Kisah Nyata "Anak Misterius"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian kisah nyata ini berjudul "anak misterius" yang dituliskan oleh Khansa Humaira. Dalam cerita ini ia mengambil pengalaman temannya yang dinilai begitu berharga bagi segenap pembaca.

Begini, Kisah Nyatanya...

Pada siang yg terik ini, aku menunggu abangku,Arga,menjemputku. Kini,sekolah ku telah sepi. Semua anak sudah di jemput.  "Laura!" Aku menoleh ke arah sumber suara. Aku mengenal suara tersebut.

"Lama amat jemput nya,bang" Ujar ku setengah merengut. "Tadi Abang ketiduran habis main PS" Ujar Bang Arga tanpa menunjukan rasa bersalah. Aku mengangguk mengerti. Tanpa pikir panjang, aku naik ke motor. Setelah itu, motor pun melaju pulang.

Sesampainya di rumah.........

"Assalamualaikum" Kataku sambil masuk ke dalam. Aku menaruh tas di kamar dan pergi ke dapur. "Mau kemana,Bun? Rapi banget" Tanya ku pada Bunda yang sedang membereskan baju. "Bunda dan Ayah mau ke sekolah Doni, Doni juga ikut, kamu gak usah ikut,ya?" Ujar Bunda seraya bertanya kepada ku.

"Gak usah,Bun, Bang Arga gak ikut,kan?"Tanya ku balik. "Enggak,tapi,Bang Arga mau kerja kelompok di rumah temannya" Jawab Bunda. "Oh, ya udah,Bun,Laura mau ganti baju,ya" Ujar ku. "Iya"Jawab Bunda pendek. Aku pun,segera berlari ke kamar. 

Beberapa menit kemudian..........

"Laura!Bunda,Ayah,dan Doni pergi,ya!" Seru Bunda. "Abang juga,ya,Lau!" Seru Banget Arga tak mau kalah. "Iya!" Balasku pendek. Setelah berganti baju, aku keluar dari kamar. Aku beranjak ke dapur.

Saat sedang berjalan ke Rice cooker, aku terkejut melihat sesuatu yang tertangkap oleh mataku. Seorang anak laki-laki, mungkin umurnya sama dengan adikku, Doni. Ia menatap ke halaman belakangku. Aku belum pernah melihat ia sama sekali.

"Si...siapa....ka..kamu?" Tanyaku terbata bata. Aku sedikit takut. Anak itu membalikkan badannya. Ia mempelototi ku. "Aku disuruh ibuku" Katanya dengan nada yang kaku dan dingin. "Apa ibuku tahu?" Tanya ku lagi. Ia menggeleng. Matanya masih saja mempelototi ku seperti ingin membuat bola matanya keluar.

Aku makin takut. Entah apa yang dipikirkan anak ini. Aku tak ingin membahas lebih panjang lagi. "Baiklah, aku ingin makan dulu dan bisakah kau tak melihat ku seperti itu lagi?" Tanyaku kepada anak misterius itu. Ia tak menjawab. Ia malah makin mempelototi ku. Aku tak menunggu anak itu menjawab, aku langsung menuju ke depan TV. Aku memperhatikan anak itu lagi. Anak itu makin mempelototi ku. Matanya hampir keluar. Aku mengalihkan pandanganku dan mempercepat makan ku.

Beberapa menit kemudian.........

Aku selesai makan. Tapi,anak itu tidak hentinya menatap ku, atau lebih tepatnya mempelototi ku. Karena takut, aku langsung berlari ke kamar. Aku menutupi seluruh badanku dengan selimut. Di luar kamar, suara tawa meledak.

Aku rasa anak itu akan masuk ke kamarku. Aku merendam rasa takut ku dengan membaca doa. 

Kriieeettt.......

Aku makin tegang. Itu adalah suara pintu. Artinya pintu kamarku baru saja di buka. Bulu kudukku berdiri. Suara hentakan kaki makin mendekat. Suasana pun berubah menjadi lebih mencekam. Sentuhan halus mengenai tubuhku. Aku berkomat Kamit mengucap doa.

Bruuukkk!!!!!!

"Aaahhhh!!Sakit!!!!!!!" Teriakku. Aku melihat siapa yang menimpa ku. Wajah anak kecil yang sangat familiar di tangkap oleh mataku. "Doniiiii!!!!!!" Seru ku. Aku berusaha berdiri. Doni yang tak merasa bersalah, langsung keluar dari kamarku sambil tertawa.

Aku keluar dari kamarku. Tiba-tiba aku ingat akan anak misterius itu. Aku pun menghampiri Bunda. "Bun, tadi ada anak rumah sebelah masuk ke rumah kita,ya?" Tanya ku. Bunda menatap ku. Lalu tertawa. "Kok,ketawa sih,Bun?" Tanyaku lagi. "Lau,kamu ngayal, ya?Rumah sebelah kiri kita, kan, enggak ada yang nempatin, terus, rumah sebelah kanan, kan, enggak punya anak" Kata Bunda menerangkan. Bunda pun meninggalkan ku. Aku tercekat. Lalu, siapa anak yang aku lihat tadi?

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Kisah Nyata "Anak Misterius""

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel