Kisah Nyata "Begin From My Dream"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian kisah nyata yang benar-bener terjadi ini dituliskan oleh Wilda Flora Saragih dengan judul "Begin From My Dream". Dalam cerita ini ia membagikan sejumlah pengalaman berharga untuk segenap pembaca.

Begini, Kisahnya.....

Namaku Wilda Flora Saragih, lahir pada tanggal 16 april 2002. Anak ke 2 dari 4 bersaudara. Lahir di tengah tengah keluarga sederhana di sebuah kampung pedalaman di pulau Sumatera menjadikanku seorang gadis kecil yang sederhana,berani, dengan sejuta mimpi tinggi yang ingin ku wujudkan suatu hari nanti walau tak tahu kapan hari itu tiba.

Dan setelah usiaku menginjak 14 tahun hari itu pun tiba dengan cara yang tak pernah ku bayangkan. Berawal dari ketidak tahuankku akan melanjutkan pendidikan ku ke sma mana menghantarkanku hingga sapai ke kota ini.

# #

Saat itu tepat dimana hari terakhir kami mengerjakan soal UN yang begitu susah. Kami begitu senang karna sudah berhasil menyelesaikan study kami, namun di depan sana ada hal besar yang sedang menanti kami. Saat semua teman temanku sudah memiliki tujuan yang jelas tentang kemana ia akan melanjutkan study, aku malah belum memiliki.

Awalnya aku mendapat tawaran untuk masuk ke SMA favorite di daerahku berkat nilai raportku yang selalu menjadi peringkat kelas mebuat peluangku semakin besar. Namun biayanya yang mahal memaksa ku untuk menolaknya, padahal aku sudah menantikan sekali hari hari dimana aku akan bersekolah di sana. Namun apa dayaku takdir berkata lain.

Karna melihat ekonomi keluargaku yang kurang memungkinkan akhirnya aku memutuskan untuk masuk SMK agar setelah lulus aku langsung bisa bekerja. Setelah mencari informasi seadanya akhirnya aku memutuskan masuk SMK Pelayaran Abdi Nusantara Tebing Tinggi. saat pertama kali melihat info tentang SMK ini aku langsung tertarik dengan SMK ini karna memang aku sangat tertarik dengan hal hal yang menantang, salah satunya ya menjadi nahkoda.

Minggu itu adalah minggu yang sangat melelahkan karna aku harus mengurus pendaftaran sendiri, karna kedua orangtuaku tak terlalu mengerti. Seminggu kemudian akhirnya aku melakukan tes akademik dan tes kesehatan.

Subuh subuh saat dimana kebanyakan orang sedang terlelap aku harus sudah bangun dan bergegas ke kota bersama bapak ku dengan motor tuanya menuju kota yang jaraknya lumayan jauh. Setelah sampai di aula SMK tersebut aku melihat anak anak orang kaya yang diantar degan mobil mewahnya, berbeda 180 derajat denganku ynag hanya menaiki motor tua. Namun aku tak merasa malu dengan aku dan bapak karna menurutku penampilan dan harta bukanlah segala galanya.

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya aku memulai tes akademik, memang cukup sulit tapi aku yakin aku bisa mengerjakannya dengan baik karna sedikit banyak aku sudah mempelajarinya. Setelah selesai dilanjutkan dengan tes kesehatan. Setelah semua selesai kami pun langsung pulang ke kampung.

Seminggu kemudian aku mendapat pemberitahuan bahwa aku lolos dengan jurusan nakhoda, sungguh senang rasanya bisa diterima di sekolah yang aku impikan, namun semua sirna ketika kaka ku melarangku dengan alasan banyak resikonya terlebih lagi aku seorang perempuan. Dan ia menawariku untuk ikut ke bogor, aku merasa bingung namun apa yang di katakan kakaku memang ada benarnya juga. Akhirnya aku memutuskan untuk ikut dengannya ke Bogor dan bersekolah di sana.

# #

Deru suara mesin pesawat yang tadi begitu mengganggu pendengaran kini sudah lenyap, pertanda kami telah mendarat dengan selamat. Ya kini kami sudah mendarat di bandara Soekarno Hatta, Jakarta, bandara degan sejuta kecanggihannya.

Saat kami keluar dari pesawat, kami di suguhi pemandangan manusia yang ramai berlalulalang. Setelah kami mengambil koper dan beberapa barang lainnya kami langsung pergi menggunakan mobil pribadi milik teman kakaku. Sepanjang perjalanan aku sangat senang karena bisa melihat begitu banyak bangunan pencakar langit yang berdiri di sepanjang jalan yang jarang sekali bahkan tak pernah ku lihat di daerah perkampunganku. Dengan diiringi instrumen lagu klasik perjalanan kami semakin membuat ku hanyut  dengan apa yang ku lihat. 

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam akhirnya aku sampai di kota ini, kota yang cukup padat dan selalu mengalami macet dimana mana, namun siapa sangka kota dengan icon “Tugu Kujang’’ ini memiliki kebun yang indah dan asri, ya namanya ialah “Kebun Raya Bogor’’.

Dengan luas sekitar 87 hektar dengan ditumbuhi bermacam ragam jenis tumbuhan dan hewan. Salah satunya ialah bunga bangkai, di tambah sebuah istana yang telah berdiri sejak zaman belanda ini menabah nilai sejarah di dalamnya. Sungguh kota yang indah dan penuh dengan sejarah, betapa beruntungnya diriku bisa menginjakan kaki di kota ini, kota yang akan menjadi awal dari perwujudan sejuta mimpi ku.

Setelah sampai kami memutuskan untuk beristirahat sebentar di kosan ku. Setelah merasa segar akhirnya aku dan kaka pergi ke pasar untuk membeli perlengkapan ku, mulai dari perlengkapan sekolah hingga keperluan sehari hari ku di kosan nanti.

Setelah semuanya terkumpul akhirnya kami pun kembali ke kosan. Saat ditengah tengah perjalanan kakaku menunjukan gang SMA BBS, tempat ku bersekolah nanti. Akhirnya kami sampai di kosan dengan selamat, kaka ku menyuruh aku segera mandi karna nanti kami akan makan di luar sambil menikmati pemandangan kota bogor di malam hari.

Tepat jam 7 malam teman kakaku yang tadi mengantarkan kami dari bandara datang untuk menjemput kami. Sepanjang perjalanan aku begitu takjub dengan pemandangan kota bogor, ditambah dengan lampu lampu yang bersinar terang di seluruh penjuru kota menambah keindahan yang tiada tara.

Di tengah-tengah perjalanan kami berhenti untuk makan sate padang mengisi perut kami yang sudah lapar. Di bawah sinar rembulan, di pinggiran jalan sambil menyantap sate padang menjadi momen yang indah dan takkan terlupakan. Tak terasa waktu terus berjalan haripun semakin malam akhirnya kami memutuskan untuk pulang karna kakaku tak ingin aku kelelahan dan kurang tidur yang akan berakibat aku bangun telat keesokan harinya.

Kring...kring... (bunyi alaram)

Tepat jam 04.00AM aku bangun aku langsung memasak nasi lalu setelah itu aku segera mandi, beberapa menit kemudian aku pun selesai mandi. Saat aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling aku melihat kakaku yang masih terlelap, melihat itu aku tak tega untuk membangunkannya maka aku memutuskan untuk masak sarapan agar saat kakaku bangun nanti kami dapat sarapan bersama.

Aku pun langsung berkutat dengan peralatan memasak yang seadanya dan memasak makanan yang praktis saja, dan tentunya kalian tahu makannan apakah itu. Benar sekali telur mata sapi, saat aku sudah selesai memasak kakaku akhirnya bangun dan langsung menuju kamar mandi untuk mandi. Di sinilah kami sekarang, duduk beralaskan lantai sambil menikmati sarapan pagi kami yang seadanya.  Setelah selesai kaka menyuruhku untuk memakai seragam dan menyiapkan keperluan sekolah.

Tak terasa sang raja matahari telah beranjak dari singga sananya, dan aku pun harus segera berangkat ke sekolah jika tak ingin terlambat di hari pertamaku. Kata kakaku jarak dari kosan ke sekolah tak terlalu jauh namun tetap saja aku harus berangkat pagi pagi apalagi aku berangkat dengan berjalan kaki.

Setelah sampai pada gang yang kemarin ditunjukan oleh kaka pun hendak menyebrang namun aku mengalami kesulitan karna banyaknya kendaraan yang berlalu lalang, untung saat itu aku melihat ada satpam yang sedang bertugas di depan sebuah GIANT MARKET yang jaraknya tak terlalu jauh dari gang ini akhirnya aku memutuskan untuk menemui satpam tersebut dan meminta tolong untuk di sebrangkan.

Setelah berhasil menyebrang aku melanjutkan perjalanan. Di sepanjang jalan aku merasa sedikit sedih dan iri melihat anak sekolah yang pergi bersama orangtua mereka dengan menggunakan kendaraan, namun aku segera menepis rasa itu jauh jauh, karna aku sadar aku ada di di sini bukan untuk merasa sedih atau semacamnya melainkan untuk berjuang demi sejuta mimpiku.

Semakin jauh aku berjalan aku semakin merasa sedikit takut karna aku tak kunjung menemukan sekolahku. Dan untungnya tak lama kemudian aku menemukannya namun harus masuk ke dalam gang lagi.

Lelah,letih, itu lah yang kurasakan saat ini. Namun semua itu seakan sirna setelah aku melihat bangunan seolah  ini, gagah, luas, bertingkat sungguh sekolah ini mirip dengan sekolah sekolah yang ada di sinetron TV yang sering ku tonton dulu. Namun satu hal yang membuatuku bingung mengapa hampir seluruh siswa yag hadir mengenakan seragam SMP? Bukannya seragam SMA.

Karna bingung aku jadi ragu untuk masuk ke dalam sekolah ini karna takut salah sekolah, melihat kelakuanku yang sedikit aneh akhirnya salah seorang siswi mengajakku untuk segera masuk dan langsung berbaris di lapangan dan betapa terkejutnya aku ternyata semua menggunakan seragam SMP. Saat ini semua mata tertuju padaku, gugup,takut,malu itulah yang kurasakan saat ini. Untung tak berapa lama terdengar sebuah suara dari depan dan hal ini menyudahi tatapan mereka padaku dan fokus menatap ke depan. 

“Selamat pagi anak anak..” ucapnya dengan penuh wibawa
“Pagi pak...” ucap kami
“Perkenalkan nama bapak Edy Sukmara Msi. Bapak selaku kepala sekolah SMA BBS Bogor mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung dengan kami, menjadi bagian dari sekolah para juara”. Ucapnya sambil tersenyum ramah kepada kami
“Tak banyak yang bapak sampaikan, bapak hanya ingin mengatakan anggap lah sekolah ini sebagai rumah kedua kalian buat diri kalian senyaman mungkin dan tetap mengikuti segala aturan yang telah ditetapkan. Karna hanya itu yang ingin bapak sampaikan maka dengan ini bapak resmi membuka kegiatan MPLS SMA BBS BOGOR tahun ajaran 2016/2017”. Sekian dan terimakasih. 
“ Selamat pagi teman teman...” katanya dengan semangat sekali
“ Pagi ka...” ucap kami dengan penuh semangat
“ Perkenalkan nama kaka M.Iqbal, biasa dipanggil Iqbal. Kaka adalah Ketua Osis di SMA BBS ini.  Hanya sedikit yang kaka harapkan dari kalian semoga dengan MPLS ini kalian lebih meengenal BBS, selalu hormat ke semua guru ataupun kaka kelas kalian. Patuhi aturan dan selalu jalankan ‘3S( Senyum, Salam, Sapa).kalian paham?” tanyanya
“ paham ka..”
“Baiklah selanjutnya kaka akan membagi kalian menjadi beberapa gugus, dan 10 menit kemudian kalian harus sudah berkumpul dengan gugus masing masing. Bagi yang tidak mengenakan seragam sesuai aturan harap memisahkan diri.” Jelasnya sedikit melirik ke arahku berdiri

Dengan takut takut aku memisahkan diri, dan kalian tahu hanya aku yang memisahkan diri. Saat itu aku tak tahu lagi mau ditaruh mana mukaku ini.

“ Kamu kenapa tidak memakai seragam SMP? Mau jadi murid pembangkang kamu?” tanya salah satu kaka panitia. Matanya menatap ku dengan tajam hal itu sedikit membuat nyaliku ciut. Namun bukan Wilda namanya jika tak berani melawan
“ Maaf ka, saya tidak bermaksud melanggar aturan. Saya memakai seragam SMA karna seragam SMP saya tidak akan pantas untuk di pakai di SMA ini.” Jelasku dengan nada serendah mungkin
“ Memangnya SMP kamu di mana?” tanya Ka Iqbal ramah
“ SMP saya ada di daerah Medan ka, dan kebetulan roknya pendek dan bajunya lengan pendek” jelasku
“oh gitu. Yasudah kamu boleh memakai seragam SMA selama MPLS berlangsung.” Katanya sambil tersenyum
“ makasih ka” ucapku lalu kembali ke barisanku semula

Setelah semua berkumpul dengan gugus masing-masing kami kembali diberikan arahan tentang acara kegiatan hari ini. Hari ini semua berjalan dengan baik, dan aku berharap semoga kedepannya lebih baik lagi.

Hari berganti hari dan akhirnya acara MPLS telah usai dan sekarang kami resmi menjadi bagian dari SMA BBS, sekolah para juara. Seminggu penuh kami dibuat susah, senang, sedih, takut dan lainnya. Namun hanya satu hal yang kami ingat yaitu saat kami senang bersama. Lucu memang tapi inilah kenyataannya. Banyak pengalaman berharga yang ku dapat selama MPLS ini dan tentunya tak kan ku lupakan begitu saja.
# #

Sebulan kemudian

Saat ini aku sudah mempunyai banyak teman, sudah bisa berbahasa sunda, dan sudah dapat beradaptasi dengan ligkungan sekitar, Ikut OSIS dan banyak lagi kegiatan yang aku ikuti. Banyak yang mengatakan bahwa aku sudah melangkah cukup jauh. Namun satu hal yang ku tahu ini belum akhir melainkan baru awal dari sesuatu yang besar, yang tak tahu berakhir di mana. Di sini, akan menjadi awal bagi sejuta mimpiku.... Tetap semangat dan teruslah berjuang.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

5 Responses to "Kisah Nyata "Begin From My Dream""

  1. Menarik sekali..
    Semoga adik terus diberikan semangat & kekuatan oleh Allah untuk meraih mimpi2mu^^
    Ditunggu kisah2 selanjutnya..

    #Bersemangatlah_kamu_dlm_mencapai_apa_yg_bermanfaat_bagimu._Mohonlah_pertolongan_kpd_Allah_dan_jangan_pernah_merasa_lemah_(hadits)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mbak Anggi.
      Makasih buat dukungannya.

      Hapus
  2. We are proud to become a part of your journey.. Be your self, we will always two steps behind you.. Barakallah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank you sir. I am also happy to be part of sma bbs bogor.

      Hapus
  3. Buat semua orang yang membaca tulisanku mohon dukungannya ya...
    Aku juga minta maaf kalau cerita nya mungkin kurang menarik dan ada beberapa tulisan yang typo.
    Terimakasih...😊😊

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel