Kisah Nyata "Akan Indah Pada Waktunya"

KisahTerbaik.Com- Kumpulan cerita nyata ini ditulis oleh Reni Aulia Sanggita dengan judul "Akan Indah Pada Waktunya". Dalam kisah ini ia membagikan pengalaman hidup yang bisa dijadikan inspirasi bagi segenap pembaca sekalian.

Begini, Kisah Nyatanya...

Aku iri dengan mereka yang selalu rukun, Aku iri dengan mereka yang ketika ada masalah mereka selalu menyelesaikannya secara baik-baik, Aku iri dengan keharmonisan keluarga tersebut. Itulah kata-kata yang sering diucapkan warga desa tentang keluargaku atau lebih tepatnya tentang kedua orangtuaku.

Tapi siapa sangka keluarga yang terlihat harmonis itu ternyata sangat rapuh? Pada tahun 1997 ayahku menikah dengan ibuku, atau lebih tepatnya mereka dijodohkan. Saat itu tradisi perjodohan masih sangat kental di daerahku.

Meskipun ayah dan ibuku menikah karena perjodohan, tapi mereka dapat hidup harmonis dan dikaruniai 3 orang putri. Semua baik-baik saja hingga Pada tahun 2012 ada seorang lelaki asing datang ke rumahku saat tengah malam, warga curiga karena pada saat itu ayahku sedang ada diluar kota. Meskipun aku tidak tahu pasti bagaimana kejadian tersebut karena pada saat itu aku sedang tertidur pulas.

Tapi sedikit cerita itu bisa memberiku gambaran tentang apa yang sedang terjadi saat itu.

Pada tahun 2014 kedua orangtuaku bercerai, pernikahan yang sudah berlangsung selama 17 tahun dan sudah dikaruniai 3 orang putri itu ternyata tidak bisa bertahan selamanya. Aku dan adik pertamaku tinggal bersama ayahku sedangkan adik bungsuku tinggal bersama ibuku. Seiring dengan perpisahan mereka, selain membuat hubungan kedua orangtuaku yang memanas juga berdampak pada anak-anaknya. Anak yang terpisah dengan ayahnya dan Anak yang terpisah dari ibunya.

Semenjak kejadian itu, kehidupan ayahku berubah total. Semangat kerjanya menurun, terlebih lagi kedua putrinya yang sering sakit-sakitan, hutang dimana mana, beliau sering menyembunyikan bebannya dibalik senyum manisnya.

Meskipun ia tak pernah mengatakannya namun dari matanya terlihat jelas bahwa ia sangat terpukul dengan perceraian tersebut. Namun demi anak-anaknya ia terus berjuang bangkit dari keterpurukannya.

Tahun 2016 keadaan mulai membaik, ayah dan ibuku tidak bermusuhan lagi meskipun mereka tidak bersama lagi tapi setidaknya sekarang mereka berteman, kedua anaknya juga tidak sakit-sakitan lagi, dan karena saat perceraian itu adik bungsuku masih sangat kecil, ia sempat lupa siapa ayahnya karena selama 2 tahun tidak pernah bertemu dengan ayahnya.

Tapi alhamdulillah sekarang ia sudah tahu dan mengenal siapa ayahnya.

Pada tahun 2017 ayahku menikah lagi dengan seorang janda dari desa sebelah yang sudah dikaruniai 4 orang anak dari pernikahan pertamanya, 3 orang putra dan 1 orang putri. Aku pun langsung menyetujui pernikahan tersebut karena menurut ku setelah semua yang terjadi ayahku pantas bahagia lagi.

Akhirnya perlahan aku melihat senyum dari wajah ayahku, bukan senyum palsu, Tapi senyum kebahagiaan murni terlihat dari matanya bahwa ia sangat bahagia.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Kisah Nyata "Akan Indah Pada Waktunya""

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel