- Kisah Nabi Adam dan mukjizatnya adalah cerita yang sungguh sering menjadi bahan diskusi dan pembicaraan oleh khalayak ramai. Meski sering terjadi banyak pro dan kontra terkait manusia pertama di muka bumi ini namun dapat dipastikan bersama bahwa stori ini akan meneguhkan hati pembaca khususnya bagi umat Islam bahwa manusia pertama adalah Nabi Adam As.

Kisah Nabi Adam


Jaman dahulu kala Allah Swt menciptakan seorang makhluk-Nya setelah Allah menciptakan alam semesta ini. Dengan dibekali akal dan hawa nafsu guna mengelola dan tinggal di bumi, namun tujuan utamanya tidak lain adalah agar ia terus mengabdikan dirinya kepada Allah semata.

Ia dikenal dengan manusia. Ya manusia adalah salah satu makhluk milik-Nya yang Allah ciptakan. Dan manusia pertama yang Allah ciptakan adalah Adam. Ia diciptakan dari saripati tanah kemudian oleh Allah ditiupkan ruh kepada makhluk fana tersebut. Lahirlah Adam seorang manusia seperti sekarang ini. 

Dahulu Adam dengan kesempurnaan akal,fisik dan hawa nafsu sebagai manusia pada umumnya, ia oleh Allah ditempatkan di surga. Di surga ia diberi kebebasan oleh Allah untuk menikmati segala isinya. Kecuali mengonsumsi buah khuldi. Pohon ini tidak dapat kita ketahui secara pasti bagaimana wujudnya. Sebab Al-Qur’an dan hadith tidak pernah mendeskripsikannya secara detail. Dan banyak ulama’ mencoba menerkanya namun kepastiannya tidak ada yang tahu. Wallahu a’lam.

Pengusiran Iblis

Ketika setelah lahirnya nabi Adam, Allah meminta semua makhluknya untuk bersujud kepadanya. Namun ada satu makhluk-Nya yang menolak untuk bersujud kepadanya. Dengan congkaknya makhluk bernama iblis ini menolak untuk bersujud sebagaimana permintaan Allah. Iblis merasa dirinya lebih baik ketimbang Adam, karena ia diciptakan dari api.

Hingga terjadi pengusiran pertama dari surga yakni pengusiran iblis, sebab ia dengan beraninya menolak perintah dari Allah. Namun sebelum iblis keluar dari surga, iblis  memohon kepada Allah agar ia diberi keleluasaan untuk menyesatkan umat manusia kelak. Hal ini didasari dendam iblis kepada Adam. Dan Allah menerima permintaan iblis tersebut dengan catatan iblis dikutuk oleh Allah hingga hari kiamat ia tidak boleh tinggal di surga.

Proses penciptaan Hawa dan Pelanggaran Pertama Umat Manusia

Kemudian dalam kesendiriannya di surga, Allah merasa iba terhadap Adam. Allah merasa perlu ada manusia lain yang berguna untuk menemani Adam di surga. Terciptalah manusia lain, yang Allah ciptakan dari tulang rusuk nabi Adam. Ia memiliki nama Hawa. Kemudian dalam kesehariannya, Adam dan Hawa oleh Allah diajari banyak pengetahuan.

Naasnya, hari silih berganti di surga, suatu saat Adam dan Hawa termakan bujuk rayu iblis yang memang sudah bersumpah untuk menyesatkan umat manusia. Iblis membujuk adam dan Hawa untuk melakukan sebuah pelanggaran yakni memakan buah khuldi.

Sebenarnya tujuan Allah melarang Adam dan hawa untuk memakan buah khuldi tidak lain ini merupakan proses ujian dari Allah guna mengukur seberapa kemampuan Adam dan Hawa dalam menahan hawa nafsu serta seberapa taat mereka.

Inilah pelanggaran pertama yang manusia lakukan akibat menuruti bujuk rayu iblis. Karena pelanggaran ini, Allah memerintahkan mereka untuk turun ke dunia. Namun oleh Allah sebelum mereka diturunkan ke dunia, Allah mengingatkan agar umat manusia selalu memegang petunjuk dari Allah agar mereka tidak tersesat dan menyesal di kemudian hari.

Adam dan Hawa merasa menyesal atas perbuatannya dan bertaubatlah mereka kepada Allah sebagaimana dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa Adam dan hawa sungguh menyesali perbuatannya dan telah dzalim. Kemudian Allah mengampuni mereka.

Turunnya Adam dan Hawa ke bumi

Dalam sejarah singkatnya Adam dan Hawa diturunkan ke bumi. Namun mereka oleh Allah dipisahkan. Agar mereka selalu berikhtiar dan berpasrah diri kepada Allah. Adam oleh Allah diturunkan di sebuah gunung di daerah Sarandib sedangkan Hawa diturunkan di bukit marwah,  Makkah, dan iblis oleh Allah diturunkan di daerah Basrah.

Adam dan Hawa dahulu ketika di surga serba diberi kecukupan nikmat oleh Allah dan tidak pernah merasakan kesusahan sama sekali. Namun karena mereka berdua telah melanggar perintah Allah, maka mau tidak mau mereka harus merasakan pahitnya hidup di dunia. Suka duka mereka rasakan. Berbanding jauh dengan di surga. Siang dan malam, panas dan dingin harus mereka lalui. Dan mereka harus berusaha keras ketika menginginkan suatu hal. Seperti makan dan minum.

Karena terlampau terpisah jarak yang jauh, adam selalu berdoa kepada Allah agar bisa dipertemukan kembali seperti halnya di surga dahulu. Waktu berlalu, hingga Allah mengabulkan doa Adam untuk dipertemukan lagi dengan hawa seperti sedia kala.

Pada suatu hari ketika hendak menaiki bukit Adam melihat seorang yang berada dibukit dan tidak  lain dialah Hawa yang sejak dulu ia cari-cari dan doakan. Hawa pun demikian melihat bahwa seorang yang berada di kejauhan adalah Adam. Berlarilah mereka berdua. Saling menghampiri. Dan pecahlah suasana terik saat itu. Sambil saling memeluk erat satu sama lain, menangislah mereka dengan tangisan bahagia.

Kemudian Adam dan hawa terus melanjutkan hidupnya. Adam dan Hawa sepakat untuk tinggal di daerah yang indah dan rimbun ditumbuhi bermacam-macam tumbuhan. Mereka berdua sadar bahwa hidup di dunia tidak semudah hidup di surga. Oleh karenanya dipilihlah tempat tersebut. Tempat yang mudah untuk dicocoki tanam. Setiap harinya adam bekerja hingga lelah.

Hari berganti hari lahirlah anak pertama mereka, anak kembar. Dan diberi nama Qabil (laki-laki) dan Iqlima (perempuan). Kemudian lahir pula anak kedua mereka yakni anak kembar pula, yakni Habil (laki-laki) dan Labuda (perempuan). Adam dan Hawa oleh Allah dikaruniai empat orang anak. 

Kisah Qabil dan Habil

Ketika anak-anaknya beranjak dewasa. Adam mendapat petunjuk dari Allah untuk menikahkan anak-anaknya. Sebab jaman dahulu manusia masih terbatas. Qabil oleh Adam dijodohkan dengan Labuda dan Habil dijodohkan dengan Iqlima. Namun naasnya lagi, Qabil menolak perjodohan tersebut.

Ia merasa Iqlima lebih rupawan daripada Labuda. Lalu Adam as. berserah diri kepada Allah, memasrahkan masalah penolakan Qabil ini kepada Allah. Allah memberikan petunjuk agar Qabil dan Habil berqurban. Siapa saja yang qurbannya diterima oleh Allah, maka dia memiliki hak untuk memilih pasangannya. 

Dalam proses qurban, Habil memilih untuk mengurbankan kambing kesayangannya. Sedangkan Qabil mengambil sekarung gandum yang paling jelek yang dimilikinya. Kemudian tibalah proses pengumuman siapa yang oleh Allah diterima qurbannya.

Ternyata yang qurbannya diterima adalah Habil, sebab ia mau dengan ikhlas dan karena Allah semata mengurbankan kambing kesayangannya. Berbeda terbalik dengan Qabil, ia hanya mengharap bisa dengan leluasa dan bebas dalam memilih jodoh. Bukan Allah tujuan Qabil. Alhasil, qurban Qabil tidak diterima.

Pembunuhan Pertama Umat Manusia

Berdasar atas ketidakpuasan nafsunya, Qabil memutar otak agar ia terus bisa memenuhi keinginannya dengan mudah. Yakni memilih jodoh sesuai kehendaknya. Sebagaimana yang diterima Habil. Datanglah iblis, ia merasa ini momen yang dinanti dirinya untuk lagi-lagi memperdaya manusia. Kali ini ia mendapat kesempatan.

Bak mendapat Doorprize, ia terus membujuk dan memperdaya anak cucu adam tersebut, Qabil. Alhasil, Qabil mendapatkan kesempatan untuk mendorong adiknya tersebut hingga jatuh tersungkur. Lalu dalam posisi di atas angin, Qabil memaksa dan mencekik Habil.

Habil meningatkan kakaknya agar mengingat Allah. Namun karena sudah kesetanan, Qabil mencekik habil sekuat tenaga tanpa pandang lagi siapa yang ia cekik. Hingga hilanglah nyawa adik laki-lakinya tersebut. Terjadilah apa yang diinginkan iblis namun sangat dimurkai Allah yakni pembunuhan pertama dalam sejarah umat manusia. 

Proses Perawatan Jenazah Pertama Kali

Allah merasa iba dengan kondisi Habil, Allah tidak berkehendak hamba-Nya yang saleh tersebut tidak dirawat dan disia-sia. Kemudian Allah mengutus burung gagak yang menggali tanah guna memendam gagak lain yang sudah meninggal.

Guna dipertontonkan kepada Habil agar mampu merawat adiknya dan memberi solusi bagi Habil yang sedang kebingungan apa yang harus ia lakukan. Dari sini ia sadar dan harus melakukan sebagaimana yang gagak tersebut lakukan, yakni menguburkan mayat adiknya.  

Mukjizat Nabi Adam


Sebagai nabi dan utusan pertama, Adam oleh Allah diberi keistimewaan yang besar dan sangat berguna kelak dalam dakwahnya. Sebenarnya hal ini secara garis besar sudah dijelaskan di atas.
  • Ia merupakan seorang kahlifah, utusan, dan nabi pertama di bumi yang diciptakan dari sari pati tanah yang kemudian Allah tiupkan ruh padanya, serta ia diberikan wujud dan bentuk dengan sebaik-baik bentuk.
  • Allah memberikan kemuliaan lain yakni melengkapi penciptaan Adam dengan rahasia pengetahuan yang tidak ada menandinginya, baik itu makhluk Allah yang lain bahkan malaikat-Nya. Ia diberi pengetahuan yang luas dan mudah dalam sekejap memahami hal baru yang diajarkan Allah.
Baca Juga:
Demikinalah ulasan tentang Kisah Nabi Adam As dan Mukjizatnya awal hingga akhir. Semoga dengan adanya cerita ini bisa memberikan wawasan dan menambah ilmu pengetahuan terhadap pembaca sekalian. Trimakasih, 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "10+ Kisah Nabi Adam AS dan Mukjizatnya [Awal-Akhir] Lengkap"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel