Kisah Nyata "Ayah, Kekuranganku Tak Menghalangi Asaku"

KisahTerbaik.Com- Kumpulan cerita nyata ini adalah karya Yuliavira Sudhasni dengan judul "Ayah..Kekuranganku Tak Menghalangi Asaku". Dalam stori inilah penulis membagikan sejumlah pengalaman seseorang kepada segenap pembaca.

Begini, Kisahnya...

Tin.. tin…

Suara klason sebuah mobil yang melintas disebelah kananku berhasil membuatku kaget. Mobil itu melintas begitu saja tanpa memerhatikan jalan yang dilintasinya, alhasil air yang menggenang di jalanan akibat hujan memercik ke arah ku dan berhasil mengotori baju seragam yang kukenakan. 

Yang bisa ku lakukan hanyalah sabar dan aku berpositive thinking bahwa mungkin orang yang mengendarai mobil itu sedang terburu-buru.

Sesampai di sekolah, di sepanjang jalan yang kulalui teman-teman melihatku dan menertawakanku. Setiba di kelas, ibu guru matematika, Bu Selly menanyaiku.

“Luna… kenapa seragammu bisa kotor kayak gitu?”
“Yahh.. ibu, masak anak bisu ditanyain. Mana bisa jawab..”, ucap salah satu anak yang berada di dalam kelas itu.
“hahaahaa….”, semua anak di kelaspun menertawakanku.
“udah.. udah.. tidak boleh mengejek teman. Semua orang itu memiliki kelebihan dan kekurangan, begitupun dengan Luna. Walaupun Luna memiliki kekurangan, tapi Luna juga pasti memiliki kelebihan.
Kamu yang sabar ya Luna”, ucap Bu Selly.

Luna, ya itulah namaku. Aku memang terlahir berbeda dari anak-anak lainnya. Sejak lahir, aku tidak bisa berbicara. Oleh karena itu, aku berkomunikasi lewat bahasa isyarat atau pun lewat tulisan. Kekuranganku ini membuat aku tidak memiliki teman.

Sejak kecil aku hanya jadi bahan ejekan oleh teman-teman. Terkadang aku merasa frustasi, aku merasa mengapa Tuhan tidak adil? Mengapa Tuhan menciptakan aku berbeda dari anak-anak lainnya? Terkadang aku juga berpikir andai aku bisa bicara seperti anak-anak lainnya, pasti aku memiliki banyak teman.

Rasa frustasi sering kualami, tapi berkat ayahku rasa frustasi itu pun bisa hilang. Ayah sering memotivasiku. Dia lah pahlawanku. Dia lah yang selalu memberiku semangat dalam hidup ini.

“Luna.. walaupun kamu berbeda dari anak-anak lainnya, tapi kamu memiliki kelebihan yang belum tentu mereka juga memilikinya. Kamu harus semangat Luna, ayah tau kamu memiliki bakat yang luar biasa dalam bermain piano. Kembangkan bakat mu itu, Nak. Buktikan bahwa kekuraganmu itu tak menghalangi asamu. Ayah selalu mendukungmu Luna. Tetaplah jadi Luna kebanggaan ayah.”

Itulah ucapan ayah yang selalu bisa memberiku semangat tuk menjalani hidup. Ayah selalu ada disaat aku terpuruk. Aku bangga terhadap ayah. Hanya ayah yang ku punya di dunia ini karena ibu ku telah tiada disaat melahirkanku.

Suatu hari di sekolah ada info mengenai perlombaan piano tingkat nasional dan juara nya akan mendapat beasiswa S1 ke Thailand. Wahh.. aku sangat senang mendengar hal itu. Aku berharap bisa memenangkan lomba tersebut.

Aku ingin membuat ayah bangga.

Setiap hari ku berlatih bermain piano dengan giat. Akhirnya tibalah dihari perlombaan itu. Aku sangat takut, apalagi melihat lawan-lawanku yang mereka jago-jago main pianonya. Aku jadi sangat gugup.

Melihat kegugupanku, ayahpun berusaha menenangkanku. Ayah tau betul kalau aku memang lagi sangat gugup.

“Luna.. kamu jangan gugup, Nak. Kalau kamu gugup nanti kamu mainnya jadi berantakan. Santai Luna, santai. Mereka memang bagus main pianonya, tapi ayah yakin kamu juga bisa seperti mereka bahkan kamu bisa lebih baik dari mereka dan bisa jadi juara. Kamu ingin membuat ayah bangga kan, Nak? Karena itu lakukan yang terbaik Luna, ayah ada disini mendukungmu. Kamu kan udah berlatih keras selama ini, sekarang waktunya kamu buktikan bahwa kamu bisa lebih baik dari mereka. Buktikan Luna, buktikan! Ayah disini mendoakanmu.”

Dengan usaha yang keras, doa ayah, dan tekad yang kuat aku pun mengikuti perlombaan tersebut. Jari jemariku pun mulai memencet keyboard piano. Awalnya ku takut, namun karena tepukan dari para penonton akhirnya aku mulai percaya diri.

Aku terus memainkan piano tersebut dan ku rasa penonton menikmati suara tersebut. Suara yang kuhasilkan dari bermain piano berhasil membuat para penonton dan juri menangis haru.

Perlombaan pun selesai. Ini lah saat yang ditunggu-tunggu yang berhasil membuat semua orang takut dan gerogi yaitu saat pengumuman juara. Semua peserta naik di panggung dan dengan diliputi rasa takut.

“Juara dalam perlombaan bermain piano ini ditetapkan sebagai pianis terhebat dan yang menjadi pianis terhebat tingkat nasional ini jatuh kepada……”, ucapan MC pun semakin membuat rasa takut.

Deng…deng… deng…

“Luna Mayang Budiawan…”, teriak MC yang membuat ku begitu syok dan aku langsung bersujud syukur.
“Selamat kepada Luna Mayang Budiawan. Kamu menjadi pianis terhebat tingkat nasional. Untuk semuanya perlu diketahui bahwa Luna ini bukanlah anak biasa, ia terlahir berbeda. Namun semangat Luna ini sangat perlu diapresiasi. Walaupun Luna memiliki kekurangan yaitu tak bisa berbiacara tapi Tuhan memberikan kelebihan padanya yang luar biasa yang mengantarkan Luna menjadi pianis terhebat dan berhak mendapatkan hadiah yaitu beasiswa S1 di Thailand”, ucap MC dengan penuh semangat.

Sungguh senang hatiku ini. Tuhan memang baik, dibalik kekuranganku ini Tuhan memberikan aku kelebihan yang luar biasa. Sungguh setiap manusia itu memiliki kekurangan dan kelebihan. Jangan jadikan kekurangan sebagai faktor penghambat untuk menggapai asa karena aku yakin bahwa kekurangan itu tak kan menghalangi asa.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

12 Responses to "Kisah Nyata "Ayah, Kekuranganku Tak Menghalangi Asaku""

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel